
Lima orang datang dengan wajah garang memasuki ruangan di rumah yang sebagian atapnya telah bocor karena rapuh.
“Tua bangka Lu … lancang sekali kau menemui orang la…”
Belum selesai pria bertubuh kekar itu berkata-kata, kepalanya telah menggelinding di tanah dengan mulut yang terbuka dan mata yang melotot lebar.
Keempat rekannya yang lain tersentak mundur, saat menyadari pedang di tangan rekannya telah berpindah tangan dan menebas leher pemiliknya sendiri.
Keempat rekan pria itu, sangat terkejut dan segera mencabut pedang di pinggang mereka. Saat melihat Zhu San yang buruk rupa telah berada di dekatnya.
Pedang lawan telah diambil oleh Zhu San yang bergerak dengan Langkah Angin Yinyang.
Dengan pedang itu pula, Zhu San menebas putus leher pria yang menghunuskan pedang ke arah wajahnya.
Apa yang Ia lakukan membuat keempat orang tersebut segera waspada dengan menghunuskan pedang ke wajah Zhu San seraya membentaknya.
“Berani sekali kau membunuh pengawal Tuan Zhu Han!”
Zhu San menyeringai sebelum tubuhnya melesat sangat cepat seolah menghilang dari pandangan mata mereka.
Empat orang tersebut seketika roboh dengan kepala yang yang tidak lagi berada di tempatnya.
Apa yang baru saja Ia lihat, membuat Qian Lu jatuh terduduk dengan tubuh gemetar dan pangkal kedua kakinya menjadi basah oleh air beraroma khas.
Ia tidak menyangka sama sekali akan melihat pemandangan mengerikan yang dilakukan oleh sosok pemuda yang dulu Ia kenal sangat ramah dan sopan.
“Paman Lu … Paman tidak usah takut padaku. Aku membunuh mereka dengan cepat karena tak ingin teman-teman mereka datang dan menyusahkan kita.”
Zhu San lalu mengeluarkan sebuah jubah baru saat melihat jubah bekas gubernur kota Shinzu itu basah kuyup oleh air seni yang tidak bisa dinikmati seninya itu.
Zhu San pun membalikan badan memberi kesempatan Qian Lu untuk mengganti jubahnya.
Ia pun segera memindahkan jasad dan senjata kelima orang itu ke dalam Cincin Jiwa Yinyang.
Qian Lu menghampiri Zhu San yang Ia kenali sebagai Zhu Lung dan berkata kepadanya. Namun Ia terkejut setelah melihat semua jasad menghilang dari tempatnya.
Ia pun menelan pertanyaannya tentang dimana atau bagaimana Zhu San membuat hilang kelima jasad itu.
“Lung’er … Apa rencanamu selanjutnya? Apakah kita ke sana sesuai dengan rencanamu tadi?”
__ADS_1
“ Tidak Paman Lu … Paman tadi mengatakan jika Paman Rei Ji dan Komandan Chao fan berada di suatu tempat bukan? Bagaimana kalo kita kesana terlebih dahulu?”
Qian Lu menganggukkan kepala sebagai tanda ia setuju dengan rencana Zhu San.
“Ikuti aku … kita harus berhati-hati agar tidak bertemu prajurit kota yang telah berkhianat.”
Qian Lu segera mengajak Zhu San untuk mengikuti dirinya dan menempuh jalanan sempit diantara dinding rumah yang satu dengan dinding rumah yang lainnya.
Setelah beberapa waktu kemudian, mereka tiba di sebuah rumah yang bagian belakang rumah itu berada sangat dekat dengan tembok pagar kota bagian selatan.
“Lung’er … Kita akan memanjat tembok pagar ini nanti setelah hari gelap, setelah itu kita akan menuju ke arah selatan sejauh lima kilometer.”
“Baiklah paman …” Zhu San pun mengikuti Qian Lu memasuki rumah itu melalui pintu belakangnya.
Keduanya disambut oleh tatapan heran seorang perempuan tua yang ternyata adalah bekas pembantu di rumah Zhu San dulu.
Setelah menjelaskan apa maksud tujuan mereka, perempuan tua itu pun menerima mereka dan mengantarkan ke sebuah ruangan.
Dua jam kemudian hari telah berganti malam, Zhu San dan Qian Lu segera keluar dari ruangan persembunyian tersebut.
Qian Lu terheran-heran saat Zhu San melarang dirinya membawa tangga untuk memanjat tembok pagar setinggi enam meter itu.
“Tenanglah paman … Aku akan membawa Paman terbang seperti burung.”
Selesai berkata demikian, Zhu San segera melayang setinggi dua meter di udara dan meminta Qian Lung yang terbengong untuk mengangkat kedua tangannya.
“Lung’er … jangan sampai kau lepaskan pegangan tanganmu!”
Qian Lu berkata panik saat mereka berada di ketinggian lima puluh meter dari tanah. Dengan cara seperti itu, tidak satupun penjaga yang melihat mereka berdua.
Setelah melayang sejauh lima kilometer, Zhu San segera mendarat di depan sebuah hutan. Untuk beberapa saat Qian Lu terduduk karena perutnya merasa sangat mual.
Zhu San hanya tersenyum tipis melihat hal itu. Ia memaklumi apa yang baru saja terjadi bukanlah hal biasa bagi orang seperti Qian Lu.
Qian Lu pun segera mengajak Zhu San memasuki hutan tersebut dan saat itu Zhu San pun meminta Qian Lu merahasiakan kemampuan melayang yang Ia miliki.
“Siapa disana? Sebutkan Kodemu”
Sebuah bentakan dan juga pertanyaan terdengar dari balik sebuah pohon. Setelah mereka berjalan sejauh lima puluh meter memasuki hutan yang gelap itu.
__ADS_1
Zhu San hanya tersenyum tipis saat menyadari beberapa orang telah mengepung mereka.
“Bangau Hitam ingin bertemu dengan Komandan!”
Qian Lu segera menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat. Sesaat kemudian dua orang yang mengenakan topeng hitam, muncul dari balik dua pohon besar.
“Tuan Gubernur … Silakan memasuki markas.” Salah seorang bertopeng tersebut segera mempersilakan Qian Lu setelah memberi hormat padanya.
Walau suasana gelap, namun Zhu San dapat melihat sorot mata curiga dari dua orang yang menemui mereka.
Keduanya kemudian melangkah memasuki hutan dan setelah berjalan sejauh dua ratus meter, mereka menemukan perkampungan kecil dengan puluhan rumah yang kecil pula.
Rumah-rumah kecil itu mengelilingi sebuah bangunan yang tiga kali lipat lebih besar dari bangunan lainnya.
Bangunan itu adalah markas mereka, kelompok yang menentang kebijakan dan memberontak terhadap kekuasaan Bangsawan Zhu Han.
Dua orang prajurit memberi hormat kepada Qian Lu dan menatap jijik kepada wajah Zhu San yang terlihat oleh cahaya obor yang menerangi perkampungan kecil itu.
Zhu San hanya tersenyum saja melihat hal tersebut. Ia sengaja menyembunyikan identitas sebenarnya agar lebih leluasa untuk melakukan aksinya.
“Gubernur Lu … Ada informasi apakah malam-malam engkau mendatangi markas? Apakah ada informasi penting yang ingin engkau sampaikan?”
Sosok yang dikenali Zhu San sebagai Komandan Chao Fan berdiri dari duduknya dan berkata setelah memberi salam kepada Qian Lu.
Hal yang sama dilakukan oleh sosok yang wajahnya dikenali Zhu San sebagai Paman Rei Ji. Sosok pengawal Setia Ayahnya yang kini memberontak kepada Bangsawan Zhu Han.
“Benar Komandan Chao Fan … Aku datang kemari dengan seseorang yang akan membebaskan kota Shinzu dari tirani Bangsawan Zhu Han Palsu.”
Qian Lu berkata dengan santai, namun tidak dengan kedua orang dihadapannya. Kini mata keduanya melotot lebar melihat ke arah Zhu San dengan tatapan heran.
“Gubernur Lu … Apakah Anda sedang mabuk Ciu? Zhu Han Palsu? Apa maksud Anda?”
Komandan Chou Fan berkata dengan sedikit kesal dan terkejut mendengar perkataan Qian Lu.
Bekas Gubernur Kota Shinzu itu hanya tersenyum lebar seraya menoleh ke arah Zhu San yang berada di sampingnya.
“Paman Fan Fan, Paman Eji Aku senang melihat Paman berdua baik-baik saja.”
Zhu San berkata seraya mengusap wajah buruknya dengan telapak tangan kanan hingga beberapa kali.
__ADS_1
*****