
Komandan Prajurit Kota yang kebingungan dengan situasi di depannya, melangkah mendekati ke empat orang tersebut.
Mao Sheng, nama Komandan Prajurit Kota Shinzu itu, segera bertanya setibanya Ia berada di dekat mereka.
“Siapakah diantara anda berdua yang Tuan Zhu Han asli?”
“Mao Sheng! Apakah Kau sudah buta? Apa Kau tidak bisa membedakan mana Tuan Zhu Han yang asli dan bukan?!”
Suara Komandan Chao Fan yang baru saja melesat mendekati mereka, segera saja terdengar keras membentak Mao Sheng yang tiga tahun lalu adalah wakilnya, saat Ia menjabat Komandan Pasukan Kota Shinzu.
Wajah Mao Sheng seketika berubah kelam mendengar perkataan Chao Fan. Namun saat Ia hendak menjawabnya, Zhu Han segera berkata kepadanya.
“Komandan Chao Fan, Wakil Komandan Mao Sheng, untuk mengetahui siapa diantara kami berdua yang asli atau bukan, tanyakan padanya apa rencana yang kita bicarakan bertiga, satu bulan sebelum Aku pergi ke utara dan dihadang dia.”
Sambil berkata demikian, Bangsawan Penguasa Kota Shinzu itu menunjuk wajah Chou Bai yang kini terlihat kebingungan dengan situasi yang ada di hadapannya.
“Komandan Mao Sheng jangan dengarkan perkataan lelaki penipu itu. Biar Aku yang akan menangkapnya untukmu!”
Sosok yang selama tiga tahun ini dikenal sebagai Gubernur Kota Shinzu itu, segera melesat ke arah Zhu Han untuk menyerang dan menangkapnya.
Namun baru setengah jalan, sebuah tendangan yang keras dan cepat mengarah ke tubuhnya.
Gubernur yang sebenarnya adalah anak buah Chou Bai bernama Shi Tong itu, terperanjat akan serangan yang sangat cepat ke arah dirinya.
Merasa tak bisa menghindari serangan itu, Ia lalu menangkisnya menggunakan salah satu lengannya.
DUAAGH
KRAAK
AARGGGH
Tendangan Kaki Baja Zhu San yang sangat kuat itu, membuat tubuh Shi Tong terpental hingga sepuluh meter.
Wajah Shi Tong pun memucat, menahan nyeri luar biasa pada tulang lengan kanannya yang telah patah karena menahan tendangan kuat dari Zhu San.
“Kekuatan sebesar semut mau berlagak seperti gajah! Bodoh kok dipelihara!"
Zhu San berkata dengan seringai yang terlihat jahat. Ia pun segera mendekati Komandan Mao Sheng.
Zhu San tidak memperdulikan tatapan takjub dari semua orang atas apa yang baru saja Ia lakukan pada Shi Tong.
“Komandan Mao Sheng, tentukan pijakan kakimu dengan benar! Jika kau salah tempat maka pedangku ini yang akan memenggal kepalamu!”
__ADS_1
Wajah Mao Sheng bagai seekor tikus yang berada di mulut harimau, dengan tubuh yang gemetar, Ia segera melangkah dan berdiri di belakang Chao Fan.
“Prajurit Kota Shinzu, Aku perintahkan kalian untuk menyerang mereka semua! Cepat kepung mereka.”
Shi Tong yang kesal melihat Komandan Mao Sheng bagai seekor kerbau yang dicucuk hidungnya, segera berteriak demikian kepada seluruh prajurit Kota Shinzu.
“Turutilah perintahnya, maka kepala kalian semua akan kupenggal dengan pedangku!”
Zhu San membentak ribuan prajurit yang terlihat kebingungan itu seraya melemparkan Pedang Yinyang ke arah mereka. segera saja pedang itu melesat dan berada di atas mereka semua.
Sesaat kemudian, pedang itu melayang-layang memutari mereka. Kecepatannya sulit diikuti oleh mata prajurit yang memiliki kemampuan di tingkat Pendekar Pemula itu.
Ribuan prajurit itu, terdiam tak bergerak dengan rasa takut yang memenuhi hati mereka semua.
Masih teringat jelas dalam benak mereka, bagaimana pedang itu bisa bergerak sendiri dan menyerang gubernur dan sosok yang mereka anggap Bangsawan Zhu Han itu.
“Lung’er … Jangan kau bunuh mereka nak. Mereka hanya menuruti perintah saja.”
Zhu Han yang tertegun dengan apa yang baru dikatakan oleh Zhu San, segera berbicara kepadanya.
Perkataan Ayah Zhu San itu, membuat Komandan Mao Sheng meyakini jika Zhu Han yang asli adalah yang baru berkata ini.
Ia pun tanpa diperintah, segera bergerak tiga langkah dan berteriak keras memberi perintah kepada dua ribu prajurit yang masih diam tak berani bergerak.
“SIAAP!!”
Suara ribuan orang prajurit, membahana mengisi udara malam yang telah melewati puncaknya.
Dahi Komandan Mao Sheng mengerut, saat melihat tak satupun prajurit yang bergerak menuruti perintahnya.
“Siap! Siap! Tapi kenapa kalian masih diam di tempat!”
Komandan Mao Sheng berkata dengan kesal, mendamprat anak buahnya.
Zhu San yang tersenyum mendengar perkataan Mao Sheng, tersedak nafasnya sendiri saat menyadari apa yang membuat mereka bersikap seperti itu.
Ia pun segera mengangkat tangannya.ke udara, membuat Pedang Yinyang melesat cepat kembali ke tangannya.
Dua ribu prajurit pun bergerak setelah melihat pedang yang mengancam mereka, telah kembali pada tuanya.
“AARGGHHH … Kalian semua akan kubunuh tanpa ampun lagi!”
Suara keras terdengar dari Chou Bai yang sekujur tubuhnya kini mengeluarkan asap tebal dan membuat sosoknya tidak terlihat.
__ADS_1
Zhu San tersenyum melihat hal itu, berbeda dengan semua orang yang berada di tempat itu yang bertanya-tanya apa yang telah terjadi pada Sosok di depan mereka.
Zhu San merasa lega, saat ini semua orang akan tahu, bahwa Sosok bangsawan Zhu Han yang membuat rakyat Kota Shinzu menderita tiga tahun terakhir ini, bukanlah sosok asli ayahnya.
Dengan demikian, Penduduk Kota Shinzu, tidak akan lagi membenci ayah dan juga keluarganya yang sebentar lagi akan kembali berkuasa di Kota Shinzu.
Zhu San menyeringai lebar dan segera melesat saat Chou Bai baru selesai dengan proses perubahan wujudnya menggunakan jurus Tulang Lunak Otot lentur.
Setelah angin dengan kekuatan lembutnya mengusir asap dari tubuh Chou Bai, maka kini terlihat sosok yang memiliki wajah dan tubuh yang berbeda dari sebelumnya.
“Kalian semua mati karena berani melawan ku! Rasakan ini!”
Chou Bai yang sudah sedari tadi menahan diri, kini dengan wujud aslinya, berteriak marah seraya melesatkan sebuah energi berwarna ungu dari ujung tombaknya ke arah Zhu Han.
Bangsawan Penguasa Kota Shinzu itu terkejut melihat serangan yang sangat cepat terarah pada dirinya.
Walau Ia telah bersiaga akan adanya serangan itu, namun serangan yang datang sangatlah kuat dan cepat untuk Ia hindari.
Satu meter lagi saat serangan energi itu mengenai tubuhnya, Zhu San yang telah bersiaga dengan Tubuh Baja Yinyang untuk melawan Chou Bai, telah berada di depan Sang Ayah.
Dengan jurus langkah angin yang Ia kuasai dengan sempurna, Zhu San berhasil menyelamatkan nyawa Ayahnya, dari serangan mendadak Chou Bai.
BLANG
Suara tubuh Zhu San yang terhantam energi tombak itu, terdengar di malam yang telah beranjak ke arah pagi.
“Lung’er ! … Apa Kau baik-baik saja?!”
Zhu Han sangat terkejut dengan apa yang telah puteranya lakukan. Zhu San lantas tersenyum, mendengar suara ayahnya yang terdengar santa khawatir.
“Ayah … serangan lemah seperti ini, tak akan mampu untuk melukaiku. Ayah, sebaiknya Ayah serahkan dia padaku. Biarkan Putera mu ini memberi hukuman yang setimpal padanya.”
Bangsawan Penguasa Kota Shinzu itu, terlihat gembira melihat putera tunggalnya, baik-baik saja setelah mendapat serangan yang terlihat sangat kuat itu.
‘Lung’er … Ayah akan menemui Ibumu. Dan Ayah sangat percaya pada kemampuanmu. Bawakan Ayah dan Ibumu, kepala lelaki itu. Jika tidak, Ayah tak akan mau merestui hubunganmu dengan Cucu Nenek Rui itu.”
Zhu Han segera melesat menuju ke tempat dimana Mu Rong berada, meninggalkan Zhu San yang terbengong mendengar perkataan Ayahnya.
Senyum pun terkembang di bibir Zhu San saat Ia melangkah mendekati Chou Bai.
Chou Bai terlihat masih terkejut, karena serangan yang menggunakan lima puluh persen kekuatannya itu, tidak bekerja sama sekali terhadap Zhu San.
Chou Bai melihat Zhu San mendekati mereka bertiga dengan pedang yang diletakan di pundaknya bagai seorang Algojo yang hendak memberi hukuman.
__ADS_1
*****