
“Dunia yang sama dengan Anda? Apakah Anda tidak berasal dari dunia ini?” Setelah mendapatkan ketenangannya kembali, Bian Chi justru balik bertanya kepada perempuan itu.
Perempuan bermata Lentik itu tertawa kecil seraya memandangi Bian Chi. Namun perhatiannya segera teralihkan ke udara dimana Zhu San dan Fan Lei kembali bertarung.
Sebagai Jagoan nomor satu Aliran Hitam Kekaisaran Qing, Fan Lei merasa sangat geram terhadap Zhu San. Hal itu membuat dirinya menyerang Zhu San dengan brutal.
Namun Fan Lei salah menilai lawan. Sekuat apapun Ia menyerang, belum membuahkan hasil setelah beberapa waktu berlalu. Tidak satupun serangannya mengenai tubuh Zhu San.
Sebaliknya dua kali tinju Zhu San yang menghadapi lawan dengan jurus Tinten Siba, berhasil mengenai Fan Lei. Walau tidak telak namun memberikan rasa sakit yang lumayan.
“Jurus pemuda itu gerakannya sangat aneh, namun memiliki pertahanan yang kuat dengan serangan balik yang mematikan. Semuda itu telah memiliki kemampuan setinggi ini? Aku tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri”
Mou Chang seolah berkata pada dirinya sendiri, sebenarnya Ia sedang memanasi Jin Fang yang mendengus gusar setelah mendengar apa yang Ia ucapkan.
“Setinggi apa pun kekuatannya, pasti ada sisi lemah dari jurusnya, kau Lihat saja nanti bagaimana Aku akan menghajarnya!” Dengan suara ketus, Jin Fang menanggapi ucapan Mou Chang.
Mou Chang hanya tertawa kecil mendengar kekesalan Jin Fang. Ia ingin lebih memanasi jagoan tua itu, namun pertarungan di depannya semakin menarik.
Keduanya kembali memusatkan perhatian pada pertarungan Zhu San dan Fan Lei yang semakin cepat dan mulai menimbulkan fluktuasi udara ketika serangan mereka berbenturan.
Fan Lei terlihat sangat kesal, setelah lebih dari seratus kali serangan, belum satupun serangan darinya mengenai tubuh Zhu San. Hal itu membuat Ia mengubah serangannya.
Tiba-tiba Fan Lei melesat mundur sejauh sepuluh meter dari tempat dimana Zhu San berada. Lantas Ia membuat dua buah Cakram Energi yang besar dengan kedua telapak tangannya.
“Cakram Penghancur Iblis!”
Sambil berteriak, Fan Lei melepaskan kedua cakram energi ke arah Zhu San dengan arah yang berbeda. Satu buah cakram melesat ke arah leher, cakram lain ke arah lututnya.
“Apa!!!”
Bukan hanya Fan Lei yang melotot, Mou Chang dan Jin Fang pun terbelalak dengan apa yang baru saja terjadi di depan mata mereka.
__ADS_1
Dua Cakram energi itu berhasil mengenai sasaran seperti yang diinginkan oleh Fan lei. Namun hasilnya berbeda jauh dari harapannya.
Kedua cakram dari energi itu seolah hilang kekuatannya ketika bersentuhan dengan tubuh Zhu San. Setidaknya itu yang terlihat oleh mata mereka bertiga.
“Beruntungnya Aku telah menemukan rahasia kekuatan Zirah Yang sehingga bisa menghisap serangan energi dalam jumlah kecil seperti ini.” Zhu San tersenyum lega setelah kedua cakram itu sirna dari hadapannya.
“Pemuda itu memiliki Pusaka Pelindung yang sangat hebat di dalam tubuhnya. Bahkan jauh lebih hebat dari pusaka pelindung yang terhebat di duniaku. Aku harus bisa memiliki Zirah Pusakanya.”
Perempuan bermata lentik itu tidak terlihat terkejut dengan apa yang terjadi. Ia hanya kagum dengan apa yang dimiliki Zhu San. Sebuah rencana terbersit di dalam kepalanya.
Namun rencana itu Ia simpan dalam-dalam, saat melihat pertarungan Zhu San beberapa saat kemudian.
Saat itu Fan Lei yang kembali menyerang dengan energi yang sepuluh kali lipat lebih besar, memaksa Zhu San mengeluarkan jurus Tapak Naga Yinyang.
Dua buah naga raksasa berbeda warna itu, menghadang serangan Fan Lei dan menghancurkannya dengan sangat mudah. Hal yang menunjukan perbedaan kekuatan diantara keduanya cukup jauh.
Namun terlambat bagi Fan Lei untuk menyadari perbedaan kekuatannya dengan Zhu San. Hal itu karena Naga Es telah menyerangnya dengan semburan Angin sangat dingin.
Tubuhnya seketika membeku setelah diterpa semburan angin dingin dari Naga Es yang dikendalikan oleh Zhu San. Tubuh Jagoan Nomor satu aliran Hitam Kekaisaran Wei itu jatuh dengan nyawa melayang.
“Fan Lei bodoh, Andai saja Ia tidak lengah, mungkin jurus terkuatnya bisa memberikan luka pada pemuda itu!” Jin Fang menggerutu kesal.
Rencananya untuk memperalat Fan Lei agar membuat Zhu San kelelahan dan setidaknya mendapat sedikit luka, telah gagal. Dengan begitu Ia akan kesulitan mengalahkan Zhu San.
Mou Chang yang terdiam, tiba-tiba tertawa kecil. Ia memahami kenapa Jin Fang tidak membantu Fan Lei dan maksud ucapan dari jagoan tua itu.
Sebenarnya Ia pun memiliki rencana yang sama dengan Jin Fang, membiarkan mereka berdua bertarung lebih dulu dan membuat Zhu San kelelahan atau terluka.
Setelah itu, akan mudah baginya untuk mengalahkan Zhu San yang kelelahan. Namun kini semua rencananya itu harus Ia batalkan setelah melihat kekuatan yang baru Zhu San tunjukan.
“Apakah Kau yakin bisa mengalahkannya sendirian?” Mou Chang bertanya kepada Jin Fang dengan dua maksud yang berbeda.
__ADS_1
“Dasar Ular Licik! Jika kau tak ingin membantu, menontonlah dan tunggu giliranmu.” Jin Fang melesat ke hadapan Zhu San yang baru saja selesai dengan jurus Tapak Naga Yinyang.
“Kini giliranku menghajarmu bocah!” Jin Fang segera memberikan serangan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lebih cepat dari yang pernah Kang Ji lakukan.
Zhu San sedikit terkejut pada serangan pertama yang nyaris mengenai kepalanya karena begitu cepat serangan itu datang. Ia sudah menduga Jin Fang jauh lebuh kuat dari Kang Ji dan Mou Chang sekalipun.
Serangan kedua dan ketiga Jin Fang masih sedikit merepotkan Zhu San. Namun setelah pertarungan memasuki belasan kali pertukaran serangan, situasi pun berbalik.
“Sepertinya Jin Fang pun akan kalah jika bertarung sendirian. Aku harus membantunya mengalahkan pemuda itu.” Mou Chang yang mengamati pertarungan itu, menarik kesimpulan yang membuatnya bergerak menyerang Zhu San.
Mendapat serangan dari jagoan nomor satu dan nomor dua Aliran Hitam Kekaisaran Wei itu, memaksa Zhu San berada dalam posisi bertahan.
Hal itu membuat Bian Chi, Ju Yan serta Pang Ou menjadi khawatir. Mereka berinisiatif untuk membantu. Namun perkataan perempuan bermata lentik membuat mereka terdiam.
“Kalian tidak usah panik? Pemuda bernama Zhu San itu sepertinya akan menang walau menghadapi dua lawan sehebat itu.”
Ju Yan dan Pang Ou menjadi ragu untuk membantu setelah mendengar perkataan tersebut.
Namun tidak dengan Bian Chi yang baru saja mendapat pesan telepati dari Zhu San yang memintanya untuk mengurus Mou Chang. Karena hal itulah tiba-tiba Bian Chi melesat sangat cepat.
“Apa!!”
Perempuan bermata lentik terbengong melihat kecepatan yang baru saja Bian Chi perlihatkan. Kecepatan itu menyamai kecepatan yang dirinya miliki, setelah berlatih lebih dari lima puluh tahun.
“Bagaimana bisa semuda itu memiliki kecepatan setinggi ini? Aku pun bukan lawan mereka berdua saat ini.” Diam-diam perempuan bermata lentik itu berencana untuk meninggalkan tempat tersebut.
Ia merasakan sebuah aura qi terpancar dari arah barat laut dari tempatnya saat ini berada. “Aku merasakan pancaran qi yang mengandung kekuatan kegelapan yang sama dengan ku? Di manakah Ia berada?”
Nun Jauh di kekaisaran Hun, Dewi Kematian Qiu Lan, saat itu tengah berlatih menggunakan jurus Tapak Pembalik Langit yang dibimbing oleh Gao Yan yang kini menjadi Kekasih sekaligus calon Suaminya.
----------------O--------------
__ADS_1