
Zhu San dan Bian Chi saling berpandangan mendengar pembayaran yang diminta oleh Shen Rong. “San Gege … Iyakan saja dulu, nanti setelah semuanya selesai, Kita bujuk Leluhur untuk meminta bayaran lain. Aku pu…”
“Jangan coba-coba bersiasat denganku!” Bian Chi dan Zhu San terkesiap, saat pembicaraan mereka dengan telepati, diketahui oleh Shen Rong yang juga memperingatkan mereka melalui telepati.
“Baiklah Leluhur Shen … Jika begitu Kami akan mencabut Pedang Tanpa Bilah dan segera berlatih di Alam Jiwa Kami.”
Setelah berkata demikian, Zhu San melangkah mendekati Batu Tujuh Warna di mana Pedang Tanpa Bilah berada. Keduanya pun segera menggenggam gagang pedang.
Wajah tegang ditunjukkan sepasang suami isteri itu, ketika mereka merasakan aliran energi qi sangat besar masuk ke dalam tubuh keduanya.
Sesaat kemudian, dengan sekali hentak, gagang pedang tersebut terangkat oleh Zhu San dan Bian Chi yang menatap takjub karena tidak melihat bilah dari pedang tersebut.
Keduanya kembali dikejutkan dengan batu Tujuh Warna yang semula berukuran besar kini telah sebesar kepalan tangan mereka.
“Itu adalah Batu Tujuh Warna yang aku gunakan untuk membuka gerbang dimensi antara dunia bawah dan dunia atas. Sekarang itu menjadi milik kalian berdua.”
Zhu San yang memegang batu itu, lalu menatap lekat-lekat batu di tangan kirinya. “Bagaimana cara mengaktifkannya?”
Shen Rong lalu memberi petunjuk sederhana kepada Zhu San tentang cara mengaktifkan batu mustika antar dimensi itu. Zhu San dengan mudah memahami penjelasan Shen Rong. Lalu Ia kembali bertanya seraya menatap gagang Pedang di tangannya
“Leluhur … bagaimana kami menggunakan Pedang ini? Mohon Petunjuknya.” Ucap Zhu San yang segera memasukan gagang pedang berwarna kuning keemasan itu, ke dalam Cincin Jiwanya.
Shen Rong lalu membuka kedua telapak tangannya. Satu detik kemudian, muncul dua kitab yang memiliki sampul berbeda warna.
“Pelajarilah Kitab Pedang Tanpa Bilah terlebih dulu. Jika kalian masih memiliki waktu, Pelajarilah kitab bersampul abu-abu itu.”
Setelah Zhu San mengiyakan, Shen Rong lalu melangkah keluar. Ia berharap Zhu San mampu menguasai kedua kitab tersebut secepatnya. Setelah itu tubuh Shen Rong Menghilang dari pandangan mata mereka.
__ADS_1
“Formasi Pelindung ini masih aku aktifkan, Setelah kemampuan kalian meningkat, Kalian pasti bisa keluar dari formasi ini. Aku tunggu kalian di kota Baixan.”
Shen Rong berpesan melalui Telepati kepada Zhu San dan Bian Chi. “Chi’er Ayo kita ke Alam Jiwa sekarang.” Zhu San pun segera membuka gerbang dimensi Alam Jiwa.
***
“Dewi … Sepertinya Kaisar itu menyukai anda?” Chi Yu yang sedari tadi diam dan mengamati sikap kaisar Liu Feng, berkata kepada Qiu Lan saat ketiganya telah berada di ruangan yang diperuntukkan bagi mereka.
Hal itu karena Kaisar Liu Feng nanti malam akan menjamu mereka sebagai ucapan terimakasih karena telah membebaskannya dari mimpi buruk selama tujuh hari belakangan ini.
“Benarkah? Aku hanya merasa, Ia sangat berterimakasih saja kepadaku karena telah mengakhiri mimpi buruknya.”
Qiu Lan yang kini memiliki ingatan dan kekuatan penuh Jia Fu, Sang Dewi kegelapan lebih dari seribu tahun lalu, pura-pura tidak mengetahuinya.
Seandainya saja Ia telah mendapatkan batu tujuh warna, mungkin Ia sudah membunuh Kaisar Liu itu sedari tadi.
“Benar itu Dewi … Aku juga sependapat dengan Chi Yu.” Phoenix Api menguatkan pendapat Chi Yu.” Apakah Anda akan membunuhnya, Dewi?” Pertanyaan Phoenix Api membuat Qiu Lan terdiam.
“Entahlah … Jika nanti malam Dia mengingkari janjinya untuk memberikan Batu Tujuh Warna, Aku tak segan untuk membunuhnya.” Ucap Qiu Lan sambil memandang ke arah pintu.
Tiga orang pelayan perempuan, memasuki ruangan setelah dipersilakan untuk masuk. Salah satu diantaranya mengatakan, bahwa mereka mendapat tugas untuk melayani Qiu Lan dan juga meriasnya untuk jamuan makan nanti malam.
Qiu Lan menyetujui hal tersebut dan meminta mereka untuk kembali beberapa saat lagi. “Aku memiliki rencana, jika kalian berdua setuju, Aku akan melakukannya.”
Qiu Lan lalu menjelaskan rencananya secara perlahan-lahan kepada mereka berdua yang terlihat mengangguk dan pada akhirnya menyetujui yang Qiu Lan rencanakan.
Beberapa saat kemudian, kaisar Liu Feng tiba di ruangan tersebut. Dengan disaksikan oleh Chi Yu dan Phoenix Api Merah, Kaisar Liu Feng mengutarakan tujuannya menemui mereka saat ini.
__ADS_1
***
Malam pun tiba, suasana di ruangan jamuan telah dipenuhi oleh para menteri serta beberapa jenderal dan bangsawan. Sementara Kaisar Liu Feng baru saja tiba bersama Xie Han dan Liu Ling.
Di genggaman tangan Kaisar Liu Feng terlihat sebuah peti kecil berukir hiasan yang dilapisi emas. Senyum selalu terlihat di bibir Sang Kaisar yang membuat para menteri dan bangsawan, sedikit heran melihatnya.
Xie Han dan Liu Ling yang kini telah menjadi suami isteri, tertegun saat melihat Qiu Lan datang bersama dengan dua orang abdinya serta tiga orang pelayan perempuan.
Malam ini, Qiu Lan menggunakan gaun merah yang membuatnya terlihat semakin cantik dengan riasan yang terlihat mewah. Hal yang membuat Kaisar Liu Feng, semakin bulat tekadnya untuk menikahi gadis tersebut.
Dengan senyum manis Qiu Lan menempati kursi di samping Sang Kaisar dengan Chi Yu dan Phoenix Api berada di sisi kirinya. Sementara Liu Ling dan Xie Han berada di sisi kanan Sang Kaisar.
“Gadis bergaun biru itu, Ia sepertinya memiliki kekuatan yang besar, Energi Yang di tubuhnya sangat besar. Pemuda tampan di sampingnya, bagaimana ia bisa memiliki energi Yin yang begitu besar? Mereka sepertinya akan menjadi hambatan dalam rencanaku. Aku harus bisa menyingkirkannya.”
Di sela-sela jamuan makan yang telah dimulai itu, Qiu Lan berkata dalam benaknya karena baru tersadar akan dua kekuatan besar yang dimiliki oleh Liu Ling dan Xie Han.
Acara santap malam pun selesai tiga puluh menit kemudian. Setelah meja dibersihkan dari hidangan yang telah berkurang setengahnya itu, Kaisar Liu Feng segera mengeluarkan kotak dari balik jubahnya.
“Malam ini, Aku … Liu Feng akan menepati janjiku kepada Nona Qiu Lan untuk memberikan batu yang memiliki tujuh warna sebagai hadiah untuknya. Selain itu di hadapan semua orang, Aku juga mengumumkan bahwa tujuh hari ke depan, kami akan menikah dan menggelar pesta pernikahan selama tiga hari tiga malam.”
Mendengar hal tersebut semua orang menyambut dengan wajah ceria.
Hanya Xie Han dan Liu Ling yang menunjukkan wajah terkejut mereka. Berita ini terlalu mengejutkan bagi mereka berdua sekaligus membuat keduanya merasa sangat khawatir akan masa depan kekaisaran Liu.
Raut wajah keduanya terlihat oleh Phoenix Api Merah. Ia menyampaikan hal tersebut kepada Qiu Lan saat mereka telah berada di ruangan, setelah acara jamuan makan malam itu selesai.
“Jadi mereka sepasang suami isteri? Aku sudah menduganya. Phoenix Api … Kau ku tugaskan untuk mengawasi mereka berdua. Jika mereka melakukan hal yang mencurigakan, laporkan padaku. Jika kau kepergok oleh mereka, bunuh saja keduanya.”
__ADS_1
Phoenix Api tersenyum mendengar ucapan Qiu Lan. Ia begitu senang mendapat tugas itu dan tidak sabar untuk segera melakukannya.
------------------O-----------------------