Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
064: Situasi Kota Shinzu


__ADS_3

Kota Shinzu adalah salah satu dari tujuh kota terbesar di kekaisaran Liu. Kota ini, dulu menjadi kota idaman bagi semua orang dari berbagai tingkat sosial yang ada.


Para petani penggarap tanah pertanian dan perkebunan, hidup makmur dan serba berkecukupan.


Para pedagang lokal maupun pendatang pun, sangat senang berdagang di kota Shinzu ini. Kota yang perdagangannya dikuasai oleh Bangsawan Zhu Han.


Bangsawan Zhu Han adalah bangsawan yang murah hati dan dermawan. Ia tidak menerapkan kebijakan yang memberatkan para petani atau pun pedagang.


Walau dirinya bukan seorang gubernur, namun dengan kekayaannya yang sangat banyak dari berbagai jenis usaha di kota Shinzu, membuatnya memiliki pengaruh sangat besar dalam pemerintahan.


Hanya saja sejak berita kematian puteranya tiga tahun lalu, semua itu berubah total. Seiring dengan berubahnya sifat Bangsawan Zhu Han.


Kebijakan yang diterapkan oleh Bangsawan Zhu Han saat ini sangatlah memberatkan para petani dan juga pedagang. Hal itu membuat para petani, kini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.


Kota Shinzu yang semula damai, tentram dan makmur sejahtera, kini berubah seratus delapan puluh derajat.


Rakyat miskin dan hidup kekurangan dapat dijumpai hampir di semua tempat di seluruh penjuru kota Shinzu.


Selain kejahatan perampokan dan juga pembunuhan, gelandangan pun semakin banyak berkeliaran di kota itu.


Apalagi sejak terjadinya kudeta satu bulan yang lalu, Kekaisaran Liu tidak lagi berada di Kota Shangyu, tetapi berada di Kota Baixan.


Sementara di kota Shinzu sendiri, Gubernur Kota telah diganti oleh seorang Pendekar yang berwatak kejam karena memiliki ilmu beladiri yang tinggi.


Kediaman Bangsawan Zhu Han adalah tempat yang paling mengerikan bagi semua penduduk di kota Shinzu.


Mereka yang telah dibawa ke kediaman itu, jika tidak berakhir menjadi budak, maka kembali dalam keadaan menjadi mayat.


“Seandainya saja Tuan Muda Zhu Lung itu tidak terbunuh saat perampokan itu terjadi, mungkin Bangsawan Zhu Han tidak berubah sifatnya menjadi kejam seperti saat ini.”


Seorang kakek yang bertubuh kurus berusia sekitar enam puluh tahun, mengakhiri ceritanya pada seorang pemuda berwajah buruk dengan pakaian yang lusuh dan sobek di beberapa bagian.


Di wajah pemuda itu, terlihat beberapa bintil daging yang jumlahnya cukup banyak. Dengan kondisi wajah seperti itu, orang pun enggan mendekati dirinya.


Pemuda itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada kakek yang merupakan satu-satunya orang yang tidak jijik melihat wajahnya.


Sudah dua hari pemuda tersebut menjadi gelandangan di kota Shinzu dengan sebuah tujuan mencari seseorang.

__ADS_1


Hingga akhirnya Ia bertemu dengan sosok Kakek yang dicarinya setelah dua hari. Kakek yang ternyata adalah bekas gubernur kota Shinzu.


“Kakek … Apakah Kakek bisa membantuku dan juga membantu kota ini?”


Pertanyaan pemuda berwajah buruk itu, membuat Kakek itu memandang dirinya dengan tatapan heran.


“Apa maksudmu anak muda?”


“Kakek maukah kakek menjualku sebagai budak pada Bangsawan Zhu Han itu?”


Mata Kakek bernama Qian Lu itu seketika melotot lebar. Ia bertanya-tanya tentang kewarasan otak dari pemuda tersebut.


“Anak Muda apakah telah terjadi sesuatu pada kepalamu? Atau Aku telah salah mendengar? Tidak ... Aku bukan biadab seperti bangsawan Zhu Han itu!”


Bekas Gubernur Kota Shinzu itu berkata dengan rasa marah yang membuat pemuda itu tersenyum.


“Tidak Paman Lu … Apakah paman Lu masih mengingat wajahku ini?”


Setelah berkata demikian, pemuda yang berwajah buruk itu mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


Qian Lu seketika terperanjat dan berdiri dengan rasa terkejut seraya berkata dengan tergagap melihat perubahan wajah pemuda tersebut.


Hal itu Qian Lu lakukan karena merasa telah mengumpati Ayah pemuda yang kini berada di depannya.


“Paman Lu … Bangunlah! Aku tidak marah karena paman telah menghina Bangsawan Zhu Han palsu ini.”


Zhu San sengaja memanggil Paman sebagaimana panggilan yang dulu sering Ia gunakan saat Qian Lu datang bertamu ke rumahnya.


“APA!! Palsu?!!”


Qian Lu tentu saja dan terkejut mendengar hal itu. Namun dia bukan orang bodoh, Ia bisa melihat Zhu San merubah wajahnya dalam sesaat saja.


Hal itu membuat dirinya paham apa yang telah terjadi sejak tiga tahun lalu.


“Benar paman … Sosok yang menyamar menjadi Ayahku itu adalah pendekar yang sangat jahat dan kuat. Ia memiliki kemampuan merubah wujud dan wajahnya seperti yang ku lakukan tadi.”


Zhu San menjelaskan hal itu dan juga jati dirinya yang sesungguhnya, demi sebuah tujuan. Membawa keluar sang Ibu dan membawanya ke tempat aman.

__ADS_1


Ia tidak menceritakan dimana sang ayah berada. Hanya menyampaikan jika Ayahnya saat ini masih hidup.


Ia juga menyadari sehebat apapun kekuatan yang Ia miliki, tetap saja Ia membutuhkan bantuan dari orang lain.


Untuk itulah Ia mencari sosok bekas Gubernur Kota Shinzu dan Ia terkejut saat mendapat informasi tentang keadaan yang di alami oleh bekas Gubernur itu sekarang.


“Lung’er apakah Kau yakin akan memasuki Kediaman Ayahmu dan melawan pendekar jahat yang menyamar jadi Ayahmu itu?”


Qian Lu menatap tajam wajah Zhu San yang mengingatkan dirinya akan Ayah pemuda itu yang merupakan teman baiknya sejak dulu.


“Paman Lu … Paman tidak usah khawatir, Aku bisa saja membunuh mereka semua saat ini. Namun Aku takut Ibu akan disakiti oleh mereka dan dijadikan sandera.”


Zhu San lalu menjelaskan rencananya. Qian Lu pun terkagum-kagum mendengar penjelasan Zhu San.


“Lung’er sejak Kau masih kecil, Paman selalu kagum akan kecerdasanmu. Hingga saat ini, Kau semakin mengagumkan saja.”


Qian Lu menatap Zhu San dengan rasa bahagia. Namun sesat kemudian raut wajahnya berubah dan Ia pun bergerak mundur ketakutan saat teringat sesuatu.


“Ada Paman? Kenapa Paman bersikap demikian kepadaku?”


“Kau !!! … Jangan-jangan Kau adalah Bangsawan Zhu Han palsu itu sendiri, Kau mengubah wajahmu dan mencoba memperdayai aku karena ingin mencari tahu dimana bersembunyinya Komandan Chao Fan dan Pendekar Rei Ji. Tidak Aku tidak akan mengatakannya padamu sekalipun kau membunuhku!”


Zhu San terkejut setelah mendengar perkataan Qian Lu yang saat ini tengah menghunuskan sebuah pisau ke wajahnya setelah mengambil pisau itu dari balik jubah lusuh yang Ia pakai.


Seandainya orang yang menghunuskan itu tidaklah Zhu San kenal sebagai orang baik, mungkin saat itu juga kepala Qina Lu telah menggelinding di tanah.


“Paman … Apakah paman masih ingat membawakan aku sebuah Busur mainan sebagai hadiah ulang tahunku yang ke sepuluh? Di ulang tahunku yang kesebelas paman memberiku hadiah kitab tentang strategi perang yang dibuat oleh seorang legenda ahli siasat perang.”


Qian Lu segera menurunkan pisau yang Ia hunuskan ke wajah Zhu San. Ia hanya tertegun saat Zhu San bercerita tentang hal di masa lalu dan hanya mereka berdua yang mengetahuinya.


“Lung’er … Kau benar-benar Lung’er! Maafkan paman telah mencurigaimu.” Qian Lu tak bisa lagi menahan keharuan dan rasa bahagia dalam hatinya.


Ia pun segera berlari memeluk Zhu San dengan erat. Sedari tadi Ia ingin melakukan hal tersebut, namun kecurigaan akan jati diri Zhu San membuatnya menahan hal itu.


“Paman ada beberapa orang yang datang.”


Zhu San segera mengubah kembali wajahnya seperti semula. Qian Lu pun melepaskan pelukannya dan tubuhnya bergetar dengan rasa takut yang hebat saat melihat siapa yang datang memasuki ruangan kumuh tempatnya berada.

__ADS_1


*****


__ADS_2