Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
266: Qiu Lan Mengikuti Sayembara


__ADS_3

“Kalian berdua adalah Pasangan yang serasi. Tak salah gurumu Lin Mi merestui hubungan kalian. Oh Iya bagaimana kabar gurumu? Dimana beliau sekarang?”


Nenek Mei Lan bertanya setelah mereka kembali ke dalam kedai dan duduk satu meja. Wajah Bian chi terlihat murung, membuat Nenek Mei Lan menjadi was-was.


“Apa !!!” Nenek Mei Lan terkejut hingga berdiri dari duduknya, saat Zhu San mengatakan bahwa Nenek Lin Mi telah tiada.


“Beliau tewas dalam pertarungan di kota Songdu melawan pendekar dari Kekaisaran Wei yang kemudian berhasil dibunuh oleh Chi’er.” Lanjut Zhu San.


Air terlihat dari mata perempuan sepuh itu, saat Ia perlahan-lahan kembali duduk di kursinya. Pembicaraan pun dilanjutkan dengan nenek Mei Lan yang akan ke kota Songdu untuk memberi penghormatan terakhir di makamnya.


“Apa ! Ke Puncak Gunung Awan Putih?! Chi’er … bukan Nenek menganggapmu lemah, Kau bahkan jauh lebih kuat dari nenek berkali-kali lipat. Tapi … mendatangi Gunung Awan Putih … adalah Bunuh Diri.”


Zhu San dan Bian Chi terkejut melihat reaksi dari Nenek Mei Lan. Beberapa kali Sang Nenek meminta Bian Chi dan Zhu San agar membatalkan rencananya.


Hal itu karena sudah banyak pendekar yang pergi kesana dan tak pernah kembali hingga detik ini. “Chie’er … San’er … Nenek mohon, urungkan niat kalian untuk kesana.”


Bian Chi terlihat kebingungan melihat kekhawatiran dari Nenek Mei Lan. Sedangkan Zhu San bingung bagaimana menjelaskan situasinya kepada Nenek tersebut.


“Nenek … Kami kesana karena undangan dari seseorang yang berbicara denganku. Ia mengatakan jika Ia adalah pemilik Tongkat Sihir yang ku bawa ini.”


Nenek Mei Lan dan kedua muridnya, kembali terkejut dengan kemunculan Tongkat yang secara tiba-tiba telah berada di tangan Zhu San.


Matanya melotot lebar ke arah tongkat itu, untuk memastikan jika tongkat itu adalah nyata, bukan sekedar ilusi buatan Zhu San.


“Ah … kekuatan Suami Chi’er ini sungguh sangat luar biasa. Aku berharap mereka bisa kembali dari puncak Gunung Awan Putih dalam keadaan baik-baik saja.”


Akhirnya Nenek Mei Lan melepas kepergian Zhu San dan Bian Chi untuk melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Awan Putih.


***


“Dewi … Aku merasakan jika Pusaka Seribu Benang Jiwa tak jauh lagi dari kita.” Phoenix Api berkata kepada Qiu Lan, sesaat setelah mereka melewati gerbang Kota Shangyu.

__ADS_1


“Benarkah?” Suara Qiu Lan terdengar gembira mendengar perkataan Phoenix Api. “Dewi Sepertinya kita harus mendaftar terlebih dahulu dan lalu menunggu giliran.”


Chi Yu berbicara setelah mereka berjarak seratus meter dari gerbang Istana. Terlihat antrian panjang hingga ke lebih dari seratus meter.


“Kita tidak bisa menunggu untuk sesuatu yang sudah pasti hasilnya. Hanya Dewi yang bisa membuka Kotak Hitam itu. Aku akan berbicara kepada Penjaga itu baik-baik.”


Phoenix Api segera berlalu menuju ke tempat pendaftaran bagi mereka yang ingin ikut serta dalam sayembara tersebut. Semua mata tertuju padanya, entah karena rambutnya yang merah atau keindahan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Phoenix Api terlihat melambaikan tangan, meminta Chi Yu dan Qiu Lan agar mendatanginya. Dengan benak dipenuhi pertanyaan, kedua bergegas mendatanginya.


“Terimakasih Petugas yang Tampan-tampan, Nanti malam kita minum sepuasnya.” Qiu Lan dan Chi Yu saling berpandangan setelah mendengar ucapan Phoenix Api.


Ketiganya melangkah dengan diantar seorang prajurit untuk memasuki Komplek istana, dimana Kotak Hitam berada.


“Tunggu dulu! Kenapa mereka bertiga tidak melalui antrian seperti Kami?”


Seorang Pendekar dengan Tubuh yang tegap dan terlihat paling tinggi diantara pendekar yang mengantri, berteriak keras memprotes panitia, saat Qiu Lan maju untuk berdiri di belakang seseorang Pendekar yang akan segera menaiki tangga sebuah panggung.


“Karena kami adalah perempuan dan kalian laki-laki. Apakah Kau keberatan dengan hal itu.” Tanya Phoenix Api sambil mengalirkan qi ke arah telapak tangannya.


“Tentu saja kami tidak keberatan Nona cantik, Karena kalian adalah perempuan, mana mungkin kalian mampu membuka kotak tersebut. Hahahaha … “


Setelah menghina mereka, pria tersebut tertawa diikuti oleh peserta lainnya yang sedang mengantri.


“Setelah Kalian gagal, jangan pergi dulu, tunggulah kami. Kita bersenang-senang dulu. Bagaimana?” Lanjut Pria tersebut.


Wajah Chi Yu seketika memerah menahan marah, sementara Phoenix Api terlihat tersenyum. Ia tidak memahami apa maksud bersenang-senang sehingga menanggapinya dengan senyuman.


WHUUTTS BLAAR


Kepala Pria tersebut seketika meledak, setelah Chi Yu menggerakkan tangan kanannya. Suasana menjadi kacau saat tubuh Pria itu jatuh bersimbah darah dengan tubuh tanpa kepala.

__ADS_1


Qiu Lan yang terkejut segera, menghampiri mereka sementara para penjaga berdatangan mengepung mereka.


Setelah dijelaskan apa yang terjadi, akhirnya suasana kembali tenang, jasad pria tersebut segera dibawa pergi. Sayembara pun di lanjutkan.


Pria di depan Qiu Lan gagal membuka kotak tersebut. Ia pun turun dari panggung di sisi yang berbeda dari Qiu Lan yang sedang melangkah maju mendekati meja, dimana Kotak Hitam berada.


“Kenapa Tubuhku seperti bereaksi terhadap kotak itu?” Qiu Lan merasakan hatinya berdebar-debar saat satu meter lagi berada di dekat meja itu.


“Apa!!! Cepat beritahu Yang Mulia Kaisar!”


Xie Han yang hari itu menjadi Pemimpin pelaksanaan Sayembara segera memerintahkan seorang perwira memanggil Kaisar Liu Feng, saat melihat Kotak itu terbuka saat tangan Qiu Lan menyentuh tutupnya.


Asap Hitam pekat segera keluar dari dalam Kotak Hitam dan menyelimuti tubuh Qiu Lan. Sesaat kemudian terdengar teriakan Qiu Lan yang kesakitan.


“Jangan dilawan Dewi! Biarkan saja! … Inti Roh anda yang tersegel, akan menyatu kembali dengan Jiwa Anda!” Phoenix Api yang mengetahui hal tersebut segera berteriak keras.


Diantara rasa sakit yang luar biasa pada sekujur tubuhnya, Qiu Lan mendengar teriakan Phoenix Api. Ia pun membatalkan rencana untuk mengalirkan qi-nya, melawan energi besar yang merasuki seluruh bagian tubuhnya.


Xie Han tiba-tiba mendapatkan firasat buruk saat merasakan tekanan energi yang sangat kuat, memancar dari tubuh Qiu Lan setelah seluruh asap hitam itu hilang dari pandangan.


“Aura kematian yang sangat kuat, Apakah Dia Dewi Kematian yang diceritakan oleh saudara Zhu San? Jika Ia, saudara Zhu San sekalipun tidak akan bisa mengalahkannya.”


Xie Han pun menelan ludahnya, saat melihat Qiu Lan sedang mematung di depan meja. Bola matanya yang berubah sedikit lebih hitam pada bagian putihnya, sedang menatap tajam ke dalam Kotak Hitam.


“Pusaka Seribu Benang Jiwa! Akhirnya aku bisa kembali menggunakannya setelah ribuan tahun terpisah darinya.”


Qiu Lan segera menjulurkan tangannya setelah berkata demikian dalam benaknya. Sesaat kemudian kedua gelang berwarna hitam berada di dalam genggaman tangannya.


Qiu Lan segera memasukan kedua gelang tersebut ke pergelangan tangannya. Tepat setelah kedua gelang hitam itu berada di kedua lengannya sesuatu terjadi pada tubuhnya.


---------------------------O-----------------------------

__ADS_1


__ADS_2