Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
307: Munculnya Makhluk Kuno


__ADS_3

307: Munculnya Makhluk Kuno


.


“Orang ini sangat berbahaya. Aku harus segera membunuhnya.”


Melihat tongkat sihir itu bisa memancarkan aura kekuatan yang besar, Zhu San akhirnya memutuskan untuk segera membunuh lawannya.


Ia segera mengerahkan kekuatannya pada tingkat Dewa Sejati Level Tujuh. Aura yang tiba-tiba meledak dari tubuh Zhu San membuat Chu Hong terkejut karena tubuhnya terjajar lebih dari tiga meter.


Penyihir murid Labamba dan Labimbi itu, menelan ludahnya melihat kekuatan Zhu san yang jauh di atas kekuatannya.


Namun Ia tidak bisa membatalkan mantera yang telah Ia ucapkan untuk membangkitkan mahkluk kuno yang tersegel dalam Tongkat Batu Ungu itu, sebelum mahkluk itu meminum darah.


Dari tongkat di tangan Chu Hong, tiba-tiba melesat cahaya ungu ke arah atas dan membuat gumpalan awan hitam yang terkena cahaya itu berubah warnanya.


Sebuah lingkaran awan berwarna ungu dengan diameter lingkaran sekitar dua puluh meter, segera terbentuk di atas kepala Chu Hong.


Zhu San menjadi waspada saat aura jahat yang sangat besar memancar kuat dari dalam awan berwarna ungu itu seiring dengan munculnya sesosok kepala sebuah hewan aneh yang belum pernah terlihat sebelumnya.


Makhluk Kuno itu memiliki tinggi lima meter, badannya seperti manusia hingga sebatas lutut. Betis hingga telapak kakinya seperti kaki burung elang. Telapak tangannya memiliki tiga jari dengan kuku yang sangat panjang.


Selain sayap burung di punggungnya, kepala makhluk itu sangat menyeramkan karena seperti kepala buaya namun memiliki sepasang tanduk yang seperti badak.


Sepasang tanduk sepanjang satu jengkal dan sangat tajam itu, memendarkan cahaya keunguan.


GOOARRRRHHHHH


Makhluk itu menjerit keras sambil menatap Zhu San dengan matanya yang juga berwarna Ungu. Untuk sesaat Zhu San merasakan kengerian melihat aura kekuatan yang dipancarkan oleh makhluk tersebut.


“Makhluk apa ini? Kekuatannya sangat tinggi, setidaknya setara dengan Pendekar Dewa Sejati Level Sembilan.” Zhu San menelan ludahnya saat menyadari tingkat kekuatan lawan.

__ADS_1


“Labuda! Hancurkan tubuh manusia ini, minumlah darahnya sepuasmu!” Chu Hong memberi perintah kepada makhluk Kuno yang bernama Labuda itu.


Makhluk Kuno Labuda segera melesat dengan kecepatan yang membuat Zhu San terkejut dan hampir saja sambaran telapak tangan makhluk itu mengenai kepalanya.


Zhu San melesat menjauhi makhluk kuno itu untuk membuat jarak. Kedua matanya segera teraliri energi dalam jumlah besar.


Saat Labuda kembali melesat kearahnya, Zhu San melepaskan serangan dengan jurus Pedang Mata Dewa.


Puluhan pedang tipis yang kasat mata segera melesat menghantam tubuh Labuda sehingga membuat ledakan keras saat bersentuhan dengan tubuhnya yang terpental ke belakang hingga lima meter.


Zhu San melotot lebar mendapati makhluk kuno itu tidak terluka sama sekali oleh serangannya. Zhu San yang terkesiap menjadi lengah dan gagal menangkis serangan dari Labuda yang kembali melesat sangat cepat karena marah oleh serangan yang menyakiti tubuhnya tadi.


Tubuh Zhu San terlempar hingga belasan meter dengan dada yang sakit dan jubahnya robek besar di bagian depan. Belum sempat Zhu San menguasai dirinya, Labuda kembali datang.


Namun seberkas cahaya pedang berhawa sangat dingin, tiba-tiba melesat cepat dari samping Labuda yang membuat makhluk itu terkejut dan memekik keras.


Ia tidak percaya melihat telapak tangannya melayang jatuh setelah terputus oleh energi pedang itu. Ia memandang marah ke arah Bian Chi yang barus saja melepaskan serangan itu.


“Chi’er Kita serang bersama dengan menggunakan energi pedang Yin Yang dengan jurus Amarah Suci Pedang Yinyang!” Zhu San berkata setibanya Ia di dekat Bian Chi.


Zhu San menurunkan kekuatannya di tahap Pendekar Sejati Level enam yang setara dengan kekuatan Bian Chi untuk mengeluarkan jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.


Sementara Labuda terlihat memejamkan matanya setelah menarik kembali telapak tangannya dan kemudian menempelkan kembali ke lengan kanannya yang mengeluarkan darah berwarna ungu.


Seberkas cahaya ungu dari kedua tanduknya segera memancarkan sinar ke arah lengan kanannya itu saat Zhu San dan Bian Chi tengah bersiap dengan jurus gabungan dari Pedang Pusaka mereka.


Sepasang Ular Naga yang sangat besar keluar dari Ujung Pedang Yin dan Pedang Yang saat Zhu San dan Bian Chi menghunuskan pedang mereka ke udara.


Ular Naga yang berselimutkan api putih, segera bergelung dengan Ular Naga berwarna putih yang memancarkan hawa dingin.


Sementara dari telapak tangan Zhu San dan Bian Chi yang bersatu, muncul angin tornado yang semakin besar dan menyelimuti kedua ular naga Yin dan Yang itu.

__ADS_1


Sesaat kemudian tercipta seekor ular naga yang jauh lebih besar dengan sebagian tubuh yang membara dan tubuh yang mengepulkan asap putih kebiruan yang sangat dingin.


Melihat hal itu wajah Labuda terlihat berubah, entah jerih atau marah, yang pasti Ia segera mengalirkan kekuatan penuhnya sehingga tubuhnya kini berselimutkan cahaya ungu.


Sepasang Tanduk di kepalanya, melesatkan dua buah cahaya ungu ke udara dan sesaat kemudian tercipta sebuah tongkat yang sangat mirip dengan tongkat yang dipegang Chu Hong, hanya saja panjang dan besarnya tiga kali lipat dari Tongkat Batu Ungu.


Tongkat Cahaya Ungu itu segera melayang dan berada di genggaman Labuda. Makhluk Kuno itu menyeringai saat Zhu San dan Bian Chi melesatkan Ular Naga Yinyang kearahnya.


Ular Naga Raksasa itu, menyemburkan api dan salju secara bersamaan dari mulutnya saat telah berjarak sepuluh meter dari tubuh Labuda yang terlihat terkejut mendapat serangan cepat dan tak terduga itu.


Ia melesat ke udara namun kedua telapak kakinya terkena sambaran api dan salju hingga terbakar dan satunya membeku. Api terus menjalar ke atas demikian juga dengan salju yang terus merayap ke atas untuk membekukan kaki kanannya.


Labuda segera menghantamkan Tongkatnya hingga kedua kakinya terputus. Lali Ia kembali menyinari luka sebatas lutut itu dengan cahaya dari kedua tanduknya.


Sesaat kemudian, Labuda menggeram marah ke arah ular naga setelah kedua kakinya kembali tumbuh seperti semula.


Ia segera memutar Tongkatnya dan membuat pusaran angin tornado raksasa yang bercahaya ungu dan membuatnya melesat untuk menghancurkan ular naga tersebut.


Zhu San dan Bian Chi tidak tinggal diam melihat hal itu. Keduanya segera menggerakkan ekor ular naga sepanjang lima puluh meter, setelah membuat mulut ular naga Yinyang menyemburkan serangan seperti sebelumnya untuk menghadang pusaran angin tornado ungu itu.


BLAAAM


GOAAARRRGGGGHHH


Ledakan menggelegar membuat udara berfluktuasi hebat, bahkan perisai pelindung kota Jiaoxing yang Zhu San buat, retak hampir di semua bagian.


Ratusan siluman yang berada di bawah ledakan itu, terpental hingga puluhan meter akibat kuatnya energi dari ledakan tersebut.


Jeritan Labuda menggema saat tubuhnya terhantam ekor Ular Naga Yinyang dengan sangat kuat yang membuatnya terpental hingga puluhan meter.


---------------------------O--------------------------

__ADS_1


Author Lagi drop... Mungkin beberapa hari ini update agak terganggu.🙏🙏🙏


__ADS_2