
“Bagaimana bisa hal itu terjadi?! Apakah Kau tidak salah melihat?!” Ketua Jie Mei tentu saja tidak bisa menerima penjelasan Zhu San.
“Itulah yang sedang kupikirkan sedari tadi, Aku juga tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan itu.” Zhu San berkata seraya memandang ke tengah Telaga Suci.
Saat itulah mereka dikejutkan dengan munculnya Aura Besar di udara di atas bangunan Sekte Teratai Biru. Sesaat kemudian terdengar pekikan keras dari burung elang.
Saat melihat ke atas, semua orang berseru kaget, ratusan Siluman Elang berukuran Raksasa terlihat mencoba menembus Segel Pelindung yang dibuat oleh Zhu San.
Ratusan burung itu, dipimpin oleh seekor Raja Siluman Burung Elang yang memiliki tubuh berukuran dua kali lipat dari Siluman Burung Elang yang lain.
“Sepertinya mereka mencariku, tentu mereka sudah menemukan jasad lima ekor siluman yang Kita bunuh tadi San’er.”
Long Niu berkata seraya bersiap untuk melesat ke udara. “Guru … Biarkan Aku yang membasmi mereka semua.” Belum Sempat long Niu menjawab, tubuh Zhu San sudah hilang dari pandangan matanya.
“Cepat sekali!”
Long Niu dan Ketua Jie Mei berkata hampir bersamaan, saat melihat Zhu San telah berada di tengah-tengah ratusan Siluman burung elang itu.
“KWAAAKK!”
Hal yang sama juga di alami oleh Raja Siluman Burung Elang dan ratusan anggota lainnya. Mereka terlihat panik dengan terbang berhamburan menjauhi Zhu San.
Zhu San mengamati sejenak ratusan siluman burung yang telah kembali tenang, setelah jarak mereka cukup jauh darinya. Saat itulah suara Raja Siluman Burung Elang terdengar keras membentaknya.
“Manusia Sialan! Apa Kau yang membunuh kelima anak buahku?!”
“Benar sekali, itu balasan bagi mereka yang telah berani menyerang guruku Long Niu!” Jawab Zhu San dengan suara tak kalah kerasnya.
Terdengar geraman dari Raja Siluman Burung Elang sebelum Ia berteriak memerintahkan anak buahnya agar menyerang Zhu San.
Zhu San yang telah menduga akan hal itu, segera mengalirkan energi qi ke arah matanya. Sedetik kemudian, seluruh bola matanya memutih semua. Langit pun seketika berubah menjadi berwarna putih.
Selang beberapa detik kemudian, hawa udara turun drastis seiring dengan jatuhnya butiran salju berukuran sebesar kepala manusia.
__ADS_1
Hal itu membuat ratusan Siluman Burung Elang menjerit panik, namun jeritan itu hilang saat tubuh mereka membeku dan melayang jatuh ke tanah, ketika butiran salju berukuran besar itu menyentuh tubuh mereka.
Dalam sekejap hanya tersisa Raja Siluman Burung Elang yang melindungi tubuhnya dengan semacam perisai energi berwarna merah.
Zhu San cukup terkejut mendapati Raja Siluman itu, masih baik-baik saja setelah terkena serangan kuat darinya.
“Pusaka apa yang dimiliki Raja Siluman Burung ini, hingga Ia bisa bertahan dari seranganku?”
Zhu San sedikit waspada mendapati lawan mampu menahan serangan energi Yin darinya. “Huh Kau pikir seranganmu yang seperti itu bisa membunuhku? Kau terlalu naif manusia!”
Selesai berkata demikian, Raja Siluman Burung membuka paruhnya lebar-lebar dan melesatlah sebuah bola energi berwarna merah yang sangat panas ke arah Zhu San.
Zhu San sedikit terkejut dengan kecepatan serangan Sang Raja Siluman Burung Elang, walau Ia bisa menghindari serangan itu dengan mudah.
Bola energi berwarna merah yang garis tengahnya hampir dua meter itu, berbalik arah ketika gagal mengenai Zhu San yang kini tersenyum tipis melihat hal itu.
Ia segera menggerakkan tangannya dari atas ke bawah seolah sedang menebaskan pedang. Sedetik kemudian, sebuah energi berbentuk pedang melesat cepat dan membelah bola energi itu hingga meledak keras.
Udara berfluktuasi hebat dengan hembusan angin yang cukup kuat menerpa tubuh Zhu San yang tak bergeming sedikitpun dari tempatnya.
Mata Raja Siluman Burung Elang itu, membelalak lebar melihat serangannya dihancurkan dengan mudah oleh lawannya.
Ia berteriak berkali-kali seraya mengepakkan kedua sayapnya dengan kuat. Dari kepakan sayapnya itu, melesat ratusan energi merah berbentuk anak panah yang melesat ke arah Zhu San dengan sangat cepat.
Zhu San segera membuat perisai pelindung yang membuat ratusan energi yang melesat cepat itu, berjatuhan dan meledak saat mengenai Perisai Pelindungnya.
Raja Siluman Burung Elang bertambah kesal mendapati serangannya tak membuahkan hasil. Ia segera berteriak sangat keras dan sesuatu terjadi pada tubuhnya.
Energi berbentuk burung elang sebesar ukuran tubuhnya itu, terlihat keluar dari punggung Raja Siluman itu.
Zhu San segera mengeluarkan jurus tapak naga Yinyang hingga terciptalah dua ekor ular naga yang berbeda warna serta berbeda Aura. Hal itu karena Zhu San merasakan Aura sangat besar, tiba-tiba muncul di udara sejauh puluhan kilometer dari mereka.
“Aura ini!... Aura kekuatan Dewi kegelapan! Tapi mengapa menjadi sebesar ini. Aku harus menyelesaikan pertarungan ini secepatnya.”
__ADS_1
Wajah Zhu San berubah serius saat melesatkan kedua energi berbentuk ular naga yang segera bergerak dengan kecepatan yang tinggi ke arah energi burung elang yang berwarna merah darah itu.
BLAAMMM
Tubuh Zhu San terpental saat tiba-tiba muncul sebuah tangan seperti kristal berukuran raksasa dan berwarna biru yang menghantam kedua energi Ular Naga dari jurus Tapak Naga Yinyang.
Ketiga energi itu meledak bersamaan dan menghancurkan energi berbentuk burung sehingga membuat Siluman Raja Burung terpental puluhan meter dan terluka cukup berat.
Zhu San menyeka darah dari sudut bibirnya, dan Ia menatap dengan mata yang melotot lebar mendapati sosok Qiu Lan yang tiba-tiba telah berada lima puluh meter darinya.
Hal yang mengejutkan Zhu San selain kekuatan Qiu Lan yang kini lebih besar dari kekuatannya, adalah tangan kanan Dewi Kegelapan itu.
“Bagaimana tangannya bisa kembali tumbuh dan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat?” Pertanyaan itu mengisi benak Zhu San yang hatinya menjadi berdebar-debar menyadari kekuatan Qiu Lan saat ini.
“Kau rupanya telah tiba di dunia asalku, tentunya kau mengejar diriku dan ingin memastikan kematianku bukan? Sayangnya bukan kau yang memastikan kematianku tapi sebaliknya, Akulah yang akan memastikan kematianmu!”
Qiu Lan menyeringai seraya mengalirkan energi qi ke arah tangan kanannya yang seketika bercahaya kebiruan. Melihat itu, Zhu San segera mengerahkan delapan puluh persen dari kekuatan penuhnya yang seketika membuat udara bergetar hebat.
Angin berhembus kencang dari tubuh Zhu San yang telah mengerahkan delapan puluh persen kekuatannya. Awan pun segera berarak menjauhi tempat mereka karena begitu kuatnya energi yang memancar dari tubuh Zhu San.
“Qiu Lan hanya tersenyum sebelum berkata yang membuat Zhu San sedikit terkejut mendengarnya.
“Pendekar Dewa Sejati Level Satu ingin melawanku yang berada di level lima, rupanya Kau ingin mati dengan cepat. Baiklah akan ku penuhi keinginanmu itu!”
Qiu Lan yang kini menjelma sebagai Dewi Kegelapan, segera mengangkat tangan kanannya ke udara, namun Ia tercekat saat tiba-tiba merasakan dua Aura Kekuatan pendekar sejati level tiga, melesat mendekati dirinya dari dua arah yang berbeda.
Raut wajah Zhu San seketika memburuk, menyadari tiga kekuatan besar yang melebihi kekuatannya saat ini, tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Seandainya Aku telah menguasai Jurus Berpindah Tempat dalam sekejap dalam Kitab itu. Mungkin Aku bisa menyelamatkan Guru dan Ketua Jie Mei serta yang lainnya dari kematian.”
Zhu San memandang ke arah bawah dimana wajah-wajah tegang terlihat dari orang-orang berada di dalam perisai energi yang Ia buat.
---------------------------O--------------------------
__ADS_1