
Seperti apa yang diduga oleh Phoenix Putih, kekuatan besar yang Ia rasakan adalah kekuatan dari Lian Li yang kini telah berada di depan Goa di Gunung Salju Abadi bersama Long Niu.
Lian Li dan Long Niu sebenarnya sudah berada di sebuah kota berjarak lima kilometer saat Ratu Siluman Rubah melesat meninggalkan kediamannya itu.
Sebenarnya Lian Li ingin menghadang Ratu Siluman Rubah yang memiliki tingkat kekuatan yang sama dengan dirinya, Pendekar Dewa Sejati Level Lima.
Namun Long Niu mencegahnya, karena tujuan utama mereka adalah mengambil Cermin Sakti yang bisa saja ditinggalkan oleh Ratu Siluman Rubah Putih di dalam goanya.
Akhirnya Lian Li menuruti perkataan Long Niu yang tidak ingin merusak rencana Phoenix Putih yang telah bersusah payah menyusun rencana tersebut dengan mempertaruhkan nyawanya.
Dua jam setelah kepergian Ratu Siluman Rubah Putih itu, keduanya tiba di depan sebuah goa setelah mencarinya berdasar petunjuk yang Phoenix Putih berikan.
Keduanya menyadari bahwa goa tersebut dilindungi oleh Segel Pelindung. Hal yang membuat Lian Li segera mengerahkan kekuatannya untuk menghancurkan segel pelindung tersebut.
“Kakek … bisakah Kakek sedikit menjauh? Segel ini sangat kuat. Aku khawatir terjadi sesuatu hal tak terduga akibat ledakan energi kami yang beradu.”
Long Niu pun segera melesat ke udara setinggi seratus meter setelah mendengar ucapan Lin Li dan bersiap dengan kemungkinan buruk yang terjadi.
BLAAAM
Suara menggelegar memenuhi udara di gunung Salju Abadi akibat benturan energi Lian Li dengan energi segel pelindung yang dibuat Ratu Siluman Rubah itu.
Gunung pun bergetar hebat membuat salju yang berada di puncaknya itu menjadi longsor dalam skala yang besar.
Hal itu membuat Long Niu segera mengerahkan kekuatannya yang berada di Tingkat Pendekar Langit Tahap Akhir yang sebentar lagi memasuki Tingkat Pendekar Dewa.
Dengan kekuatannya, Long Niu berhasil meredam dan menahan laju longsornya ribuan ton salju yang bisa saja membahayakan keselamatan penduduk yang berada di kaki gunung tersebut.
Setelah suasana menjadi hening Long Niu yang telah turun dan berada di samping Lian Li mengajak untuk memasuki goa secepatnya. Ia khawatir jika Ratu Siluman Rubah itu kembali saat merasakan Segel Pelindungnya telah hancur.
Langkah Keduanya terhenti saat tiba-tiba dua energi berbentuk pedang, melesat cepat ke arah mereka. Dengan mudah Lian Li menghancurkan kedua serangan itu dengan menebaskan Pedangnya yang telah dialiri energi besar.
“Siapa yang lancang memasuki daerah kekuasaan Kami!” Sebuah bentakan terdengar seiring dengan munculnya sosok perempuan yang memiliki kekuatan di tingkat Pendekar Dewa Tahap Akhir.
__ADS_1
Lian Li tersenyum melihat kearoganan Pelayan Ratu Siluman Rubah itu. “Kau tak perlu tahu siapa Kami. Cepat serahkan cermin yang Kau temukan beberapa ratus tahun lalu itu!”
Dari informasi Phoenix Putih kepada Long Niu, Lian Li tahu bahwa sosok di depannya adalah pelayan setia Ratu Siluman Rubah Putih yang juga menemukan cermin sakti tersebut.
Dahi Pelayan itu pun mengerut mendengar ucapan Lian Li, Ia pun tersadar bahwa Phoenix Putih yang datang beberapa hari lalu, telah membocorkan tentang keberadaan cermin yang Ia temukan.
“Jadi Kau adalah Dewi Kegelapan, jangan harap Kau bisa memiliki cermin itu!” Pelayan Setia Ratu Siluman Rubah itu membentak segera menerjang Lian Li dengan Kecepatan yang tinggi.
Lian Li segera menangkis tebasan pedang ke arah lehernya itu dengan mudah. Tubuh Siluman Rubah itu terpental setelah beradu senjata dengan Lian Li.
Wajahnya pun menjadi pucat menyadari besarnya kekuatan lawan di depannya. Ia segera mengubah wujudnya menjadi seekor Siluman Rubah berukuran raksasa, setelah melempar pedangnya.
“Li’er!! Cepat habisi Dia sebelum Ratu Siluman Itu tiba!” Long Niu mengingatkan Lian Li akan terbatasnya waktu mereka di tempat tersebut.
Lian Li segera mengangkat Pedangnya yang memiliki gambar teratai biru di pangkal bilahnya.
Sesaat kemudian melesat cahaya biru dan membentuk gumpalan awan yang memercikan petir biru yang semakin lama semakin besar.
Namun langkahnya terhadang oleh Lian yang bergerak dua kali lipat lebih cepat darinya.
“Tidak Jangan!”
Lian Tidak perduli dengan ucapan Siluman Rubah Raksasa itu. Ia segera menggerakkan pedangnya yang membuat Gumpalan Awan menyebar lebih luas dan segera melesatkan belasan petir ke arah Siluman Rubah.
JEDAR
Belasan suara menggelegar memenuhi udara menutup jeritan kematian Sang Siluman Rubah itu. Long Niu hanya bisa melotot lebar dengan mulut terbuka, melihat jurus yang Lian Li gunakan.
Tubuh Siluman Rubah itu pun hancur menjadi butiran daging panggang kecil dengan warna hitam karena hangus terbakar.
Long Niu segera mengajak Lian Li memasuki Goa tersebut. Hampir tiga puluh menit mereka menggeledah goa tersebut, namun tidak menemukan cermin satu pun berada di tempat tersebut.
“Sepertinya cermin Sakti itu dibawa Ratu Siluman Rubah. Akan sangat berbahaya jika Dewi Kegelapan itu berhasil mendapatkannya.” Long Niu terduduk saat mereka tidak berhasil menemukan Cermin Sakti itu.
__ADS_1
Keduanya akhirnya memutuskan kembali ke Benua Biru dan menunggu berita dari Phoenix Putih. Berharap Phoenix Putih berhasil dengan rencananya.
Lian Li yang ingin segera tiba di Sekte Teratai Biru segera mengerahkan energinya untuk membuat perisai pelindung yang membungkus tubuh Long Niu.
“Cepat Sekali!” Long Niu mendesis sambil menelan ludahnya, saat Lian Li membawanya melayang dengan kecepatan lima kali lipat dari kecepatan yang mampu Ia lakukan.
Keduanya tiba di Benua Biru hanya dalam waktu dua puluhan menit saja. Beberapa saat kemudian, keduanya merasakan dua aura kekuatan besar mendekati mereka.
“Phoenix Putih, Kami tidak menemukan Cermin Sakti itu di dalam Goa di Gunung Salju Abadi. Apakah Kau berhasil dengan rencana mu kemarin?”
Long Niu bertanya setelah dua kekuatan besar yang ternyata adalah Phoenix Putih dan adiknya Phoenix Biru, tiba di depan mereka.
Wajah Phoenix Putih menunjukkan kekhawatiran mendengar penjelasan Long Niu. Sesaat kemudian raut wajah Long Niu yang berubah memburuk, saat Phoenix Putih menjelaskan bahwa rencananya gagal karena kedatangan Sisi Gelap Zhu San.
Lian Li terkejut mendengar penjelasan Phoenix Putih. Karena hal ini tidak sesuai dengan apa yang Ia ketahui dari Tujuh Dewi yang melatihnya di Alam Kristal Dewa.
Seharusnya Sisi Gelap Zhu San akan lahir saat mereka telah berada di Alam Semesta lain. Akhirnya Ia tersenyum kecut saat menyadari bahwa hal yang menjadi pantangan telah terlanggar.
Mereka pun segera melesat ke Sekte Teratai Biru, sesampainya di sana mereka mendapati suasana sekte yang sedang dalam situasi tegang.
Kedatangan mereka berempat disambut dengan tatapan bahagia Ketua Jie Mei. Namun kebahagiaan di wajah Ketua Sekte Teratai Biru itu memudar setelah mendengar mereka gagal mendapatkan Cermin Sakti.
Satu-satunya harapan adalah pada Zhu San dan Bian Chi yang sedang berlatih di alam Jiwa mereka. Long Niu memutuskan menunggu Zhu San dan Bian Chi di Sekte Pedang Suci.
Sementara Phoenix Putih dan Phoenix Biru memutuskan untuk menetap di Sekte Teratai Biru menunggu kedatangan Zhu San dan Bian Chi.
Kedua Siluman Burung Phoenix itu sudah memutuskan mengikuti arahan Dewa Yao Chan untuk melayani kedua Tuannya itu, sebagai wujud pengabdian mereka pada jalan kebenaran.
-------------------------O-------------------------
Arc 5 ini Dalam penyusunan Alurnya lumayan berat bagi Author sendiri. Karena terkait dengan buku Ke 2 Dari Trilogi Pendekar Semesta yaitu 7 Pendekar Semesta. Hal itu karena adanya Plot Twist dalam Trilogi ini.
Mohon Kesabaran dari Pembaca Setia Zhu San. Karena Author tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk Anda Semua. 🙏🙏🙏
__ADS_1