
Menyadari lawan telah mengepung dirinya, Sisi gelap Zhu San segera berteriak marah seraya mengerahkan seluruh kekuatan yang berasal dari kekuatan Roh Tiga Iblis Sejati.
Kekuatan ketiga Iblis sejati yang merupakan Sisi Gelap Dewa Tertinggi itu, sangatlah besar. Udara di dalam Bola Emas yang dibentuk oleh Ke Tujuh Dewi itu Ikut bergetar.
Namun hal itu tidak berlangsung lama, Karena Lian Li yang sedari tadi sudah kesal mendengar celoteh Sisi gelap Zhu San, segera melesatkan Serangan dengan Jurus Pedang Teratai Menyucikan telaga.
Dari bilah pedang di tangan Lian Li keluar cahaya biru yang semakin terang seiring dengan melesatnya sebuah cahaya biru ke udara yang segera membentuk sebuah Bunga Teratai yang hanya memiliki tiga kelopak daun saja.
Melihat ketiga daun sebesar manusia itu, Wajah Sisi Gelap Zhu San terlihat jerih. Apalagi saat ketiga daun itu terlepas dari tangkainya dan bergerak mengurung dirinya.
Tiba-tiba melesat cahaya biru dari ketiga ujung daun yang terbentuk dari energi pedang di tangan Lian Li. Ketiga cahaya itu segera saja menghantam tubuh Sisi Gelap Zhu san yang terkejut karena tidak bisa lagi Ia gerakkan.
Beberapa detik kemudian terdengar raungan ketiga Iblis Sejati yang sangat keras. Lalu melesatlah tiga cahaya keluar dari tubuh Sisi gelap Zhu San.
Ketiga cahaya Roh Iblis Sejati itu berusaha menerobos Dinding Kubah Energi yang dibentuk oleh Ke tujuh Dewi Isteri Dewa Yao Chan. Namun dinding itu terlalu kuat untuk mereka tembus dengan kekuatan yang dimiliki saat ini.
Lian Li segera menggunakan kembali ketujuh energi berbentuk daun Teratai Biru, untuk menyerang ketiga Inti Roh Iblis Sejati itu.
“Zhu San! Segera gunakan jurus Dewa Semesta! Kami akan menyegelnya!” Perintah dari Gong Li membuat Zhu San segera mengalirkan seluruh energi qi yang Ia miliki.
Sementara Sisi gelap Zhu San terlihat kebingungan. Ia menyadari jika dirinya adalah sasaran serangan ke tujuh Dewi berikutnya. Saat Ketiga Roh Iblis Sejati masih berada di dalam raganya, Ia masih percaya diri menghadapi ke tujuh Dewi tersebut.
Namun saat ini, kekuatannya tak lebih besar dari kekuatan yang dimiliki oleh Zhu San. “Apa Kau ingin membunuhku! Apa Kau lupa jika Aku mati maka kau pun mati!”
Zhu San mengabaikan peringatan sisi Gelapnya. Karena Ia memang tidak memiliki niat untuk membunuhnya.
Gong Li berteriak keras saat melihat Sisi Gelap Zhu San, berusaha melarikan diri dari tempat tersebut dengan mencoba menghancurkan dinding Bola Energi Kuning keemasan mereka.
Dengan sedikit keraguan di hatinya, Zhu San lalu menampar wajahnya sendiri dengan kuat setelah Ia membaca mantera Jurus Dewa Memindah Semesta.
Hal yang terjadi kemudian, membuatnya tertegun sejenak dan meyakini bahwa mantera dari jurus itu, telah Ia ucapkan dengan benar. Hal itu karena Ia tidak merasakan sakit sama sekali pada pipi kanannya.
Sebaliknya Sisi Gelap Dirinya itu, tiba-tiba terdorong ke samping dan segera memegang pipi kanannya sesaat setelah Ia menampar pipi kanannya sendiri.
__ADS_1
Dengan keyakinan penuh, Zhu San segera menghantam perutnya dengan tenaga yang jauh lebih kuat lagi dari sebelumnya.
“AARGGHH!!!” Sisi gelap Zhu San terkejut saat merasakan perutnya terhantam energi besar dan menjadi sangat sakit sedetik kemudian. “Apa yang terjadi!?? Apa yang Kau lakukan!?”
Sisi Gelap Zhu San tentu saja merasa kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya. Namun Ia tersadar saat melihat Sisi lain dirinya itu, akan menghajar kembali perutnya sendiri.
Namun perhatiannya teralihkan dengan apa yang terjadi pada ketujuh Dewi yang kini tengah mengangkat kedua tangan mereka ke atas dan memunculkan sebuah bola energi sebesar kepala dari kedua telapak tangan mereka.
Ketujuh bola energi itu semakin membesar hingga akhirnya memiliki garis tengah tiga meter.
“Zhu San!! Apa yang Kau tunggu?! Cepat lumpuhkan dia! Mey’er bersiaplah!”
Terdengar teriakan dari Gong Li yang memerintahkan Zhu San serta Isteri kedua Dewa Yao Chan, Xian Mey.
Walau sudah memiliki keyakinan penuh, namun Zhu San terlihat sedikit ragu saat Ia akan menghantamkan telapak tangannya, untuk menampar Pusakanya sendiri.
PLAAK!!!
Terdengar jeritan keras dari mulut Sisi Gelap Zhu San saat tapak tangan Zhu San yang dialiri energi qi besar menghantam Pusakanya sendiri. Wajah Sisi gelap Zhu San menjadi pucat saat merasakan sesak di dadanya yang membuat badannya menjadi lemah.
Saat itulah, Dewi Xian Mey melesatkan bola energinya ke arah Sisi Gelap Zhu San yang tak kuasa untuk menghindar dari terjangan bola energi yang segera menghantam tubuhnya.
Tubuh Sisi Gelap Zhu San kini berada di dalam bola energi yang berasal dari Mutiara Dewi Surgawi milik Dewi Xian Mey. Beberapa saat kemudian, satu dewi yang lain segera melepaskan bola energinya ke arah yang sama.
Sisi Gelap Zhu San akhirnya memahami apa yang akan mereka lakukan, Ia pun mencoba keluar dari kedua bola energi yang kini telah bersatu itu.
Namun Lagi-lagi Zhu San menghantamkan tinjunya dengan kuat ke arah perut sebelum kembali menampar pusakannya dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
BUGH !
PLAAAK!
AARGGG AARGGGH
__ADS_1
Terdengar jeritan dari Sisi Gelap Zhu San yang tubuhnya telah kembali ke tengah-tengah bola energi itu.
Sedetik kemudian energi yang ketiga melesat dan lalu menyatu sehingga hal itu terus berlangsung hingga bola energi ke tujuh dari Dewi Ji Xia.
Bola energi es itu segera bersatu dengan keenam bola energi lainnya sehingga perlahan-lahan bola energi itu mulai mengecil.
Wajah Sisi Gelap Zhu San terlihat panik saat menyadari bola energi itu semakin menyusut kecil seolah hendak membungkus dirinya.
Ia pun segera mengerahkan seluruh energi qi yang Ia miliki untuk keluar dengan cara meledakkan bola energi itu.
Namun rasa sakit yang amat sangat, kembali Ia rasakan saat Zhu San menghantam dirinya sendiri dengan kuat.
Seiring bola energi itu semakin mengecil, kekuatannya pun semakin membesar sehingga pada satu titik, Sisi Gelap Zhu San harus menerima kenyataan pahit.
Tubuhnya tersegel oleh Ke Tujuh Dewi yang menggunakan kekuatan dari Mutiara Dewi Surgawi.
Setelah bola energi yang menyegel Sisi gelap Zhu San itu menjadi seukuran kepala manusia, Dewi Gong Li segera meraihnya. Ia akan membawa bola energi itu, untuk diserahkan kepada Sang Suami.
Kini ketujuh Dewi itu menatap ke arah dimana Lian Li masih berusaha menaklukkan roh ketiga Iblis Sejati dengan Pedang Teratai Biru.
Ketiga Roh Iblis Sejati yang hanya berbentuk bola cahaya putih sebesar kepalan tangan itu, masih terus berusaha menghindari kejaran dari cahaya biru yang keluar dari ujung Daun Bunga Teratai Biru.
Ketiga Inti Roh yang terkurung itu, terlihat semakin melambat kecepatannya. Mungkin dalam belasan detik lagi, ketiganya akan segera tertangkap oleh ketiga bola cahaya berwarna biru itu.
BLAAAMM
Sebuah cahaya merah berukuran besar, tiba-tiba saja melesat dari arah atas, menghantam dinding energi kuning keemasan sekaligus menghancurkannya.
Suasana di atas kota Qian’an itu, tiba-tiba berubah menjadi gelap seiring dengan munculnya dua aura kekuatan yang besar dan mengintimidasi seluruh mereka yang berada.
Wajah terkejut ditunjukkan oleh Dewi Gong Li, saat Ia melihat ketiga Inti Roh Iblis Sejati melesat sangat cepat, dan segera memasuki sebuah Tongkat berwarna Hitam pekat.
-------------------O-----------------------
__ADS_1