Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
252: Pertempuran di Gerbang Barat


__ADS_3

Qiu Lan yang mengenakan gaun pusaka warisan dari Sang Guru bernama Gaun kematian, terlihat memimpin secara langsung pertempuran melawan Aliansi Pendekar Aliran Putih sesaat lagi.


Beberapa saat kemudian, Qiu Lan mengutus Xin Qung untuk menemui pimpinan pihak lawan ditemani Sepasang Pendekar Hantu.


Tujuan Ia mengirim Xin Qung adalah untuk menyampaikan pesan darinya agar mereka menyerah dan kembali ke sektenya masing-masing.


Jika mereka masih ingin bertempur, maka Qiu Lan tidak segan akan menghabisi mereka semua tanpa tersisa satu orang pun.


Xin Qung dan Sepasang Pendekar Hantu, segera melesat ke udara melewati sekitar lima belas ribu pendekar aliran hitam yang telah berbaris di depan tembok pagar Kota Hungdao.


Dengan tenang keduanya menuju ke arah dimana Tang Yun bersiap untuk menyambut mereka. “Yun’er, Biar Aku menemanimu” Tian Long ikut melayang disusul oleh Yang Xio.


Keduanya melayang di sisi kiri dan kanan Tang Yun. Sementara Xin Qung dan Sepasang Pendekar Hantu, sedikit terkejut saat melihat Tian Long.


“Rupanya dugaan kita benar saudara Xin, Si Tian Long itu ternyata masih hidup.” Kakek Pendekar Hantu berkata dengan suara yang sedikit bergetar.


Akhirnya kedua belah pihak bertemu di udara, setinggi dua puluh meter dari tanah. Kini jarak mereka terpaut lima meter satu sama lainnya. Tangan Yang Xio terkepal erat saat menatap ketiga orang itu.


“Ada apa kalian kemari! Apakah ingin mengatakan jika kalian menyerah?!”


Xin Qung tersenyum tipis mendengar ucapan dari Yang Xio. Ia sedikit heran melihat Pelindung Sekte Pedang Awan itu, telah pulih dari cideranya yang cukup parah.


“Kami hanya ingin menyampaikan pesan dari yang Mulia Kaisar Hun, Kaisar meminta kalian menyerah dan kembali ke sekte masing-masing jika tidak maka tak ada satu pun dari kalian yang akan diampuni olehnya.”


“Lebih baik Kami mati dalam pertempuran daripada harus menjadi budak seperti kalian. Kaisar yang kejam dan mendukung kejahatan tidak pantas menerima dukungan Kami.” Tang Yun berkata seraya tersenyum sinis.


Kakek Pendekar Hantu wajahnya mengelam, Ingin rasanya Ia menampar mulut Tang Yun. Namun keberadaan Tian Long yang diam saja, membuatnya hanya bisa mengepalkan tangan saja.


Nenek Pendekar hantu pun menenangkan suaminya yang terlihat sangat marah. Walau tersinggung dengan ucapan Tang Yun, Xin Qung tetap tersenyum sebelum Ia berkata.


“Baiklah jika begitu keinginan kalian. Akan ku sampaikan hal ini kepada Pimpinan kami yang berjuluk Dewi Kematian itu, agar memberikan kematian yang menyakitkan kepada kalian.”


Setelah berkata demikian, Xin Qung dan Sepasang Pendekar hantu segera melesat kembali ke Gerbang Barat Kota Hungdao.

__ADS_1


Wajah Qiu Lan seketika mengelam mendengar informasi dari Xin Qung bahwa mereka tidak mau menyerah.


Ia berharap peperangan ini tidak terjadi, karena hal itu akan membuat Pasukan Penakluk Bumi yang Ia bentuk untuk menaklukkan Kekaisaran lain, akan melemah karena berkurang jumlahnya.


“Baiklah jika mereka semua ingin mati, dewi Kematian ini akan mengabulkan keinginan mereka.” Ucap Qiu Lan seraya melesat ke udara dan berhenti di depan seluruh Pasukan Penakluk Bumi.


“Ingat baik-baik kata-kataku ini, jangan sisakan satu orang pun dari mereka yang ada di depan kalian saat ini. Dengan begitu kita akan menjadi penguasa penuh kekaisaran Hun. Serang!!”


Belasan ribu pendekar anggota Pasukan Penakluk Bumi, segera berteriak menyambut ucapan Qiu Lan. Mereka pun lalu melesat untuk memulai pertarungan.


Tang Yun pun segera berteriak memberi perintahnya untuk menyambut serangan itu. Kini kedua belah pihak saling melesat mendekati satu sama lainnya.


Suara denting senjata yang beradu dan teriakan kematian mulai terdengar riuh. Qiu Lan lalu mengeluarkan sebilah Pedang energi dari tangannya.


Ia melesat ke arah lawan dan melepaskan serangan energi pedang. Setidaknya dua puluh orang tewas seketika mendapat serangan yang sangat cepat itu.


“Aku Lawanmu Dewi Kematian!” Suara Tian Long yang tiba-tiba muncul di depannya, membuat dahi Qiu Lan berkerut.


“Cepat juga gerakan si Tua Bangka ini. Dia pasti Tian Long yang membuat Sesepuh Xin Qung dan yang lainnya khawatir.”


Tubuh Qiu Lan bergerak sangat cepat, secepat Tian Long bergerak tadi. Tian Long sedikit terkejut ketika tiba-tiba pedang energi di tangan Qiu Lan sudah mengarah ke lehernya.


Ia segera menarik tubuhnya ke belakang sehingga berhasil menghindari serangan cepat itu. Lalu Ia mengeluarkan Pedang energi dari qi yang Ia miliki.


Lalu keduanya pun mulai bertukar serangan dengan sangat cepat. Hal itu membuat Xin Qung dan yang lainnya mulai bergerak. Yang Xio segera menghadang Xin Qung yang hendak membantai para Pendekar Aliran Putih.


Keduanya pun segera terlibat dalam pertarungan satu lawan satu. Pertukaran serangan diantara mereka, silih berganti dengan cepat. Terlihat kemampuan keduanya seimbang.


Sementara Sepasang Pendekar Hantu, melesat ke arah Tang Yun yang masih mengamati jalannya pertarungan dari udara bersama Ruan Lao dan Zhang San.


Kedatangan Sepasang Pendekar Hantu, membuat Tang Yun dan kedua ketua Sekte itu, mendapatkan lawannya. Mereka bertiga melawan Sepasang Pendekar Hantu yang kemampuannya di atas ketiganya.


Sehingga pertarungan itu berlangsung dengan seru. Walau menghadapi tiga orang, Sepasang Pendekar Hantu masih bisa mengimbangi bahkan menekan ketiganya.

__ADS_1


Sementara Gao Yan masih terdiam, Ia sedang mencari keberadaan Zhu San yang ingin Ia habisi dalam pertempuran saat ini.


Namun dalam pertempuran yang sudah berlangsung belasan menit itu, Ia belum menemukan dimana Zhu San berada.


Ia pun memutuskan mendekat ke arah pertarungan Qiu Lan dan Tian Long yang sedang berlangsung dengan sengitnya.


“Inikah kekuatan Kakek Tian Long itu? Kecepatannya menyamai kecepatan Lan’er.” Gao Yan mengamati pertarungan keduanya dengan dahi berkerut. Ia sebenarnya ingin turun tangan membantu Sang Isteri.


Namun tidak terdengar suara Qiu Lan meminta bantuannya. Hal itu menunjukkan jika Qiu Lan merasa masih bisa menghadapi lawannya sendirian.


Berbeda dengan apa yang ada di dalam benak Tian Long. Tokoh sepuh itu sedikit terganggu konsentrasinya dengan kehadiran Gao Yan yang bisa saja secara tiba-tiba menyerangnya dari belakang.


Hal itu dimanfaatkan oleh Qiu Lan dengan baik, konsentrasi yang terpecah membuat Tian Long mulai terdesak hebat.


DUAGH


Setelah bertukar serangan lebih dari seratus kali, akhirnya serangan dari Qiu Lan mengenai dada Tian Long. Sosok tua itu, terpental sepuluh meter dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Tian Long dengan cepat mengalirkan qi ke dadanya, belum selesai Ia mengobati luka di dadanya itu, Qiu Lan telah kembali bergerak menyerangnya.


Tian Long kembali berjibaku dengan Qiu Lan sambil menahan sedikit rasa sakit di dadanya. Gerakannya sedikit melambat. Hal itu membuat Qiu Lan dengan mudah mendesaknya.


Beberapa kali tendangan Qiu Lan yang sangat kuat, hampir mengenai kepala Tian Long. Hal itu membuat Pendekar Nomor Satu Aliran Putih Kekaisaran Hun itu menjadi jerih.


Semakin lama, kekuatan Qiu Lan semakin menguat. Sementara energi qi miliknya semakin terkuras habis.


“Apakah Aku akan mati hari ini? Serangannya begitu cepat dan sangat kuat. seolah energinya tidak berbatas seperti halnya manusia hidup lainnya. Inikah tubuh istimewa Dewi Kematian itu?”


Tian Long menyadari sebuah keganjilan dari tubuh Qiu Lan. Namun Ia tidak tahu dimana keganjilan itu sebenarnya.


DUAGH !!!


Tubuh Tian Long kembali terpental beberapa meter ke belakang. Saat Qiu Lan berniat menghabisi Tian Long yang terpental menahan tendangannya, sebuah Pedang melayang menahan gerakannya.

__ADS_1


------------------------O---------------------------


__ADS_2