
Zhu San tercekat saat tiba-tiba Bian Chi melesat dan membekap mulutnya. Guncangan pun langsung berhenti seiring dengan hilangnya suara tawa Zhu San yang masih mengalirkan qi ke arah kepalanya.
“Maafkan Aku … Aku lupa jika masih mengalirkan qi.” Zhu San tertunduk malu karena hampir saja Ia mencelakai orang-orang yang sangat Ia sayangi.
Semua orang kecuali Shen Rong, terpana setelah melihat dan mendengar apa yang Zhu San ucapkan.
“Tertawanya saja bisa mengguncang bangunan, bagaimana dengan teriakannya?” Xie Han terlihat takjub dengan kekuatan yang tanpa sengaja Zhu San tunjukkan.
Suasana hening terpecahkan oleh suara Mu Rong yang bertanya kepada puteranya. “San’er, Chi’er … Apakah kalian akan berangkat ke Dunia Atas hari ini juga?”
“Benar Ibu … Kami harus segera mengejar Dewi Kegelapan sebelum Ia menghancurkan Dunia Atas dan merebut Batu Tujuh Warna dari tangannya.” Jawaban Zhu San membuat wajah Mu Rong kembali sedih.
Hal itu karena Ia mendapat Firasat bahwa dirinya tidak akan bertemu kembali dengan Putera semata wayangnya untuk waktu yang lama.
“Lalu bagaimana Jika Dewi Kematian kembali Dunia ini dan menyerang kami? Siapa yang akan melindungi kami?”
Mu Rong masih mencari alasan agar Zhu San dan Bian Chi menunda kepergian mereka ke Dunia Atas, dunia yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
Setelah terdiam beberapa saat, Zhu San pun segera menjawab pertanyaan Sang Ibu.
“Mengenai hal itu, tergantung pada Leluhur Shen. Apakah Leluhur Shen bersedia untuk menjaga kedamaian di Dunia bawah ini?” Tanya Zhu San sambil tersenyum licik menatap ke arah Shen Rong
“Bocah tengil ini! Bagaimana dia tahu jika Aku memutuskan untuk tetap berada di Dunia Bawah ini?” Shen Rong mengumpati Zhu San dalam benaknya.
“Baiklah jika itu maumu. Aku bersedia menjaga mereka semua dari kekejaman Dewi Kegelapan dan anak buahnya.”
Zhu San tersenyum lebar mendengarnya, sementara Fu Kuan dan Lin Kai tersenyum tipis. Keduanya mengetahui apa alasan sebenarnya Shen Rong mau melakukan hal tersebut.
‘Leluhur, jika anda membutuhkan bantuanku untuk memikat wanita itu, aku dengan senang hati akan membantumu. Percayalah aku sangat ahli dalam hal ini.” Lin Kai berbisik ke Shen Rong yang duduk di dekatnya.
“Benarkah? Jika berhasil, akan ku beri kau buah anggur pemulih energi sebanyak sepuluh buah.”
Jawab Shen Rong dengan antusias, walau tadi ia sempat terkejut jika Lin Kai mengetahui alasan sebenarnya dirinya menyanggupi permintaan Zhu San.
__ADS_1
“Tenang saja Leluhur. Percayalah padaku.” Lin Kai berkata dengan sangat antusias mengingat sepuluh buah anggur pemulih energi sebagai imbalan untuknya.
Zhu San hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan kedua orang tua yang berbeda generasi tersebut.
“Ayah, Ibu … Sepertinya waktu kami telah tiba untuk berangkat ke Dunia atas.” Zhu San berdiri dari duduknya yang kemudian diikuti oleh Bian Chi.
Air Mata Mu Rong menetes deras sesaat setelah Ia melepas pelukannya kepada Zhu San dan Bian Chi yang kini telah berada di tengah-tengah ruangan.
Setelah berpamitan kepada semua orang, Zhu San segera membuka gerbang Dimensi dengan Batu Tujuh Warna.
Saat itulah Fu Kuan dan Lin Kai merasakan firasat yang mengatakan bahwa mereka tidak akan bisa melihat lagi murid kesayangannya itu.
“San’er … Ingatlah pesan guru. Seburuk dan sesulit apapun situasi yang Kau alami nanti di masa depan, jangan pernah pergi satu kali pun dari jalan kebenaran.”
Zhu San menjawab seraya memberi hormatnya mendengar ucapan Guru yang sangat Ia hormati itu.
“San’er … Cepatlah pulang. Ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu.” Di sela isaknya, Mu Rong masih menyempatkan harapan terakhirnya.
Zhu San berusaha menahan kesedihannya dengan berjanji yang menyenangkan hati Sang Ibu. Hal itu karena tiba-tiba Ia mendapat firasat bahwa dirinya tidak akan bertemu dengan Sang Ibu lagi.
Sesaat kemudian, suasana menjadi hening saat cahaya tujuh warna sirna dari pandangan mereka semua, bersamaan dengan menghilangnya Tubuh Zhu San dan Bian Chi.
“Sudahlah Rong’er Jangan bersedih, itu tidak baik bagi kesehatanmu.” Keheningan terpecahkan oleh suara Bangsawan Zhu Han yang berusaha meredakan tangisan isterinya.
“Han Gege … Entah mengapa, Aku mendapat firasat bahwa kita tidak bisa melihat San’er lagi.”
Semua orang tersentak mendengar ucapan Mu Rong. Hati mereka pun menjadi gundah setelah mengetahui Mu Rong memiliki firasat yang sama dengan masing-masing dari mereka.
Firasat yang mengatakan bahwa mereka tidak akan bisa bertemu lagi dengan Zhu San dan Bian Chi.
“Tenangkan hati kalian semua. Mereka berdua akan baik-baik saja. Keduanya telah berada di Puncak Level Pendekar Dewa. Bahkan mungkin saja telah berada di tingkat Pendekar Dewa Sejati, tingkatan pendekar yang sudah tidak bisa dicapai oleh manusia biasa walau ratusan tahun berlatih keras.”
Ucapan Shen Rong membuat semua orang terdiam dengan hati yang perlahan-lahan diselimuti oleh rasa tenang.
__ADS_1
Tanpa ada yang mengetahui, Shen Rong berpesan kepada Zhu San melalui telepati, agar berhati-hati saat Ia bertemu dengan manusia abadi lainnya yang merupakan Tokoh Jahat Terkuat Aliran Hitam Dunia Atas yang bernama Qi Shang.
Menurut Shen Rong, Qi Shang saat ini masih hidup dan bisa jadi kekuatannya kini melebihi kekuatan yang Ia miliki. Karena Qi Shang selalu berlatih untuk menjadi yang terkuat.
***
“Inikah Dunia Atas itu? Energi Murni di Dunia ini begitu melimpah.” Bian Chi berkata saat keduanya telah tiba di Dunia Atas, seratus meter di atas udara sebuah pegunungan yang berhawa sangat sejuk.
“Walau tidak sebanyak di Alam Jiwa, tetap saja energi murni ini begitu besar dan melimpah. Chi’er Aku akan mencoba mencari tahu keberadaan Qiu Lan dan kedua anak buahnya.”
Setelah berkata demikian, Zhu San memejamkan matanya. Dengan Teknik yang Ia pelajari dari Kitab Teknik Dewa, Zhu San mencoba mengetahui keberadaan ketiga orang yang mereka cari.
Namun setelah hampir lima menit, Zhu San belum berhasil menemukan aura kekuatan Qiu Lan maupun Phoenix Biru. Demikian juga saat mencoba mencari keberadaan gurunya, Long Niu. Hal ini membuat Zhu San menjadi cemas.
“San Gege ada apa?” Tanya Bian Chi setelah Zhu San membuka matanya dengan wajah yang terlihat khawatir. “Entah mengapa, Aku sama sekali tidak bisa merasakan Aura Kekuatan mereka maupun Guru.”
“Mungkin jarak mereka atau guru terlalu jauh dari kita atau mereka sedang tidak mengerahkan kekuatannya. Atau mungkin keduanya.” Bian Chi menenangkan sang suami yang terlihat cemas.
Zhu San menganggukkan kepalanya. Keduanya memutuskan untuk mencari sebuah desa atau kota dan bertanya dimana saat ini mereka berdua berada.
Berdasar keterangan yang di dapat dari Leluhur Shen Rong, Dunia Atas terbagi menjadi tiga benua dan lima Kekaisaran. Dunia Atas memiliki luas tiga kali lipat dari Dunia Bawah.
Sekte Pedang Angin berada di Benua Awan Merah. Sedangkan Sekte Pedang Suci berada Di benua Awan Biru dan merupakan Sekte aliran putih terkuat sekaligus tertua di benua tersebut.
Sekte Pedang Suci adalah Sekte dimana Leluhur Yao San dan Gong Yi berasal. Leluhur Sekte Mereka bernama Gong Xhun yang merupakan Kakak Kandung dari Gong Li, Isteri Pertama dari tujuh isteri Dewa Yao Chan.
Saat hendak melesat ke utara dari tempat dimana mereka tiba, Zhu San dan Bian Chi tiba-tiba merasakan sebuah kekuatan berasa dari bawah serta serangan energi berbentuk sebuah pedang berukuran sangat besar.
Zhu San segera menahan serangan energi itu dengan telapak tangan kirinya dan meremas energi berbentuk pedang itu hingga meledak hancur.
Apa yang Zhu San lakukan, membuat sosok yang menyerangnya tertegun dengan wajah yang memucat, apalagi saat tiba-tiba Bian Chi telah berada di hadapannya dengan kecepatan yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya.
----------------------------O--------------------------------
__ADS_1