
“Apakah kalian berdua sadar jika Akar Roh kalian adalah Akar Roh Langka dan Istimewa?” Zhu San dan Bian Chi menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Long Niu.
“Tapi kami baru mengetahui hal itu belum lama, mungkin sebulan yang lalu. Sejauh ini kami hanya bisa membentuk seratus kristal qi di dalam tubuh kami.” Zhu San menjelaskan situasinya.
Long Niu tersenyum tipis dengan wajah yang sedikit kecewa. Ia termenung sejenak sebelum akhirnya bertanya kepada keduanya.
“Hanya memiliki seratus kristal qi? Dengan jumlah itu, sepertinya Kalian tidak bisa mengantarku pulang. Apa kalian merasakan sakit saat akan membentuk lebih dari seratus kristal qi?”
Wajah Zhu San dan Bian terlihat terkejut saat mendapati sang Kakek mengetahui kendala yang mereka alami. “Tidak usah terkejut, karena dulu aku juga mengalami hal yang sama.”
Long Niu meminta Zhu San dan Bian Chi untuk mengulurkan kedua tangan mereka. Kemudian Long Niu memeriksa kembali kondisi tubuh kedua orang suami isteri itu.
“Wajar saja kalian merasakan sakit. Kualitas tulang dan Otot kalian masih rendah. Itulah sebabnya kalian tidak bisa mengumpulkan energi qi lebih banyak lagi.”
Long Niu berkata setelah selesai memeriksa tubuh Zhu San dan Bian Chi. Hanya sedikit senyum yang terlihat di bibirnya saat sedang mempertimbangkan sesuatu.
“Jika aku meningkatkan kualitas tulang mereka dengan ginseng ini maka dalam waktu tiga bulan lagi kualitas tulang mereka mungkin lebih tinggi dariku. Dengan begitu, mereka bisa lebih kuat lagi bahkan mungkin melebihiku. Aku tidak bisa menerimanya jika orang lain lebih kuat dariku. Kecuali …”
“Kakek … Apakah tidak ada jalan lain agar kami bisa menambah jumlah Kristal qi di dalam tubuh kami? Mohon petunjuknya Kek.” Tanya Zhu San setelah beberapa waktu kemudian.
“Sebenarnya ada. Tapi … “ Lagi-lagi kalimat Long Niu terhenti. Ada sedikit keraguan di hatinya untuk mengatakan sesuatu yang mungkin saja akan menjadi langkah yang salah di masa depan.
“Kakek … Terimalah kami berdua menjadi murid Kakek dan mohon petunjuk Kakek agar kami lebih kuat lagi dan bisa menyelamatkan banyak orang.” Zhu San segera berlutut diikuti oleh Bian Chi.
“Aih … apa yang kalian lakukan. Berdirilah!” Long Niu terlihat kebingungan. Selama hidupnya yang hampir mencapai dua ratus tahun itu, belum pernah Ia mengangkat murid walau ratusan orang sudah memintanya.
“Tidak Kek … Kami akan berdiri jika Kakek sudi menerima kami menjadi murid.”
Zhu San yang mengetahui betapa tingginya kekuatan Long Niu, tak menyerah begitu saja. Demikian juga dengan Bian Chi, walau Ia hanya mendengar dari suaminya, tentang kehebatan kakek di depannya itu.
Long Niu terdiam dan memandangi mereka berdua dengan benak yang dipenuhi berbagai pikiran.
__ADS_1
“Sepertinya mereka berdua, orang-orang yang baik. Apakah ini sudah takdirku memiliki murid dari dunia lain yang berbeda dimensi?” Dalam benaknya Long Niu sedang menimbang keputusan yang teramat penting dalam hidupnya.
“Baiklah jika …” Belum sempat Long Niu menyelesaikan kalimatnya, Zhu San dan Bian Chi segera bersujud sebanyak tiga kali. “Terimakasih Guru.” Ucap keduanya bersamaan.
“Kenapa kalian bersujud tiga kali di depanku? Apakah seperti itu ritual pengangkatan murid di dunia kalian.” Kini Zhu San dan Bian Chi yang tertegun sebelum menganggukkan membenarkan.
“Baiklah karena ini dunia kalian, dimana bumi dipijak di situ langit di junjung. Kita pakai cara kalian saja.” Long Niu berkata dengan senyum tipis. Mengingat ritual yang berbeda di dunia untuk hal yang sama.
Long Niu lalu mengeluarkan dua ginseng kecil berwarna merah darah. “Ini Ginseng Darah berusia seribu tahun. Banyak Pendekar di dunia kami yang tewas untuk mendapatkan sumber daya ini?”
Ia pun mengulurkan kedua ginseng yang memancarkan aura kuat itu ke pada Zhu San dan Bian Chi.
“Aku sarankan kalian memakan seperempat bagian terlebih dahulu, lalu bermeditasi untuk menyerapnya. Arahkan energi yang masuk ke seluruh tulang dan otot tubuh kalian.” Long Niu memberikan arahannya.
Zhu San dan Bian Chi saling berpandangan. Mereka menatap ginseng sepanjang lima sentimeter itu. “Ginseng sekecil ini harus kami makan sebanyak empat kali? Yang benar saja.” Dalam benaknya Zhu San berkata.
Namun Ia tetap melangkah ke sebuah batu besar dan duduk bermeditasi di atasnya. Lalu mulai memakan seperempat bagian Ginseng Darah yang telah berusia seribu tahun itu.
“San Gege … Apa yang terjadi?” Bian Chi menjadi panik saat melihat suaminya terlihat sedang kesakitan.
“Biar Aku membantunya.” Long Niu yang melihat hal itu segera berkelebat dan duduk bermeditasi di belakang Zhu San.
Sementara Zhu San yang merasakan luapan energi sangat besar di dalam tubuhnya, merasakan sakit yang luar biasa pada organ dalamnya.
Walau sudah terdapat energi qi untuk mengobati luka organ itu, namun Zhu San nyaris tak kuat menahan rasa sakitnya.
Beruntungnya Long Niu segera membantunya mengendalikan luapan energi besar itu. Ia pun mengaturnya agar energi itu masuk ke dalam tulang dan jaringan meridian Zhu San secara perlahan-lahan.
Long Niu sedikit lega setelah melihat wajah suaminya yang tadi terlihat menahan rasa sakit, kembali telah seperti biasanya.
“Perhatikan baik-baik bagaimana cara mengendalikan energi dari ginseng itu dan menyatukannya dengan tulang dan otot tubuhmu. “
__ADS_1
Long Niu memberi arahannya seraya menunjukan kepada Zhu San bagaimana menyerap energi sebesar itu. Zhu San yang cerdas dengan mudah memahami petunjuk yang langsung diperagakan itu.
Semakin lama semakin banyak energi yang terserap dan rasa sakit pun mulai kembali datang. Rahang Zhu San mulai terlihat menggembung, menahan rasa sakit itu.
“Tahanlah proses ini akan berlangsung dalam sehari semalam saja.” Jawab Long Niu santai. Tetapi tidak dengan Zhu San dan Bian Chi. Wajah Bian Chi seketika memucat mendengar hal itu.
“Sebaiknya Aku tidak memakan ginseng ini. San Gege terlihat sangat kesakitan. Aku sepertinya tidak akan kuat menahan rasa sakit itu.” Dalam benaknya Bian Chi berkata sambil duduk di sebuah batu lain tak jauh dari tempat Zhu San dan Guru mereka berada.
Keputusan Bian Chi semakin kuat saat jam demi mengikuti mengikuti proses penyerapan energi Ginseng Darah oleh suaminya.
Selama sepuluh jam terakhir Zhu San tidak lagi hanya merintih, namun mulai berteriak kecil dari waktu ke waktu.
Bian Chi semakin khawatir saat melihat wajah suaminya mulai terlihat memucat. Sebagian Jubah Zhu San terlihat basah oleh keringat yang terus mengalir.
Sudah lebih dari dua puluh jam proses itu berlangsung, malam itu Bian Chi tidak memejamkan matanya. Bahkan Ia tidak pergi dari tempatnya karena begitu khawatir dengan sang suami.
Hingga hari kembali senja, proses itu pun akhirnya selesai. Long Niu berdiri dari duduknya dan membiarkan Zhu San tergeletak kelelahan.
Baru kali ini ia merasakan sakit yang amat sangat pada tubuhnya dalam waktu selama hampir dua puluh empat jam. Ia pun langsung terlelap.
“Guru … Bagaimana kondisi suamiku?” Tanya Bian Chi setelah berada di dekat tubuh Zhu San.
“Biarkan dia istirahat dulu. Sepertinya kalian harus memakan lebih sedikit bagian dari Ginseng Darah Seribu Tahun itu.”
Long Niu tidak mengatakan jika dirinya terlalu tinggi menilai kekuatan tubuh mereka. Ia hanya bisa berterimakasih kepada langit, karena telah membantunya menyelamatkan nyawa murid pertamanya itu.
“Terlambat sedikit saja, Mungkin nyawa San’er tak akan tertolong lagi.” Gumamnya yang membuat Bian Chi bergidik ngeri saat mendengarnya.
Saat Ia menatap ke arah dimana Artefak Dimensi berada wajah Long Niu terlihat memucat.
*********
__ADS_1