Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
123: Situasi Kota Songdu


__ADS_3

Seperti perkiraan Song Ruo, lima ribu prajurit itu tiba di Kota Songdu setelah tiga hari tiga malam melakukan perjalan kaki yang bisa di bilang tanpa henti.


Rombongan itu memasuki kota Songdu dari gerbang barat, penjagaan yang terlihat dua kali lipat lebih ketat dari terakhir kali dilihat oleh Song Ruo, membuat firasat buruk mengisi benak Ayah Qin Yu itu, saat kereta kudanya tiba di depan Pintu Gerbang kota.


Saat dirinya turun dari kereta, Komandan Penjaga Gerbang Kota segera menghampirinya.


Awalnya mereka bersiap untuk melakukan serangan. Namun melihat Bendera prajurit Kota Songdu, Komandan itu segera memerintahkan para anggotanya untuk membuka gerbang.


Komandan itu segera memberi hormatnya saat mengenali Song Ruo. Song Ruo pun segera bertanya setelah membalas penghormatan itu.


“Ada apa Komandan? Mengapa Jumlah pasukan yang berjaga menjadi dua kali lipat dari biasanya?” Song Ruo mengedarkan pandangannya, setidaknya ada dua hingga tiga ratus prajurit yang berada di sekitar gerbang.


“Tuan Song Ruo, sore tadi pasukan musuh baru saja mendirikan kemah pada jarak satu kilometer dari gerbang timur kota Songdu. Beruntunglah Tuan segera datang, saat ini Jenderal Zou Bao sedang menyusun strategi bersama Tuan Song Yu di kediamannya.”


Zhu San serta yang lainnya yang masih berada dalam kereta kuda, terkejut saat mendengar penjelasan Komandan Prajurit Penjaga itu. Song Ruo pun segera masuk kembali ke dalam kereta kuda.


Kedua kereta kuda itu, segera melaju kencang memasuki Kota Songdu. Jarak Kediaman keluarga Bangsawan Song, berada sekitar satu setengah kilometer dari gerbang barat kota itu.


Sehingga dalam waktu belasan menit, ke dua kereta itu pun telah sampai di halaman kediaman yang yang sangat besar dan megah. Sementara di sekelilingnya terdapat beberapa bangunan yang berukuran sedikit lebih kecil


Song Ruo turun dari kereta kuda, Ia mengajak Zhu San dan Ju Yan untuk ikut masuk ke dalam ruangan yang rupanya telah banyak tentara berada di dalam ruangan itu.


Sementara In Xeuxu mengajak yang lainnya untuk memasuki sebuah bangunan lain yang berada di samping kanan bangunan besar itu. Bangunan yang memang diperuntukkan bagi keluarga Song Ruo.


Kedatangan Song Ruo di sambut dengan wajah gembira oleh mereka semua. Bangsawan Song Yu tertegun saat menatap wajah Zhu San yang mengingatkannya pada Sahabatnya Zhu Han.


“Ah Kau pasti Lung’er Putera Sahabat ku Zhu Han. Bagaimana kabar kedua orang tuamu? Aku telah mendengar apa yang terjadi di Kota Shinzu beberapa waktu lalu.”


Bangsawan Song Yu berkata cukup banyak, yang membuat para prajurit perwira yang semula mempertanyakan siapa ke dua pemuda itu, seketika tersenyum lebar.

__ADS_1


Berita tentang kehebatan Zhu San yang berhasil merebut Kota Shinzu bersama Ayahnya dengan membongkar kedok Zhu Han palsu, telah mereka dengar beberapa waktu lalu.


Mendapati sosok pemuda itu kini berada di hadapan mereka yang berada dalam situasi genting ini, tentu saja menjadi satu hal yang sangat berarti.


“Benar Paman Yu, Aku Zhu Lung, Ayah menitip salam untuk paman saat mengetahui jika aku akan ke Kota Songdu untuk menemui Paman Ruo. Saat ini mereka baik-baik saja.”


Bangsawan Song Yu tersenyum lebar, setelah menanyakan tentang situasi di kota Baixan dan memperkenalkan mereka yang berada di dalam ruangan, Bangsawan Song Yu pun segera memulai kembali pembicaraan mereka.


“Jadi kita belum mengetahui berapa jumlah seluruh prajurit yang mereka bawa untuk menaklukkan Kota Songdu ini?” Song Ruo berkata seraya mengelus dagunya.


“Benar Tuan Ruo, inilah yang menjadi permasalahan utama kita saat ini. Sehingga Kita hanya bisa bertahan dengan strategi yang standar saja.”


Jenderal Zou Bao menjawab pertanyaan Song Ruo dengan wajah yang terlihat murung, seolah pundaknya tertindih beras satu kuintal.


“Apakah kita tidak mengirimkan mata-mata untuk melihat lebih dekat agar bisa mengetahui seberapa banyak jumlah mereka?” Zhu San yang sedari tadi diam, bertanya entah kepada siapa?


“Kami sudah mengirim dua orang dan mereka berdua pulang dengan tubuh tanpa kepala.” Terlihat kegeraman pada suara Jenderal Zou Bao saat menjawab pertanyaan Zhu San.


Pandangan semua orang seketika tertuju ke arah Zhu San dan Ju Yan. Song Ruo segera menggelengkan kepalanya.


“Lung’er … Aku tahu kemampuan sangat tinggi, namun setelah apa yang terjadi dengan kedua mata-mata kita, Paman tak ingin kau dan temanmu menempuh resiko yang bahaya itu.”


“Benar Lung’er … Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu. Kau adalah tamu di rumahku ini. Tentu saja aku tak akan membiarkanmu menempuh bahaya besar seperti itu.”


Bangsawan Song Yu berkata untuk mencegah Zhu San melakukan hal itu. Namun Zhu San dan Ju Yan hanya tersenyum kecil mendengarnya.


“Bagaimana cara mu menyusup ke perkemahan mereka? Kedua mata-mata kami yang terbunuh adalah dua orang yang paling ahli menyusup. Namun mereka berakhir dengan kematian yang mengenaskan.”


Mendengar perkataan Jenderal Zou Bao yang sedikit meragukan kemampuannya membuat Zhu San tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


“Kami berdua memiliki cara yang tidak bisa dilakukan oleh mereka berdua. Paman Yu dan Paman Ruo, kami hanya akan melihat seberapa banyak jumlah mereka dengan melihatnya dari udara.”


“APA!!!” Semua orang tersentak mendengar perkataan Zhu San.


Bahkan mulut Jenderal Zou Bao pun terbuka lebar. Ia pun teringat tentang kabar bahwa pemuda yang membebaskan Kota Shinzu bisa melayang di udara.


“Apakah Kau memiliki Teknik melayang di udara sebagaimana berita yang ku dengar?”


Bangsawan Song Yu dan Song Ruo, tertegun ketika mendengar pertanyaan Jenderal Zou Bao yang rupanya belum disampaikan kepada mereka.


“Lung’er … Benarkah Kau bisa melayang di udara?” Song Ruo segera bertanya.


“Benar Paman, kami berdua memiliki teknik itu. Dengan cara itulah kami bermaksud untuk mencari tahu seberapa besar kekuatan yang mereka kerahkan?”


Jenderal Zou Bao dan semua yang berada di dalam ruangan, memandang kagum ke arah Zhu San dan Ju Yan.


***


Di saat yang sama dengan terjadinya pembicaraan di kediaman Bangsawan Song Yu, berjarak tiga kilometer di sebelah timur Kota Songdu, terjadi pembicaraan yang sama.


Hanya saja yang sedang menyusun strategi adalah empat orang pendekar, dua diantaranya telah berusia sepuh.


Mereka adalah Zhi Hung dan Dao Fang yang ditugaskan oleh Luo San untuk membantu Bangsawan Yin Lu menaklukkan Kota Songdu.


Bangsawan Yin Lu adalah adalah bangsawan yang memimpin Kota Dongyin yang berada di wilayah tenggara dari Ibukota Kekaisaran Liu.


Sementara kedua orang kakek yang masing-masing membawa Kapak Hitam dan Tongkat berwarna merah darah terlihat begitu dihormati oleh Zhi Hung dan Dao Fang.


Keempatnya telah selesai menyusun siasat yang rencananya, akan dilakukan saat malam telah mencapai puncaknya beberapa jam lagi.

__ADS_1


*****


__ADS_2