Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
226: Penghuni Cincin Tengkorak


__ADS_3

“Aura kekuatan ini hampir menyamai aura kekuatan Pendekar Dewa seperti yang Guru Long Niu sebutkan dulu.” Bian Chi mengutarakan apa yang Ia rasakan.


Zhu San membenarkan hal tersebut, walau aura kekuatan Jin Fang saat ini belumlah sekuat kekuatan penuh mereka berdua, namun ini akan berbahaya jika mereka masih berada di tengah-tengah kota Qingzen.


Beruntungnya mereka saat ini berada dua kilometer dari tembok timur kota tersebut. Hal yang membuat Zhu San, tidak ragu lagi untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya yang menurut Guru Long Niu kekuatannya berada pada tingkat Pendekar Dewa.


Sementara Burung Phoenix mulai merasakan jerih akan kekuatan baru dari lawannya. Ia hendak pergi dari tempat tersebut, namun bingung kemana arah tujuannya.


Tiba-tiba Ia merasakan Aura kekuatan yang Ia kenali di tempat yang sangat jauh di sebelah Timur. “Aura Sang Dewi!? Tapi kenapa ada di dua tempat? Sebaiknya Aku pergi ke timur saja ke aura yang lebih kuat.”


Di luar dugaan Zhu San dan Bian Chi, Burung Phoenix itu melesat pergi meninggalkan Jin Fang menuju ke arah timur dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Kenapa Phoenix itu tiba-tiba pergi?” Tanya Bian Chi heran. “Sepertinya Ia ketakutan dengan kekuatan baru Jin Fang. Aku saja yang akan menghadapinya. Kau berjaga-jagalah, orang ini harus tewas di tempat ini.” Jawab Zhu San.


Proses yang dialami oleh Jin Fang telah selesai, asap putih telah sirna dari tubuhnya. Kini terlihat sosok Jagoan Tua itu berbeda dari yang sebelumnya.


Ikatan rambut putih Jin Fang telah lepas, membuat rambutnya yang kini bercahaya kemerahan, bergerak-gerak tertiup angin malam. Matanya pun telah berubah semerah darah. Menimbulkan kesan angker pada dirinya.


“Phoenix Iblis itu telah pergi, kalian berdua menjadi ganti untuk jadi korbanku Hahahaha!” Suara Jin Fang terdengar berbeda, menjadi serak dan berat.


Zhu San menyadari lawan telah bersiap dengan kekuatan penuhnya, Ia pun segera bersiap dengan mengerahkan delapan puluh kekuatan dari seluruh kekuatan yang Ia miliki.


BUSHHHH


Udara dalam radius lima kilometer seolah dilanda angin badai yang hebat saat Zhu San menghentakkan kekuatannya. Tubuhnya kini diselimuti cahaya kuning kemerahan.


Pancaran kekuatannya yang meningkat berkali-kali, membuat sosok perempuan berbulu mata lentik yang telah berada kembali di ruang penginapannya, tertegun kaget.


“Kekuatan ini?! kekuatan yang lebih besar dari kekuatan Pendekar Langit!? Apakah pemuda itu telah memasuki tahap Pendekar Dewa? Tidak … Tidak mungkin…!!. Ini mustahil!!”

__ADS_1


Perempuan berbulu mata lentik itu tidak ingin mempercayai situasi yang Ia rasakan saat ini. Sebagai Pendekar Langit, Ia tidak bisa menerima kenyataan jika ada orang yang bukan dari dunia asalnya, jauh lebih kuat darinya.


“Pendekar Dewa bukan tingkatan yang mudah untuk diraih oleh seseorang. Ia harus berlatih setidaknya lima puluh tahun dengan sumber daya yang berlimpah. Mustahil di dunia yang tipis energi murninya ini, ada yang mampu menembusnya, apalagi masih semuda itu?”


Karena rasa penasarannya, Sosok perempuan berbulu mata lentik itu segera melesat dan melayang ke arah dimana Zhu San dan Jin Fang sedang saling menatap satu sama lainnya.


“Siapa Kau anak muda!? Bagaimana bisa Kau memiliki kekuatan sebesar itu di usia mu Hah!?” Sosok yang merasuki Jin Fang membentak Zhu San untuk menghilangkan keraguannya.


Kekuatan yang Zhu San tunjukkan saat ini tidak berbeda jauh dengan kekuatannya. Jika Ia mau jujur, kekuatan Zhu San sedikit lebih besar darinya. Setidaknya begitulah yang Ia ketahui.


Sementara Jin Fang yang masih memiliki setengah kesadarannya, meminta sosok tersebut untuk segera menghabisi keduanya. Mengingat waktunya terbatas.


Sosok yang mengendalikan tubuh Jin Fang mendengus kesal karena tidak mendapat jawaban dari Zhu San.


Ia bergerak menyerang dengan sangat cepat ke arah Zhu San yang memang telah siap untuk bertarung.


Pertemuan dua lengan yang saling beradu itu, menimbulkan gelombang kejut yang hebat. Zhu San tersenyum tipis, menyadari kekuatan lawan tidak berbeda jauh dengan delapan puluh persen kekuatannya.


Pertukaran serangan berlangsung dengan sangat cepat dan dahsyat. Beberapa kali terlihat tubuh Jin Fang maupun Zhu San bergantian terpental Akibat terkena serangan lawan.


Saat Tubuh Jin Fang terpental untuk ke belasan kalinya, Sosok perempuan Berbulu Mata Lentik, telah berada pada jarak seratus meter dari tempat pertarungan itu terjadi.


“Pendekar Langit tahap Puncak? Bagaimana Sosok bernama Jin Fang itu bisa meningkatkan kekuatannya dalam sesaat?!” Tanyanya dalam benak, setelah melihat siapa orang yang menjadi lawan bertarung Zhu San.


Pertarungan keduanya semakin mendahsyat, walau Jin Fang lebih banyak terpental karena serangan Zhu San, namun Ia seolah tidak merasakan sakit.


Ia kembali menyerang dengan lebih dahsyat dan cepat. Namun tetap saja Zhu San bisa melihat dan membalikkan serangan. Hal yang membuat Sosok Jin Fang memutuskan menggunakan jurus serangan tidak langsung.


“Kecepatan serangannya di atas kecepatanku, aku harus menggunakan serangan jarak jauh dengan energi untuk bisa merobohkannya.” Sosok itu berkata kepada Jin Fang dalam kepalanya.

__ADS_1


Tangan Jin Fang terangkat ke udara, Sebuah busur besar tiba-tiba muncul di telapak tangannya. Ia pun segera bersiap dengan menarik tali busur yang tiba-tiba muncul anak panah dari energi.


Zhu San melesat ke atas, saat anak panah dari energi itu meluncur ke arah dadanya, Namun Ia terkejut ketika anak panah itu berbelok arah dan kembali melesat kearahnya.


Ia pun menjadi kesal setelah tiga kali menghindar, Zhu San mengeluarkan Pedang Yang dari Cincin ruangnya.


BLAAR


Anak panah itu meledak saat tertebas pedang Zhu San. Tubuh Zhu San sempat terjajar dua meter ke belakang karena energi ledakan tersebut.


Lalu datang lagi sebuah anak panah lain yang tiba-tiba berubah bentuk menjadi seekor serigala besar. Zhu San mendengus sebelum kembali menebaskan Pedang Yang ke ruang kosong di depannya.


Dari mata Pedang yang melesat energi Pedang yang besar dan menghantam energi berbentuk Serigala besar itu.


BUUUMMM


Udara kembali berfluktuasi dengan hebat setelah ledakan itu terjadi. Tanah di bawah ledakan itu pun terlihat melesak karena terhantam energi besar dari pedang Zhu San.


Zhu San teringat akan tongkat Sihir yang Ia dapat dari dalam Goa di Pegunungan Qingxiu, Ia pun memasukan pedang Yang dan mengeluarkan Tongkat Sihir yang pernah Ia latih kekuatannya.


Mata Jin Fang terlihat melotot lebar, terkejut dengan tongkat yang kini berada di tangan Zhu San. Tanpa sadar tubuhnya bergerak ke belakang saat bayangan di masa lalunya melintas di dalam ingatan.


“Tongkat itu?! Bagaimana bisa berada di tangan bocah sepertinya?!” Suaranya terdengar bergetar membuat Jin Fang bertanya dengan penasaran.”


“Mengapa dengan tongkat di tangan pemuda itu? Kenapa kau terlihat ketakutan?!” Tanyanya dengan suara terdengar meremehkan.


Sosok Itu mengabaikan pertanyaan Jin Fang, Ia lebih memilih untuk pergi dari tempat tersebut, daripada harus melawan seseorang dengan Tongkat itu di tangannya.


------------------O----------------

__ADS_1


__ADS_2