
136: RENCANA BERLATIH DI ALAM JIWA
Tidak terlihat kegembiraan di wajah Bangsawan Song Yu, saat Zhu San dan Bian Chi tiba di kediaman besar sang bangsawan penguasa kota Songdu itu.
Bau anyir darah dari ribuan prajurit dan warga yang tewas, serta rasa sedih kehilangan teman dan saudara, bukanlah sesuatu yang pantas untuk dirayakan walau mereka memenangi pertempuran itu.
Kedatangan mereka berdua, disambut dengan senyum hangat Song Ruo dan In Xeuxu serta bangsawan Song Yu. Ia mendengar bahwa mereka berdua, berperan besar dalam kemenangan yang diraih oleh pihaknya.
“San’er, Chi’er … Atas nama warga kota Songdu, Aku berterimakasih atas bantuan yang kalian berdua berikan kepada kota ini.” Song Yu berkata seraya menangkupkan kedua tangannya di depan wajah.
Zhu San dan Bian Chi, secara bersamaan membalas penghormatan yang Bangsawan Song Yu berikan kepada mereka.
Beberapa saat kemudian, Ju Yan dan Qin Yu datang, dengan wajah Qin Yu yang terlihat habis menangis dan menatap tajam ke arah Zhu San dan Bian Chi.
Hal itu membuat Zhu San dan Bian Chi sedikit terkejut saat melihatnya. Sesuatu segera terbersit dalam benak Zhu San, sebuah dugaan mengapa Qin Yu bersikap demikian.
Dalam hatinya, Zhu San berencana untuk meminta maaf kepada Qin Yu beserta kedua orang tuanya. Zhu San saat ini berencana untuk segera menggabungkan Kitab Pusaka yang Ia dan Bian Chi miliki.
Pengalaman menghadapi ribuan prajurit dan lawan kuat dengan tenaga dalam yang telah menipis, membuatnya menyadari, bahwa sudah saatnya Ia dan Bian Chi, memulai latihan bersama dengan menggabungkan kedua kitab pusaka milik mereka.
Hal itu Zhu San katakan sehari berikutnya kepada Nenek Lin Mi dan Ju Yan. Keduanya terkejut ketika mendengar rencana Zhu San yang akan pergi ke Alam Jiwa bersama Bian Chi.
“Benarkah itu? Apakah Nenek tidak bisa ikut ke Alam Jiwa itu?” Lin Mi bertanya setelah mendengar tentang Alam jiwa yang berbeda dimensinya dengan dunia manusia.
“Mohon maaf Guru, hanya kami pemilik tubuh Yinyang Sejati yang bisa memasuki Alam Jiwa sebagaimana yang dikatakan oleh Leluhur Yao Shan dan Gong Chi.”
Dengan suara lembut, Bian Chi menjelaskan tentang hal itu kepada sang guru yang terlihat sedang berpikir keras.
__ADS_1
Lin Mi tentu saja setuju dengan rencana Zhu San dan Bian Chi yang akan menggabungkan kedua kitab pusaka mereka.
Namun di sisi lain, keduanya belum menikah. Lalu akan pergi berdua saja ke tempat yang tidak ada siapapun selain keduanya. Hal ini adalah sesuatu yang sedang mengganjal dalam pikiran Lin Mi saat ini.
Suasana ruangan itu hening, saat mereka semua hanya terdiam, asik dalam pikiran masing-masing. Zhu San pun tersenyum kecut sesaat kemudian, ketika menyadari alasan di balik diamnya Guru Bian Chi itu.
Lin Mi hanya menarik nafas panjang sebelum akhirnya berkata kepada Zhu San dan Bian Chi. “Baiklah jika begitu, hanya saja ada satu hal yang harus kalian ingat dengan baik-baik!”
Lin Mi menatap Zhu San dengan tajam, membuat pemuda tampan itu menelan ludahnya, mendengar ketegasan suara Lin Mi saat mengatakan mereka tidak boleh melakukan hubungan suami isteri sebelum resmi menikah.
Wajah Bian Chi seketika merona merah. Ju Yan tersenyum-senyum sendiri, saat Ia teringat telah mencium kening Qin Yu kemarin sore, setelah gadis itu tersadar dari mimpi buruknya.
“Mengapa kau senyum-senyum sendiri? apa kau sudah melakukannya dengan gadis Qin Yu itu Hah?!”
Ju Yan tergeragap mendengar gurunya berkata demikian kepadanya. Sementara Zhu San terkejut setengah hidup mendengarnya.
“Guru … Apa maksud guru berkata demikian? Tentu saja kami tidak melakukan hal tersebut.” Ju Yan membela diri.
“Kau pikir Guru tidak tahu? Kau mengejar gadis Qin Yu yang pergi setelah melihat Chi’er rebahan di pangkuan San’er. Dan kau juga mencium dia yang terbangun setelah tidur dipangkuanmu bukan?”
Dengan suara yang cukup keras, Lin Mi berkata memarahi Ju Yan, yang seketika tertunduk dengan wajah yang memerah dan rasa tak enak hati kepada Zhu San, mengingat Zhu San adalah tunangan Qin Yu.
Wajah Zhu San mengelam, rasa sakitnya yang tak mampu Ia obati dengan tenaga dalam, justru bertambah sakit mendengar perkataan Nenek Lin Mi.
Bian Chi yang duduk di sampingnya, segera menggenggam tangan Zhu San. Dan Ia berhasil menenangkan pemuda itu yang terlihat dari telapak tangannya yang tidak lagi mengepal.
Setelah berdiskusi a lot selama satu jam, akhirnya Lin Mi mengizinkan Bian Chi dan Zhu San untuk pergi berlatih ke Alam Jiwa dengan sebuah syarat yang membuat Zhu San merasa ngeri-ngeri sedap.
__ADS_1
***
Satu minggu pun telah berlalu sejak terjadinya serangan pasukan Aliansi Hitam yang gagal menaklukkan kota Songdu.
Hal itu membuat kemarahan di hati Luo San. Pemimpin Aliansi Aliran Hitam itu, saat ini sedang mengadakan pertemuan dengan tiga bangsawan lainnya.
Bangsawan Wu Lei datang bersama sang Isteri Sun Li dan puteranya Wu Ming. Keduanya baru tadi pagi tiba di Kota Shangyu. Sementara dua bangsawan lain, telah sejak dua hari lalu tiba di kota yang menjadi Ibukota Kekaisaran Liu itu.
Bangsawan Yin Lu adalah bangsawan penguasa kota Dongyin yang berada di sebelah tenggara Kota Shang Yu.
Ia datang bersama puteranya Yin Hung dan tiga pengawal pribadinya yang dikenali oleh Luo San dan Qing Jun, sebagai Tiga Pendekar Huang. Ketiganya berasal dari kekaisaran Wei.
Tiga Pendekar Huang adalah Pendekar Kekaisaran Wei yang termasuk ke dalam sepuluh besar terkuat yang dimiliki Aliran Netral Dunia Persilatan Kekaisaran Wei.
Sudah sejak lama Luo San ingin bertemu dengan mereka, namun baru saat ini keinginannya itu terwujud.
Sementara itu, satu orang bangsawan yang lain adalah Bangsawan An He yang menguasai kota Hangyao yang berada di sebelah barat daya kota Shang Yu.
Bangsawan An He datang bersama dengan dua orang pengawal pribadinya yang julukannya telah diketahui oleh Luo San dan Qing Jun sejak lama di Kekaisaran Qing.
Namun keduanya menyadari bahwa dua orang yang memiliki julukan Dua Jagal Iblis itu, memiliki kemampuan di atas mereka berdua dan juga kekejaman yang seperti Iblis.
Keduanya selalu memenggal kepala lawan mereka dengan golok besar yang berada di punggung keduanya tanpa memiliki sarung.
Hal ini membuat Luo San dan Qing Jun sedang sedang berpikir keras, bagaimana caranya bisa membuat lima orang itu, agar membantu mereka untuk menaklukkan kota Baixan dan membunuh Kaisar Liu Feng.
Di saat yang sama, tanpa mereka ketahui, Qiu Lan Sang Dewi kematian yang akan menuju ke Kekaisaran Wei, tiba dan singgah di kota Shangyu dengan sebuah tujuan terselubung.
__ADS_1
*****