
“Guru!!! ….”
Kata-kata Zhu San tercekat di tenggorokan saat melihat Gurunya tergeletak tak berdaya dengan mulut yang berlumuran darah.
“Guru!!! Apa yang terjadi denganmu!!!”
Bian Chi segera berlari dan duduk bersimpuh di samping Zhu San yang tengah memeriksa kondisi Gurunya, Long Niu.
Lima belas meter dari tempat Long Niu berada, Ketua Gong Fei terlihat bangkit dan merangkak ke arah Zhu San. Bian Chi segera melesat dan meraih tangan Ketua Sekte pedang Suci yang jubahnya berlumuran darah.
“Ketua Fei, apa yang terjadi dengan guruku?”
Setelah membantu ketua Gong Fei berdiri, Bian Chi segera bertanya penyebab Gurunya Long Niu mengalami luka separah itu.
Dengan terbata-bata, Ketua Gong Fei menceritakan bahwa saat dentuman yang pertama tadi, dinding perisai pelindung kota yang Zhu San buat menjadi retak.
Melihat satu potongan tubuh Lahula satu lagi juga akan meledak, Long Niu segera melesat ke udara dan membuat perisai pelindung dengan mengerahkan seluruh energinya.
Hal itu dilakukan oleh guru mereka untuk berjaga-jaga jika perisai pelindung yang Zhu San buat hancur akibat ledakan kedua itu.dan hal itu ternyata benar.
Perisai pelindung yang Long Niu buat tidak sekuat perisai yang dibuat Zhu San, sehingga saat energi dari ledakan itu menghantamnya perisai pelindung buatan Long Niu dan menghancurkannya dengan mudah.
“Gurumu yang paling dekat dengan ledakan itu diantara kami semua. Bagaimana kondisinya sekarang Pelindung?”
Saat selesai bercerita, Bian Chi dan ketua Gong Fei telah tiba di tempat Zhu San yang tercenung saat mendapati Gurunya tak tertolong lagi.
Energi penyembuhnya, gagal mengobati luka sang guru yang ternyata telah tewas sesaat setelah dirinya tiba di tempat tersebut.
Kesedihan akan kehilangan sang guru, membuat Bian Chi terduduk dengan airmata yang bercucuran. Untuk kedua kalinya Ia kehilangan guru yang sangat menyayanginya.
Kesedihan bukan hanya milik Zhu San dan Bian Chi saja. Karena sebagian besar penduduk kota Xiangqing tewas akibat pertempuran besar tersebut.
Namun mereka tetap bersyukur bahwa kota ini tidak dikuasai oleh Aliran Hitam dan hancur lebur seperti kota-kota lain.
Kabar Lain segera terdengar bahwa Kaisar Xiang Lu terluka parah dan sedang dalam keadaan kritis akibat tertimpa reruntuhan atap bangunan istana.
Mendengar hal tersebut, Zhu San segera melesat bersama ketua Gong Fei menuju Istana. Setibanya disana Zhu San segera mengobati kaisar Xiang Lu yang sedang kritis.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Zhu San berhasil menyembuhkan Sang Kaisar dengan energi penyembuh Yinyang. Berita kesembuhan itu membuat seluruh pejabat merasa gembira.
***
“Sepertinya kekuatan kedua orang bertubuh Yinyang Sejati itu sangat luar biasa. Tidak mudah untuk mengalahkannya.”
Labamba berkata setelah melihat akhir dari pertarungan di kota Xiangqing pada Bola Kristal sihir miliknya. Wajah Qiu Lan dan Ratu siluman Rubah Putih terlihat murung.
“Jika begitu, satukan Roh kami bertiga ke dalam Cermin Pelebur Sukma agar Dewi Kegelapan Qiu Lan ini bisa mengalahkan mereka semua.”
Salah satu dari ketiga Roh Iblis Sejati berkata kepada Labamba yang terlihat sedih mengingat kedua muridnya telah tewas di tangan Zhu san dan Bian Chi.
Labamba dan Labimbi saling berpandangan sejenak sebelum Labamba berkata kepada ketiga Roh Iblis sejati itu.
“Baik Tuanku, kekuatan senjata itu tidak akan mampu mengalahkan mereka jika pemegang cermin tidak memiliki kekuatan yang setara dengan mereka berdua.”
Ketiga Iblis sejati tidak terkejut mendengar hal tersebut. ”Aku tahu kau bisa meningkatkan kekuatan muridmu melebihi batas kemampuan tubuhnya, apakah kau bisa melakukan hal itu kepada mereka berdua?”
Labamba dan Labimbi saling berpandangan lagi, keduanya seperti sedang berbicara satu sama lainnya dengan cara rahasia agar tidak diketahui oleh yang lainnya.
“kami akan memeriksa terlebih dahulu kekuatan tubuh mereka berdua. Bolehkan itu kami lakukan?” Tanya Labimbi yang segera berdiri untuk memeriksa tubuh Qiu Lan terlebih dahulu.
Beberapa detik kemudian, mata Labimbi yang terpejam, seketika melotot lebar seolah terkejut dengan kondisi tubuh Qiu Lan.
“Ada Apa Isteriku? Kenapa wajahmu begitu terkejut?” Tanya Labamba keheranan.
“Ini … Tubuhnya adalah tubuh yang langka itu suamiku. Tapi sayangnya tubuh ini telah ternoda, kesuciannya telah hilang.”
Wajah Labamba terkejut mendengarnya, sesaat wajahnya terlihat gembira namun sesaat kemudian menjadi murung kembali.
Wajah Qiu Lan yang terkejut akan perkataan Labimbi kini menjadi murung saat menyadari bahwa dirinya telah ternoda oleh Sisi gelap Zhu San.
Demikian juga halnya dengan Ratu Siluman Rubah Putih yang sama-sama kehilangan kesuciannya. Ia hanya diam saat Labimbi memeriksa kondisi tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, Labimbi tersenyum dengan wajah yang sedikit gembira.
“Tubuh Siluman mu adalah tubuh yang juga istimewa, itu sebabnya kau bisa menembus tingkat pendekar Dewa Sejati tanpa bantuan dari luar. Tapi kekuatanmu bisa jauh lebih besar lagi jika saja satu titik di dalam tubuhmu itu bisa kau buka.”
__ADS_1
Raut wajah Ratu Siluman Rubah Putih terlihat heran, Ia mengetahui akan hal tersebut namun sejauh ini Ia belum bisa membuka satu titik di bagian tubuhnya yang bisa membuatnya memiliki kekuatan sangat dahsyat.
“Aah… Labimbi Isteriku, bukankah masih ada satu cara lagi yang bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan Qiu Lan ini?”
Suara Labamba mengejutkan semua yang mendengarnya. Labimbi terdiam sejenak sebelum akhirnya mulutnya terbuka lebar, tapi hal itu hanya untuk sesaat saja.
“Suamiku Apakah Kau sudah merasa letih hidup di Dunia ini? Cara itu akan merugikan kita bukan?” Tanya Labimbi dengan wajah yang terlihat kesal.
Labamba tersenyum tipis mendengar Pertanyaan isterinya yang menunjukkan jika tidak menyetujui cara yang Ia usulkan tadi.
“Isteriku, aku tidak letih akan hal itu, bukankah dengan cara itu, kita bisa bebas pergi kemana saja tanpa harus khawatir ditemukan oleh Roh Dewi Teratai Biru dan Dewa Naga yang selalu memburu kita?”
Labimbi terdiam sebelum menganggukkan kepalanya. Mereka sempat menunjukkan keberadaan keduanya di Dunia Atas ini saat menolong Ketiga Roh Iblis Sejati, Qiu Lan dan Ratu Siluman Rubah Putih.
“Apa yang kalian bicarakan? Jelaskan pada kami semua!” Salah satu Roh Iblis Sejati terlihat kesal karena tidak memahami pembicaraan kedua penyihir kuno itu.
Labamba akhirnya menjelaskan bahwa tubuh istimewa Qiu Lan dalam dunia mereka disebut Tubuh Maya. Yaitu tubuh yang bisa mempelajari semua ilmu sihir yang ada di dunia mereka dengan cepat.
Namun karena telah hilang kesuciannya, Tubuh Maya itu menjadi lemah dan hanya akan bisa memiliki kekuatan sihir jika ada penyihir yang dengan sukarela menyerahkan kekuatan Roh Sihirnya.
Hanya dengan memiliki kekuatan dari Roh Sihir mereka berdua, maka kekuatan maksimal dari Cermin Pelebur Sukma bisa digunakan dengan sepenuhnya.
Hanya ada dua senjata yang harus dihindari oleh Pemilik Roh Sihir mereka berdua, yaitu Pedang Tanpa Bilah dan Pedang Tujuh Warna.
Karena itulah Labamba dan Labimbi meminta Qiu Lan menjaga baik-baik batu tujuh warna itu agar tidak jatuh ke tangan kedua pendekar bertubuh Yinyang Sejati itu.
Karena jika Batu itu jatuh kepadanya, dengan satu batu lagi yang telah berada di tangan mereka, maka akan ditempa sebuah pedang tujuh warna yang dapat membunuh Labimbi.
Sedangkan Labamba akan selalu menghindari lawan yang memiliki Pedang Tanpa Bilah yang Ia ketahui bernama Shen Rong.
“Baiklah Apakah kalian bersedia menyerahkan Roh Sihirmu kepadanya? Dengan begitu kalian bisa membalas dendam atas kematian tiga murid kalian yang dibunuh oleh mereka.
Labamba dan Labimbi kembali saling memandang hingga satu menit lamanya. Akhirnya mereka menganggukkan kepala dan menyanggupi hal tersebut.
Hal itu karena mereka berdua menyadari bahwa mereka tidak bisa membunuh Zhu San maupun Bian Chi.
Hal itu karena kekuatan sihir mereka tidak akan bekerja penuh pada keduanya karena keistemewaan tubuh yang dimiliki oleh Zhu san dan Bian Chi.
__ADS_1
-----------------------O----------------------------