Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
212: Menempa Tulang dan Otot


__ADS_3

“Ah … Waktuku untuk kembali ke dunia asalku semakin menipis saja. Mungkin hanya tinggal satu atau dua minggu lagi. Bagaimana ini? Kekuatan mereka mereka belum cukup untuk mengaktifkan Artefak Dimensi Itu.” Keluh Long Niu dalam benaknya.


Bian Chi yang melihat perubahan pada wajah sang Guru yang sedang melihat sinar pelangi, segera menatap ke arah yang sama.


“Sinar Pelangi kecil itu kenapa meredup Guru?” Tanya Bian Chi. Long Niu tersenyum pahit sebelum menjawab dengan lirih.


“Energi murni dalam Artefak itu, semakin menipis. Mungkin dua minggu lagi akan habis dan aku tak bisa lagi kembali ke dunia Asalku setelah dua minggu lagi, Chi’er” Suara Long Niu terdengar lirih.


“Mengapa begitu guru? Bukankah kami akan mengirim Guru kembali ke dunia asal guru?” Tanya Bian Chi keheranan.


“Tidak Sempat lagi. Kalian akan butuh waktu setidaknya satu bulan untuk meningkatkan kualitas tulang kalian agar bisa membentuk paling tidak lima ratus kristal qi. Dengan Jumlah itu, maka Artefak Dimensi bisa diaktifkan oleh gabungan kekuatan kalian. Sudahlah mungkin sudah takdirku akan terkubur di dunia ini.”


Perkataan Long Niu yang terdengar putus asa, membuat Bian Chi terdiam. Ia hanya bisa berharap Zhu San segera bangun dan mengetahui permasalahan ini.


Tiga jam kemudian Zhu San terbangun dari tidurnya. Ia pun sedikit terkejut saat merasakan tubuhnya terasa lebih kuat dan ringan.


Sementara guru mereka, Long Niu terlihat sedang bermeditasi di atas sebuah batu lain, memulihkan energinya yang terkuras setelah membantu Zhu San.


“Kita pergi ke Alam Jiwa saja untuk proses peningkatan kualitas tulang tubuh kita. Sehingga kita bisa menyelesaikan proses pelatihan dari Guru dengan cepat.”


Ucap Zhu San setelah mengetahui tentang situasi yang dihadapi oleh guru mereka saat ini. “Sebaiknya kita pergi malam ini juga. Agar lebih cepat lagi memulai proses itu.”


Bian Chi mengangguk setuju, Zhu San pun melangkah mendekati guru mereka. Long Niu yang menyadari kedatangan Zhu San, lalu menghentikan meditasinya.


“Kau sudah bangun San’er. Apakah kau merasakan tubuhmu semakin kuat?” Tanya Long Niu. “Benar Guru, aku merasa demikian. Oh ya Guru … Ada yang ingin ku sampaikan, mengenai Situasi Artefak Dimensi dua minggu lagi itu.” Jawab Zhu San.

__ADS_1


Zhu San lalu menjelaskan rencananya untuk memasuki Alam Jiwanya dan melakukan proses meningkatkan kekuatan tulang dan otot tubuh mereka di sana.


Ia juga menjelaskan tentang perbandingan waktu yang antara ke dua alam itu. Satu hari di Alam Dunia Nyata akan setara dengan tujuh hari di Alam Jiwa Mereka. Long Niu terkejut senang mendengarnya.


“Prosesnya terbalik, tapi kalian berdua adalah orang-orang luar biasa. Di dunia kami, Hanya mendiang guruku saja yang bisa membuat Alam Jiwanya sendiri. Kalian tidak memiliki qi dalam jumlah besar, tapi bisa membuat alam jiwa? Sungguh luar biasa.”


Long Niu berdecak kagum mendengar penjelasan Zhu San. Ia pun mensyukuri karena telah memutuskan untuk menjadikan mereka berdua sebagai muridnya.


“Pergilah ... Penyerapan Energi Ginseng yang kedua kali dan seterusnya, tidak akan sesakit seperti yang pertama. Apakah Kau yakin bisa membantu Chi’er saat nanti Ia memulai penempaan tulang dan ototnya?” Tanya Long Niu.


“Aku yakin bisa melakukan hal itu Guru, karena Guru telah memahami semua yang guru ajarkan kepadaku selama proses itu.” Jawab Zhu San dengan penuh percaya diri.


“Selain itu aku juga menyadari, jika energi murni Inti Elemen air dan Es akan dapat meredam hawa panas dari energi ginseng itu. Jadi kurasa Chi’er tidak akan mengalami rasa sakit seperti diriku.” Lanjut Zhu San.


“Kedua buah ini berkhasiat untuk membentuk energi qi. Makanlah sedikit demi sedikit. Jika kalian bisa menghabiskan sebutir buah ini, maka kalian akan memiliki kristal qi lebih banyak dariku. Tapi jangan memaksakan tubuh kalian, aku saja hanya bisa menghabiskan setengahnya.”


Lon Niu mengulurkan dua buah berbeda yang berbeda warnanya itu. Hawa dingin Zhu San rasakan dari Buah Air Mata Bulan yang memiliki kulit kebiruan.


Sedangkan hawa panas Ia rasakan dari Buah Keringat Matahari yang kulitnya berwarna kuning kemerahan. Zhu San memasukan kedua buah langka itu ke dalam Cincin Jiwanya.


Beberapa saat kemudian mata Long Niu dibuat Takjub dengan proses pembentukan Terowongan Dimensi Alam Jiwa. Zhu San melambaikan tangannya ke arah Sang Guru dengan senyum lebar.


“Semoga saja kalian bisa kembali tepat waktu, Aku penasaran akan sekuat apa saat mereka kembali nanti. Pemuda itu, membuat hatiku tenang seolah aku sedang bersama Mendiang Guru. ” Long Niu bergumam sendiri.


Sementara Zhu San dan Bian Chi telah tiba di Alam Jiwa mereka. Tanpa membuang waktu lagi, Zhu San segera membantu proses proses penempaan tulang dan otot bagi Bian Chi.

__ADS_1


Tidak seperti sebelumnya, Zhu San hanya menyarankan Bian Chi agar memotong Ginseng itu menjadi delapan bagian. Bian Chi menelan separuh Ginseng dari yang ditelan oleh Zhu San sebelumnya.


Tidak menunggu lama Bian Chi bisa merasakan jika di dalam perutnya terdapat luapan energi besar. Zhu San yang berada di belakangnya, segera membantu Bian Chi mengendalikan Energi besar itu. Tidak sampai lima menit, mulai terdengar rintihan Bian Chi yang kesakitan.


Namun tidak seperti Zhu San sebelumnya, rasa sakit itu hanya berlangsung kurang dari tiga jam saja. Selanjutnya Bian Chi yang tubuhnya memiliki Akar Roh Yin dengan mudah meredam hawa panas dan rasa sakit itu.


Zhu San terkesiap saat mengetahui proses yang Bian Chi lakukan empat kali lebih cepat dari proses yang Ia lalui. Hanya dalam enam Jam saja Energi dari Ginseng Darah itu berhasil meningkatkan kualitas tulang dan otot Bian Chi.


“Chi’er … Apakah kau tidak merasa kesakitan selama enam jam ini?” Tanya Zhu San penasaran.


“Tidak hanya sekitar dua hingga tiga jam saja.” Jawab Bian Chi sambil mengusap keringat di dahinya. Walau di Alam Jiwa saat ini hampir pagi, namun akibat proses penempaan tulang itu, Bian Chi berkeringat juga.


“Kalau begitu makan dua bagian Ginseng Darah itu.” Kata Zhu San. Agak sedikit ragu Bian Chi memakan ginseng itu untuk kedua kalinya. Kali Ini energi yang meluap di dalam perutnya dua kali lipat lebih besar.


Bian Chi segera memulai penyerapan itu. Zhu San yang membantunya, merasakan jika proses peningkatan kualitas tulang Bian Chi jauh lebih cepat dari sebelumnya. Hanya dalam dua belas jam saja, proses itu telah selesai.


“Chi’er bagaimana? Apakah kau masih merasakan sakit?” Tanya Zhu San penasaran. Bian Chi hanya menggelengkan kepalanya. Ia terlihat kelelahan.


“Istirahatlah, tidurlah terlebih dahulu, karena hari pun mulai kembali malam.” Bian Chi menuruti perkataan Zhu San. Ia segera merebahkan tubuhnya dengan kepala berbantalkan paha Sang Suami.


Dalam sekejap saja, Bian Chi yang kelelahan telah terlelap. Zhu San pun membelai rambut hitam legam isterinya itu dengan penuh kasih. Hingga Ia akhirnya menyadari sesuatu.


“Apa hanya perasaanku saja, ah tidak memang sepertinya terlihat lebih besar dari sebelumnya. Jangan-jangan itu karena efek dari Peningkatan kualitas tulang dan otot tadi.” Kata Zhu San setelah memastikan dengan menyentuhnya.


******

__ADS_1


__ADS_2