
Sesaat kemudian, sakit yang Zhu San alami mereda dan hilang setelah lima menit kemudian.
“San Gege … Apa yang terjadi?” Bian Chi yang penasaran, segera bertanya saat melihat kondisi suaminya itu membaik.
“Entahlah aku sendiri tidak tahu …” Zhu San terdiam seraya berpikir keras. Hingga akhirnya Ia menyadari sesuatu saat tidak bisa merasakan aura kekuatan Sisi Gelap dirinya.
“Mungkin ini berkaitan dengan Sisi Gelapku, Mungkin Ia bertemu musuh yang sangat hebat dan berada dalam bahaya yang hampir merenggut nyawa kami berdua.”
Bian Chi tersentak mendengar jawaban Zhu San. Berdasar apa yang Ia ketahui dari Tujuh Dewi tentang apa yang akan mereka alami nanti, ternyata berbeda dengan kenyataan yang terjadi saat ini.
Sisi Gelap Zhu San seharusnya keluar dari tubuhnya, saat mereka telah berada di masa yang berbeda dengan masa saat ini.
Yaitu di masa menjelang Zhu San akan meningkatkan kekuatannya di Tingkat Pendekar Dewa Abadi di Alam Kristal Dewa.
Saat Zhu San akan bertanya mengapa wajah Bian Chi terlihat aneh, sebuah ledakan keras membuat mereka segera mengalihkan pandangan.
Terlihat Raja Siluman Kelelawar Api, berusaha menghancurkan segel dimana para penduduk berada yang telah Zhu San tempatkan di beberapa bangunan besar.
Melihat itu, Zhu San segera melesat dan dalam sekejap telah berada di depannya, menepis Tombak Api yang kembali dilesatkan untuk menghancurkan segel pelindung.
Kali ini Zhu San tidak ingin berlama-lama dalam menyelesaikan pertempuran di kota Qian’an ini. Ia segera menerjang Raja Siluman Kelelawar dengan kekuatan penuhnya di tingkat pendekar Dewa Sejati Level Sepuluh.
Hanya tiga kali saja Raja siluman kelelawar itu berhasil menghindari serangan Zhu San, Ia tewas dengan tubuh meledak saat terhantam Tinju Zhu San.
Zhu San segera membuat duplikat dirinya sebanyak lima orang. Dengan cepat kelima duplikat Zhu San, segera membantai para siluman dari berbagai jenis itu.
Dengan cepat pertempuran di kota Qian’an itu berakhir dengan tewasnya ribuan Siluman, Zhu San dan Bian Chi segera mengungsikan para penduduk dan membawanya ke tempat yang aman.
Zhu San segera memerintahkan kelima duplikat dirinya agar menjaga tembok pagar menghadang para siluman yang terus bergerak mencoba memasuki Kota Qian’an.
Zhu San segera membuat Segel pelindung untuk melindungi seluruh Kota Qian’an agar para siluman tidak bisa memasuki kota tersebut.
Sementara para siluman yang telah berada di dalam kota, sedang menghadapi pembantaian yang dilakukan oleh Phoenix Putih, Lian Li dan Bian Chi.
__ADS_1
Siluman serigala dan siluman laba-laba adalah jenis siluman yang terakhir dibantai oleh ketiga orang tersebut. Hal itu karena jumlah mereka yang terbanyak selain kekuatan mereka yang lebih tinggi dari jenis siluman lainnya.
Sementara di udara di atas Kota Qian’an Zhu San telah menarik kembali ke lima duplikat dirinya, saat menyadari adanya Aura kuat dari barisan belakang Siluman harimau.
Zhu San berhasil menemukan Siluman pemilik aura kuat itu, yaitu Raja Siluman Harimau. Namun Ia kembali merasakan aura yang sama kuatnya dari sisi sebelah kanannya, yaitu dari barisan belakang pasukan Siluman Singa.
Terlihat olehnya, Seekor Raja Siluman Singa yang memiliki kekuatan di tingkat Pendekar Dewa tahap Awal. Hal yang membuat Zhu San heran, bagaimana bisa raja siluman memiliki kekuatan hingga di tingkat tersebut.
Tentu saja Zhu san tidak mengetahui bahwa bertambah besarnya kekuatan para siluman itu, karena campur tangan ketiga murid Labamba dan Labimbi.
Chui Hong yang telah tewas di kota Jiaoxing dan kedua kakak seperguruannya, menggunakan kekuatan sihir mereka untuk meningkatkan kekuatan para siluman.
Selain itu, mereka juga membuat para siluman itu, lebih tunduk kepada mereka bertiga daripada tunduk kepada Qiu Lan.
Itulah sebabnya walau Qiu Lan telah diculik Sisi Gelap Zhu San beberapa hari dan saat ini mereka sedang berada di Dimensi Antara, prahara di Dunia Atas tetap berlangsung.
Hal itu karena mereka bertiga adalah orang kepercayaan Qiu Lan. Ketiganya berpura-pura tunduk kepada Qiu Lan dan saat nanti mereka berhasil menguasai Dunia Atas, maka ketiganya akan meminta kedua Guru mereka untuk menghabisi Dewi Kegelapan itu.
Namun rencana mereka tak semulus yang telah dibayangkan sebelumnya. Kemunculan Zhu San, membuat Chui Hong tewas sebelum rencana mereka terwujud.
Walau Chui Hong telah tewas namun sihirnya tidak mengubah kekuatan kedua Raja Siluman Harimau dan siuman Singa yang kini telah berada di depan Zhu San, keduanya memandang marah kepada suami Bian Chi itu.
Tubuh Kedua Raja Siluman setinggi tiga meter itu, melesat ke udara dari arah berlawanan dan segera menerkam Zhu San, berusaha memakan tubuhnya.
Zhu San melompat ke udara membuat kedua kepala Raja Siluman itu hampir saja berbenturan. Raja Siluman Singa mengaum sambil melepaskan serangan energi dari mulutnya.
Zhu san tak ingin gegabah melihat bola energi melesat ke arahnya, Ia segera menghindar, namun Raja Siluman Harimau melepaskan serangan energi dengan menggunakan kibasan kaki di depannya.
Zhu San yang kesal. Segera menarik pedang Yang setelah menghindari serangan energi itu. Dengan kuatnya Zhu San menebaskan Pedang Yang sehingga melesat energi berbentuk Pedang ke arah Raja Siluman Harimau.
Dengan melompat ke atas, Raja Siluman Harimau menghindari energi pedang itu, namun naas baginya karena Zhu San sudah berada di atas kepalanya.
CRAAASHHH
__ADS_1
AUUUUUUMMMM
Raja Siluman harimau mengaum kesakitan. Itulah auman terakhir sebelum tubuhnya jatuh melayang ke tanah dengan leher yang nyaris putus.
Raja Siluman Singa yang melihat hal itu, bergidik ngeri. Namun Zhu San telah berada di atas tubuhnya, hal yang membuat Raja Siluman itu terkesiap.
Ia tak sempat mengaum lagi, karena energi pedang Zhu San telah memutus lehernya. Membuat kepalanya jatuh di depan anak buahnya yang seketika berlarian meninggalkan tempat tersebut.
Namun Zhu San tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Ia segera melesat dan membantai mereka dengan jurus Pedang Mata Dewa dan Jurus Sentilan Jari Naga.
Suara ledakan disertai tubuh puluhan siluman yang hancur, mengisi udara di luar tembok kota Qian’an Ibukota Kekaisaran Qiang itu.
Ledakan itu terdengar berulang kali hingga dua puluh menit lamanya. Saat ledakan itu tidak terdengar lagi. Terlihat keadaan mengerikan di luar tembok Kota Qian’an.
Darah para siluman yang mengalir deras diantara jasad mereka yang hancur, membuat udara menjadi anyir. Bahkan Zhu San sendiri merasa mual menghirup aroma itu.
Itulah sebabnya Zhu San segera membekukan jasad para siluman setelah mengangkatnya ke udara. Jasad-jasad yang hancur itu, kini terbungkus bola energi raksasa yang memancarkan hawa sangat dingin.
Dengan sekali hentak, bola energi raksasa itu melesat, meninggalkan kota Qian’an. Lalu setelah berada satu kilo meter dari tembok kota, di atas sebuah hutan, Zhu San meledakkan energi itu.
BLAAAMMM
Bola energi raksasa itu meledak sangat kuat, membuat udara berfluktuasi hingga menerpa tubuh Zhu San yang berada di atas kota Qian’an.
Sesaat setelah menghabisi para siluman itu, dahi Zhu San mengerut. Ia merasakan tiga aura kuat tiba-tiba muncul di wilayah selatan Benua Merah.
“Tidak mungkin!! Bagaimana bisa Ia memiliki kekuatan lebih besar dari ku?!” Wajah Zhu San memburuk saat merasakan Aura kekuatan Sisi Gelap dirinya, memancar sangat kuat di atas kekuatan pendekar Sejati Level Sepuluh.
Bian Chi dan Lian Li serta Phoenix Putih yang juga merasakan hal tersebut segera melesat ke udara dan keluar dari segel pelindung setelah Zhu San membukanya.
Setelah menutup kembali segel pelindung kota Qian’an, mata Zhu San menatap ke arah selatan ke arah dari mana aura kekuatan itu berasal dan semakin mendekati mereka dengan cepat.
----------------------o------------------------------
__ADS_1