Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
299: Pertarungan Dua Ratu


__ADS_3

Hari yang dijanjikan oleh Phoenix Putih tiba. Pagi itu Kota Dezhao, salah satu kota besar di Kekaisaran Qiang yang berada di Benua Merah, suasananya terlihat masih tenang dan berjalan seperti biasanya.


Hanya beberapa orang yang mengetahui apa yang akan terjadi di kota tersebut hari itu. Dan diantaranya adalah Qiu Lan dan kedua orang anak buahnya yang terlihat memasuki kota dengan berjalan kaki seperti penduduk kota lainnya.


“Dewi … Mengapa Aku tidak merasakan keberadaan Kakakku Phoenix Putih.” Tanya Phoenix Biru kepada Qiu Lan, setelah Ia gagal menemukan Keberadaan Sang Kakak.


“Mungkin Dia belum datang, atau sedang dalam perjalanan, tapi jika di tidak datang, maka aku akan meledakkan kepalanya.”


Phoenix Biru menelan ludahnya mendengar Ucapan Qiu lan yang tidak Ia duga itu. Bagaimanapun kesalnya Phoenix Biru mendengar ucapan itu, Ia hanya bisa terdiam dan mulai berpikir ulang tentang arti dirinya yang membantu Dewi Kegelapan itu.


Sesaat kemudian, Qiu Lan memandang ke udara ketika dirinya merasakan pancaran energi sangat besar datang dari arah utara dengan sangat cepat.


“Hmm… Siapa yang memiliki kekuatan sebesar ini? Apakah Sang Ratu Siluman Rubah itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar ini?”


Qiu Lan terlihat terkejut saat mengetahui besarnya kekuatan yang Ia duga adalah kekuatan Ratu Siluman Rubah Putih itu. Beruntungnya mereka bertiga telah menyembunyikan Aura Kekuatan mereka.


Beberapa detik kemudian, di udara pada ketinggian seratus meter dari tanah, terlihat Sosok perempuan bergaun putih, sedang menatap kota Dezhao dengan pandangan mata yang tajam.


“Dimana Phoenix Putih, mengapa Aku tidak bisa merasakan Aura kekuatannya? Apakah Dia belum datang?”


Sosok yang tak lain adalah Ratu siluman Rubah Putih itu, kembali memejamkan matanya mencoba merasakan Aura kekuatan Phoenix Putih.


Beberapa saat kemudian, Ia kembali membuka matanya setelah tidak berhasil menemukan keberadaan Phoenix Putih.


“Mungkin Dia belum datang atau sedang dalam perjalanan, Sebaiknya Aku menunggu di Puncak Bukit itu.”


Siluman Rubah Putih, segera melesat perlahan-lahan ke arah sebuah bukit yang berada sekitar dua kilometer dari kota tersebut. Namun baru dua ratus meter, tiba-tiba Ia merasakan Aura sangat kuat menuju ke arahnya.


Sedetik kemudian, terlihat Sosok Qiu Lan telah berada di depan Ratu Siluman Rubah Putih dengan wajah yang terlihat tegang. Hal itu karena Informasi yang Ia terima tentang Cermin Sakti yang mungkin dimiliki oleh Rubah Putih di depannya itu.


“Siapa Kau? Mengapa menghalangi jalanku?” Tanya Siluman Rubah Putih yang tidak mengenali wajah Qiu Lan, Reinkarnasi Jia Fu Sang Dewi kegelapan.


“Rubah Putih, Aku pikir kau telah tewas ribuan tahun lalu, rupanya Kau masih hidup.” Perkataan Qiu Lan membuat Dahi Siluman Rubah itu mengerut.


“Jadi kau Reinkarnasi Jia Fu si Ratu Siluman Ular itu? Baguslah jika begitu. Hari ini Aku bisa membalas dendam ribuan tahun lalu atas apa yang Ibu mu lakukan kepada bangsa Kami.”

__ADS_1


Selepas berkata demikian, Rubah Putih segera mengerahkan energi besar ke arah kedua telapak tangannya.


Sesaat kemudian, Sepuluh kuku di jari tangannya memancang dua sentimeter dengan memancarkan cahaya putih yang menyilaukan mata.


Qiu Lan pun segera bersiap saat menyadari lawan telah mengerahkan energi untuk menyerangnya.


DUAGH


Suara tamparan keras terdengar memenuhi udara sedetik kemudian, suara itu berasal dari benturan antara dari lengan Qiu Lan yang beradu dengan serangan Rubah Putih.


Suara benturan semakin lama semakin keras dan semakin sering saat keduanya mulai bertukar serangan dengan sangat cepat.


Suara yang keras itu, membuat para penduduk Kota berhenti dari aktivitas mereka dan menatap udara di atas kota Dezhao dengan wajah keheranan.


Mereka bisa melihat secara samar-samar dua orang perempuan bertarung dengan sangat cepat di tempat yang sangat tinggi. Rasa takut mulai merayapi hati ribuan penduduk kota tersebut.


Para prajurit kekaisaran Qiang yang kini hanya tinggal ratusan orang saja, segera berkumpul di Balaikota bersama sang gubernur dan komandan mereka.


Mata mereka tertuju pada satu tempat yang sama dimana Qiu Lan dan Rubah Putih saling bertukar serangan dengan sangat cepat dengan kekuatan yang semakin lama semakin besar.


Sesaat kemudian keduanya sama-sama terdiam setelah berbenturan serangan entah yang ke berapa kalinya.


“Kekuatan siluman ular ini begitu tinggi, bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar ini? Padahal usianya tiga ratus tahun lebih muda dariku.”


Siluman Rubah Putih menjadi heran, melihat bagaimana Qiu Lan bisa mengimbangi kekuatan yang Ia miliki.


Sebaliknya Qiu Lan pun baru menyadari bahwa dirinya bukan yang terkuat di Dunia Atas ini setelah pertarungan yang baru saja terjadi.


“Serangan biasa tidak akan mengalahkannya. Siluman Rubah ini ternyata sangat kuat. Aku harus mengerahkan kekuatan besar untuk bisa mengimbanginya.”


Sesaat kemudian, Ratu Siluman Rubah Putih melakukan gerakan yang membuat udara seketika berubah menjadi sangat dingin bersamaan dengan munculnya segumpal awan putih sebesar rumah.


Qiu Lan segera mengalirkan energi lebih besar ke arah Zirah Kristal Dewa yang telah menyatu dengan tubuhnya. Namun tiba-tiba, tanpa Ia duga rasa sakit segera menyelimuti tubuhnya.


“Apa yang terjadi? Mengapa Zirah Kristal Dewa seperti berbalik menyerang diriku? Jangan-jangan … “

__ADS_1


Wajah Qiu Lan memucat saat ia menyadari sesuatu. Ini pertama kalinya Ia mengalirkan energinya ke Zirah Kristal Dewa sejak Ia menerima kekuatan dari Tiga Inti Roh Iblis Sejati.


Dengan cepat, Qiu Lan menghentikan aliran energinya yang kini bersumber dari kekuatan Tiga Inti Roh Iblis Sejati.


Qiu Lan lalu melepaskan Jubah Kristal dewa yang energinya bertentangan dengan energi dari Tiga Inti Roh Iblis Sejati dan hendak memasukannya ke dalam Cincin Jiwanya.


Namun tiba-tiba Zirah Kristal Dewa melesat menjauhi Qiu Lan dengan kecepatan yang membuat Qiu Lan terkejut. Dalam satu detik saja, Zirah itu telah berada dua kilometer dari tempatnya dan melesat ke arah utara.


Qiu Lan tak ingin mengejarnya, karena mustahil baginya bisa melesat secepat itu. Selain itu, Ia memilih menggunakan kekuatan dari Tiga Inti roh yang jauh lebih menguntungkan dirinya.


Apa yang terjadi pada Qiu Lan itu, membuat Siluman Rubah Putih menjadi lebih yakin bahwa dirinya bisa mengalahkan Qiu Lan.


Keyakinan itu membuat Siluman Rubah Putih segera mengerahkan lebih besar energinya hingga membuat udara menjadi lebih dingin hingga radius seratus meter.


“Awan Pembeku!”


Rubah Putih berteriak sesaat sebelum membuat gumpalan awan yang tiga meter di atas kepalanya itu melesat ke arah Qiu Lan yang berjarak tujuh meter darinya.


Gumpalan Awan segera saja berada di atas kepala Qiu Lan yang telah bersiap dengan jurus tangan Iblisnya.


Qiu Lan mengangkat tangan kanannya yang telah berubah menjadi seperti kristal berwarna biru, saat melihat puluhan tombak dari salju melesat keluar dari gumpalan awan tersebut.


BLAAAM


Udara berfluktuasi dengan hebat saat energi dari Tangan Kristal Biru Qiu Lan menghantam puluhan tombak salju dan meledakkan semua serangan bahkan gumpalan awan pun ikut hancur tercerai berai.


Keduanya sama-sama terpental belasan meter akibat ledakan kedua energi itu. Wajah Ratu Siluman Rubah Putih terlihat terkejut saat mendapati serangannya dihancurkan dengan mudah.


Ia menatap Qiu Lan yang kembali melayang ke atas setelah sempat terpental ke bawah hingga hampir dua puluh meter jauhnya.


“Apakah hanya itu jurus yang Kau punya? Jika begitu Kau tidak akan bisa membalaskan dendam Ibumu pada Bangsa Kami.”


Qiu Lan sengaja tertawa sambil mengejek untuk membuat Ratu Siluman Rubah Putih mengeluarkan seluruh jurusnya.


-----------------------O---------------------

__ADS_1


__ADS_2