
“Jadi pasukan utama mereka akan menyerang Kota ini? Dan dua hari lagi mereka akan tiba. Sedang Lima orang jagoan, saat ini sedang bergerak ke kota Songdu.”
Fu Kuan yang sore itu baru tiba dari empat sekte di wilayah barat Kekaisaran Liu, terkejut mendengar penjelasan Lin Kai. Qin Rui pun terlihat cemas, karena saudari kembarnya berada di sana.
Kecemasannya karena keberadaan Tsao Beng dan Qiao Bun. Dua dari Lima orang yang akan menyerang Kota Songdu. Sementara saat ini empat puluh ribu pasukan, telah berada dekat di kota Baixan.
Tak mungkin baginya dan Sang Suami, untuk datang membantu Adiknya yang baru saja bertemu dengannya, setelah puluhan tahun mereka berpisah. Kesedihan pun merasuki hati Qin Rui.
“Benarkah informasi ini? Darimana informasi ini berasal?”Tanya Fu Kuan tak ingin mempercayai berita tersebut.
“Bangsawan Mu Bai mengatakan bahwa Ia mengenali bentuk huruf tulisan surat itu dan Ia mempercayai seratus persen bahwa informasi itu benar.” Lin Kai menjawabnya.
Fu Kuan dan Qin Rui menghela nafas panjang. Apapun yang terjadi nanti, semua sudah digariskan oleh langit dan mereka hanya bisa pasrah menerimanya.
Ia hanya berharap, masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Zhu San yang satu bulan ini, tidak diketahui dimana keberadaannya.
***
“Apakah gadis Qiu Lan itu adalah sosok Dewi Kematian?” Bian Chi bertanya kepada Zhu San, setelah mereka berdua mendengar penjelasan dari Raja dan Ratu Siluman Buaya.
“Bisa jadi itu adalah Dia. Kini Dia telah memiliki Zirah Kristal Dewa, sementara jurus terkuat dalam Kitab Lima Elemen yang disebut bisa mengalahkannya, belum bisa kita kuasai.”
Entah kenapa Zhu San meyakini jika gadis itu adalah Sosok Dewi Kematian. Keduanya lalu berpamitan kepada Raja dan Ratu Siluman. Zhu San memutuskan untuk segera kembali ke kota Songdu.
“Chi’er … mari kita gunakan kecepatan penuh kita, Aku ingin tahu seberapa cepat kita bisa melayang dengan kekuatan kita yang sekarang.” Zhu San berkata demikian, setelah mereka berada di udara di luar Hutan Rawa Buaya.
“Tanpa menjawab, Bian Chi yang sudah khawatir kan keselamatan gurunya, karena memegang Pedang Phoenix, segera melesat. Zhu San terkesiap melihat kecepatan yang ditunjukan oleh Bian Chi.
Ia pun segera melesat untuk mengejarnya. Dan Ia sendiri juga takjub akan kecepatan yang mereka berdua miliki saat ini. “Kita akan sampai ke kota Songdu hanya dalam beberapa jam saja dengan kecepatan ini.” Zhu San berteriak dengan penuh semangat.
Benar saja yang Zhu San katakan. Setelah tiga jam mereka melaju di udara dengan kecepatan penuh, perjalanan beberapa ke kota Songdu, kini mereka tempuh hanya dalam tiga jam saja.
__ADS_1
Namun, setibanya di atas kediaman Bangsawan Song Yu, di ketinggian seratus meter dari tanah, mereka melihat situasi kediaman itu sedang kacau oleh pertarungan.
Terlihat oleh keduanya, Ju Yan dan Qin Yu sedang berjibaku bertarung dengan Tsao Beng dan Qiao Bun. Keduanya sedang terdesak hebat oleh pendekar Kekaisaran Wei itu.
Nenek Lin Mi terdesak oleh seorang pendekar yang menggunakan sepasang pedang Kembar. Dan Nenek Qin Ji baru saja terpental oleh serangan tapak Leng Xue.
Di tempat sedikit jauh dari mereka, Song Ruo dan In Xeuxu sedang berjibaku melawan Pedang Siluman Qing Jun. Terlihat keduanya sedang terdesak oleh Qing Jun.
“Chi’er Kau bantu guru, Aku Akan menolong Nenek Ji!” Zhu San segera melesat. Diikuti oleh Bian Chi dengan kecepatan penuh mereka.
DUAGH
Tubuh Leng Xue terpental dengan wajah yang pias, Ia terkejut saat tiba-tiba Zhu San berada di depannya dan menahan serangan tapaknya untuk membunuh Nenek Qin Ji yang telah jatuh terduduk.
TRAANG
Suara benturan pedang dan mementalkan tubuh Kong Sun si Pedang Kembar, terdengar beberapa detik kemudian, ketika Bian Chi menangkis pedang yang akan menusuk Lin Mi yang tengah terhuyung-huyung.
Untuk sesaat Lin Mi terkejut namun bahagia melihat Bian Chi telah datang menolongnya. Ia bisa merasakan kekuatan muridnya itu, telah jauh berada di atas kekuatannya. Ia pun lalu melesat membantu Ju Yan.
Bian Chi yang telah mengeluarkan Pedang Yin, segera menyerang Kong Sun dengan jurus Pedang Elemen Angin. Kong Sun terkejut saat dari ujung pedang gadis itu, melesat sebuah angin pedang yang menusuknya dengan cepat.
Ia melompat ke udara menghindarinya, namun lagi-lagi Kong Sun terkejut melihat kecepatan Bian Chi yang sudah berada di atasnya dan menebaskan pedang ke arah kepalanya.
TRANG
Dengan susah payah Kong Sun menangkis tebasan pedang Bian Chi dari atas kepalanya itu. Tangkisan itu membuat Kong Sun si Pedang Kembar, terdorong dan kembali ke tanah dengan tubuh meluncur deras.
“Siapa Gadis ini, kekuatannya tidak manusiawi.” Kong Sun menelan ludah setelah Ia berkata demikian dalam benaknya.
Ia tidak bisa terlalu lama dengan rasa takjubnya, karena Bian Chi kembali melesatkan serangan dengan Jurus Pedang Elemen Anginnya.
__ADS_1
Hal itu memaksa Kong Sun berjibaku menangkis serangan yang datang dengan kecepatan yang sangat tinggi itu. Baru kali ini Ia terdesak sehebat itu, oleh seorang gadis belasan tahun.
Merasa tak memiliki pilihan lain, Kong Sun akhirnya memutuskan menggunakan jurus terkuatnya agar bisa mendesak balik Bian Chi.
“Pedang Kembar Mengoyak Bumi!”
Kong Sun berteriak keras dan sesaat kemudian, gerakan kedua pedangnya berubah. Selain dua kali lebih cepat dan kuat, dari kedua pedang di tangannya, mengeluarkan kabut yang semakin lama semakin tebal.
Suara dentingan pedang yang beradu terdengar dari dalam kabut yang menutupi mereka berdua hingga beberapa menit kemudian.
Kabut itu membuat keduanya bertarung tanpa bisa dilihat oleh orang lain. Namun sesaat kemudian, kabut itu menghilang oleh terpaan angin yang sangat kuat, memancar dari Pedang Yin di tangan Bian Chi.
Bian Chi mengerahkan dua puluh persen tenaga dalamnya ke dalam pedang, membuat pedang itu memancarkan angin yang sangat kuat dan menyapu kabut itu ke udara. Kong Sun pun tersentak kaget melihat hal itu.
Rasa jerih mulai merasuki hatinya, saat menemukan kenyataan jurus terkuatnya sekalipun, tidak berarti apa-apa di hadapan gadis belia itu.
Bian Chi yang marah karena lawannya hampir saja membunuh Sang Guru, tidak menjeda serangannya. Ia terus mencecar Kong Sun yang sudah mulai jerih dan hanya bisa bertahan.
Merasa tak lagi mampu menghadapi gadis belia yang berpakaian ketat dan terlihat seksi itu, Kong Sun berencana untuk kabur dari tempat tersebut. Ia pun mengambil sebuah benda bulat dari balik jubahnya dengan cepat.
Bian Chi yang sempat melihat hal itu, menjadi waspada. Dan benar saja, sesaat kemudian lawannya itu, melempar sebuah benda bulat ke arah dirinya.
Dengan cepat Bian Chi menghancurkan benda itu dengan ujung pedangnya. Sesaat kemudian benda itu meledak dan membuat kabut tebal segera menutupi menghalangi pandangannya.
Bian Chi melompat ke udara dan melihat Kong Sun sudah belasan meter melayang di udara untuk melarikan diri. Dengan sangat cepatnya, Bian Chi melesat dan menghadang lawan.
Kong Sun terkesiap saat tiba-tiba gadis belia itu telah berada di depannya, dan tebasan kuat ke arah lehernya, gagal untuk Ia tangkis ataupun Ia hindari.
Pandangan Kong Sun menjadi gelap selama-lamanya. Seiring dengan kepalanya yang melayang jatuh. Bian Chi segera menyambar dua pedang kembar yang bisa mengeluarkan kabut itu, sebelum tubuh Kong Sun jatuh ke tanah.
Saat itulah Bian Chi mendengar teriakan Ju Yan dan Ia melihat, kakak seperguruannya terpental belasan meter dan jatuh tergeletak tak sadarkan diri di samping tubuh Qin Yu yang juga telah tergeletak pingsan.
__ADS_1
******