
Tidak Zhu San sangka dirinya akan bertemu dua orang yang telah membuatnya terluka beberapa bulan lalu.
Rahangnya menggembung saat teringat bahwa mereka berdua berniat membunuh Ayahnya. Hal itu membuat Zhu San segera memancarkan Aura membunuh yang membuat Tsao Beng dan Qiao Bun berdiri dengan kesal.
Keduanya marah saat melihat Jari tangan Zhu San, bergerak menyuruh mereka berdua mendatanginya. Keduanya melangkah mendekati Zhu San yang juga melangkah keluar dari pintu kedai itu.
“Berani sekali kau bersikap begitu kepada kami. Pilihlah tempat dimana Kau ingin mati!” Tsao Beng berkata dengan suara yang terdengar geram.
“Ikuti Aku … Akan ku pilih tempat terbaik untuk kematian kalian berdua!” Zhu San melesat ke arah luar kota setelah berkata demikian. Bian Chi pun segera melesat mengikuti kekasihnya.
Tsao Beng dan Qiao Bun pun melesat ke arah Zhu San pergi dengan hati yang panas setelah mendengar Zhu San membalikkan kalimatnya.
Beberapa bulan lalu, mereka merasa jerih dengan kekuatan yang Zhu San tunjukan saat melawan Chou Ong, sehingga keduanya melarikan diri dan kembali kekaisaran Wei
Namun saat ini, mereka telah memiliki kekuatan yang melebihi Chou Ong. Tsao Beng menemui Sang Guru dan diajari teknik Tapak Racun Api Level tiga serta pengolahan tenaga dalam untuk jurus pada level itu.
Sementara Qiao Bun, diajari oleh sang kakak, jurus Pedang Berat terkuat warisan keluarga mereka, jurus Pedang Berat Melebur Sukma.
Karena itulah, saat ini mereka berani menerima tantangan Zhu San. Mereka ingin membayar rasa malunya, karena pernah melarikan diri dari pemuda yang kini mereka ikuti.
Zhu San dan Bian Chi berhenti saat mereka berdua telah berada tiga puluh meter dari tembok pagar kota Dongyin.
Tsao Beng dan Qiao Bun pun ikut berhenti. Kini jarak kedua belah pihak, hanya terpaut lima meter saja.
Saat melihat gerakan Bian Chi tadi, mereka sedikit terkejut dengan teknik peringan tubuh tingkat tinggi yang gadis itu gunakan.
Mereka memang tidak melayang di udara karena hal itu bisa menarik perhatian banyak warga kota Dongyin dan membuat kehebohan.
“Chi’er … Biarkan Aku saja yang menghadapi mereka.” Zhu San berkata setelah meliat Bian Chi mengeluarkan Pedang Yangyin dari Cincin Ruangnya. Hal yang membuat mata Kedua lawan mereka melotot melihatnya.
“Tidak San Gege … Kemampuan mereka sangat tinggi. Biar Aku membantumu.” Bian Chi menolak patuh pada Zhu San karena Ia khawatir akan keselamatan sang kekasih. Demikian juga sebaliknya dengan Zhu San.
Namun Zhu San menyadari baik Tsao Beng atau Qiao Bun, menunjukan kekuatan yang berbeda dari dulu saat mereka bersiap-siap dengan jurus-jurusnya.
__ADS_1
Pedang Berat telah berada di tangan Qiao Bun, sedang Tapak Tsao Beng telah memancarkan Api biru keputihan yang menandakan betapa panasnya api itu.
Zhu San tak ingin gegabah, Ia memilih menyerang Tsao Beng dengan menggunakan Jurus Tapak Es Yinyang. Bian Chi segera bersiap dengan serangan Qiao Bun.
Suara tapak tangan yang beradu diselingi oleh dentingan suara pedang yang saling berbenturan, segera terdengar di tepi tembok kota Dongyin.
Zhu San cukup terkejut dengan cepatnya gerakan Tsao Beng, Tapak Racun Api level tiga yang belum sempurna dikuasai oleh Tsao Beng, langsung digunakan Tsao Beng dan berhasil merepotkan dirinya.
Hawa sangat panas dan sangat dingin, saling berbenturan di udara. Menciptakan butiran air atau pun asap, ketika salah satu hawa berhasil mengungguli hawa yang lain.
Hal itu menunjukan jika tenaga dalam keduanya seimbang. Latihan berat macam apa yang Tsao Beng lakukan selama dua bulan terakhir, seberapa banyak sumber daya yang Ia gunakan hingga bisa mengimbangi Zhu San saat ini.
Pertukaran serangan semakin sering dan berlangsung dengan cepat. Jubah yang Zhu San gunakan, sudah terbakar di bagian lengannya, akibat hawa panas yang luar biasa dari Tapak Racun Api Level tiga milik Tsao Beng.
BUGH
DUAGH
Dua serangan tapak yang sangat kuat, dari dua tangan yang berbeda, mengenai sasarannya masing-masing. Zhu San terpental tiga meter demikian juga dengan Tsao Beng.
Racun api yang dikeluarkan melalui tenaga dalam itu sangat kuat, butuh waktu yang tidak sebentar bagi Zhu San untuk mengeluarkan racun melalui mulutnya.
Ia memuntahkan Racun Api yang telah mengental karena Ia bekukan dengan tenaga dalam berhawa dingin dari tubuhnya.
Sementara Tsao Beng telah terlebih dulu berhasil mengusir hawa dingin. Dengan pil racikan Sang Guru yang memang dikhususkan untuk melawan hawa dingin yang merupakan lawan dari elemen api yang panas.
Keduanya kembali melesat saling bertukar serangan dengan kehati-hatian yang tinggi, setelah merasakan kekuatan lawan.
Sementara Bian Chi terlihat kewalahan menghadapi jurus yang digunakan oleh Qiao Bun. Awalnya Qiao Bun terdesak karena meremehkan teknik pedang yang Bian Chi gunakan.
Karena hal itu, lengan kirinya mengalami luka, tertebas pedang Yangyin. Hawa dingin dan panas mengalir memasuki tubuhnya dan berhasil Ia usir dengan tenaga dalamnya yang telah meningkat jauh dari dua bulan yang lalu.
Menyadari lawan memiliki Tubuh yang Istimewa yang sama dengan Zhu San, Qiao Bun akhirnya menggunakan jurus andalannya, Pedang Berat Melebur Sukma.
__ADS_1
Gaya gravitasi yang tiga kali lebih berat, segera terjadi di udara dalam radius sepuluh meter dari Pedang Pusaka yang Ia warisi dari Kakeknya itu.
Hal ini membuat Bian Chi terkejut dan segera mengerahkan tenaga dalam lebih besar, agar bisa mempertahankan kecepatan geraknya.
Selama seminggu kepergian Zhu San, Bian Chi mempelajari kitab Yanying. Namun Ia belum mampu menguasai jurus pertama dengan mahir, sehingga tidak berani menggunakannya untuk melawan musuh sekuat Qiao Bun.
Ia hanya menggunakan jurus Pedang Phoenix yang telah Ia kuasai dengan baik dan telah dilatihnya sejak kecil. Dengan jurus itu Ia bisa mengimbangi Qiao Bun, hingga puluhan kali bertukar serangan.
Namun Pengalaman bertarung Bian Chi kalah jauh dari Qiao Bun, membuat Ia terdesak oleh serangan jurus Pedang Berat Melebur Sukma yang digunakan pendekar Kekaisaran Wei itu.
Zhu San yang sedang bertarung imbang dengan Tsao Beng, terganggu konsentrasinya saat mendengar pekikan Bian Chi.
Melihat sang kekasih mengalami luka di lengan kirinya, Zhu San menjadi marah. Hal itu membuat dirinya menjadi lengah dan serangan kuat dari Tsao Beng berhasil mendarat di dadanya. Namun di saat bersamaan Tendangan Zhu San mendarat telak di perut Tsao Beng.
Keduanya terpental hingga kini terpaut sepuluh meter satu sama lainnya. Zhu San jatuh berguling dan segera duduk bermeditasi saat merasakan Racun Api dengan cepat menyebar ke dalam jaringan darahnya.
Sementara Tsao Beng menjadi panik, saat merasakan organ perutnya perlahan mulai membeku. Setelah menelan sebutir pil yang sama dengan sebelumnya, Ia pun segera duduk bermeditasi.
Bian Chi yang melihat Sang Kekasih terluka, menjadi marah. Ia pun segera menyerang Qiao Bun dengan Level terakhir dari jurus pedang Phoenix.
Hawa yang luar biasa panas dan dingin segera memenuhi udara, membuat konsentrasi Qiao Bun terganggu. Hal ini segera dimanfaatkan oleh Bian Chi.
Dengan cepat Ia memberikan serangan tusukan yang gagal dihindari oleh Qiao Bun. Dada kanan Qiao Bun tertusuk pedang.
Namun Bian Chi lengah sehingga Ia tidak bisa menghindari serangan tapak dari tangan kiri Qiao Bun yang mengenai bahunya dengan telak.
Tubuh keduanya sama-sama terlempar dan kini terpaut enam meter satu sama lainnya. Saat itulah dua bayangan segera melesat dan berada diantara ke empat orang itu.
“Biarkan Aku yang mengurus mereka, saudara Qiao Bun.”
Qiao Bun pun tersenyum, sosok yang baru saja berkata, Ia kenali sebagai Huang Jin yang datang bersama sang Adik Huang Jun. Dua dari Tiga Pendekar Huang.
“Tidak akan ku biarkan Kau melakukannya!” Dua Bayangan lain datang melesat dan menghadang langkah Huang Jin.
__ADS_1
*****