Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
091: Qiu Lan


__ADS_3

Kota Hangzu adalah sebuah kota besar yang berada di wilayah Kekaisaran Hun yang berada di sebelah barat wilayah Kekaisaran Liu.


Kota tersebut sangatlah ramai, hal itu karena letak kota itu cukup dekat dengan perbatasan wilayah antara kekaisaran Liu dan Kekaisaran Hun.


Banyak pedagang yang datang dan pergi dari kota tersebut setiap harinya. Selain keamanan yang terjamin dengan dua puluh prajurit kota, Kota itu juga dilindungi oleh orang-orang dari dunia persilatan.


Dunia persilatan Kekaisaran Hun tidaklah sekuat Kekaisaran Wei ataupun Kekaisaran Qing. Namun tidak lebih lemah dari Kekaisaran Liu ataupun Kekaisaran Jian.


Suasana kota semakin sepi saat malam telah mendekati puncaknya. Namun Suara bergemuruh tiba-tiba saja terdengar di atas kota tersebut.


Sontak para penduduk kota keluar dari rumahnya. Dan mata mereka semua melotot lebar dengan wajah yang dipenuhi rasa keheranan akan apa yang mereka lihat di atas langit kota mereka.


Suara gemuruh itu berasal dari pusaran awan hitam kemerahan yang memercikan kilatan petir cukup besar. Pusaran awan itu jika diperhatikan dengan seksama berada tepat di sebuah kediaman yang besar.


JELEGER!


Suara Petir besar, seketika mengejutkan mereka yang segera berlarian untuk berlindung dari petir tersebut. Sebagian warga yang tidak takut akan suara petir, masih menatap ke pusaran awan itu.


Dari awan itulah petir besar itu berasal dan melesatkan sebuah cahaya berwarna merah darah yang menghantam atap bangunan tinggi dan besar itu. Bangunan kediaman Bangsawan Qiu Shang.


Bangsawan Qiu Shang adalah Bangsawan yang menguasai semua perdagangan di Kota Hangzu. Selain itu Ia juga seorang Bangsawan terpandang di Kekaisaran Hun.


Hal itu karena Putera Mahkota Kekaisaran Hun, Kuangg Long telah bertunangan dengan puterinya, Qiu Lan.


Namun itu semua terjadi tiga bulan yang lalu. Saat sebelum Qiu Lan menderita sakit aneh sejak enam bulan lalu.


Enam Bulan lalu, tanpa diketahui sebabnya, Qiu Lan jatuh sakit. Berbagai Tabib pun didatangkan dari berbagai penjuru di Kekaisaran Hun, bahkan dari Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Jian.


Namun setelah tiga bulan berlalu, Qiu Lan tidak juga kunjung sembuh, Ia pun hanya terkulai seperti orang pingsan saja sejak jatuh sakit.


Hal yang aneh terjadi, walau tidak makan sedikitpun, tubuh Qiu Lan tetap seperti keadaan saat Ia belum sakit. Tidak kurus sedikitpun layaknya orang yang telah lama sakit keras.


Setelah tiga bulan tidak ada perubahan, Kuangg Long meminta kepada ayahnya, Kaisar Kuang Yun untuk membatalkan saja pernikahan mereka.

__ADS_1


Hal itu Ia lakukan, karena merasa Qiu Lan tak mungkin lagi sembuh dari sakitnya. Karena puluhan tabib tak ada yang sanggup mengobatinya setelah tiga bulan berlalu.


Ia pun akhirnya diperkenalkan dengan Puteri dari Bangsawan lain di wilayah barat Kekaisaran Hun yang tak kalah cantiknya.


Hal yang akan disesali oleh Kuang Long dan juga keluarga Kaisar yang akan di mulai sesaat lagi setelah Cahaya Merah Darah memasuki Kediaman Bangsawan Qiu Shang.


Qiu Shang adalah seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun lebih. Ia saat itu sedang terduduk di dekat pembaringan sambil menangisi jasad Qiu Lan, setelah tabib keluarganya mengatakan bahwa Puterinya itu telah meninggal.


Belum setahun Isterinya meninggal, kini Ia harus kehilangan puteri tunggalnya itu. Hal yang sangat menyedihkan itu membuatnya hanya memandangi jasad Qiu Lan dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


Suara petir yang besar, segera mengejutkan Qiu Shang. Ia pun terlonjak dari duduknya dan berdiri dengan tubuh yang gemetar. Hal itu karena apa yang sedang Ia lihat, sesaat setelah suara petir menghilang.


Cahaya merah darah, muncul dari atap rumahnya. Menembus masuk ke tubuh Qiu Lan tepat di bahu kanannya. Bahu yang memiliki sebuah tanda lahir yang menyerupai kepala buruh gagak yang warnanya merah seperti darah hitam.


Apa yang terjadi pada puterinya itu, tentu saja membuat Qiu Shang jatuh terduduk karena aura mencekam yang kuat, seiring dengan hilangnya cahaya merah darah itu.


Sesaat kemudian mata Qiu Shang melotot lebar, Ia pun mengusap wajahnya beberapa kali untuk memastikan bahwa yang Ia lihat adalah kenyataan bukan mimpi atau ilusi dari rasa sedih yang mendera hatinya.


Qiu Lan tiba-tiba saja membuka matanya, Ia pun menoleh ke kiri dimana Qiu Shang berada.


Senyum manis Qiu Lan setelah berkata demikian, menyadarkan Qiu Shang bahwa Ia tidak sedang bermimpi.


“Lan’er … Kau … Kau masih hidup nak?”


Suara tergagap terdengar dari mulut Qiu Shang yang segera berdiri, ketika melihat Qiu Lan bangkit untuk duduk.


Qiu Lan memandang sang Ayah dengan senyum manis yang membuat Qiu Shang bertanya tanya dalam benaknya.


Hal itu karena Qiu Lan terlihat sehat dan tidak terlihat sakit sedikitpun. Padahal Ia telah berbaring selama lebih dari enam bulan tak sadarkan diri.


Qiu Shang segera saja memeluk Puterinya dengan erat dan menangis bahagia. Sementara Qiu Lan hanya tersenyum tipis sambil membalas pelukan sang Ayah.


“Ayah … apa yang terjadi denganku? Kenapa Ayah menangis seperti ini.”

__ADS_1


Qiu Shang pun melepaskan pelukan pada tubuh puterinya. Ia memandangi wajah cantik puterinya itu dengan tatapan yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi.


Qiu Shang lalu duduk di dekat Qiu Lan dan menceritakan semua yang terjadi, kecuali tentang tunangannya Kuangg Long.


“Ayah … Aku sebenarnya tidak sedang sakit, tapi aku tak akan menjelaskan kepada ayah mengapa Aku tak sadarkan diri selama enam bulan ini. Karena Ayah tak akan memahaminya.”


“Tidak apa-apa kau tidak menceritakan pada Ayah. Yang penting kau telah bangun dan kembali sehat.”


Qiu Shang berkata dengan cepat untuk menanggapi perkataan Qiu Lan.


“Ayah … Aku lapar sekali.”


Perkataan Qiu Lan segera menyadarkan bangsawan penguasa Kota Hangzu itu.


“Ayah akan mengambilkan sendiri makanan untukmu. Tunggulah sebentar.”


Qiu Lan memandangi punggung Sang Ayah yang segera bergegas pergi meninggalkan dirinya.


Qiu Lan segera menyingkapkan gaun di bagian pundak kanan. Ia tersenyum saat menyadari bahwa dari tanda lahirnya yang berupa kepala burung Gagak Merah darah darah, memancar energi murni yang kuat.


“Akhirnya Aku berhasil membuka ingatan ku yang tersegel. Aku adalah Dewi Kematian dan akan menuntut balas kepada keturunan mu Yao Shan!”


Qiu Lan berkata demikian dalam benaknya dan sesaat kemudian, Ayahnya telah kembali dengan membawa hidangan kesukaan Qiu Lan, yang selalu di masak setiap hari oleh pembantu di rumahnya, yaitu semur jengkol setengah matang.


Setelah menyantap hidangan itu, Qiu Lan lalu bertanya kepada ayahnya tentang kabar lelaki yang sangat Ia cintai, Kuangg Long.


“Itu … Long’er … Ah … Lan’er … Sebaiknya Kau … lupakan dia nak ..”


Qiu Shang berkata dengan tergeragap, Ia tak ingin Qiu Lan mendengar berita bahwa Kuangg Lon telah menikah seminggu yang lalu dengan puteri seorang bangsawan yang juga adalah temannya.


“Ayah … Kenapa Ayah berkata demikian? Katakan apa yang telah terjadi Ayah!”


Suara Qiu Lan yang penasaran, terdengar meninggi. Suara ketus itu adalah suara yang telah lama tidak didengar Qiu Shang dari puterinya yang akan begitu jika Ia sedang marah.

__ADS_1


*****


Jangan Lupa Like-nya ya Trims.


__ADS_2