Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
052: Pengakuan Perdana Menteri


__ADS_3

‘Saudara dan saudari sekalian … Kami telah bertemu dengan Yang Mulia Kaisar. Beliau sangat terkejut dan merasa ..”


“Sesepuh Zeng … Biarkan Aku sendiri yang akan menyampaikannya!” Suara Kaisar Liu Feng yang berwibawa terdengar memotong kalimat Zheng An.


Seketika itu juga, seluruh mereka yang berada di ruangan, berlutut untuk memberi hormatnya kepada Kaisar Liu Feng yang datang bersama empat orang pengawal elit Kekaisaran.


Semuanya pun kembali berdiri setelah Sang Kaisar duduk, lalu meminta mereka semua untuk berdiri.


“Jendral Duan Li … Siapakah yang telah Tewas dan berada di Peti Mati ini.?”


Kaisar Liu Feng segera menyuarakan rasa penasarannya, saat melihat sebuah Peti Mati berada di dalam ruangan tersebut.


“Sesepuh Fu, Aku atas nama rakyat Kekaisaran Liu, menyatakan bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya murid anda.”


Kaisar Liu Feng segera memberi hormat dan ucapannya kepada Fu Kuan setelah Ia menerima penjelasan dari Jenderal Duan Li tanpa menyebutkan siapa pembunuhnya.


Hal itu karena permintaan dari Fu Kuan sendiri, Ia telah memiliki rencana untuk membuat kedua murid durhaka itu lengah dan menunjukan sendiri kejahatannya.


“Terimakasih Yang Mulia …” Fu Kuan menjawab seraya membalas hormat dari Sang Kaisar Liu.


Kaisar Liu Feng lalu memberi perintah kepada dua orang prajurit untuk memanggil Jenderal Hu Bai dan Perdana Menteri Xhu Shuen.


Sambil menunggu keduanya datang, Kaisar Liu Feng pun meminta maaf kepada para ketua Sekte yang selamat atas bahaya yang telah mengancam mereka semua.


Rasa bersalah atas apa yang kini menimpa para Ketua Sekte adalah hal yang mendasari Kaisar Liu Feng bersikap demikian. Sikap yang tak lazim dilakukan oleh Seorang Kaisar besar sepertinya.


Hal itu membuat Fu Kuan, Lin Kai dan para pendekar Aliran putih lainnya, merasa tersentuh mendengarnya dan memandang lebih hormat kepada Kaisar Liu Feng.


Mereka semua sudah mengetahui, Kaisar Liu Feng adalah Kaisar yang bijaksana, adil dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.


Hal itulah yang membuat beberapa orang Bangsawan Berwatak Rakus tidak menyukai pemerintahan Kaisar Liu Feng.


Beberapa saat kemudian, Panglima Hung Bai datang nyaris bersamaan dengan Perdana Menteri Xhu Shuen yang kini terpaksa menjadi seorang pengkhianat demi mempertahankan nyawa keluarganya.


Luo San Sang Dewa Tapak Api yang juga Pimpinan Aliansi Aliran Hitam, telah meracuni Isteri dan kedua Cucu perdana Menteri Xhu Shuen.

__ADS_1


Setiap satu minggu sekali, Luo San memberinya penawar racun dalam jumlah sedikit demi sedikit.


Tujuan Luo San adalah untuk mengetahui pergerakan pihak Istana dengan memaksa Xhu Shuen menjadi mata-mata Aliansi yang Ia pimpin.


Namun begitu, tidak semua informasi yang dimilikinya, Xhu Shuen berikan kepada Luo San.


Isteri Perdana Menteri Kekaisaran Liu yang telah bosan merasa khawatir atas apa yang terpaksa dilakukan oleh suaminya, meminta untuk mengakhiri semuanya.


Ia meminta kepada Xhu Shuen untuk menyerahkan dirinya dan melaporkan apa yang telah mereka alami selama satu bulan terakhir kepada Kaisar.


Itulah sebabnya mengapa Ia tiba-tiba saja segera bersujud pada sang Kaisar yang membuat semua orang terkejut melihatnya.


“Perdana Menteri Shuen … Bangunlah mengapa Kau bersikap demikian?”


Kaisar yang terkejut segera bertanya dan memerintahkan Xhu Shuen untuk berdiri.


Namun Perdana Menteri yang telah memilih mati daripada menjadi pengkhianat negara, tetap saja dalam posisinya seraya menjelaskan apa yang terjadi.


Wajah Kaisar Liu Feng tiba-tiba menjadi kelam karena murka setelah mendengar penjelasan Xhu Shuen.


Ia pun mencabut pedang salah satu prajurit pengawal elit yang berada di belakangnya.


Kaisar pun segera bergerak ke arah Perdana Menteri Xhu Shuen setelah berkata dengan setengah berteriak.


Tak ada satupun yang berani menghentikan kemarahan Kaisar Liu Feng selain Fu Kuan dan Zheng An yang segera memanggilnya secara bersamaan.


“Yang Mulia …”


Pedang yang telah berada di atas kepala Sang Kaisar dan hampir saja terayun, segera terhenti.


“Sesepuh Zheng kenapa kau menghentikan niatanku? Pengkhianat ini sangat pantas untuk mati.” Walau sedang marah Kaisar Liu Feng tetap berkata sopan kepada Zheng An.


Tidak ada yang mengetahui jika Kaisar Liu Feng pernah akan bersujud kepada Zheng An saat meminta untuk dijadikan muridnya.


Kedekatan Kaisar Liu Feng dengan Zheng An bukan hanya sebatas pengawal dan yang dikawal.

__ADS_1


Kaisar Liu Feng selalu meminta nasehat kepada Pengawal pribadinya itu, saat mereka hanya sedang berdua saja.


Itulah sebabnya Sang Kaisar menurunkan pedangnya, dan kembali duduk di kursinya sambil memandang tajam Perdana Menteri Xhu Shuen yang masih bersujud padanya.


“Yang Mulia … Maafkan hamba jika telah berkata lancang. Menurut hamba Perdana Menteri terpaksa saat melakukan hal itu.”


“Semakin hari, hal itu semakin membuatnya tersiksa dan memilih mati dengan mengakui perbuatan egoisnya.”


“Menurut Hamba, apa yang Ia lakukan saat ini, karena Ia mengutamakan Loyalitasnya kepada yang mulia dengan berkata jujur, walau hukuman mati menantinya. Hamba Mohon kepada Yang Mulia untuk bisa mempertimbangkannya hukumannya.”


Kaisar Liu Feng tertegun mendengar perkataan Zheng An. Rasa hormatnya pada sosok sepuh itu, membuatnya sadar jika Ia telah hampir lepas Kendali.


“Baiklah … Ia kan dipenjara sementara waktu, sampai penyelidikan Jendral Duan Li selesai dilakukan.”


Kaisar Liu Feng pun segera memulai untuk berdiskusi, setelah dua orang Pengawal Elit membawa Perdana Menteri Xhu Shuen untuk dijebloskan ke dalam penjara.


“Lalu bagaimana langkah kita selanjutnya?” Kaisar Liu Feng memberikan pertanyaan untuk memulai diskusi mereka.


Fu Kuan segera memberi hormat sebelum mengutarakan pendapatnya.


“Yang Mulia hamba dan kedua rekan serta murid hamba ini, sebaiknya saat ini segera ke kediaman Perdana Menteri untuk menangkap Luo San dan ketiga rekannya.”


Fu Kuan lalu menjelaskan lebih lanjut jika Luo San mungkin saja saat ini belum mengetahui jika keberadaannya telah diketahui oleh mereka semua.


Kaisar Liu Feng pun menyetujuinya, Ia akan menunggu hasil dari apa yang akan mereka lakukan saat ini.


Sementara Ia akan menginterogasi Perdana Menteri Xhu Shuen bersama dengan Jenderal Duan Li.


Hao Jin dan Shang Zuo meminta ikut dalam rencana Fu Kuan yang segera saja disetujui oleh Guru pertama Zhu San itu.


Sementara Qin Rui dan kelima murid lainnya diminta untuk mengawal Kaisar sementara waktu, saat Zheng An masih keluar dari Istana untuk menangkap Dewa Tapak Api Luo San.


Tujuh bayangan segera melesat dari bagian belakang bangunan tempat Jenderal Duan Li bekerja sehari-hari.


Ketujuh orang itu adalah tokoh dunia persilatan Kekaisaran Liu yang memiliki kemampuan beladiri tingkat tinggi.

__ADS_1


Sehingga dalam waktu kurang dari satu menit, mereka telah tiba di kediaman Xhu Shuen yang sangat besar dan megah itu.


****


__ADS_2