
“Kakak mari kita gunakan Jurus Murka Phoenix Api untuk membuat jalan bagi Sang Dewi.” Phoenix Merah tiba-tiba melesat ke samping Sang Kakak. “Dewi ini Batu Tujuh Warna Anda.”
Phoenix Merah menyerahkan batu yang berada di tangannya, lalu Ia pun segera mengubah wujudnya menjadi seekor Burung Phoenix Merah.
Kedua Siluman Burung Phoenix itu segera bersiap menyambut serangan energi berbentuk dua ekor Ular Naga Raksasa yang bertubuh kuning keemasan dengan panjang tubuh lebih dari lima puluh meter.
Tubuh Siluman Burung Phoenix Merah seketika menyala diselimuti oleh Api Merah. Sedang Phoenix Biru tubuhnya diselimuti api berwarna biru.
Udara pun kini berubah menjadi sangat panas akibat pengerahan energi kedua makhluk siluman itu.
Sementara Qiu Lan dan Chi Yu bersiap untuk pergi dari tempat tersebut dengan membuka gerbang Dimensi ke Dunia Atas. Shen Rong yang melihat hal itu segera melesat untuk menggagalkan rencana Dewi Kegelapan.
Namun langkahnya terhenti saat, kepakan sayap Phoenix Biru, melepaskan energi berbentuk pedang sepanjang lima meter yang sangat runcing pada bagian ujungnya.
Shen Rong tak ingin gegabah, mengingat kekuatan Phoenix Biru berada pada tingkat yang sama dengannya. Ia lalu membuat Perisai energi untuk menahan serangan tersebut.
BLAAM
Tubuh Shen Rong terpental belasan meter akibat kuatnya ledakan tersebut. Demikian juga dengan Siluman Burung Phoenix Biru.
Melihat hal itu, Zhu San segera mengeluarkan seekor naga lain dari tangan kirinya. “Chi’er! Kau hadanglah Qiu Lan !”
Bian Chi segera melesat ke arah dimana Gerbang Dimensi berwarna pelangi telah terbuka. Ia pun segera menggerakkan tangannya, energi besar berbentuk ular naga meliuk-liuk ke arah Qiu Lan
“Sepasang Naga Emas!”
Zhu San berteriak seraya melepaskan serangan. Kedua Ular Naga Raksasa itu melesat sangat cepat ke arah Phoenix Merah dan Phoenix Biru yang baru saja berhasil menguasai posisinya.
Wajah Phoenix biru seketika memucat karena tidak siap dengan serangan tersebut. Saat Ia mencoba menghindar, Phoenix Merah segera melesat ke depannya dan lalu menghadang serangan kedua ular naga itu sendirian.
Phoenix Merah mengerahkan seluruh kekuatan yang Ia miliki dengan membuat Perisai energi yang berbentuk dua sayap burung berukuran besar.
“Kakak! Cepat pergi bersama Dewi! … Sampaikan Kepada Kakak pertama untuk membalaskan Kematianku!”
Phoenix Merah berteriak kepada Phoenix Biru saat melihat Gerbang Dimensi Ke dunia Atas telah terbuka dan Chi Yu terlihat baru saja memasuki gerbang Dimensi itu.
Phoenix Biru terlihat bimbang, namun Phoenix Merah yang melihat keraguan Sang Kakak, membentaknya agar segera pergi.
Phoenix Biru segera mengubah wujudnya menjadi seorang gadis bergaun biru lalu melesat ke samping Qiu Lan yang sedang menghadang laju serangan Ular Naga Bian Chi dengan melilitkan Lima Benang Jiwa dari tangan kanannya ke tubuh ular naga itu.
Walau kekuatan energi Bian Chi berada dua level di atasnya, namun kehebatan pusaka Seribu Benang Jiwa mampu menahan kekuatan besar itu walau hanya selama puluhan detik saja.
__ADS_1
BUMMMM
Suara ledakan keras terdengar dari pertarungan Zhu San dan Phoenix Merah, tepat setelah Siluman Burung Phoenix Biru memasuki Gerbang dimensi ke Dunia Atas.
Perisai Energi berbentuk sayap burung, tertembus oleh kedua Ular Naga Emas yang langsung menghantam tubuh Phoenix Merah yang berbentuk burung sepanjang lebih dari sepuluh meter.
“Adik!!”
Phoenix Biru berteriak histeris saat melihat apa yang terjadi. Tubuh Burung Phoenix Merah seketika meledak dan hancur menjadi debu terkena serangan Zhu San.
Phoenix Biru berusaha keluar dari gerbang dimensi tersebut, namun Chi Yu yang sudah lebih dulu berada di dalam gerbang, segera menarik tangannya.
Melihat Phoenix Biru telah memasuki gerbang, Qiu Lan pun berniat menyusulnya. Ia segera melepaskan energi dalam jumlah besar ke dalam benang untuk meledakkan Energi Ular Naga Bian Chi yang tengah meronta-ronta.
Sedetik kemudian, Qiu Lan melesat memasuki Gerbang. Namun tanpa Ia duga, sebuah serangan pedang Energi dari Zhu San datang menebas ke arahnya dengan sangat cepat.
AAARGGGHHH
Qiu Lan menjerit keras karena sedikit terlambat menghindari serangan tersebut. Hal itu menyebabkan lengan kanannya sebatas bahu, tertebas Pedang energi Zhu San.
Namun begitu, Ia masih bisa bergerak dengan cepat dan memasuki gerbang dimensi tepat saat ledakan energi darinya dan Bian Chi meledak hebat.
BUUUMMM
Energi ledakan membuat udara berfluktuasi sangat hebat, tidak ada yang terpental dari tempatnya masing-masing, kecuali delapan orang yang berada dalam bola cahaya.
Satu menit kemudian efek dari ledakan itu mereda, situasi di bagian selatan Kota Baixan itu menjadi hening, walau belasan ribu orang berada di sana.
Semuanya terlalu takjub dengan apa yang baru saja mereka lihat. Bian Chi dan Zhu San terlihat sangat kesal karena Qiu Lan dan kedua rekannya berhasil melarikan diri ke Dunia Atas.
Sementara Fu Kuan dan ke tujuh orang lainnya yang masih berada di dalam bola cahaya, terlihat murung.
Mereka sangat menyayangkan Qiu Lan yang berhasil melarikan diri dan pergi entah kemana dengan memasuki lorong cahaya berwarna pelangi itu.
Semua orang yang berada di tempat tersebut, terkejut dengan apa yang terjadi kemudian. Bahkan Zhu San sendiri tidak menduganya.
Bian Chi yang merasa sangat kesal karena Qiu Lan berhasil melarikan diri, tiba-tiba menjadi murka saat melihat dua puluh orang pendekar yang mampu melayang di udara, melesat hendak pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sontak Bian Chi melesat dan tiba-tiba tubuhnya telah berada di depan kedua puluh orang itu dan juga berada di atas belasan ribu Pasukan Khusus Kekaisaran yang berasal dari kalangan pendekar.
Selain kemunculan Bian Chi yang tiba-tiba, hal lain yang membuat mereka terkejut adalah ketika melihat mata Bian Chi tiba-tiba berubah menjadi putih semua serta tubuhnya memancarkan hawa yang sangat dingin.
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh Bian Chi, membuat langit kini kembali diselimuti awan putih yang menutupi matahari. Hujan salju kembali turun bersamaan dengan menurunnya suhu udara dengan sangat cepat.
Shen Rong yang baru saja meraih gelang hitam dari potongan tangan kanan Qiu lan yang ikut meledak, kembali mengalirkan energi qi, untuk melindungi tubuh dan organ dalamnya dari kebekuan akibat suhu udara yang teramat dingin itu.
Dalam sekejap saja, belasan ribu orang Pendekar Pasukan Khusus Kekaisaran Liu itu tewas. Jantung mereka berhenti berdetak akibat tubuh yang membeku.
Sementara dari dua puluh orang pendekar yang bisa melayang kini mereka telah kembali berada di tanah dengan tubuh yang menggigil hebat. Satu persatu mereka pun tewas dengan tubuh membeku.
Shu Luan dan Qiao Hung adalah dua orang terakhir yang tewas. Di penghujung hidupnya, kedua pendekar hebat Kekaisaran Wei itu menyesal telah mendatangi Kekaisaran Liu.
Sementara delapan orang yang berada di dalam Bola Cahaya raksasa melotot lebar melihat Bian Chi membunuh seluruh lawan yang berjumlah belasan ribu dengan cara yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
Udara perlahan kembali normal saat Zhu San menghampiri Bian Chi dan meminta agar Ia menghentikan aksinya.
***
Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi terhadap Qiu Lan, Chi Yu dan Phoenix Biru. Bahkan ketiganya pun tidak menduga mereka akan mengalami hal yang mengerikan saat berada di Lorong Dimensi.
Baru sedetik Gerbang Lorong Dimensi itu tertutup, guncangan besar menerpa lorong dimensi yang memiliki tujuh warna pelangi itu. Guncangan itu diakibatkan oleh ledakan energi Qiu Lan dan Bian Chi.
Akibat Guncangan mendadak dan sangat keras itu, Qiu Lan yang berada paling dekat dengan pintu gerbang, tubuhnya seolah tersedot oleh kekuatan besar ke arah belakang.
Qiu Lan mencoba bertahan, namun Ia gagal mengendalikan gerak tubuhnya. Yang Bisa Ia lakukan adalah melemparkan Batu Tujuh warna yang sedari tadi Ia pegang dengan tangan kirinya, kepada Chi Yu yang segera menangkapnya sambil berteriak histeris melihat kondisi tubuh Qiu Lan.
BLAAMMM
Sebuah ledakan menghancurkan lorong antara Qiu Lan dan kedua anak buahnya, ledakan itu membuat mereka berdua terpental keluar dari lorong dimensi. Keduanya bisa merasakan bahwa mereka telah berada kembali di Dunia Atas.
Raut wajah keduanya terlihat murung, saat lorong dimensi tersebut menghilang dan tubuh Qiu Lan tidak terlihat oleh mereka walau telah mengedarkan pandangan ke seluruh area tersebut.
“Apa yang terjadi dengan Dewi? Dimanakah dirinya sekarang berada?” Phoenix Biru hanya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Chi Yu.
“Yang Pasti Ia tidak berada di Dunia Atas, mungkin Ia terhisap kembali ke Dunia Bawah. Hanya itu kemungkinan yang terjadi.”
Jawab Phoenix Biru yang wajahnya berubah sedih setelah mengingat kematian Sang Adik, Phoenix Merah.
Dugaan Phoenix Biru tidak sepenuhnya benar ataupun sepenuhnya salah. Qiu Lan memang tidak berada di Dunia Atas. Namun Ia juga tidak berada di Dunia bawah.
Hal terakhir yang bisa Qiu Lan ingat sebelum Ia tak sadarkan diri adalah tubuhnya terhisap ke sebuah Lubang Hitam yang sangat besar. Tiga energi besar menarik tubuhnya ke lubang tersebut.
---------------------O----------------------
__ADS_1
END OF ARC 4. BANGKITNYA DEWI KEGELAPAN
Bersambung di ARC. 5 yang merupakan Arc. Terakhir di Buku Ke 3 dari “Trilogi Legenda Pendekar Semesta.”