Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
108: Siapa Pemuda itu


__ADS_3

“Yu’er pun tidak bermalas- malasan rupanya. Kemampuannya pun meningkat pesat.”


Zhu san tersenyum senang melihat gadis yang mengisi hatinya itu, kini teknik beladirinya telah jauh meningkat dari terakhir Ia lihat.


Zhu San sedang akan memutuskan kemana dulu Ia membantu, namun suara benturan keras dan teriakan Liu Ling yang terkena tebasan pedang di lengan kirinya, membuat Zhu San seketika menjadi sangat marah.


Dengan sangat cepat, Zhu San pun melesat menghadang Sun Yang, ketika pemimpin Lima Iblis kematian itu, akan kembali menyerang Liu Ling yang posisinya sedang goyah.


TRANG


Suara Pedang yang beradu dan kedatangan sosok pemuda bertubuh pendek dan berwajah sangat jelek, membuat mereka terkejut.


Sun Yang sendiri menelan ludahnya saat pedangnya terpental dan tangannya terasa kebas setelah mereka beradu serangan.


Kedatangan Zhu San dari udara itu, benar-benar mengejutkan mereka, sehingga pertarungan pun segera berhenti. Zeng An segera saja mendatangi muridnya dan memeriksa luka yang hanya menggores kulit lengan Liu Ling itu.


“Siapa Kau … Dan mengapa Kau ikut campur urusan kami!?”


Sun Yang membentak Zhu San dengan menghunuskan Pedang Iblisnya ke arah wajah Zhu San. Hal yang pasti akan disesali oleh Sun Yang, jika saja dia tahu bahwa yang Ia lakukan itu, harus dibayar mahal oleh nyawanya.


Melihat Lawan menghunuskan pedang ke wajahnya, Zhu San semakin marah hingga kembali menyerang tanpa menjawab pertanyaan Sun Yang.


Jelas sekali terlihat perbedaan kekuatan antara keduanya, saat Zhu San melancarkan serangan dengan tenaga yang begitu kuat.


Pancaran hawa panas dan dingin yang segera memenuhi udara, membuat Liu Ling dan Zheng An terkejut bukan kepalang.


“Mungkinkah itu San’er … Tapi wajah dan wujudnya sangat berbeda dan juga Ia telah tewas oleh dua orang Pendekar Kekaisaran Wei itu … Siapa pemuda ini sebenarnya?”


Zheng An bergumam melihat situasi yang ada di hadapannya. Liu Ling yang terkejut dan sangat familiar dengan hawa yang dipancarkan Zhu San segera saja wajahnya berseri.


“Guru … Itu San Gege … Aku yakin itu San Gege… Energi ini adalah Energi Kakak angkatku. Dia … Dia masih Hidup.”

__ADS_1


Liu Ling sangat yakin jika pemuda pendek dan berwajah jelek yang sedang mendesak Sun Yang itu, adalah Zhu San. Air mata bahagia segera mengalir di pipinya saat Ia mengetahui hal itu.


Zheng An memandang sedih ke arah Liu Ling, muridnya itu dan juga Qin Yu, adalah dua orang yang masih bersedih atas berita Kematian Zhu San sejak lebih dari enam bulan lalu.


Pendekar Seribu Wajah yang baru kembali dari Kota Songdu, belum sempat bercerita kepada mereka tentang Zhu San yang masih hidup.


Karena Ia segera menyusul muridnya Zhu Han, yang telah kembali ke Kota Shinzu. Sehingga berita tentang Zhu San yang masih hidup, belum mereka ketahui.


Hingga saat ini yang mereka tahu adalah, Zhu San telah tewas oleh Tsao Beng dan Qiao Bun sejak enam bulan lalu. Hanya dua orang yang tidak mempercayai hal itu, Liu Ling dan Qin Yu.


Zheng An An segera bersiap untuk membantu Zhu San yang kini sedang dikeroyok oleh Sun Yang dan Che Yung. Namun suara seorang Nenek menghentikannya.


“Saudara Zheng … Siapa pemuda itu?”


Qin Rui telah datang bersama dengan Qin Yu yang seketika matanya melotot lebar, saat merasakan hawa tenaga dalam yang sangat Ia kenali itu.


“San Gege?! … Ini … Ini hawa tenaga dalam San Gege … Nenek! San Gege masih hidup …”


Qin Rui segera memeluk Qin Yu yang tubuhnya bergetar karena menangis hebat. Entah karena apa hal itu terjadi.


“Yu’er … Tenanglah … Ia bukan San’er … Tenanglah nak.” Hanya itu yang bisa Qin Rui ucapkan untuk menangkan Qin Yu.


“Enci Yu … Apakah Kau juga sepertiku meyakini jika hawa tenaga ini adalah hawa tenaga kakak Angkatku?”


Liu ling bertanya kepada Qin Yu, hanya mereka berdua yang pernah bersentuhan dalam waktu lama dengan Hawa tenaga dalam Zhu San.


Hal itu terjadi, saat mereka melakukan kontrak Jiwa dengan Roh Pedang Pusaka mereka masing-masing dengan bantuan Zhu San.


“Pedang Yinyang Sejati!! Ah Tua bangka Peot Murid kita telah mendapatkan Pedang Legendaris Nomor satu itu hahahaha..”


Suar Fu Kuan yang telah berada di belakang mereka, mengejutkan mereka berempat. Sementara Lin Kai yang mendengar hal itu hanya tertawa dengan wajah yang gembira.

__ADS_1


“Benar Tua bangka keriput, Dia juga telah menguasai Jurus Tulang Lunak Otot Kenyal dengan sempurna. Ternyata murid kita masih hidup … Aku .. Aku sangat bersyukur pada langit karena itu.”


Suara Lin Kai yang terbata-bata dengan air yang mengambang di pelupuk matanya, membuat mata Fu Kuan pun berkaca-kaca.


Mereka sangat sedih atas kematian Zhu San di tangan Tsao Beng dan Qiao Bun. Namun saat ini mereka melihat kenyataan yang membuat hati dan jiwa mereka kembali menghangat.


“Jurus Apa yang Ia gunakan itu? begitu hebat dan sangat kuat.” Fu Kuan terkagum-kagum melihat jurus yang digunakan oleh Zhu San.


Zhu San saat ini menghadapi Sun Yang dan Che Yung yang telah mencabut pedangnya. Dua orang tersebut adalah dua orang yang memiliki kemampuan tertinggi dalam sekte Pedang Iblis.


Namun begitu, serangan gabungan mereka berdua tidak cukup untuk mendesak Zhu San yang menggunakan jurus dari teknik Pedang Yinyang sejati.


WHUUTSS WHUUTSS


BLAARRR BLAARRR


Zhu San melepaskan Serangan Energi pedang berhawa panas ke arah mereka berdua setelah Ia melesat mundur sejauh lima meter.


Kedua serangan energi pedang itu, berhasil mereka hindari dengan melompat ke udara setinggi lebih dari tiga meter.


Namun siapa sangka, Zhu San telah menunggu mereka di atas ketinggian tersebut dengan pedang yang telah bersiap menebas mereka.


Sun Yang yang memiliki peringan tubuh tinggi, berhasil menghindari tebasan pedang Zhu San, namun Che Yung harus berjibaku menghindari tebasan pedang itu.


Pedang Yinyang berhasil menggores bahu Che Yung dan membuat tubuh Tetua Nomor Satu Sekte Pedang Iblis itu, kembali ke tanah dengan posisi kaki yang tidak stabil.


Melihat hal itu Zhu San kembali segera melesatkan tebasan cepat dan Kuatnya ke arah leher Che Yung.


Namun dua buah energi cahaya merah darah, melesat sangat cepat ke arah Zhu San yang terkejut mendapati serangan kuat dan sangat mematikan itu.


Zhu San berhasil menangkis satu cahaya merah itu dengan bilah Pedang Yinyang. Namun satu cahaya yang lain, gagal Ia hindari dengan sempurna.

__ADS_1


Zhu San hanya berhasil membuat Cahaya itu, menggores sedikit kulit tubuhnya, dan cahaya itu terus melaju menghantam tembok pagar hingga hancur berkeping-keping.


******


__ADS_2