
Giok Identitas yang diberikan oleh paman Mu Bai, terlihat oleh Zhu San berada di atas sebuah meja bersama barangnya yang lain.
“Paman … Mengapa Paman berkata demikian padaku?”
“Aku mengganti jubahmu yang basah, dan aku melihat luka goresan senjata di dadamu, juga sebuah lebam berbentuk telapak tangan di bagian perutmu. Menurutmu apakah mungkin sebuah pohon memiliki telapak tangan seperti manusia?”
Sosok yang dipanggil paman oleh Zhu San, terkekeh setelah menjawab pertanyaannya.
“Lagi pula aku merasakan jika tubuhmu bukanlah tubuh biasa, tubuh Yin Yang Sejati yang kau miliki adalah jenis tubuh yang langka dan setiap pemiliknya pastilah seorang pendekar yang hebat.”
Zhu tersentak mendengar perkataan lelaki yang kini menatapnya dengan tajam itu. Dahi Zhu San pun berkerut melihatnya.
“Paman, kenapa Paman menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan wajahku?”
“Tidak … Tidak ada yang salah. Hanya saja wajahmu mengingatkan kami pada sahabat yang telah lama tidak Kami temui. Sahabat yang seharusnya menjadi Ayah Mertua bagi Puteri pertama kami yang entah bagaimana nasibnya sekarang.”
Gurat kesedihan segera saja menghiasi wajah Sepasang suami isteri yang telah menolong Zhu San itu.
Sementara Zhu San terkejut mendengar perkataan Lelaki tersebut, namun Ia tidak ingin menanyakan lebih jauh karena melihat wajah mereka yang berubah menjadi sedih.
Walau benaknya dipenuhi pertanyaan, siapa sosok sahabat lelaki yang seusia dengan Ayahnya itu, Zhu San hanya menyimpannya saja.
“Paman hendak ke manakah tujuan kapal ini? Dan kenapa Aku merasakan udara sangat dingin, apakah hari menjelang pagi?”
Pertanyaan yang Zhu San ucapkan adalah untuk mengalihkan topik pembicaraan agar kesedihan mereka segera menghilang dari wajah keduanya.
“Kapal ini akan menuju ke kekaisaran Liu dan saat ini hari baru saja berganti malam. Lao’er benarkah itu namamu?”
“APA !! Ke Kekaisaran Liu!”
Zhu San tentu saja terkejut saat mendengar perkataan lelaki yang telah menolongnya itu. Ia pun mengabaikan pertanyaan Lelaki tersebut tentang namanya.
Sikapnya yang demikian, membuat sepasang suami isteri itu, menatapnya dengan wajah yang keheranan.
Setelah merenung sejenak, Zhu San akhirnya menyadari jika dirinya telah jatuh pingsan dan hanyut di sungai Liao selama lebih dari satu hari.
Dan Ia pun bertanya untuk memastikan bahwa dimana Ia saat ini berada.
__ADS_1
“Paman, apakah saat ini kita sedang berada di Kekaisaran Qing?”
“Benar … Tepatnya berada di wilayah timur Kekaisaran Qing. Apakah Kau bukan berasal dari Kekaisaran ini?”
Zhu San akhirnya menyadari jika dirinya berada setidaknya tiga hingga lima ratus kilometer dari Kekaisaran Liu.
Namun bukan itu yang membuat Zhu San berdiri dan melangkah menuju meja dimana barang-barang miliknya berada.
Di atas meja itu, Giok Identitas dan dua ratus keping koin Emas dalam sebuah kantung serta sebuah peta dari bahan kulit tergeletak dengan rapi.
Zhu San pun segera meraih Peta dari bahan Kulit itu lalu membukanya dengan perlahan.
Ia pun kemudian tersenyum ceria.
Hal itu karena Zhu San menyadari bahwa Sungai Liao adalah sungai yang berada di sisi Hutan Siluman, dimana Lembah Houzhun berada di tengah hutan tersebut.
“Anak muda dari manakah Kau berasal? Benarkah kau bermarga Mu? Bukan bermarga Zhu?”
Suara lembut perempuan seusia Ibunya itu terdengar jelas di telinga Zhu San.
Zhu San yang terkejut dengan pertanyaan perempuan yang sepertinya mengenal keluarga dari pihak Ayahnya itu, lalu memutuskan untuk menjadi lebih terbuka lagi kepada mereka berdua.
Ia pun menjelaskan jika dirinya hanyut terbawa arus sungai karena semalam bertarung dengan dua orang dari Kekaisaran Wei yang memiliki kemampuan sangat tinggi.
“Jika begitu kita berasal dari kekaisaran yang sama. Perkenalkan namaku Song Ruo dan ini Isteriku In Xeuxu.”
Lelaki yang bernama Song Ruo berkata dan menatap heran ke arah wajah Zhu San yang terlihat tertegun setelah mendengar Ia menyebutkan namanya.
Saat itu juga, Zhu San segera berlutut di hadapan kedua orang penolongnya. Hal itu tentu saja membuat Keduanya tersentak dan langsung berdiri dengan wajah dipenuhi keheranan.
Perkataan Song Ruo tentang wajah Zhu San yang mirip dengan sahabatnya itu, adalah hal yang membuat Zhu San meyakini jika sosok dihadapannya adalah Saudara angkat Ayahnya, Song Ruo adik Bangsawan Song Yu.
Saat bertemu dengan Ayahnya di Kediaman Paman Mu Bai, Zhu San telah mengetahui tentang perjodohan dirinya dengan puteri dari adik Angkat Ayahnya yang bernama Song Ruo.
Awalnya Zhu San sangat terkejut saat Ia mendengar Hal tersebut. Namun Ia tidak berani menolak perjodohan itu walau Ia tidak menginginkannya.
Jika Ia memang harus menikahi Song Yi, maka itu adalah takdir langit yang datang menjemputnya tanpa bisa Ia hindari lagi.
__ADS_1
Namun, fakta tentang tubuh Istimewanya, adalah satu hal yang membuat Zhu San meyakini jika di masa depan, perjodohan itu akan terhapuskan.
Tentu saja hal itu demi keselamatan Song Yi, nama puteri Song Ruo, sosok adik angkat Ayahnya yang kini berdiri di depannya dan sedang menatap dirinya dengan tajam.
“Paman Ruo, Bibi Xeuxu … Maafkan Aku telah berbohong … Namaku sebenarnya adalah Zhu Lung, aku putera Zhu Han dan Ibuku bernama Mu Rong.”
Tubuh Song Ruo dan In Xeuxu seketika bergetar hebat setelah mendengar apa yang Zhu San katakan.
Song Ruo segera menahan pundak Zhu San yang hendak bersujud kedua kalinya pada mereka berdua.
Song Ruo pun segera memeluk tubuh Zhu San dengan mata yang kini telah digenangi air karena rasa haru dan juga kesedihan yang tiba-tiba menyeruak dalam hatinya.
“Lung’er … Aku sudah menduga jika kau adalah Zhu Lung, Putera Kakak Han.”
Song Ruo memeluk Zhu San dengan sangat erat. Membuat Zhu San teringat hal yang sama, saat Ayahnya memeluk dirinya begitu erat dengan air mata yang berlinang.
In Xeuxu pun segera berlutut di samping suaminya dan mengelus kepala Zhu San, sebagaimana yang sering Ia lakukan Saat Zhu San masih kecil.
Air mata In Xeuxu mengalir deras karena kesedihan akan kehilangan Song Yi puteri pertamanya yang kini tidak Ia ketahui dimana rimbanya.
Apakah Ia masih hidup atau telah tewas seperti puteri keduanya? Hal yang selalu membuatnya bersedih di setiap hari saat pertanyaan tersebut melintas di benaknya.
Ruangan itu menjadi hening dari kata-kata, hanya isakan kebahagiaan dari sepasang suami isteri yang tengah berbahagia juga bersedih di dalam waktu yang bersamaan.
Namun suasana itu tidak berlangsung lama, saat tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka dan suara seorang nenek yang memanggil In Xeuxu.
“Xu’er apakah pemuda itu tel …”
Suara nenek yang melangkah masuk seraya berkata itu, seketika terputus saat melihat apa yang terjadi di hadapannya.
“Nenek Qin Rui!! … Bagaimana Nenek bisa berada di si ..."
“Apa!! Qin Rui katamu!!!”
Suara Nenek yang masih terlihat cantik itu, memotong kalimat Zhu San dengan wajah yang terlihat menegang, membuat Zhu San bergidik ngeri melihatnya.
*****
__ADS_1