
Fu Kuan pun menceritakan tentang dirinya yang menderita luka dalam yang tak bisa diobati lagi setelah bertarung hidup mati dengan Lin Kai.
Namun Zhu San yang telah menolong mereka berdua dan menjadikannya sebagai murid mereka, diam-diam mempelajari ilmu pengobatan.
Zhu San pun meminta izin untuk mengobati luka mereka berdua saat luka itu telah semakin parah.
Zhu San lalu mengobati mereka berdua dengan teknik pengobatan yang hanya dapat dilakukan oleh Tubuh Yin Yang sejati.
Dengan teknik itu, mereka akan mati suri selama satu hingga tiga hari. Namun yang terjadi setelah dilakukannya pengobatan oleh Zhu San adalah mereka berdua tidak terbangun juga setelah lebih dari tiga hari.
Zhu San akhirnya menguburkan mereka dengan cara yang berbeda dari kebiasaan umumnya.
Mereka dikuburkan dengan lubang yang diberi penyangga sehingga ada udara di dalam makam tersebut.
Setelah beberapa jam kemudian, mereka pun terbangun dengan tubuh yang telah seratus persen sembuh dari luka dalam yang mereka alami.
Ia pun segera mendorong tumpukan kayu yang menjadi penyangga tanah yang berada di atasnya.
Ia pun berhasil keluar dengan mendorong tumpukan tanah makam. Ia pun menyadari jika muridnya telah menduga bahwa Ia telah mati.
Saat melihat satu makam lagi di sebelahnya, Ia pun berniat membongkar makam Lin Kai, Namun tanah di permukaan makam itu telah bergerak dan Lin Kai muncul sesaat kemudian.
Lalu mereka sepakat untuk tidak memberitahu Zhu San bahwa mereka telah sembuh dan kembali dari mati surinya. Mereka pergi setelah merapikan kembali tanah makam tersebut seperti sediakala.
Sebagai tanda terima kasih, mereka akan pergi mencari orang tua Zhu San dan memastikan apakah Bangsawan Zhu Han adalah benar-benar ayah kandung Zhu San.
Mereka pun akhirnya bertemu dengan teman lama Fu Kuan yaitu Pendekar Seribu wajah bersama seorang lelaki yang ternyata adalah Ayah Zhu San.
Zhu Han diselamatkan oleh Pendekar Seribu Wajah saat Ia dilemparkan ke dalam jurang dalam yang di dasarnya terdapat sebuah sungai.
Setelah menolongnya, Pendekar Seribu Wajah menjadikan Zhu Han sebagai muridnya. Lalu memberinya sebuah topeng putih untuk menutupi identitasnya.
Zhu Han sebelumnya pernah mempelajari beladiri dan telah memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi.
Sehingga selama dua tahun menjadi murid Pendekar Berwajah Seribu, kemampuan Zhu Han pun meningkat dengan pesat.
Mendengar Zhu Han diberi sebuah topeng tipis, akhirnya mereka berdua pun meminta sebuah topeng untuk menutupi identitas keduanya.
Ia pun meminta Pendekar Seribu Wajah untuk merahasiakan berita tentang mereka yang masih hidup. Dan menyebarkan berita bohong tentang kematian mereka berdua.
__ADS_1
Keduanya pun kembali ke lembah Iblis dan saat itu mereka bertemu rombongan pedagang yang sedang dirampok.
Setelah membunuh semua perampok dan para pedagang serta pengawalnya pergi, Ia dan Lin Kai membawa dua jasad perampok ke lembah Iblis.
Saat malam telah melewati puncaknya, mereka menguburkan kedua jasad tersebut. Fu Kuan menukar Jubahnya yang bermotif Sekte Pedang Bintang dengan jubah salah satu perampok itu.
Lalu mereka kembali ke selatan untuk menyelidiki situasi yang dikabarkan oleh Zhu Han tentang pergerakan aliran hitam.
“Begitulah ceritanya … Saudari Qin Rui. Bolehkan aku bertanya berkait dengan hal yang kau lakukan empat puluh tahun lalu?”
“Empat puluh tahun lalu? Aku akan menjawabnya jika masih ingat apa yang ku lakukan empat puluh tahun lalu.” Jawab Qin Rui yang sedikit merasa aneh dengan pertanyaan Fu Kuan.
“Empat puluh tahun lalu Aku bertamu ke Pulau Bunga Es, untuk menemuimu berkait dengan usiaku saat itu dan jenis tubuhku ini. Tetapi dirimu tidak ada di pulau itu, kemana engkau saat itu jika aku boleh mengetahuinya?”
Tanya Fu Kuan dengan hati yang mulai berdebar-debar menunggu jawaban Qin Rui yang terlihat sedang mengingat masa empat puluh tahun lalu.
Saat Ia berhasil mengingatnya, wajah yang masih menyisakan kecantikan dari masa lalu itu, menunjukan rasa sesal atas apa yang telah Ia lakukan empat puluh tahun silam.
Empat puluh tahun yang lalu, seorang diri Qin Rui meninggalkan Pulau Bunga Es untuk mencari sosok Fu Kuan, yang dikabarkan memiliki tubuh Yang Sejati.
Tak Ia duga, sosok yang Ia cari justru berada di Pulau Bunga Es sedang mencari dirinya. Hal itulah yang membuat dirinya menyesal saat mendengar pertanyaan Fu Kuan tadi.
“Saat itu aku sedang berkelana karena mencari seseorang yang ingin ku temui, dan aku kembali ke pulau Bunga Es setelah gagal menemukannya.”
“Apakah maksud Saudara Fu mencari diriku ke Pulau Bunga Es?”
Fu Kuan tersenyum tipis, saat Ia akan menjawab pertanyaan Qin Rui, pesanan mereka telah datang.
Keduanya pun segera menyantap makanan setelah Fu Kuan berkata akan menjawab setelah mereka selesai dengan makanan yang telah tersaji di atas meja.
Setengah jam pun berlalu keduanya telah selesai menyantap hidangan yang mereka pesan tanpa berbicara sepatah kata pun.
“Sejujurnya, saat itu aku menemui dirimu karena keistimewaan tubuh yang kita miliki. Tentu kau tahu apa maksudku bukan?”
Wajah Qin Rui seketika memerah. Ia sangat tahu apa yang Fu Kuan maksud. Ia pun menganggukkan kepalanya sebelum menjawab lirih.
“Seseorang yang aku cari adalah dirimu Saudara Fu dengan maksud dan tujuan yang sama.”
***
__ADS_1
Zhu San yang baru tersadar dari pingsannya, terkejut saat mendapati dirinya, berada di dalam ruangan yang seluruh dindingnya terbuat dari kayu.
Ia terbangun dengan kepala yang masih sedikit pusing, sehingga merasa bahwa bumi bergoyang-goyang.
“Dimanakah Aku saat ini?”
Zhu San setengah berbisik saat berkata demikian pada dirinya sendiri.
“Kau berada di atas kapal yang kami tumpangi. Bagaimana kondisi mu sekarang?”
Suara seorang perempuan cantik yang berusia sekitar empat puluhan tahun, membuat Zhu San terkejut.
Ia pun segera duduk ketika melihat seorang perempuan setengah baya sedang memandang ke arahnya dengan senyum yang lebar.
Senyum yang membuat Zhu San tiba-tiba teringat akan gadis yang telah mengisi benaknya dalam beberapa hari terakhir ini.
“Ambilkan Ia minum dulu Isteriku, dan biarkan Ia makan terlebih dahulu.”
Suara seorang pria yang berada di belakang perempuan itu, mengejutkan Zhu San. Ia pun mengerutkan dahinya dengan benak yang dipenuhi berbagai pertanyaan.
“Terimakasih Bibi, dimanakah Aku berada, dan bagaimana Aku bisa berada di sini?”
Zhu San segera bertanya setelah setelah meminum secawan besar air putih yang diberikan oleh perempuan itu.
“Kami menemukanmu hanyut terbawa arus air sungai, dalam keadaan pingsan diatas sebuah dahan kayu. Siapa namamu anak muda, dan bagaimana kau bisa pingsan dan terbawa arus sungai Liao ini.”
Sosok Pria yang adalah Suami perempuan itu, segera bertanya kepada Zhu San yang terlihat telah memiliki kesadaran penuhnya.
Zhu San berpikir sejenak, Ia pun akhirnya menyebutkan nama yang berada di lencana yang diberikan oleh Pamannya yang bernama Mu Lao.
“Namaku Mu Lao Paman, Aku jatuh dari sebuah pohon saat mencari buah-buahan untuk Aku makan.”
Zhu San terpaksa berbohong tentang identitasnya karena Ia bertemu dengan orang yang belum Ia kenali identitasnya.
“Hahahaha … Kau tidak berbohong tentang identitasmu, tetapi kau berbohong tentang apa yang kau lakukan.”
Perkataan lelaki yang Ia panggil paman itu, membuat Zhu San tersedak nafasnya sendiri.
“Bagaimana Dia bisa tahu aku berbohong padanya?”
__ADS_1
Zhu San berkata demikian dalam benaknya. Namun akhirnya Ia menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri sesaat setelah Ia menyadari sesuatu.
*****