
206: Menyerang Kota Qingxian
.
Pagi hari yang cerah di kota Qingxian, namun tidak secerah wajah para penduduknya. Mereka sedang dilanda ketakutan karena kota itu sekarang dikuasai oleh kaisar lama yang terkenal kejam dan semena-mena.
Ribuan orang pendekar dari beberapa sekte yang berasal dari Kekaisaran Wei dan Kekaisaran Qing, kini berada di dalam kota tersebut sebagai prajurit bayaran.
Sementara lima ribu prajurit Kota Qingxian yang menjaga kota itu, dua ribu orang diantaranya telah tewas dan sekitar tiga ribu orang lainnya, memilih tunduk kepada Qiang Cao.
Suasana kota Qingxian pagi itu mendadak berubah setelah lonceng tanda bahaya dibunyikan. Hal itu karena lima belas ribu Prajurit dari Kekaisaran Qing, telah terlihat pada jarak lima ratus meter dari tembok kota.
Di dalam sebuah bangunan besar yang merupakan kediaman gubernur kota Qingxian yang telah tewas, terlihat lima orang tengah berbincang sambil minum arak.
Kelimanya juga mendengar suara Lonceng besar tanda bahaya telah berbunyi. Namun wajah mereka terlihat santai, tidak ada kepanikan sedikitpun.
Mereka adalah Tong Bai Pelindung Sekte Pisau Terbang dari Kekaisaran Qing. Shao Meng dan orang yang menolongnya, yaitu Hou Ming.
Hou Ming adalah kakak seperguruan Shao Meng yang menolongnya saat Ia melawan Zhu San di Kota Qingzen beberapa hari yang lalu. Keduanya adalah ketua dan Pelindung Sekte Selaksa Petir dari kekaisaran Wei.
Dua orang lainnya adalah Bao Cang, Ketua Sekte Gagak Hitam dari kekaisaran Wei. Ia datang bersama dengan Seribu anggotanya.
Satu orang yang lain dan berpakaian sangat mahal dan terlihat mewah adalah Qiang Cao, otak dibalik semua kekacauan yang terjadi di Kekaisaran Qing selama setahun terakhir.
“Sesepuh semua, Aku permisi sebentar. Aku ingin mengetahui kenapa lonceng tanda bahaya itu dibunyikan.” Qiang Cao segera berdiri berpamitan kepada mereka berempat.
“Tak usah khawatir Tuan Cao, Siapapun yang menyerang kota ini biar kami nanti yang mengurusnya.” Bao Cang berkata dengan sombongnya. ‘
Namun tidak dengan Shao Meng, Ia yang telah berhadapan dengan Zhu San tempo hari dan terluka olehnya, segera berdiri mengikuti Qiang Cao. Sosok sepuh itu terlihat masih dalam keadaan terluka.
__ADS_1
“Adik Shao … Istirahatlah. Luka dalammu belum sembuh seratus persen.” Hou Ming berkata untuk mencegah Shao Meng pergi dari ruangan itu.
Shao Meng terdiam, Ia pun menuruti apa yang dikatakan oleh Kakak seperguruannya itu. Qiang Cao lalu meninggalkan ruangan itu dengan sedikit terburu-buru.
Kurang dari tiga menit, Qiang Cao kembali memasuki ruangan dengan wajah yang terlihat panik.
“Sesepuh … Situasi memburuk. Lebih dari sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Qing sedang berada di tembok utara kota ini.”
Qiang Cao yang tak menduga hal tersebut, tentu saja menjadi panik. Ia baru saja berhasil mengusai Kota Qingxian kemarin. Dan hari ini belasan ribu prajurit telah berada di luar tembok kota, siap menyerang mereka.
“Jangan panik Tuan Cao, Lima ribu pendekar anggota kami semua, cukup untuk menghadapi mereka semua. Bersantailah saudara-saudara biar aku yang mengurus mereka. “ Bao Cang kembali berkata sambil berdiri.
Ia pun lalu meninggalkan ruangan itu dan melesat ke udara menuju ke utara. Saat tiba di atas gerbang utara Kota, terlihat olehnya belasan ribu prajurit, bersiap menyerang mereka.
Ia pun lalu memberi perintah kepada semua anggota sektenya dan juga anggota sekte yang lain untuk segera menghadang prajurit itu.
Sekitar lima ribu orang pendekar yang telah berada di sekitar gerbang utara sedari tadi. Segera saja bersorak mendapat perintah itu. Mereka pun berlarian keluar gerbang dan membentuk barisan.
Di luar dugaan mereka, terlihat seorang perempuan cantik yang menunggangi kuda, datang menuju ke arah mereka. Hal itu membuat para pendekar yang melihatnya menjadi keheranan.
“Apa maksud mereka dengan mengirim seorang gadis secantik itu?” Tanya Bao Cang dalam benaknya sendiri. Terlihat raut keheranan pada wajahnya.
Saat gadis itu telah berada pada jarak lima belas meter dari kerumunan para pendekar, senyuman Bao Cang melebar dan air liurnya hampir menetes saat melihat paras gadis yang teramat cantik itu.
Bukan hanya wajah yang cantik yang membuatnya menjadi seperti itu. Hal itu lebih karena gaun ketat yang Ia gunakan sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat aduhai.
“Tuan-tuan semua … Izinkan aku menghibur anda semua dengan tarianku sebelum perang ini dimulai.” Dengan suara yang genit, gadis itu berkata dengan lantang.
“Gadis ini bukan gadis biasa. Ia memiliki tenaga dalam yang tinggi.” Bao Cang terkejut saat merasakan aura tenaga dalam sangat kuat dalam suara gadis itu.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, gadis itu segera mengeluarkan topeng dari balik punggungnya seolah topeng tersebut berada di sana. Ia pun tersenyum sangat manis sebelum mengenakan topeng dan melompat turun dari kudanya.
Di saat yang bersamaan, belasan ribu prajurit Kekaisaran Qing segera memejamkan matanya. Hal itu tidak terlihat oleh pihak lawan yang justru melotot saat gadis cantik itu mulai meliuk-liukan tubuhnya.
Sorak-sorai para pendekar mulai riuh terdengar diselingi kata-kata yang tak senonoh. Namun justru itulah yang membuat mereka mulai memasuki sesuatu yang tidak mereka duga sebelumnya.
Sosok gadis cantik yang tak lain adalah Zhu San yang merubah wujudnya dengan teknik Tulang Lunak Otot Lentur itu, sedang menari dengan semakin panas.
Sosok tubuh yang Ia gunakan saat ini terlihat seperti sosok Liu Ling. Namun karena gaun Bian Chi yang ada dalam Cincin Jiwanya terlalu kecil, membuatnya terlihat seksi dengan dada dan pinggul yang jauh lebih besar dari sosok Liu ling yang sebenarnya.
Ribuan pendekar yang melihat gadis itu menari semakin panas, mulai terhipnotis dan ikut bergerak menari bersama Zhu San.
Zhu San tersenyum melihat hal itu, Ia pun mengalirkan energi qi-nya ke dalam Topeng Hitam itu dan sesuatu yang mengerikan mulai terjadi.
Sosok gadis penghuni Topeng Hitam itu, mulai merasuki Zhu San, Namun Hal itu karena Zhu San yang memberinya perintah. “Kau bunuh mereka dan setelah itu kembalilah tidur dalam topengmu.”
“Huh … Seenaknya saja Kau memberi perintah kepadaku. Kau pikir kau sudah lebih kuat dengan memiliki energi qi yang masih seupil itu?!” Dengan suara ketus, Roh gadis penghuni topeng itu berkata lalu merasuki tubuh Zhu San.
Zhu San hanya mendengus kesal namun Ia diam saja karena teralihkan dengan apa yang terjadi di hadapannya.
Hawa kematian segera memancar dari tubuh Zhu San yang berwujud Liu Ling itu. Seiring dengan itu para pendekar yang telah benar-benar terhipnotis oleh Topeng Hitam itu dan tarian Kematian, mulai melakukan sesuatu yang ganjil.
Hampir bersamaan mereka, mencekik leher masing-masing dan mulai jatuh berguling-guling dengan suara seperti orang yang meregang nyawa.
Bao Cang yang sudah tersadar beberapa saat yang lalu, terlihat sedang berusaha keras melawan kekuatan hipnotis itu.
Hal itu terlihat dari tubuhnya yang melayang tak stabil di atas pintu Gerbang Utara Kota Qingxian. Wajahnya terlihat menahan rasa sakit saat Ia menggores lengannya dengan Senjata yang berbentuk cakar yang terbuat dari semacam tulang itu.
Seiring darahnya menetes, keajaiban pun terjadi pada darah tersebut. Yang membuat Bao Cang bisa terlepas dari pengaruh Hipnotis Zhu San.
__ADS_1
*****