Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
087: Zhu San Vs Chou Ong


__ADS_3

Zhu Han dan isterinya, Mu Rong, berhasil keluar dari Kota Shinzu dan berada cukup jauh dari kediaman mereka, saat Tsao Beng dan Qiao Bun mencarinya.


Zhu Han memacu kudanya untuk membawa mereka berdua ke sebuah perkampungan yang sering Zhu Han datangi di masa tiga tahun yang lalu.


Kampung yang berjarak lima kilometer di sebelah barat Kota Shinzu itu, adalah perkampungan yang bisa dikatakan kampung milik keluarganya.


Kampung Zhucun, nama kampung tersebut, berada di tengah-tengah lahan pertanian milik Keluarga Bangsawan Zhu dan telah ada sejak dua ratus tahun lalu.


Zhu Han tersenyum saat mulai memasuki perkampungan Zhucun.


Walau bangunan yang berada di sana tidak mewah, namun karena terawat dengan baik, terlihat sangat bersih dan nyaman.


Kedatangan keduanya dengan menunggang kuda yang dipacu cepat di malam hari, membuat para penduduk segera keluar untuk melihatnya.


Dan mereka terkejut saat melihat siapa yang datang. Kepala Kampung pun segera keluar dari rumah dan tersenyum lebar saat Zhu Han dan Mu Rong, turun di depan rumahnya.


“Tuan Zhu Han …. Anda begi…”


“Kakek Tu Zong … Tolong perintahkan seseorang untuk menyembunyikan kuda itu dan katakan pada seluruh warga bahwa mereka tidak melihat kami berdua memasuki Kampung Ini.”


Kata-kata kepala Kampung terhenti saat Zhu Han segera berkata dengan cepat kepada dirinya.


Ia pun segera memahami apa yang terjadi dan segera melakukan apa yang Zhu Han perintahkan kepadanya.


Zhu Han pun memasuki kediaman kepala kampung yang sudah sejak lama tidak Ia datangi itu.


“Rong’er … Kau tunggulah di sini. Aku akan kembali ke rumah kita. Aku khawatir dengan Guru dan yang lainnya.”


“Tidak Han Gege … Mereka memintamu untuk tetap hidup demi ribuan orang lain. Aku tak ingin berpisah dengan mu lagi. Kumohon tetaplah disini seperti yang Guru perintahkan.”


Mu Rong segera memeluk suaminya dengan air mata yang telah membasahi pipinya saat Ia berkata demikian.


Zhu Han pun terlihat bimbang namun Ia tak ingin membuat wanita yang Ia cintai menjadi sedih kembali. Akhirnya, Ia pun memutuskan untuk tetap di sini hingga hari berganti menjadi pagi.


***


Tsao Beng dan Qiao Bun terkesiap saat mendengar perkataan Chou Ong. Mereka tak ingin percaya perkataan Tokoh Aliran Hitam nomor tiga Kekaisaran Qing itu.


Namun keduanya juga tak ingin gegabah, mengingat serangan kuat mereka dulu, ternyata tak mampu membunuh Zhu San.

__ADS_1


Tsao Beng pun mulai menyadari kebenaran perkataan Chou Ong. Selama ini Ia belum melihat ada lawan yang bisa selamat dari Racun Api miliknya itu.


“Baiklah Senior Ong, kami akan melawan Pria itu.”


Tsao Beng akhirnya menyetujui keinginan Chou Ong untuk bertarung dengan Zhu San demi membalas kematian Chou Bai.


“Paman Guru … Tolong tahan mereka berdua lebih dulu, Aku akan menghabisi Kakek jelek yang telah melukai Kakek Guru itu.”


Zhu San berkata kepada Tan Kuan yang tersenyum saat mendengar dirinya dipanggil Paman Guru oleh Zhu San.


“Baiklah … Tolong bunuh dia untukku, demi membalas dendam atas kematian Guru Keduaku.”


Zhu San menganggukkan kepalanya dan melesat dengan pedang Yinyang yang segera mengeluarkan Aura Panas dan Dingin yang hebat.


Chou Ong pun tak tinggal diam, Ia segera melesat ke udara menghadang Zhu San di udara.


TRANG


Dua senjata pusaka itu beradu, Zhu San tersenyum saat menyadari keterkejutan di wajah Chou Ong sesaat setelah keduanya beradu serangan.


“Bocah ini.. jauh lebih kuat dari Pria itu aku harus mencari siasat untuk bisa menang melawannya.”


Dari benturan senjata keduanya yang baru saja terjadi, Chou Ong bisa mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Zhu San.


Pertukaran serangan pun mulai terjadi, dari yang semula bergerak dengan kecepatan biasa, akhirnya mulai semakin cepat hingga hanya terlihat kelebatan tubuh keduanya.


Tsao Beng dan Qiao Bun menelan ludah mereka saat melihat kemampuan Zhu San yang jauh lebih tinggi dari mereka saat ini.


Namun Tan Kuan tak memberi kesempatan keduanya untuk terus melihat pertarungan Zhu San dan Chou Ong.


Ia segera melesat menyerang keduanya yang seketika terkejut dengan kecepatan yang dimilikinya.


Keduanya segera melesat ke udara agar dapat bertarung dengan leluasa. Qiao Bun segera mencabut Pedang Berat dari balik punggungnya, saat menyadari pedang di tangan lawan adalah pedang yang hebat.


Tsao Beng dan Qiao Bun tidak melihat pertarungan Chou Ong dan Tan Kuan tadi. Sehingga awalnya menganggap remeh pada Tan Kuan.


Namun setelah keduanya mulai bertarung dari belasan jurus hingga puluhan jurus, barulah mereka menyadari bahwa Tan Kuan lebih merepotkan dari Zhu San sewaktu enam bulan lalu bertarung dengan mereka.


Pedang Berat di tangan Qiao Bun seolah kehilangan kehebatannya. Karena tidak mampu membuat Tan Kuan, terganggu oleh gaya berat yang berubah drastis itu.

__ADS_1


Tang Kuan secara tenaga dalam lebih unggul dari Chou Ong, namun secara pengalaman bertarung, Ia masih jauh tertinggal.


Menghadapi dua orang lawan yang Tenaga Dalamnya lebih rendah darinya, bukanlah hal sulit jika hanya satu orang saja.


Namun menghadapi dua orang sekaligus, bukanlah hal mudah bagi Tan Kuan untuk bisa memenangi pertarungan tersebut dengan cepat.


Sementara itu, pertarungan Zhu San dan Chou Ong semakin memuncak. Tubuh keduanya berkelebat kesana kemari dengan gerakan yang sulit diikuti mata orang biasa.


Walau Zhu San kalah dalam pengalaman bertarung, namun teknik yang Ia gunakan saat ini adalah teknik tingkat tinggi dan juga baru dihadapi oleh Chou Ong.


Chou Ong pun kini menyesali pilihannya untuk bertarung dengan Zhu San tadi. Saat menyadari kemampuan yang Zhu San miliki begitu tinggi dan berhasil mendesak dirinya.


“Seberapa besar tenaga dalam pemuda ini? Ia menyerang dengan tenaga yang kuat tapi bukannya melemah, tapi justru semakin bertambah kuat.”


Chou Ong berkata demikian dalam hatinya. Ia masih menyisakan tiga puluh persen tenaga dalamnya untuk mengeluarkan jurus Tombak Membelah Bumi level ke dua.


Zhu San sedikit waspada saat melihat senyum Chou Ong yang seharusnya tidak terlihat, mengingat situasinya saat ini dalam keadaan terdesak hebat.


“Jangan-jangan dia masih menyimpan jurus terkuatnya, aku harus berhati-hati.”


Dugaan Zhu San menjadi kenyataan, sesaat setelah Ia mengerahkan teknik Tubuh Baja Yinyang, Chou Ong melakukan gerakan tak terduga yang sangat cepat.


TRANG


“APAA!”


Mulut Chou Ong melebar, Ia yang sedari tadi telah bersiap dengan Jurus Tombak Membelah Bumi Level Dua, berhasil menusuk Zhu San.


Namun Tubuh pemuda belasan tahun itu, berbunyi keras seolah dirinya menggunakan baju besi di balik jubahnya.


Ia melayang mundur sambil memudar tombaknya dengan sangat cepat. Perlahan dari putaran tombak itu muncul cahaya berwarna ungu yang sangat terang.


Zhu San menjadi waspada, Ia segera menaikkan jumlah tenaga dalamnya hingga menjadi enam puluh persen.


Pedang Yinyang di tangannya pun bersinar lebih terang dari sebelumnya. Mata Zhu San menatap tajam ke arah Chou Ong, Ia pun segera mengarahkan ujung pedang Yinyang ke arah lawan.


Jurus Pedang Es Yinyang segera Zhu San siapkan. Sesaat kemudian, dari ujung pedang itu muncul sebuah bola energi yang terus membesar hingga memiliki garis tengah sepanjang dua meter.


Chou Ong tentu saja terkejut melihat cara yang Zhu San gunakan. Namun Ia tak menghentikan putaran tombaknya yang kini panjangnya telah menjadi empat meter itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2