Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
086: Tan Kuan Vs Chou Ong


__ADS_3

Tan Kuan menyeringai lebar saat bergerak menyerang Chou Ong dengan Jurus Pedang Perak Menghapus Kegelapan.


Cahaya terang dari Pedang Perak, membuat silau mata Chou Ong. Inilah yang ditakutkan oleh Guru Chou Bai itu, saat dulu Ia melawan Guru Tan Kuan, Si Tangan Perak.


Namun untuk lari dari pertarungan ini tidaklah mungkin, mengingat Tan Kuan pun bisa melayang seperti dirinya. Di tambah lagi adanya Zhu San di tempat itu.


TRANG


Chou Ong menangkis tebasan pedang ke arah lehernya dengan sedikit terkesiap. Ia sedikit terlambat untuk memahami adanya tipuan dari gerakan pedang yang awalnya akan menebas perutnya itu.


Benturan senjata itu, membuat posisi Chou Ong menjadi tidak stabil, Tan Kuan pun kembali menebaskan pedang ke arah kaki Chou Ong.


Kakek itu segera melompat ke udara dan melayang di ketinggian sepuluh meter dari tanah. Tan Kuan pun segera menyusulnya.


Sinar terang dari Pedang Perak kembali menerpa wajah Chou Ong sebelum Tan Kuan melepaskan serangan berikutnya.


Chou Ong berhasil mengelak dari sinar itu dengan sedikit memalingkan wajahnya. Hal itulah yang membuatnya harus menghindari serangan itu dengan susah payah.


Tan Kuan selalu saja mengarahkan sinar dari bilah Pedang Perak ke wajah Chou Ong sebelum Ia melesatkan serangannya.


Dengan cara seperti itu, memaksa Chou Ong hanya bertahan selama puluhan kali selama Tan Kuan melakukan serangan.


Tan Kuan memuji kehebatan Chou Ong dalam hatinya, karena kakek itu masih bisa bertahan walau Ia telah menyerangnya dengan gencar tanpa terluka yang serius.


Hanya lengan kirinya saja yang tergores oleh mata Pedang Perak, itu pun bukan luka serius yang bisa mengganggu saat dalam pertarungan.


“Hanya sebegitu saja Kau mewarisi ilmu Pedang guru mu itu? Kau hanya bermimpi saja jika ingin membunuhku hahahaha …”


Chou Ong yang selalu berhasil menghindari serangan Pedang Tan Kuan, mulai bisa membaca setiap gerakan lawannya itu. Pengalaman bertarung sekian puluh tahun adalah kelebihan yang dimiliki Chou Ong.


Berbeda dengan Tan Kuan yang selama dua puluh tahun lebih, berada di dalam jurang Tanpa Batas berlatih dan terus berlatih tanpa pertarungan yang sebenarnya.


Chou Ong mulai berbalik menyerang Tan Kuan yang terdiam setelah mendengar perkataan Chou Ong.


Tombak di tangan Chou Ong kembali memanjang secara tiba-tiba dan melesat mengenai tubuh Tan Kuan tepat di dadanya.

__ADS_1


Hanya saja Tombak itu menjadi kehilangan ketajamannya saat menyentuh Teknik Tubuh Perak yang dimiliki Tan Kuan.


Tombak itu terpental setelah terdengar suara benturan yang seperti besi bertemu besi.


“Tubuh pria ini sangat keras, serangan biasa tidak akan bisa menjatuhkannya. Aku harus segera mengakhiri pertarungan ini. Bocah yang sedang mengobati Kakek itu, sepertinya jauh lebih kuat dari pria ini.”


Menyadari masih ada Zhu San yang akan melawannya, Chou Ong memutuskan untuk menggunakan Teknik Tombak Membelah Bumi yang baru beberapa tahun lalu Ia tingkatkan kekuatannya.


Mata Tan Kuan menyipit saat melihat Chou Ong memutar tombak yang kini sepanjang dua meter itu di udara.


Udara terlihat berfluktuasi ketika putaran tombak itu semakin cepat, hingga suara berdengung terdengar keras memenuhi udara di malam yang semakin larut itu.


Tan Kuan terkesiap saat putaran itu terarah kepada dirinya dan melesatkan aliran energi besar yang membuat tubuhnya terdorong beberapa meter ke belakang.


DUAGH


Sebuah tendangan kuat dari Chou Ong yang melayang cepat di saat Tan Kuan terdorong oleh energi itu, berhasil menghempaskan tubuh Tan Kuan yang mendarat di tanah dengan punggung yang terasa sesak.


“Tombak Membelah Bumi!”


Sinar Keperakan melesat dari telapak tangan Tan Kuan dan menghadang laju energi dari Chou Ong.


BLAAM


Suara dentuman menggelegar saat kedua energi itu bertemu di udara. Tubuh Chou Ong terdorong belasan meter dengan sedikit mengeluarkan darah dari sudut bibir hitamnya yang keriput.


Tan Kuan terlihat masih berdiri, namun kakinya melesak ke dalam tanah hingga satu jengkal, akibat terdorong oleh benturan kedua energi itu.


Beberapa saat kemudian Tan Kuan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Ia pun jatuh terduduk seiring dengan tubuh Chou Ong yang juga melayang turun dengan keadaan limbung.


Sesaat kemudian Kedua orang itu segera duduk bermeditasi, memulihkan peredaran darah mereka yang kacau balau akibat pertarungan energi Tenaga Dalam itu.


Zhu San yang telah selesai mengobati Pendekar Seribu Wajah, menjadi khawatir terhadap kondisi Tan Kuan.


Namun Ia masih menunggu beberapa saat lagi untuk mendekati Paman gurunya itu, sambil menunggu Pendekar Seribu Wajah tersadar dari pingsannya.

__ADS_1


Usia Tan Kuan yang jauh lebih muda dari Chou Ong, membuatnya lebih cepat selesai dengan meditasinya. Ia pun berdiri dan memandang Chou Ong yang masih duduk dan terpejam dalam meditasinya.


Saat itulah Tsao Beng dan Qiao Bun keluar dari atas rumah Zhu San, karena mendengar suara ledakan itu. Keduanya telah selesai memeriksa seluruh bagian rumah, hingga ke bangunan lain di belakangnya.


Keduanya terkejut saat melihat Chou Ong sedang duduk bermeditasi dengan Tan Kuan yang baru saja berdiri. Mereka pun menjadi kebingungan dengan situasi di hadapannya.


“Beng, sepertinya ada pendekar lain yang dapat mengimbangi Senior Chou Ong. Eh bukankah itu pemuda bertubuh Yinyang Sejati yang bernama Zhu San?”


Qiao Bun bertanya pada Tsao Beng, saat melihat Zhu San yang tengah membantu Kakek Gurunya, untuk duduk setelah tersadar dari pingsannya.


“Benar Bun … Sepertinya kita harus turun tangan untuk membantu Senior Ong dan juga membantunya menghabisi pemuda itu dengan mengeroyok mereka.”


Keduanya segera melesat turun dan segera berada di belakang Chou Ong yang telah selesai dengan meditasinya.


“Kalian berdua … Baguslah kalian datang. Apakah Pemuda itu yang telah membunuh muridku Chou Bai?”


“Benar Senior Ong … Pemuda itulah yang telah menghabisi Saudara Chou Bai. Dulu kami pernah menghajarnya dan kami kira Ia telah tewas, ternyata kini Ia kembali lagi.”


Chou Ong mengerutkan dahinya, Ia seakan tak percaya jika kedua orang itu telah pernah mengalahkan Zhu San.


Hal itu karena Ia merasakan, Zhu San adalah lawan terkuat mereka saat ini. Setelah apa yang ditunjukkan pemuda itu, ketika tadi mengobati Pendekar Seribu Wajah.


Zhu San yang melihat kehadiran Tsao Beng dan Qiao Bun segera bangkit berdiri setelah menyandarkan Kakek Gurunya ke tembok di belakangnya.


“Kalian berdua akhirnya tiba juga di sini, sudah saatnya kita selesaikan pertarungan kita yang tertunda enam bulan lalu.”


Zhu San melangkah mendekati ketiga lawan yang kini memandang ke arahnya. Heran dengan rasa percaya diri Zhu San yang begitu tinggi.


“Percaya diri sekali kau bocah! Apa Kau sudah lupa bagaimana kami menghajarmu saat itu heh!?”


Tsao Beng menjawab pertanyaan Zhu San dengan angkuhnya. Namun Ia tersedak saat kemudian mendengar perkataan Chou Ong.


“Dulu mungkin kalian bisa mengalahkannya, tapi sekarang dia bisa mengalahkan kalian berdua dengan mudah. Biar Aku yang melawannya.”


******

__ADS_1


__ADS_2