
“Nenek Bau Pesing … Berani sekali kau berbicara begitu kepadaku. Apakah kau tidak tahu siapa Aku hah!?” Wang Bu berkata dengan gusar.
“Tidak! Memangnya siapa Kau?” Tanya Bian Chi dengan wajah yang terlihat lugu. Zhu San menahan tawanya melihat wajah kecewa Wang Bu yang membuatnya semakin terlihat tua.
“Hahahaha … Wang Bu Julukanmu kurang terkenal, jadi jangan sombong dulu. Hai Nenek Keriput apakah Kau tahu siapa Aku?” Tanya Sosok Kakek yang dikenali oleh Tang Yun sebagai Xin Qung , Jagoan Nomor Dua Aliran Hitam Kekaisaran Hun itu.
“Tidak Juga!” Jawab Bian Chi yang heran dengan maksud pertanyaan kedua kakek tersebut. Zhu San tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
“San Gege kenapa Kau tertawa seperti itu?” Tanya Bian Chi. “Mereka berdua sedang berusaha menarik perhatian Nenek cantik, tapi keduanya gagal menyombongkan diri, bagaimana Aku tidak tertawa.” Jawab Zhu San yang menjawab melalui telepati.
Wajah Xin Qung berubah menjadi kelam, Ia terlihat begitu kesal kepada Nenek di depannya. Sementara Wang Bu terlihat menahan tawanya melihat wajah Xin Qung yang kesal.
“Apakah Kau tidak tahu dengan julukanku, Iblis Bukit Pelangi, Jagoan Nomor Dua Aliran Hitam Kekaisaran Hun?” Tanya Xin Qung lagi.
Bian Chi dan Zhu San tersentak mendengar julukan Iblis Bukit Pelangi disebutkan oleh kakek itu. “Chie’er hati-hati … Ia adalah guru dari Tiga Setan Bukit Pelangi.”
Bian Chi mengangguk mendengar perkataan Zhu San yang segera melesat ke sampingnya. Kedua Jagoan aliran hitam itu, menatap Zhu San dengan kesal. Entah apa sebabnya.
“Saudara semua. Maafkan isteriku tadi, Ia hanya terkejut dan marah melihat jendela Ruang menginap kami dirusak olehnya tadi.” Zhu San berkata yang membuat Bian Chi keheranan.
“San Gege kenapa Kau berkata seperti itu?”. Tanya Bian Chi. “Chie’er tujuan kita adalah mencari kedua bangsawan yang membunuh Paman Mu Dao. Bertarung dengan mereka akan membuat kita sulit bergerak ke depannya nanti.” Jawab Zhu San melalui telepati.
“Aku juga minta maaf karena telah salah mendapat informasi. Aku pikir itu adalah Kamar yang disewa oleh Tang Yun, Ketua Aliansi Aliran Putih yang mencoba melawan pihak Kekaisaran.”
Wang Bu berkata seraya menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf. Zhu San lalu menjelaskan jika Ia mendapat ruangan itu, sesaat setelah penyewa sebelumnya keluar dari tempat tersebut.
Akhirnya kedua belah pihak saling menahan diri untuk tidak bertarung. Zhu San dan Bian Chi segera kembali ke dalam ruangan. Sementara Wang Bu dan Xing Qung kembali ke komplek Istana Kekaisaran Hun.
__ADS_1
“Terimakasih Sesepuh karena telah menolong menyelamatkan kami.” Tang Yun dan kedua rekannya segera menemui Zhu San dan Bian Chi yang mempersilahkan mereka untuk masuk.
“Ketua Tang Yun, aku sudah mendengar pembicaraan kalian tadi. Apakah sebenarnya yang sedang terjadi di Kekaisaran ini?” Tanya Zhu San.
“Apakah anda bukan dari Kekaisaran Hun?” Zhu San menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Tang Yun. “Pantas saja, anda berdua tidak mengetahui bahwa Kekaisaran Hun telah dikuasai oleh orang-orang jahat.”
Tang Yun lalu menjelaskan lebih lanjut tentang situasi Kekaisaran Hun saat ini. Juga tentang rencana Kekaisaran Hun yang akan menaklukkan tiga kekaisaran lain di bawah kekuasaan mereka.
Untuk itulah Aliansi Aliran Putih berencana untuk membunuh Qiu Lan pada saat pesta pernikahan mereka dengan melakukan serangan secara rahasia.
Namun rencana itu rupanya telah bocor ke pihak lawan, sehingga kini mereka dalam situasi yang berbahaya.
Zhu San dan Bian Chi tentu saja terkejut dengan informasi itu. Tidak terbayangkan berapa ribu jiwa yang akan melayang akibat rencana tersebut.
“Siapakah Qiu Lan ini Ketua Yun? Dan apa julukan para pendekar terhadap dirinya?” Tanya Zhu San setelah Tang Yun menceritakan kemampuan Qiu Lan yang di luar nalar manusia.
“Jadi dia rupanya reinkarnasi Dewi Kematian. Chi’er kita semakin dekat dengan orang yang kita cari.” Kata Zhu San yang disambut dengan anggukan kepala Bian Chi.
Sementara Tang Yun, He Pang dan Seng Kun menatap heran ke arah keduanya. Benak mereka dipenuhi pertanyaan tentang siapa sebenarnya mereka berdua.
“Kami dari Kekaisaran Liu, sedang mencari kedua orang bangsawan yang menjadi dalang di balik pembunuhan Pamanku.”
Jawab Zhu San ketika Tang Yun bertanya dari mana asal mereka berdua. “Paman Anda?” Berapakah usia Paman Anda Sesepuh? “ Tanya Tang Yun penasaran.
Zhu San tersedak nafasnya sendiri. Setelah berunding dengan Bian Chi, Zhu San akhirnya memutuskan untuk menunjukan jati diri mereka yang sebenarnya.
Tang Yun, He Pang dan Seng Kun melotot lebar dengan mulut yang terbuka saat melihat wajah Zhu San dan Bian Chi yang berubah setelah mereka berdua mengusapnya.
__ADS_1
“Ketua Yun kami sebenarnya masih berusia dua puluhan tahun. Kami menyamar karena tak ingin dikenali oleh kedua bangsawan yang hingga saat ini, belum kami ketahui keberadaannya.”
Zhu San lalu melanjutkan penjelasannya bahwa kedua bangsawan itu telah mengenali wajah Zhu San. Keduanya kini bersembunyi di kota Hungdao.
Namun tidak mudah untuk mencari keberadaan keduanya di kota sebesar ini. Selain itu juga Zhu San menjelaskan bahwa Gao Yan, calon Suami Qiu Lan adalah pengkhianat sektenya.
Tang Yun terkejut ketika Zhu San menyebut nama Sekte Pedang Bintang. Semasa mudanya dulu, Ia pernah diajak sang Guru bertandang ke Sekte Pedang Pedang Bintang dan bertemu dengan Ketua Fu Kuan.
Guru mereka ternyata bersahabat baik, Zhu San pernah mendengar sebuah nama tentang sahabat Gurunya yang merupakan jagoan nomor satu Aliran Putih Kekaisaran Hun.
“Apakah Nama guru anda Yang Xio?” Tanya Zhu San setelah berhasil mengingatnya. “Benar sekali, Namun saat ini kondisi guru sedang mengkhawatirkan.”
Dahi Zhu San mengerut mendengar perkataan Tang Yun yang lalu menjelaskan bahwa gurunya dikeroyok oleh Xin Qung dan Sepasang Pendekar Hantu. Walau berhasil menyelamatkan diri, namun kini gurunya mengalami luka dalam yang cukup parah.
“Antarkan Aku kepada beliau, siapa tahu aku bisa mengobatinya.” Perkataan Zhu San berikutnya membuat Tang Yun tersenyum tipis.
“Bukan Aku meremehkan mu San’er … Guru mengatakan bahwa lukanya sulit disembuhkan. Dibutuhkan kelopak Bunga Lotus Emas untuk bisa membuatnya pulih hingga delapan puluh persen.” Lanjut Tang Yun dengan wajah yang terlihat sedih.
“San Gege … bagaimana dengan kedua bangsawan itu jika kau akan menemui sesepuh Yang Xio?” Tanya Bian Chi yang sebenarnya tidak menyetujui rencana Zhu San.
“Ketua Tang Yun … Bisakah aku meminta bantuan anda untuk mencari keberadaan kedua bangsawan yang ku cari itu? Aku merasa anda memiliki anggota yang pandai mencari informasi.”
Dengan cepat Tang Yun menyanggupi pertanyaan Zhu San. Ia pun meminta Seng Kun untuk menghubungi anak buah mereka agar mencari informasi tentang Bangsawan Wu Lei dan Bangsawan An He.
Setelah Seng Kun kembali, Zhu San mengajak keduanya untuk pergi meninggalkan kota Hungdao saat malam tiba. Diantara mereka bertiga, Hanya Tang Yun yang mampu melayang di udara.
Namun Zhu San dengan mudah membawa keduanya melayang meninggalkan kota Hungdao menuju ke arah barat daya, ke tempat dimana Yang Xio sedang bersembunyi dan merawat lukanya.
__ADS_1
----------------------O--------------------------