
“Paman Apa yang terjadi?” Tanya Zhu San ketika Ia memaksa masuk ke dalam ruang He Pang dan Seng Kun. Ia menemukan keduanya tergeletak dengan mulut yang berbusa.
Zhu San segera mengerahkan energi penyembuh Yinyang untuk mengeluarkan racun dari mulut kedua pendekar Aliran Putih itu.
Satu jam pun berlalu, Zhu San telah berhasil mengeluarkan seluruh racun yang berada di dalam tubuh kedua Pendekar itu. Ia juga menyalurkan sedikit energi qi kepada keduanya yang terkulai lemas.
“Paman apa yang terjadi pada anda berdua?” Tanya Zhu San setelah melihat kondisi keduanya membaik.
“Terimakasih Pendekar Muda, Kami sepertinya diracuni saat menyantap makanan yang diantarkan oleh pelayan.” Jawab He Pang yang dikuatkan oleh anggukkan kepala Seng Kun.
“Pelayan?! … Jika begitu, Kota ini sudah tidak aman lagi bagi anda dan anggota aliansi yang lain. Sebaiknya anda harus memerintahkan seluruh anggota untuk pergi dari tempat ini.”
He Pang dan Seng Kun menyutujui saran Zhu San. Selain itu sekitar sembilan puluh persen anggota aliansi Pendekar Aliran Putih, telah meninggalkan Kota Hungdao.
Mereka berkumpul menjadi satu di Sekte Pedang Awan yang secara tidak langsung menjadi markas bagi Aliansi Pendekar Aliran Putih karena Tang Yun sebagai ketua Aliansi tersebut.
Mereka berempat akhirnya meninggalkan Penginapan dan melesat ke arah barat daya dimana Sekte Pedang Awan berada.
Perjalanan yang ditempuh selama satu hari dengan menaiki kuda itu, hanya ditempuh Zhu San dalam waktu empat jam saja. Hingga mereka tiba di Sekte Pedang Awan saat fajar menyingsing.
Keempatnya disambut oleh Tang Yun yang terlihat khawatir dengan keselamatan mereka. Hal itu karena hampir lima ribu orang Pendekar dari aliansi telah berkumpul di sekitar desa di dekat Sekte Pedang Awan berada, namun He Pang dan Seng Kun tidak terlihat di sana.
Seraya menjamu mereka, Tang Yun pun memulai penjelasan tentang kemajuan pergerakan Aliansi Pendekar Aliran Putih.
Tian Long dan Yang Xio telah mengirim pesan kepadanya, melalui salah satu Ketua Sekte yang baru bergabung, bahwa tiga hari lagi akan dilakukan penyerangan ke Kota Hungdao.
Seluruh anggota Aliansi diminta untuk berkumpul di dekat Kota Hungdao sejauh dua kilometer, tepatnya di sebuah lembah di sebelah barat ibukota Kekaisaran itu.
Untuk itulah besok seluruh anggota Aliansi akan berangkat menuju ke Ibukota Hungdao. Tang Yun meminta He Pang dan Seng Kun untuk beristirahat memulihkan kondisinya terlebih dahulu.
__ADS_1
Sementara Zhu San dan Bian Chi memutuskan untuk pergi ke Alam Jiwa. Mereka akan berlatih Jurus Pedang Inti Bumi seraya berisitirahat di sana.
Tang Yun, He Pang dan Seng Kun terbelalak saat melihat Zhu San dan Bian Chi membuka gerbang Alam Jiwa dan menghilang dari pandangan mata setelah keduanya melewati gerbang tersebut.
“Luar biasa … Kemampuan mereka diluar batas manusia biasa biasa.” He Pang dan Seng Kun pun menganggukkan kepala, menyetujui ucapan Tang Yun.
Beberapa saat kemudian, Tang Yun mengantarkan keduanya ke sebuah ruangan untuk bermeditasi memulihkan kekuatan mereka.
***
Hari yang ditentukan oleh Tian Long untuk menyerang Aliansi Pendekar Aliran Hitam akhirnya tiba. Setidaknya ada dua belas ribu Pendekar dari puluhan sekte Aliran putih, sedang berkumpul di lembah tak bernama itu.
Tian Long lalu memutuskan untuk memberi nama lembah itu sebagai Lembah Pendekar. Hal itu untuk mengingat peristiwa bersejarah dimana dua belas ribu pendekar berkumpul hari ini untuk berjuang.
Setelah semalam mereka menyusun strategi untuk penyerangan, Tang Yun selaku ketua Aliansi, pagi ini memimpin belasan ribu pendekar yang mulai bergerak mendekati kota Hungdao.
“Aku belum melihatnya Ketua, Semoga mereka berdua bisa datang sebelum peperangan dimulai.” Walau berkata dengan tenang, namun hati Tang Yun sebenarnya merasa gelisah.
Walau telah ada Sesepuh Tian Long dan Yang Xio di pihak mereka, namun entah kenapa Hati Tang Yun merasa cemas saat Zhu San dan Bian Chi belum tiba hingga saat ini.
***
“Lapor Yang Mulia … Pasukan dari Aliansi Aliran Putih telah bergerak dan telah berada satu kilometer lagi dari Gerbang Barat.”
Seorang Jenderal berlutut memberi hormat kepada Qiu Lan seraya melaporkan situasi yang mereka hadapi saat ini.
“Baiklah Jenderal. Terimakasih laporanmu dan kembalilah ke gerbang barat.” Bian Chi yang masih duduk di Singgasananya, berkata seraya melambaikan tangan.
“Sesepuh Xin dan Sesepuh Pendekar Hantu serta Sesepuh lainnya, mari kita menuju ke gerbang barat.” Qiu Lan segera berdiri dari duduknya.”Yan Gege … Apakah Kau sudah siap bertemu musuh bebuyutanmu?”
__ADS_1
Gao Yan yang ikut berdiri, segera mengangguk dan tersenyum sebelum menjawab pertanyaan isterinya. “Tentu saja siap. Hari ini Aku bisa membalas dendam atas kematian adikku.”
Tangan Gao Yan terkepal saat teringat bagaimana adiknya tewas di tangan Zhu San dan anggota sektenya yang lain.
Qiu Lan tersenyum puas, Ia lalu berjalan diikuti oleh sekitar delapan orang pendekar tingkat tinggi. Selain Xin Qung, Gao Yan dan Sepasang Pendekar Hantu serta Wang Bu tiga orang Ketua Sekte aliran Hitam yang berkemampuan tinggi, ikut serta dengan mereka.
Sesaat kemudian delapan orang terlihat melayang melintasi udara kota Hungdao. Dari udara setinggi itu, Qiu Lan bisa melihat jika ribuan prajuritnya telah siap untuk berperang.
Setibanya mereka di Gerbang Barat kota Hungdao, mereka mendapati belasan ribu pendekar aliran putih telah berada pada jarak limaratus meter lagi dari tembok pagar.
“Ternyata banyak juga pendekar aliran putih yang masih tersisa.” Suara Qiu Lan terdengar sedikit terkejut mendapati jumlah lawan di hadapan mereka.
“Ini sedikit mengherankan, bagaimana mereka bisa bersatu seperti ini. Hanya satu orang yang bisa melakukannya. Tapi orang itu dikabarkan telah mati.” Xin Qung juga terkejut mendapati jumlah lawan yang begitu banyak.
“Benar … Hanya Si Tua Bangka Tian Long yang bisa menyatukan seluruh Sekte Aliran Putih Kekaisaran Hun. Apakah dia berada di sana? Jika benar, maka peperangan ini tidak mudah untuk kita menangkan.” Salah satu dari Pendekar Hantu berkata.
Qiu Lan yang mendengar hal tersebut segera berkata kepada mereka. “Jika Kalian melihat Tian Long itu, katakan padaku. Biar Aku yang akan membunuhnya!”
****
“Apakah mereka sudah berangkat?” Tanya Zhu San saat tiga hari kemudian keduanya keluar dari Alam Jiwa.
“Kurasa mereka berangkat kemarin dan pertempuran sepertinya telah dimulai pagi ini.” Ucap Bian Chi ketika menyadari mereka salah menghitung perbandingan hari di Alam Jiwa dan Alam Nyata.
Dahi Zhu San mengerut saat Ia mencoba menghitung ulang perbandingan hari di kedua alam tersebut.
“Chi’er ayo secepatnya kita menuju ke Kota Hungdao!” ucap Zhu San dengan wajah yang terlihat cemas. Zhu San segera ke luar dari kediaman Tang Yun dan melesat ke udara diikuti Bian Chi dibelakangnya.
--------------------------O--------------------------------
__ADS_1