
BACA ULANG CHAPTER 168 YA.
ADA REVISI. ADA KESALAHAN NAMA.🙏
**************************************
Pedang Yin dan Pedang phoenix di tangan Bian Chi, melepaskan aura pedang yang berbeda warna dan juga berbeda hawa.
Pedang Phoenix, mengeluarkan aura merah berhawa panas. Sementara Pedang Yin auranya warnanya putih kebiruan dan mengeluarkan hawa yang sangat dingin.
Walau tertegun melihat gadis itu bisa membuat pedangnya memancarkan warna dan hawa yang berbeda, namun Gao Yu dan Feng Hu tak gentar sedikitpun
Keduanya pun segera bersiap dengan jurus yang jarang mereka gunakan. Jurus yang bernama Amarah Iblis Petir Penakluk Langit.
Golok di tangan Gao Yu segera memancarkan aura merah keunguan. Pedang Feng Hu pun memancarkan aura dan warna yang sama. Zhu San yang melihat hal itu, segera mengingatkan Bian Chi.
“Chi’er Hati-hatilah! Biarkan Aku membantumu!”Teriak Zhu San. “Tidak San Gege! Biar ku hadapi sendiri!”Balas Bian Chi dengan suara yang tak kalah kerasnya.
Zhu San hanya mendengus pelan, Ia tahu kekerasan hati Sang Isteri, memaksanya hanya melihat saja pertarungan ketiganya dimana lawan mulai bersiap dengan jurus terkuatnya.
Dari senjata di tangan Gao Yu dan Feng Hu, melesat sebuah cahaya dan segera bergulung membesar di udara. Masing-masing cahaya itu perlahan-lahan membentuk sebuah wujud yang menyeramkan.
Kini terlihat dua Sosok Iblis setinggi enam meter dengan wajah yang sangat seram. Tubuhnya berselimutkan petir-petir yang menyambar ke sana kemari.
Bian Chi pun tak tinggal diam, Ia pun segera membuat dua ekor ular Naga dengan menggunakan energi dari kedua pedang di tangannya.
Pedang Yin mengeluarkan Ular Naga Es sedang Pedang Phoenix mengeluarkan Naga Api. Kedua Ular Naga itu, melesat ke udara dengan panjang lebih dari dua puluh meter.
GOAARRR GOAARRR
Dua makhluk Jagal Iblis yang terbentuk dari energi senjata Dua Jagal Iblis, berteriak sambil menepuk-nepuk dadanya, sebelum masing-masing menyerang ke arah kedua Ular Naga itu.
__ADS_1
Dua energi berbentuk ular naga yang besar itu, segera menyambut serangan energi berbentuk Iblis Petir yang dilesatkan oleh Gao Yu dan Feng Hu.
Mata Gao Yu terbelalak lebar ketika melihat energi Iblis Petir miliknya dihantam oleh semburan es dari mulut Ular Naga berwarna putih kebiruan itu, hingga terpental belasan meter.
Hal yang tak berbeda dialami oleh Feng Hu, melihat bagaimana serangan energi Iblis Petirnya, berhasil dihalau oleh semburan api dari Ular Naga Api yang melesat dari ujung Pedang Phoenix.
Sesaat kemudian, dua energi Iblis Petir itu terlihat berjibaku menghindari terkaman Ular Naga yang akan menelan tubuh mereka. Sesekali petir menyambar tubuh kedua Ular Naga itu, namun tidak terjadi ledakan walau serangan itu mengenainya dengan telak.
Dari beberapa kali, hingga belasan kali dan akhirnya lebih dari dua puluh kali, dan mereka terkejut ketika menyadari sesuatu.
Tanpa diduga, serangan sesungguhnya dari Bian Chi adalah mengurung tubuh mereka dengan hawa panas dan dingin dari energi ular naga yang berputar-putar secara spiral ketika mencoba menerkam keduanya energi Iblis Petir itu.
Luo San dan Sun Li yang melihat hal itu, menjadi bergidik dengan rasa yang berbeda. Sun Li merasa jerih melihat kekuatan yang Bian Chi tunjukan.
Sementara Luo San bergidik kesal karena melihat kedua pendekar Jagal Iblis itu, tidak menyadari jika mereka telah masuk dalam perangkap lawannya.
Setelah melihat ke dua energi Iblis Petir itu masuk ke dalam perangkapnya, Bian Chi tersenyum puas. Lalu Ia bersiap dengan serangan yang sebenarnya.
Kedua Tangan Bian Chi segera bergerak ke atas, tiba-tiba kedua energi ular naga itu berhenti bergerak dan tidak lagi berusaha menerkam kedua Iblis Petir itu.
BLAM
BLAM
Dentuman keras segera mengisi udara di wilayah selatan kota Baixan itu, saat dua energi ular naga dari Bian Chi meledak sangat keras menghancurkan energi berbentuk Iblis Petir.
Zhu San yang melihat hal itu, tersenyum melihat kecerdikan isterinya. Sementara Fu Kuan, Lin Kai, Tan Kuan dan Yu Mei, sama-sama menelan ludah mereka. Takjub melihat kekuatan yang dimiliki oleh Bian Chi saat ini.
***
Pertempuran yang sempat terhenti sejenak karena suara dentuman, segera dimulai kembali. Riuh suara pedang yang beradu di atas tembok pagar, kembali mengisi udara.
__ADS_1
Melihat semakin banyak lawan yang berada di atas benteng, membuat Xie Han segera memberi perintah yang sebenarnya telah di tunggu-tunggu oleh jenderal dan komandan prajurit yang lain.
“Buka Gerbang! Infanteri dan Kavaleri bantu Serangan!”
Sesaat kemudian Gerbang Selatan Kota Baixan terbuka. Ribuan prajurit berkuda, segera melesat keluar dari dalam tembok pagar dengan kuda mereka dan melompati tumpukan mayat yang ada di depan gerbang itu.
Kedatangan pasukan berkuda segera mengubah arus pertempuran, pasukan Infanteri lawan bukanlah lawan bagi pasukan berkuda itu.
Dalam sekejap, dua ribu pasukan berkuda itu berhasil menguasai area di depan pintu gerbang selatan. Mayat pasukan aliansi pun semakin banyak bergelimpangan, aroma anyir darah segera memenuhi udara di depan benteng itu.
Sesaat kemudian, terdengar derap kuda dari dua arah yang berbeda, arah barat dan timur tembok pagar. Sekitar dua ribu prajurit berkuda datang dari arah barat, dan di belakangnya tiga ribu pendekar aliansi Aliran Putih mengikutinya.
Sementara dari arah timur, empat ribu pendekar Aliansi Aliran putih yang di pimpin oleh Xie Bing, mengawal dua ribu prajurit berkuda Kota Baixan.
“Nyonya Sun Li, kau pimpin lima ribu pasukan khusus untuk menghadang mereka dari arah timur itu, Aku kan menghadang mereka yang dari arah barat!”
Luo San yang melihat hal itu, segera memerintahkan Sun Li memimpin lima ribu pasukan khusus, untuk menghadang pasukan dari arah timur itu.
Perintah itu membuat Sun Li tersenyum, karena hal itu sesuai dengan rencana yang bercokol dalam benaknya.
Ia pun segera berteriak memimpin lima ribu prajurit yang berasal dari anggota Sekte Aliran Hitam yang tergabung dalam aliansi mereka.
Sementara Luo San segera, membawa lima ribu prajurit khusus lainnya, ke arah barat. Ia akan menghadang pasukan kavaleri dan dan para pendekar Aliansi Aliran Putih.
Fu Kuan dan Lin Kai, lalu memutuskan untuk membagi tugas. Ia dan Lin Kai akan membantu pasukan dari sisi timur, sementara Tan Kuan dan Yu Mei membantu mereka yang menyerang dari sisi barat.
Ke empat pendekar tingkat tinggi itu, segera melesat ke dua arah yang berbeda, tepat saat pertempuran dari pasukan khusus itu dimulai.
Dari lini tengah, Xie Han dan Sesepuh Zheng An, memimpin pasukan berkuda dan dan infanteri menyerbu ke arah tengah. Pertempuran pun kembali terjadi dengan sengitnya.
Korban pun mulai berjatuhan dari kedua belah pihak. Denting suara senjata yang beradu, terdengar riuh mengisi udara yang semakin menyengat oleh bau anyir darah yang mengalir deras membasahi bumi.
__ADS_1
Pasukan infanteri semakin banyak yang keluar dari pintu gerbang Selatan Kota Baixan, membuat pertempuran semakin memanas dan mendahsyat.
******