Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
109: Zhu San VS Sun Yang


__ADS_3

Melihat dahsyatnya serangan lawan, Zhu San tak ingin gegabah. Teknik Tubuh Baja Yinyang segera Ia gunakan untuk memperkuat tubuhnya dari serangan lawan.


Zhu San pun kembali melesat ke arah Che Yung yang sempat tertolong dari maut, karena adanya serangan dari Jurus Mata Iblis Sun Yang ke arah Zhu San tadi.


Che Yung pun terkesiap melihat Zhu San menyerangnya dengan kecepatan yang sulit untuk diikuti oleh mata.


TRAAAK


Dengan panik, Che Yung menangkis pedang Zhu San yang tiba-tiba saja telah berada di dekatnya dan hendak menebas lehernya.


Alangkah terkejutnya Che Yung mendapati pedangnya patah, saat berbenturan dengan pedang lawan.


Che Yung pun dengan cepat, segera menarik mundur tubuhnya untuk menghindari laju pedang Zhu San.


Namun laju pedang lawan, terlalu cepat untuk dihindari oleh Che Yung. Leher Tetua nomor satu Sekte Pedang Iblis itu, harus terkoyak dalam dan nyaris putus sesaat kemudian.


“Tetua Yung!!!”


Sun Yang berteriak keras, Ia begitu terkejut saat melihat gerakan Zhu San begitu cepat dan telah berhasil merobohkan Tetua terkuat di Sektenya itu dengan leher yang nyaris putus.


“Kau !! Kau akan membayarnya dengan nyawamu!”


Sun Yang berteriak keras, Aura membunuh yang pekat segera terpancar dari tubuhnya, Mata Sun Yang pun kini sepenuhnya telah memerah seperti darah.


“San’er … Hati-hatilah! Jurusnya sangat berbahaya!”


Fu Kuan berteriak memperingatkan Zhu San. Hal itu membuat Zhu San tertegun karena tidak menduga Guru Pertamanya telah berada di tempat itu dan juga bisa mengenalinya.


Zhu San hanya diam saja, karena Ia segera mengerahkan salah satu Jurus dari Teknik Pedang Yinyang.


Pedang Angin Dingin adalah jurus ketiga dari teknik Pedang Yinyang. Zhu San menggunakan elemen es karena lawan menggunakan elemen api untuk menyerangnya.


Sun Yang pun berteriak keras, saat Ia melompat sambil melepaskan serangan dari jurus terkuat dalam Teknik Pedang Iblisnya.


“Api Iblis Membakar Nirwana!”


Dua Api besar berbentuk pedang, segera saja menderu ke arah Zhu San saat Sun Yang menebaskan Pedang Iblis ke udara hampa di depannya.

__ADS_1


“Pedang Angin Dingin Yinyang!”


Sedetik setelah Sun Yang berteriak, Zhu San pun berteriak dan segera memutar pedang Yinyang dengan sangat cepat ke arah dimana Sun Yang berada.


Angin Putting Beliung yang berhawa sangat dingin itu, segera saja bergulung membesar dengan cepat dan segera berbenturan dengan dua energi berbentuk pedang Api besar itu.


BLAM BLAM


Dua energi itu berbenturan di udara dengan suara menggelegar disertai dengan hancurnya energi pedang api milik Sun Yang yang langsung membeku dan hancur diterpa angin dingin yang berkekuatan besar.


“APA!!!”


Mulut Sun Yang terbuka lebar dengan mata melotot, Ia tak menduga serangan kuatnya itu, dengan mudah dihancurkan oleh Pemuda dengan wajah teramat jelek itu.


Sun Yang tidak bisa berlama-lama dengan rasa takjubnya, angin dingin itu bergulung-gulung dengan cepat menyerang dirinya.


Sun Yang pun melompat ke udara menghindari terpaan Angin yang berhawa sangat dingin itu seraya menebaskan Pedang Iblis yang masih menyala kemerahan itu.


Selarik sinar merah, melesat dari pedang Iblis dan menghantam pusaran angin dingin yang bergulung – gulung itu.


Namun hal yang sama terjadi, sinar merah itu tak cukup kuat untuk bertahan dengan hawa dingin Angin ****** Beliung dari Jurus Pedang Angin Dingin Yinyang.


Setelah berhasil menghindari serangan yang ternyata adalah ujung Angin Putting Beliung itu, Sun Yang harus kembali terkejut, karena Angin tersebut segera berbalik dan melesat kembali ke arahnya.


Sun Yang segera saja mengalirkan seluruh tenaga dalamnya ke arah pedang. Pedang Iblis pun segera membara dengan nyala api yang sangat terang.


Sun Yang tidak lagi menyerang menggunakan serangan energi. Ia berencana menghancurkan pusaran Angin ****** beliung itu dengan kekuatan fisik pedang Iblis di tangannya.


Pusaran Angin dingin yang bergulung, dengan cepat menghantam Sun Yang. Pedang Iblis yang berada di depan wajah Sun Yang menahan dan berusaha membelah pusaran angin yang dikendalikan jarak jauh oleh Zhu San.


Tubuh Sun Yang mulai terdorong, nyala api di Pedang Iblis pun mulai meredup setelah beberapa waktu bersentuhan dengan angin sedingin es itu.


Sun Yang benar-benar terkejut saat pedang dan tenaga dalamnya, tidak mampu untuk menghancurkan pusaran angin Putting Beliung yang kini mulai menggulung tubuhnya.


Sun Yang berteriak dengan panik, saat Ia merasakan tubuhnya mulai membeku terutama di bagian kakinya.


Hal itu membuat tubuhnya, tak bisa Ia gerakan dan akhirnya Sun Yang harus menelan kenyataan pahit.

__ADS_1


Zhu San menambahkan tenaga dalamnya dan dengan cepat pusaran angin itu membesar dan menggulung tubuh Sun Yang.


Sesaat setelah hawa energi tenaga dalam Sun Yang menghilang, Zhu San segera menarik kembali serangannya.


Setelah pusaran angin ****** beliung itu menghilang dan masuk kembali ke dalam Pedang Yinyang, terlihatlah bagaimana kondisi tubuh Sun Yang saat ini.


Tubuh Kakak Sun Li itu, membeku dengan mata melotot lebar. Seluruh tubuhnya diselimuti oleh es yang berwarna putih.


Kedua tangannya terlihat memegang Pedang Iblis yang telah kembali seperti pedang pada umumnya. Tanpa nyala api sedikitpun.


Posisinya yang kini terlihat adalah posisi terakhir saat Ia menahan serangan Zhu San yang begitu kuat menerpa tubuhnya itu.


Zhu San segera mendekati tubuh Sun Yang yang telah tewas membeku. Dengan sekali tebas, kedua lengan Sun Yang putus tanpa memercikan darah karena telah membeku.


Pedang Iblis pun jatuh ke tanah dengan gagang pedang yang masih tergenggam oleh tangan yang telah membeku kaku.


Zhu San segera melepaskan genggaman kedua tangan Sun Yang dari gagang pedang Iblis. Lalu memasukan pedang tersebut ke dalam Cincin Jiwa miliknya.


Hal itu tentu saja membuat semua mata yang melihatnya melotot lebar. Kecuali tiga pasang mata yang telah datang, saat Zhu San mulai menggunakan jurus Pedang Angin dingin.


Lin Mi, Bian Chi dan Ju Yan sangat takjub melihat jurus Pedang yang baru saja digunakan oleh Zhu San.


Dan mereka baru tersadar saat melihat dua orang tua mendatangi Zhu San yang kembali membuat hilang pedangnya dari pandangan mata.


Mata Lin Mi melotot lebar saat mengenali salah satu dari kedua Kakek itu adalah sepupunya, Lin Kai. Ia pun segera melangkah dan berteriak memanggil sepupunya itu.


“Lin Kai! … Akhirnya aku berhasil menemukan dirimu !”


Wajah Lin Kai sontak terkejut saat mendengar suara yang sepertinya tidak asing lagi baginya. Dan Ia pun menyipitkan matanya saat melihat sosok Nenek berjalan dengan cepat menghampirinya.


“Kau … Enci Lin Mi!?”


Suara Guru Kedua Zhu San tersebut bergetar saat Ia mengenali siapa yang baru saja memanggilnya dengan cara yang tak sopan.


Langkahnya pun tersurut saat Ia melihat kemarahan di mata Kakak sepupunya itu.


Sementara beberapa orang yang berada di tempat tersebut, terkejut saat mendengar Suara Kakek Lin Kai memanggil nenek yang mendekatinya itu.

__ADS_1


******


__ADS_2