Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
143: Maafkan Aku San'er


__ADS_3

Tan Kuan sudah menggunakan Jurus tangan perak dan juga menggunakan Pedang Peraknya untuk menghadapi gempuran Dua Jagal Iblis yang semakin dahsyat.


Namun kekuatan mereka berdua yang tak berbeda jauh dengannya, membuat Tan Kuan harus kewalahan, setelah bertukar serangan hingga lebih dari dua ratus kali.


Di saat Tan Kuan mulai terdesak dan luka mulai tertoreh di tubuhnya, sesaat kemudian Tan Kuan harus menerima kenyataan pahit ketika terdengar teriakan keras dari gurunya Pendekar Seribu Wajah.


Dua Pendekar Huang menunjukan kekuatan sebenarnya yang mereka miliki, membuat luka di tubuh Kakek sepuh itu semakin banyak dan parah. Hingga akhirnya Ia harus menyerah pada takdir yang ditetapkan padanya.


Tubuh Tua itu terkena dua serangan kuat yang membuatnya menutup mata selama-lamanya. Pedang lawan tepat menusuk jantungnya dan sebuah tendangan keras membuat retak tulang tengkorak jagoan tua itu.


Teriakan kesakitan saat meregang nyawa, terdengar sebelum tubuhnya jatuh ke tanah bersimbah darah yang mengalir dari luka di dada dan kepalanya.


“Guruuu!!!”


Konsentrasi Tan Kuan terpecah, membuat dirinya yang sedang terdesak dan tubuh penuh luka, menjadi sasaran empuk serangan Dua Jagal Iblis.


Sebuah serangan Tapak yang mengandung racun di tangan kiri Gao Yu, mendarat telak di punggung Tan Kuan. Tubuhnya terpental dan disambut dengan tebasan kuat Feng Hu ke arah lehernya.


Tan Kuan masih sempat menangkis dengan pedang peraknya, sehingga tebasan itu hanya mengenai bahunya.


Tubuh Tan Kuan Jatuh terguling di tanah dan di saat Gao Yu hendak menghabisinya dengan serangan kuat dengan pedangnya. Empat buah benda berwarna putih melesat dan meledak di sekitar Tan Kuan.


Ledakan itu berubah menjadi asap yang segera menyelimuti tubuh Tan Kuan dan juga udara di halaman tersebut. Sesaat kemudian sebuah bayangan putih melesat memasuki asap lalu pergi sambil membawa tubuh Tan Kuan.


Keempat orang yang terkejut dengan serangan asap yang mereka duga beracun itu, menjauhi dari kepulan asap itu. Dan mereka terlambat saat bayangan putih itu, telah pergi membawa tubuh Tan Kuan.


“Tidak usah dikejar, Orang itu tidak akan selamat dari Racunku. Kita pastikan dulu jika Bangsawan Zhu Han dan isterinya telah tewas.” Gao Yu berkata sambil melangkah mendekati mayat Zhu Han.


Menggunakan kakinya, Gao Yu membalikkan tubuh Zhu Han. Lalu Ia melesat ke dalam ruangan untuk mencari Isteri Bangsawan Penguasa Kota Shinzu itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Ia keluar dengan wajah sangat marah karena tidak menemukan sosok Isteri bangsawan itu.


“Sepertinya isteri bangsawan ini sedang tidak ada di rumah, kita tunggu saja ia pulang sambil menunggu Tuan An He dan Tuan Yin Lu datang.” Gao Yu berkata sembari duduk di kursi tempat dimana Zhu Han dan lainnya duduk.


“Saudara Yu, Apakah tidak sebaiknya kita mengejar sosok yang membawa pria tadi?” Huang Du bertanya kepada Gao Yu.


“Tidak usah … Pria itu bakalan mati. Dan Peringan tubuh sosok berpakaian putih tadi sangat tinggi, sebaiknya kita menghemat tenaga dalam kita.”


Jawab Gao Yu dengan santainya sambil meneguk guci kecil yang masih berisi teh dan meminumnya hingga habis.


Selang beberapa waktu kemudian, Bangsawan An He dan Yin Lu datang bersama Yin Hu dan Pendekar Huang tertua, Huang Jin.


Aroma anyir darah dari mayat Pendekar Seribu Wajah dan Zhu Han, segera membuat kedua bangsawan itu menutup hidung mereka saat memeriksa mayat Zhu Han.


“Akhirnya Bangsawan sok baik ini tewas juga, tapi dimanakah mayat isterinya?” Tanya Bangsawan An He entah kepada siapa.


“Kalian harus segera mencarinya, berbahaya jika Ia masih hidup. Kami sudah membunuh Gubernur Kota dan dua orang jenderal. Kota ini sekarang berada dalam kekuasaan kita.” Bangsawan Yin Lu tertawa senang setelah berkata demikian.


Keempat orang itu, segera melesat ke empat arah yang berbeda. Dan tiga diantaranya kembali dengan tanpa hasil.


Sementara Gao Yu kembali setelah hari berganti malam, Ia menjelaskan bahwa Ia mendapat informasi tentang adanya kereta yang menuju ke arah utara.


Ia pun mengejar kereta itu dan menemukan Isteri bangsawan yang Ia bunuh bersama seorang pengawal yang melawannya dengan pedang panjang yang aneh. Keduanya jatuh ke jurang dengan luka tusukan di dada mereka.


“Itu Pendekar dari Taiyang, jika begitu Zhu Han dan Isterinya telah tewas. Sebaiknya kalian bakar kediaman bangsawan ini sebagai tanda kekuasaannya telah runtuh.” Bangsawan An He berkata dengan suara dan wajah yang terlihat gembira.


***


Tan Kuan mengakhiri ceritanya, lalu Ia mengenalkan perempuan yang menolongnya sebagai Yu Mei, cucu dari gurunya yang berjuluk Si Tangan Perak.

__ADS_1


Yu Mei yang mendatangi kota Shinzu karena mendengar tentang adanya pendekar yang memiliki jurus yang sama dengan Neneknya. Saat Ia sedang mencarinya, Ia mendengar suara pertarungan dan lalu melihatnya.


Dari jurus yang digunakan Tan Kuan dan juga tangan yang bisa berubah menjadi keperakan, Yu Mei akhirnya meyakini jika Tan Kuan adalah murid dari Neneknya.


Ia pun segera menolong Tan Kuan di saat Pria yang seusia dengan dirinya itu, jatuh dan akan dihabisi oleh salah satu lawannya.


Tengah Malam, Yu Mei dan beberapa pemuda kembali ke tempat tersebut dan mengubur kedua mayat itu. Saat pagi tiba, mereka telah selesai melakukan kegiatan tersebut.


Wajah Zhu San terlihat sangat geram setelah mendengar hal tersebut. Ia lalu bertanya apakah Ibunya masih hidup atau tidak.


“Mengenai hal itu aku tidak bisa memastikan, Aku berharap semoga mereka bisa selamat hingga tiba ke Kota Baixan.”


Jawab Tan Kuan dengan suara yang terdengar sedih, mengingat gurunya telah tewas. Ia pun memandang Zhu San dengan tajam, seolah sedang menimbang sesuatu untuk Ia katakan.


Namun teringat pesan guru pertamanya, Ia memutuskan untuk diam, memilih menjalankan rencananya sendiri.


“Apakah mereka saat ini masih berada di Kota Shinzu Paman?” Tanya Zhu San.


“Informasi yang aku terima, hanya Huang Du yang berada di Balai kota saat ini, sementara adik dan Kakaknya telah kembali ke Kota Dongyin mengawal Bangsawan Yin Lu dan Puteranya. Demikian Juga Dua Jagal Iblis.” Jawab Tan Kuan.


“Paman Ruo, mari kita pergi ke balai kota, Aku ingin bertemu pendekar Huang Du itu,” Zhu San berkata demikian dengan suara bergetar menahan marah.


“Hati-hatilah San’er … “ Hanya itu yang bisa Tan Kuan katakan.


Ia mengetahui jika Pendekar Huang bukanlah lawan Zhu San. Dan Ia tahu Zhu San ingin membalas dendam atas kematian Ayahnya. Setidaknya itulah situasi yang diketahui oleh pemuda bertubuh istimewa itu.


“Maafkan Aku San’er … Aku bisa mengatakan semuanya tetapi tidak yang sebenarnya.” Tan Kuan menghela nafas panjang setelah Tubuh Song Ruo dan Zhu San menghilang dari pandangannya.


******

__ADS_1


__ADS_2