
Di saat yang bersamaan dengan masuknya Roh Yao Shan kembali ke Cincin Jiwa yang kini menjadi milik Zhu San, di tempat sejauh ribuan kilometer di utara, Roh Gong Chi pun kembali memasuki Cincin Jiwa Bian Chi.
Bian Chi terdiam dan masih menunduk, setelah mendengar perintah dari Roh Gong Chi yang telah menghilang dari pandangan.
Perintah itu adalah agar Ia melakukan perjalan ke arah selatan, untuk menemukan dan menikahi Pemuda yang mengemban takdir langit bersamanya kelak.
Tentu saja Bian Chi ingin menolak hal itu, sebagai perempuan, hal itu sangatlah tabu. Namun mengingat akan bahaya yang akan terjadi pada umat manusia, Bian Chi pun berusaha menekan rasa itu.
“Jangan Kau pikirkan tentang peradatan dalam situasi seperti ini. Berharaplah bahwa Pemuda yang ditakdirkan menjadi jodohmu kelak, adalah seorang pemuda tampan yang melebihi Kakak seperguruanmu yang dingin seperti es itu.”
Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Bian Chi, Lin Mi berkata menasehati muridnya yang masih tertunduk itu.
Bian Chi pun tersentak kaget mendengar hal itu, Ia pun segera menyuarakan apa yang membuat wajahnya akan terlihat merona merah, jika saja saat itu adalah siang hari.
“Nenek … Kenapa nenek berkata seperti itu? Apakah Nenek ….”
“Tentu saja nenek tahu apa yang ada di dalam hatimu. Kau diam-diam menyukai Kakak seperguruan mu itu bukan?”
Lin Mi tersenyum setelah berkata seperti itu. Hal itu karena Bian Chi tertunduk dengan rasa malu yang indah di dalam hatinya.
“Chi’er … Guru dan juga Suhengmu, akan menemani perjalananmu ke selatan. Karena Guru ingin mencari saudara Sepupu yang kabarnya menjadi pendekar aliran sesat di sana. Jika Ia tidak segera bertobat, guru akan membunuhnya saja.”
Bian Chi terkejut mendengar hal itu, ada rasa senang yang lebih besar hingga membuatnya tersenyum.
Guru dan Murid itu, akhirnya kembali ke rumah mereka. Keduanya melayang di udara dengan anggunnya, saat menyibak udara dingin di tepi Jurang Putus Cinta.
***
Akibat apa yang dilakukan oleh Zhu San yang membakar perbekalan makanan mereka, Dewa Tapak Api Luo San, akhirnya membatalkan rencana serangan besar ke kota Baixan.
Ia pun segera mengirim seorang utusan untuk menyampaikan hal tersebut kepada sekutunya yang telah bersiap di Kota Wuchang, Sun Yang dan Sun Li.
Lima puluh ribu orang pasukan yang tergabung dalam Aliansi Aliran hitam itu, kembali bergerak ke arah kota Shangyu.
Dengan perbekalan yang kurang separuh dari pertama yang mereka bawa, tidak mungkin bagi mereka untuk terus melanjutkan rencana penyerangan itu.
__ADS_1
Selagi masih dekat dengan Kota Shangyu, Ia menilai, kembali ke kota tersebut adalah rencana yang tepat. Qing Jun dan para ketua Sekte yang ikut bersamanya, juga mendukung keputusan Luo San.
Dan mereka pun akhirnya tiba kembali ke kota Shangyu, saat hari telah berganti malam sejak beberapa jam yang lalu.
Luo San pun akhirnya berkumpul bersama Qing Jun dan juga para ketua Sekte dan beberapa jenderal dari pasukan para bangsawan.
“Saudara Dewa Tapak Api, apakah rencana kita selanjutnya?”
Jiang Fu, Ketua Kelompok Pembunuh Lembah Neraka, bertanya kepada Luo San yang tercenung setelah mendengar pertanyaan tersebut.
“Kita akan menunggu kabar dari saudara Tsao Beng dan Qiao Bun terlebih dahulu. Apakah Ia berhasil membunuh Bangsawan Zhu Han atau tidak.”
Luo San menjawab pertanyaan Jiang Fu dengan suatu sedikit ragu-ragu. Mengingat Zhu San tentunya sudah mengetahui jika kedua Pendekar dari Kekaisaran Wei itu, sedang berada kota Shinzu.
“Bukankah mereka berdua adalah pendekar terhebat yang berada di Kekaisaran Liu saat ini? Menurutmu apakah Pemuda itu bisa mengalahkan mereka berdua?”
Qing Jun bertanya demikian karena Ia merasa jika sahabatnya itu, merasakan firasat yang sama dengan dirinya. Firasat buruk saat Ia melihat kemampuan yang Zhu San tunjukan siang tadi.
“Benar katamu jika mereka saat ini adalah pendekar terkuat di yang berada di Kekaisaran Liu. Tapi apa Kau lupa jika Tsao Beng pernah berkata sesuatu tentang tubuh istimewa pemuda itu?”
Luo San balik bertanya kepada Qing Jun yang langsung mengangguk.
Qing Jun menghela nafas panjang setelah Ia berkata demikian.
“Lalu apa rencanamu selanjutnya?”
Qing Jun mempertanyakan kembali pertanyaan yang Ia, Jiang Fu dan Zhi Hung miliki saat ini.
“Sambil menunggu kabar dari mereka berdua, Aku berencana mengundang beberapa tokoh tua aliran hitam yang seangkatan dengan Lin Kai atau Fu Kuan. Selain itu, bagaimana jika Kita menyerang sekte-sekte Aliran putih yang lain?”
Perkataan Luo San disambut dengan dahi berkerut oleh mereka yang ada di dalam ruangan itu.
Menyadari hal itu, Luo San pun lalu segera menjelaskan bahwa ada lima orang tokoh aliran hitam yang Ia kenal dari Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Wei yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari Tsao Beng maupun Qiao Bun.
Luo San lalu menyebutkan nama pertama yaitu Chou Ong, yang merupakan guru sekaligus paman dari Chou Bai.
__ADS_1
Selain itu masih ada Ren Jian yang berjuluk Pendekar Tongkat Darah. Hong Qi yang berjuluk Pendekar Tapak Hitam. Keduanya berasal dari Kekaisaran Qing.
Lalu dua orang lagi berasal dari Kekaisaran Wei yaitu Leng Xue yang berjuluk Pendekar Tapak Iblis dan Kong Sun Sang Pendekar Pedang Kembar.
Mereka berlima adalah jagoan yang masuk dalam sepuluh orang pendekar terkuat di Kekaisarannya masing-masing.
Semua orang terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Luo San .Tentu saja mereka senang mendengar hal itu. Namun mereka juga tahu, tidak mudah untuk mengundang para tokoh besar itu.
Qing Jun kembali mempertanyakan apa yang ada di dalam benak mereka semua tentang hal itu.
Luo San hanya tersenyum tipis, Ia sudah mengetahui jika pertanyaan itu akan Ia dengar.
“Memang tidak mudah mengundang mereka, tapi jika kita tahu apa yang mereka sukai, maka hal itu menjadi mudah. Tenang saja Aku akan mengurus sendiri hal ini.”
Luo San lalu melanjutkan penjelasannya, jika besok tidak ada kabar dari Tsao Beng dan Qiao Bun, maka Ia memutuskan akan mengundang ke lima tokoh tersebut.
Lalu mereka melanjutkan pembicaraan tentang rencana untuk menyerang, beberapa Sekte Aliran Putih yang ketuanya masih hidup.
Dan tujuan pertama mereka adalah Sekte Pedang Bintang yang saat ini dipimpin oleh murid kedua Fu Kuan, Gao Shu.
Qing Jun terlihat bersemangat dengan rencana itu. Mereka pun sepakat untuk memilih Qing Jun menjadi pemimpin dalam penyerangan ke Sekte itu, yang rencananya akan dilakukan dua hari lagi.
*****
JANGAN LUPA LIKE DI SETIAP CHAPTERNYA YA BOS.
Saat mengirim Naskah ini untuk di review, Author belum mengetahui di Level berapa Novel Legenda Zhu San saat ini.
Author Rilis 4 Chapter hari ini ( Satu Chapter lagi nanti malam) adalah Apresiasi dari Author kepada Saudara Happy Olwiz.
Terimakasih yang mendalam Author ucapkan atas dukungan yang saudara Happy Olwiz berikan kepada Author.
Ada kebahagiaan tersendiri di dalam hati Author Atas Apresiasi yang Saudara Berikan. Semoga Anda semakin sukses ke depannya nanti. Aamiin.
With Love
__ADS_1
,🙏🙏😍🙏🙏
Auraga