Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
331: Chang Bei Vs Bian Chi


__ADS_3

“Guru … Apakah Guru juga merasakan Aura kuat yang sedang mendekat ini?” Tanya Chang Bei yang baru saja bergegas memasuki ruangan dimana Gurunya Qi Shang berada.


“Tentu saja, Aura kekuatan ini sepertinya adalah milik sosok pria yang membunuh Yin’er. Auranya begitu besar, sepertinya kau masih bukan lawannya, Bei’er.”


Dahi Chang Bei berkerut mendengar perkataan Qi Shang. Guru bukankah kata guru, kekuatannya berada di tingkat pendekar Dewa Sejati tahap Satu? Bukankah kekuatan kami setara saat ini?”


Chang Bei yang telah menguasai jurus Puncak dari Pedang Kristal Merah yaitu Jurus Kehampaan Jiwa Pedang, merasa ada yang salah dengan perkataan Gurunya.


“Pria itu jauh lebih kuat lagi dari terakhir kali Aku bertemu dengannya. Walau Ia menyembunyikan kekuatannya di Tingkat Pendekar Dewa Sejati Level satu, tapi aku bukan sosok kemarin sore yang bisa Ia tipu. Kekuatan sebenarnya pria itu, setidaknya berada di tingkat Pendekar Dewa Sejati Level Sepuluh.”


“Apa! Pendekar Dewa Sejati Level Sepuluh? Bukankah kekuatannya setara dengan kekuatan guru saat ini?” Tanya Chang Bei dengan raut wajah yang terlihat khawatir.


“Tenang saja, walau kekuatan kami seimbang, Jurus Murka Iblis Angin Level tiga sangatlah kuat. Aku yakin bisa mengalahkannya.”


Qi Shang lalu berdiri dari duduknya, Ia memberi perintah kepada Chang Bei agar mengumpulkan seluruh jagoan di Tingkat Pendekar Langit. Chang Bei pun bergegas meninggalkan ruangan untuk segera mengumpulkan anak buahnya.


Qi Shang merasakan ada empat aura kuat yang semakin dekat dengan kota dimana mereka kini berada. Kota Jiangyao adalah kota terdekat dari tempat mereka berada selama ini.


Lima hari lalu Kota Jiangyao yang telah dikuasai oleh Aliansi Kegelapan anak buah Qiu Lan, sedang mendapat serangan dari para pendekar Aliansi Aliran Putih.


Ia dan muridnya Chang Bei tiba di kota ini karena sedang mencari keberadaan Qiu Lan untuk mengajaknya bekerja sama membunuh Zhu San dan Bian Chi.


Ia pun membantu Aliansi kegelapan menghabisi seluruh pendekar yang menyerang mereka. Dan Ia terkejut saat mendapatkan informasi bahwa Qiu Lan mungkin saja telah tewas oleh seorang pendekar yang sangat kuat.


Mendengar hal itu, Ia pun memutuskan untuk menggantikan Qiu Lan dan memimpin Aliansi Kegelapan untuk menguasai Benua Atas.


“Aura ini adalah Aura Phoenix Putih, mengapa Ia bersama mereka? Apakah Ia telah berkhianat? Jika benar, maka aku sendiri yang akan membunuhnya.”

__ADS_1


Seraya berkata demikian dalam benaknya, Qi Shang segera melayang ke udara setelah keluar dari ruangannya. Saat itu Ia menyadari keempat aura besar yang mendatangi kota Jiangyao telah berada kurang dari dua kilometer lagi.


Terlihat olehnya puluhan anak buahnya yang berada di tingkat Pendekar Langit telah melayang ke atas tembok utara Kota Jiangyao.


Mereka dipimpin oleh Chang Bei yang terlihat sudah tidak sabar untuk membalas kematian isterinya.


Sesaat kemudian, terlihat sebuah burung phoenix besar melayang dengan cepat dan berhenti pada jarak lima puluh meter dari tembok utara kota Jiangyao.


Dari atas punggung, melesat tiga orang yang tak lain adalah Zhu San, Bian Chi dan Lian Li. Sesaat kemudian, Phoenix Putih pun mengubah wujudnya menjadi seorang manusia.


“San Gege … Rupanya mereka telah bersiap dengan kedatangan kita. Apakah Aku sudah boleh membunuhi mereka?” Tanya Bian Chi Seraya bersiap dengan mengalirkan energi qi ke kedua telapak tangannya.


Saat itulah Chang Bei datang mendekat dengan Pedang Kristal Merah yang telah Ia keluarkan dari Cincin Ruangnya.


Di belakangnya ikut melesat sekitar dua puluh lima orang di tingkat Pendekar Langit, siap menyerang mereka berempat untuk membantu Chang Bei.


“Aku yang membunuh Isterimu yang keji itu, jadi lakukanlah jika Kau memiliki kemampuan untuk membalas dendam.” Bian Chi melayang maju seraya mengerahkan kekuatan di tingkat pendekar Dewa Sejati Level Lima.


Hal itu Ia lakukan karena mendapat pesan dari Zhu San yang akan menghadapi Qi Shang. Guru Chang Bei itu saat ini sedang melayang dengan santainya mendekati puluhan orang yang telah siap bertarung itu.


Mendengar ucapan Bian Chi yang meremehkannya, Chang Bei segera melesat menyerangnya walau Bian Chi tidak membawa pedangnya.


Bian Chi sengaja akan bertarung dengan tangan kosong karena menyadari kekuatan Chang Bei hanya berada di Level Satu Pendekar Dewa Sejati. Musuh yang bisa Ia bunuh tanpa perlu menggunakan Pedang Yin.


Sementara Lian Li dan Phoenix Putih, bersiap untuk menghabisi puluhan lawan yang berada di tingkat Pendekar Langit. Namun langkah keduanya terhenti saat melihat Qi Shang telah berada di dekat Chang Bei.


“Bei’er jangan ceroboh, gunakan Jurus Kehampaan Jiwa Pedang untuk membunuhnya. Lawan mu berada di level lima Pendekar Dewa Sejati, Kau tidak akan bisa mengalahkannya jika tidak menggunakan jurus itu.”

__ADS_1


Chang Bei yang hampir saja melesat menyerang Bian Chi, tertegun mendengar ucapan Gurunya. Namun Ia lebih percaya diri bisa membunuh Bian Chi dengan jurus terkuat yang baru Ia kuasai.


Pedang di tangan Chang Bei, seketika memancarkan aura yang mengintimidasi saat bilahnya bercahaya merah darah, tepat setelah Ia mengalirkan delapan puluh persen kekuatannya.


Sementara Bian Chi telah bersiap dengan Jurus Tapak Naga Yinyang. Seketika semua orang menjauhi tempat dimana Bian Chi dan Chang Bei berada, karena merasakan hawa panas dan dingin yang menerpa tubuh mereka dengan kuat.


Setelah jarak mereka terpaut lebih dari lima puluh meter, Tiba-tiba Phoenix Putih dan Lian Li melesat ke arah para pendekar langit. Teriakan segera terdengar dari para pendekar Aliansi Kegelapan, terlihat beberapa orang berjatuhan dengan nyawa melayang.


Pertarungan yang berbeda dalam hal jumlah itu, segera terjadi dengan cepat. Sementara Zhu San dan Qi Shang, masih saling melihat satu sama lainnya.


Sementara Chang Bei yang telah dipenuhi amarah dan dendam, segera mengangkat pedang Kristal Merah ke atas kepalanya. Seketika muncul belasan energi Pedang Kristal Merah yang berkilau sepanjang dua meter.


“Matilah Kau!”


Belasan energi pedang itu, segera melesat cepat ke arah Bian Chi dan bergerak menyerangnya dari segala arah, seolah setiap energi pedang itu memiliki nyawa.


Bian Chi segera menggerakkan kedua energi berbentuk ular naga dari kedua telapak tangannya agar mengelilinginya dan menghancurkan pedang energi Chang Bei.


BLAM BLAAM


Satu persatu tiga belas pedang energi itu meledak saat bersentuhan dengan energi berbentuk Ular Naga. Hal yang membuat Chang Bei segera mengangkat kembali pedang Kristal merah ke atas kepalanya.


Kini tercipta dua pedang energi berukuran raksasa dengan panjang lebih dari lima meter. Bian Chi yang melihat hal itu segera meningkatkan kekuatan serangannya.


Saat terjadi benturan tadi, Ia bisa merasakan jika energi pedang itu sangat kuat dan nyaris membuat salah satu energi ular naganya meledak.


----------------------------O----------------------------

__ADS_1


__ADS_2