
Wajah Zhu San dan Bian Chi semakin panik saat seluruh qi mereka terkuras habis, membuat keduanya tidak bisa mempertahankan posisi melayangnya di udara.
Tubuh keduanya akan melesat jatuh, namun sesuatu terjadi tepat di saat genting itu. Kedua pedang pusaka mereka, tiba-tiba memancarkan cahaya kuning keemasan.
Kedua cahaya itu melesat ke atas setinggi ratusan meter dan berhenti saat menembus gumpalan awan. Sesaat kemudian udara pun berubah menjadi keemasan.
Langkah Laluba, Lahula dan Laduta yang berniat menyerang kembali, terhenti seketika saat melihat hal tersebut. Mata mereka memandang tajam ke arah gumpalan awan yang tiba-tiba berputar dengan cepat membentuk sebuah pusara.
Pusara itu semakin lama semakin mengecil dan saat telah bergaris tengah satu meter, kedua gumpalan awan itu melayang turun ke arah Zhu San dan Bian Chi yang belum memahami apa yang sedang terjadi.
“San Gege … Ada apa dengan pedang kita, energi qi ku terkuras habis. Pusaran awan apa ini?”
Pertanyaan Bian Chi melalui telepati itu, tidak bisa Zhu San jawab karena Ia sendiri sedang berpikir keras terhadap situasi aneh yang sedang mereka hadapi.
Saat gumpalan awan itu berada satu meter lagi di atas kepala mereka, akhirnya Zhu San menyadari sesuatu. “Chi’er bersiaplah untuk menyerap energi murni dari gumpalan awan ini!”
Zhu San memejamkan matanya, demikian juga dengan Bian Chi saat gumpalan awan itu perlahan turun dan menyelimuti tubuh mereka.
Wajah Zhu San dan Bian Chi tersentak kaget sehingga mata mereka terbuka dan melotot lebar.
Gumpalan awan energi murni itu, tiba-tiba sirna memasuki tubuh mereka dengan cepat. Rasa sakit yang luar biasa mendera tulang dan otot tubuh keduanya.
Jerit kesakitan pun membahana dari mulut keduanya seiring dengan memancarnya energi besar yang membuat ketiga makhluk kuno itu tertegun.
Terlihat Zhu San dan Bian Chi terengah-engah setelah menjerit keras. Keduanya menatap heran pada telapak tangan kiri mereka yang terasa dipenuhi energi murni.
“Apa yang terjadi? Bagaimana bisa kekuatan ku meningkat sebesar ini dalam waktu sesingkat ini?” Saat Zhu San selesai dengan pertanyaan dalam benaknya itu, sebuah suara terdengar di kepalanya.
“Terimakasih telah membuka segel kami dengan darah kalian. Energi murni yang menyegel kami, kini telah kalian serap. Hal itu membuat kekuatan kalian meningkat dengan cepat dan membuat mu memiliki kekuatan setara dengan kekuatan dewa.”
Tentu saja Zhu San terkejut mendengar suara yang tidak Ia kenali itu. “Siapa Kau?! Mengapa Kau ada di kepalaku?!” Tanya Zhu san penasaran. Hal yang sama juga terjadi dengan Bian Chi.
__ADS_1
“Kami terlarang untuk mengatakan siapa diriku, suatu saat kau akan mengetahuinya, tetapi tidak hari ini. Kami harus segera pergi ke alam dimensi kami. Sampai jumpa di sana.”
Tubuh Zhu San dan Bian Chi sama-sama tersentak kaget saat seberkas cahaya kuning keemasan melesat keluar dari kepala mereka menembus awan dan kemudian sirna.
Udara kembali menjadi normal, sedang semua orang tertegun diam melihat peristiwa ganjil yang baru saja terjadi di depan mata mereka.
“Kalian berdua hati-hatilah! Aku merasakan firasat buruk dengan apa yang baru saja terjadi. Apakah kalian bisa merasakan jika kekuatan mereka berdua saat ini sudah setara dengan kekuatan kita?”
Perkataan Laduta dengan suara yang bergetar itu, membuat kedua Makhluk Kuno lainnya memandang kearahnya dengan tatapan tajam.
“Apa maksudmu berkata begitu?!” tanya Laluba kesal. Namun raut wajahnya berubah seketika saat mendengar perkataan Laduta berikutnya.
“Bodoh! Apa kau lupa perkataan Penyihir Agung tentang sepasang manusia yang menjadi dewa kematian bagi kita semua?! Merekalah orangnya.”
Laluba yang terdiam sejenak, tiba-tiba tertawa mendengar ucapan Laduta. “Kau masih percaya ucapan penyihir tua itu. Aku sama sekali tidak percaya hal itu. Lihat bagaimana aku membunuh mereka berdua!”
Tubuh Laluba seketika menghilang dari pandangan mata dan telah berada di belakang Bian Chi yang baru saja selesai berbincang dengan Zhu San melalaui telepatinya.
DUAAGH!
Tubuh Laluba terpental belasan meter, dengan mulut menyemburkan darah berwarna hijau. Ia melotot tajam kepada Bian Chi dengan kemarahan yang semakin menggelegak.
Bian Chi yang menyadari kekuatannya telah meningkat jauh segera melesat dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan Laluba saat menyerang makhluk kuno berkulit hijau itu.
Pedang Yin ditebaskan ke udara di depannya dengan kuat oleh Bian Chi, saat jaraknya dengan Laluba tinggal lima meter lagi. Laluba mendengus kesal saat melompat menghindari tebasan yang melesat sangat cepat itu.
Bian Chi yang sudah menduga hal itu, segera menebaskan pedang Yin ke leher Laluba yang terkejut karena Bian Chi telah menunggunya di atas.
DUAAAGH
Tebasan pedang itu berhasil Laluba hindari, namun tendangan kuat Bian Chi yang sangat cepat itu, berhasil mengenai tubuhnya dengan telak.
__ADS_1
Laluba meraung keras antara merasakan sakit yang amat sangat dan juga kemarahan yang semakin menggelegak. Hal itu membuatnya memutuskan untuk mengerahkan jurus terkuatnya.
“Apa kau ingin menghancurkan dunia ini Laluba!” Laduta yang melihat gerakan jurus terkuat milik Laluba itu, berteriak keras memperingatkannya.
“Aku tidak peduli, Aku harus bisa membunuhnya saat ini juga!” Jawaban Laluba membuat raut wajah Laduta berubah menjadi kesal.
“Biarkan saja, toh kita bisa hidup dimana saja sekalipun dunia ini hancur berkeping-keping.” Perkataan Lahula, membuat Laduta menghela nafas panjang.
Keduanya segera melesat lebih tinggi lagi sejauh dua ratus meter. Dari tempat sebelumnya. Hal itu membuat Zhu San mengerutkan dahinya mengingat apa yang diucapkan oleh Laduta tadi.
“Chi’er satukan kekuatan!”
Zhu San yang telah berada di samping Bian Chi dengan jurus berpindah tempat dalam sekejapnya, segera bersiap dengan Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.
Bian Chi pun segera melakukan hal yang sama saat melihat sebuah energi berwujud kepala Laluba dengan ukuran raksasa setinggi dua puluh meter yang berwarna hijau.
“Kalian berdua harus bisa membuat energi itu meledak sejauh mungkin dari tanah, jika tidak maka hal buruk akan terjadi pada dunia atas ini. Energi itu bisa meledakkan dunia ini.”
Sebuah suara yang dikenali oleh keduanya sebagai suara Dewa Yao Chan, mengejutkan Zhu San dan Bian Chi .
“Sejauh apa aku harus membawanya, Dewa?” Tanya Zhu San kemudian.
”Setidaknya seratus kilometer dari sini. Dengan Jurus berpindah tempat dalam sekejap, kau bisa melakukan hal itu. Aku akan berada di sana dan memancarkan kekuatanku. Sehingga kau bisa berpindah dalam sekejap kesana.”
“Baiklah Dewa.”
Setelah berkata demikian, Zhu San dan Bian Chi segera mengerahkan jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.
Satu menit kemudian terdengar teriakan keras Laluba yang segera melesatkan energi berbentuk kepalanya ke arah Zhu San dan Bian Chi.
Sepasang suami isteri itu telah bersiap dengan mengeluarkan energi sepasang Ular Naga Api dan Naga Es yang telah bersatu dan saling melilit serta diselimuti angin tornado dari kedua telapak tangan kiri mereka.
__ADS_1
------------------------O----------------------------