
Saat telah berhasil menetralisir kekuatan hipnotis yang menyerang dirinya, wajah Bao Cang terlihat sangat marah. Hal itu karena Ia melihat separuh anak buahnya telah tewas.
Separuh pendekar yang lain masih bisa bertahan karena memiliki tenaga dalam lebih besar dari yang lainnya.
“Aku harus menghancurkan kekuatan hipnotis ini secepatnya, jika tidak maka mereka semua akan mati. Tapi bagaimana caranya?” Bao Cang yang sudah melindungi diri dengan tenaga dalamnya, terlihat kebingungan.
Sesaat kemudian Ia tersenyum, seolah mendapat jalan keluar dari masalahnya. Terlihat Ia sedang menghirup udara beberapa kali.
KROAAARKKK KROAAARKKK KROAAARKKK
Suara pekikan Bao Cang menggema hingga terdengar lebih dari seratus meter. Dengan mengandalkan kekuatan energi suara bernama Raungan Gagak Iblis, Bao Cang berhasil membuat sosok Roh Gadis Topeng Iblis meraung kesakitan.
Hal itu membuat pengaruh hipnotisnya menjadi lemah dan perlahan menghilang seiring dengan kembalinya Roh Gadis itu ke dalam Topeng Iblis.
Zhu San yang mendapatkan kesadarannya kembali, tersenyum kecut saat lawan berhasil mengetahui kelemahan Jurus Tarian Topeng Iblis yang Ia gunakan.
Namun Ia merasa senang karena separuh dari pendekar itu telah tewas dan yang masih hidup mengalami luka dalam yang tidak ringan.
Dengan kondisi seperti itu, sulit bagi mereka untuk bertarung menghadapi para prajurit Kekaisaran Qing yang kini telah siap menyerang.
Namun perhatian Zhu San teralihkan ke sosok Tua yang sedang menatapnya dengan tajam. Bao Cang terlihat melesat turun lalu berdiri di hadapan Zhu San yang masih berwujud seperti Liu Ling itu.
“Nona … Siapa kau sebenarnya?!” Tanya Bao Cang dengan mata yang tak beralih dari paras cantik di hadapannya.
Zhu San yang menyadari hal itu tersenyum nakal, Ia memiliki ide bagaimana cara untuk membunuh sosok di hadapannya.
“Kau ingin tahu siapa diriku bukan? Ikutlah denganku.” Zhu San segera melesat ke udara hingga setinggi dua ratus meter dari tanah.
Bao Cang pun segera melesat mengejarnya. Dan Ia semakin penasaran dengan apa yang akan dilakukan gadis cantik itu, saat ia sudah berada di hadapannya.
__ADS_1
Kini jarak keduanya terpaut enam meter. Zhu San yang memiliki siasat licik di kepalanya, segera saja merobek gaun bagian atas dan membuangnya.
Mata Bao Cang seketika melotot lebar, melihat dua gundukan besar tersaji indah di depan matanya. Hal itu membuatnya menjadi lengah. Sehingga tak menyadari jika sosok gadis itu tengah bersiap menyerangnya.
Zhu San segera mengeluarkan Pedang Yang dari Cincin jiwanya. Ia melesat sangat cepat membuat Bao Cang terkejut setengah mati.
“Kurang Ajar!” Bao Cang memaki setelah Ia berhasil menghindari tebasan pedang Zhu San. Melihat lawannya mulai terpancing emosinya, Zhu San lalu menggoyang-goyangkan bagian dadanya.
Bao Cang memaki-maki kesal melihat hal itu. Ia tak habis pikir dengan apa yang dilihatnya saat ini.
“Apa sebenarnya yang Kau inginkan? Jika Kau ingin bersenang-senang, kenapa menyerangku Hah?!” Tanya Bao Cang sambil menelan ludahnya melihat apa yang dilakukan Zhu San.
“Jangan salah sangka, Aku hanya menguji mu saja, karena aku suka lelaki yang hebat dan perkasa sepertimu.” Kata Zhu San sambil kembali memasukkan Pedang Yang ke dalam Cincin Jiwanya.
“Apakah kau masih mampu memberiku kesenangan itu, Tua Bangka peot?” Tanya Zhu San sambil kembali meremas salah satu gundukan daging di dadanya dengan tatapan menggoda ke arah Bao Cang.
“Tentu saja masih. Akan Aku berikan sebanyak yang kau mau.” Jawab Bao Cang dengan mata yang terus menatap ke arah dada putih dengan ukuran yang tak biasa itu.
Zhu San pura-pura bergidik ngeri mendengar jawaban Bao Cang. Yang sebenarnya terjadi adalah dirinya tiba-tiba ingin muntah darah setelah mendengar kata-kata kakek itu.
“Kalau begitu lepaskan jubahmu dan tunjukan seberapa besar pusakamu itu.” Timbul lagi niat usil Zhu San setelah Ia mendengar kata-kata sombong Bao Cang.
Dari wajahnya, Bao Cang terlihat ragu namun saat melihat si gadis cantik itu kembali meremas dadanya sambil memejamkan mata, Bao Cang segera saja melepaskan seluruh jubahnya.
“Baru kali ini aku bertemu gadis liar sepertimu, kemarilah! Akan kuberikan kesenangan yang kau inginkan.”
Bao Cang berkata dengan sombong, membuat Zhu San segera membuka matanya. Betapa terkejutnya Zhu San saat Ia melihat Pusaka Bao Cang yang telah tegak menantang langit itu.
“Busyet! … Besar juga pusaka Kakek itu, pantas saja Ia sombong sekali.” Zhu San memaki kesal dalam benaknya, melihat pusaka sang kakek yang sedikit lebih besar dari pusaka miliknya.
__ADS_1
“Kenapa kau diam saja, apakah belum pernah melihat yang sebesar ini? Hahahaha.” Bao Cang tertawa semakin sombong .
Zhu San yang kesal mengangguk kagum, Ia pun segera meminta Bao Cang melemparkan jubahnya kepada dirinya. Dengan alasan untuk menjadi alas bagi mereka berdua di sebuah tempat yang Zhu San tunjuk.
Bao Cang yang telah dipenuhi hasrat yang kuat dan meminta untuk segera dituntaskan, tanpa pikir panjang lagi melemparkan Jubahnya setelah melihat gadis itu merobek gaunnya. Kini hanya separuh tubuh gadis itu yang tertutup.
“Kena Kau!’ Teriak Zhu San dalam hati setelah Ia meraih jubah Bao Cang. Zhu San kembali mengeluarkan pedang Yang dari dalam Cincin jiwanya.
Dengan gerakan cepat Ia membuat Jubah Bao Cang menjadi serpihan kecil yang segera melayang jauh tertiup angin. Begitupun dengan puluhan koin emas yang jatuh meluncur ke tanah.
“Apa yang Kau lakukan!” Bao Cang berteriak karena terkejut dengan apa yang Ia lihat. Kini Ia pun tersadar jika telah terkena muslihat gadis cantik di depannya itu.
“Dasar Tua Bangka ! Tidak bisa melihat kulit putih sedikitpun! Jangan-jangan melihat sapi putih Kau pun menjadi tergoda . Hahahaha.“ Zhu San tertawa dengan suara aslinya.
Hal itu membuat Bao Cang sangat terkejut. Dan sesaat kemudian, terlihat perubahan wujud gadis di depannya itu menjadi sosok Zhu San yang sebenarnya.
“Bagaimana bisa?” Bao Cang berkata dalam benaknya dengan menahan rasa dongkol yang sangat besar di hatinya.
“Kurang ajar Kau anak muda! Berani sekali Kau menipuku! Aku adalah Bao Cang Ketua Sekte Gagak Hitam dari kekaisaran Wei. Aku memilih mati jika tidak bisa mencabik-cabik tubuhmu hari ini. ” Bao Cang berkata dengan geram. Setelah mengingat pakaiannya telah hancur.
Beruntungnya, senjata pusaka yang berbentuk tiga buah cakar seperti paruh burung gagak, telah terpasang di kedua tangannya.
“Tentu saja Aku berani, jika tidak mana mungkin aku memusnahkan Sekte mu dan membakar seluruh bangunan di sana.” Zhu San yang akhirnya mengetahui identitas Bao Cang, menjawab dengan mengatakan apa yang telah Ia lakukan pada sekte Gagak Hitam.
Bao Cang yang sudah merasa sangat dongkol karena diperdayai oleh Zhu San dan mendengar apa yang telah terjadi di sektenya adalah ulah Zhu San, segera melesat sangat cepat menyerang suami Bian Chi itu.
Pertarungan keduanya pun segera dimulai. Suara dentingan pedang dan senjata cakar besi hitam milik Bao Cang, seringkali terdengar.
*****
__ADS_1