
“Aku harus menggunakan kekuatan dari Iblis untuk melawan mereka bertiga. Tubuh istimewa itu membuat kekuatan Sihir seperti tidak berarti, apa-apa.”
Menyadari hal itu, Qiu Lan segera mengalirkan energi dalam jumlah besar ke arah lengan kanannya yang seketika bersinar kebiruan dan berubah bentuk menjadi seperti Kristal.
Dua gerakan meninju segera Qiu Lan lesatkan ke arah Bian Chi dan Lian Li dengan cepat. Dua buah energi berbentuk lengan sepanjang dua meter meluncur ke arah kedua perempuan itu.
Bian Chi segera menggerakkan pedang Yin dan menebaskannya ke udara kosong di depannya. Sesaat kemudian melesat energi berbentuk pedang yang segera menghadang laju energi berbentuk lengan dengan tinju yang terkepal.
Hal yang sama dilakukan oleh Lian Li yang dari pedang teratai biru meluncur pedang energi yang memercikan petir.
BLAAR BLAAAMM
“APA!! Tidak Mungkin!”
Bian Chi segera melompat ke atas, saat menyadari bahwa energi pedangnya gagal menghancurkan energi serangan Qiu Lan yang terus menderu ke arah tubuhnya. Ia berhasil menghindari serangan energi tersebut.
Berbeda dengan Bian Chi, serangan Lian Li berhasil meledakkan serangan energi Qiu Lan dengan mudah.
Hal itu membuat Zhu San yang sedang berjibaku menghindari serangan Qiu Lan, menyadari sesuatu. Setelah berhasil mengatasi serangan Qiu Lan yang menggunakan Benang Seribu Jiwa, Zhu San segera melesat mundur.
“Li’er! Hancurkan tangan kristal yang menyerang Chi’er dengan pedang Teratai Biru mu!”
Lian Li yang mendapat pesan telepatis dari Zhu San, segera melesat ke arah Bian Chi yang terlihat kerepotan karena tangan kristal berwarna biru itu terus mengejarnya.
Whuuts
Selarik sinar biru dari pedang di tangan Lian Li melesat cepat dan menghantam tangan kristal sepanjang dua meter itu dan mengakibatkan ledakan kuat.
BLAAAM
Tubuh Lian Li dan Bian Chi terpental ke belakang hingga belasan meter, hal yang sama juga terjadi pada Qiu Lan. Ia kembali dikejutkan dengan kemampuan yang ditunjukkan oleh Pedang Lian Li.
“Pedang gadis itu kenapa bisa mengalahkan tangan Kristal ku? Siapa Dia sebenarnya?”
Benak Qiu lan dipenuhi pertanyaan yang membuatnya keheranan. Ia sempat berpikir sejenak untuk segera menggunakan cermin sakti, namun tiba-tiba Zhu san telah berada di samping kirinya.
__ADS_1
“Licik!”
Qiu Lan berteriak memaki Zhu San setelah ia berhasil menghindari tebasan ke arah telapak tangan kirinya. Ia berniat menyerang Zhu san kembali, namun tidak ia duga, ada sosok Zhu San lain yang telah berada di belakangnya.
Walau berhasil menghindari tendangan sosok Zhu san yang kini ada dua orang, namun Qiu Lan terlihat kaget sehingga secara reflek Ia segera akan mengibaskan ekornya.
Namun alangkah terkejutnya Qiu Lan saat menyadari, ujung ekornya baru saja tertangkap oleh sosok duplikat Zhu San yang lain. Kini ada tiga sosok Zhu San yang telah mengepungnya.
“Lepaskan ekor ku!”
Qiu Lan berteriak dengan keras seraya melesatkan Seribu Benang Jiwa dari kelima jari tangan kirinya. Hal itu membuat sosok Zhu San asli tersenyum melihatnya.
Namun di luar dugaan Zhu San, tiba-tiba Qiu Lan mengambil sebuah cermin dari cincin ruangnya dan segera melesatkan serangan ke arah sosok Zhu San yang berada di bagian ekornya.
BLAM
“Li’er! Chi’er! Serang dia dengan serangan energi pedang!”
Zhu San berteriak menggunakan telepatinya, setelah melihat sosok dirinya yang memegang ekor Qiu Lan, meledak dan sirna dari pandangan mata.
CRAASHH
AAARGGGHHH
BLAAMMM
Qiu Lan menjerit keras saat merasakan tangan kirinya tertebas pedang Yang milik Zhu San yang segera meraih telapak tangan kiri Dewi Kegelapan dan melesat menjauh darinya.
Dengan cepat Zhu San segera memeriksa isi dalam Cincin Ruang itu, setelah Ia meneteskan darahnya.
Setelah menemukan Batu Tujuh Warna di dalam Cincin Ruang Qiu Lan, Zhu San segera melesat sambil memasukkan cincin rampasan itu dan mengambil satu batu Tujuh warna yang lainnya.
Ledakan yang terjadi dari pertemuan tiga energi itu, membuat tubuh Qiu Lan terjajar beberapa meter dengan nafas tersengal-sengal karena rasa marah mendapati telapak tangan kirinya telah buntung.
Ia memejamkan matanya dan mulai membaca mantera sihir, luka di tangan kirinya tiba-tiba mengeluarkan sinar kebiruan yang sangat terang.
__ADS_1
Sementara Bian chi dan Lian Li yang terpental belasan meter akibat ledakan energi mereka yang dihancurkan oleh Cermin Sakti milik Qiu Lan, segera melesat mendekati Zhu San.
“San Gege bagaimana selanjutnya?” Tanya Bian Chi sambil menatap ke arah Qiu Lan yang sedang menumbuhkan kembali tangan kirinya dengan menggunakan kekuatan dari Cermin Sakti di tangan kanannya.
“Chi pinjamkan pedang Yin padaku!”
Setelah meraih Pedang yang diulurkan oleh Bian Chi, Zhu San segera melesat menjauhi keduanya, lalu Ia membuat tiga lapis segel pelindung untuk mengurung dirinya.
Setelah mengembalikan Pedang Yin, Zhu San segera melesat masuk ke dalam bola yang terbentuk dari tiga lapis segel pelindung Yinyang.
“Aku akan menempa kedua batu Tujuh Warna itu, kalian tahan sejenak Dewi Kegelapan saat Aku sedang menempa Pedang Tujuh Warna.”
Bian Chi dan Lian Li mengangguk sambil melesat ke arah Qiu Lan yang hampir selesai menumbuhkan kembali telapak tangan kirinya.
“Cepat rebut kembali Batu Tujuh warna itu, sebelum Ia menempanya menjadi sebuah pedang!”
Suara Labamba di kepala Qiu Lan, terdengar bergetar seolah takut melihat Zhu San telah dalam posisi menempa kedua batu mustika itu.
Qiu Lan yang baru saja selesai menumbuhkan kembali tangan kirinya, segera mengalihkan pandangan ke arah dimana Zhu San berada. Dan Ia mendapati dua orang perempuan telah melesat ke arahnya.
Dengan cepat, Qiu Lan melesat menghadang Bian Chi dan Lian Li. Benang Seribu Jiwa di tangan kiri Qiu Lan melesat ke arah Lian Li, sementara Seberkas cahaya tiga warna melesat dari Cermin Pelebur Sukma ke arah Bian Chi.
Di Luar dugaan Qiu Lan, Bian Chi dan Lian Li bertukar tempat dengan cepat. Serangkum energi berbentuk pedang yang diselimuti petir, melesat ke arah cahaya tiga warna dari pedang Teratai Biru.
BLAAAMMM
Kedua energi itu bertabrakan bersamaan dengan energi pedang Yin yang berhasil menghadang serangan lima Benang Jiwa yang kini berwarna kebiruan.
Ke lima benang itu, terpental namun tidak putus seperti sebelumnya saat terhantam oleh Pedang Yang milik Zhu San. Hal ini sedikit mengejutkan Bian Chi.
Ke Lima Benang biru itu, kembali melesat ke arah Bian Chi yang bersalto ke udara untuk menghindarinya. Namun naas, salah satu dari benang jiwa itu berhasil melilit pergelangan kaki kirinya dengan kuat.
Tubuh Bian Chi tersentak, saat Qiu Lan menarik tangan kirinya. Sementara Bian Chi segera menahan tarikan dari Qiu Lan dengan mengalirkan energi ke arah pergelangan kakinya.
Namun gerakan Bian Chi tertahan karena empat benang lain segera melilitnya, setelah ia tebasannya gagal memutuskan benang tersebut.
__ADS_1
----------------------------O-------------------------------