Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
139: Petunjuk Kitab Lima Elemen


__ADS_3

Keduanya merasa takjub setelah membaca halaman pertama yang berisi daftar teknik yang berada di dalam Kitab Lima Elemen.


Teknik pertama adalah teknik penyerapan energi alam dan membentuknya menjadi tenaga dalam sangat murni.


Zhu San lalu membuka halaman berikutnya yang berisi penjelasan tentang dari teknik itu yang akan dilakukan di lima tempat yang berbeda.


Dahi keduanya mengerut saat membaca di barisan terakhir halaman itu, tentang ujian yang berat bagi keduanya, saat melakukan proses penyerapan energi alam nanti.


Zhu San memandang Bian Chi sesaat sebelum membuka lembar berikutnya. Di halaman itu dijelaskan tentang lima elemen yang energinya harus mereka serap.


Yang pertama Elemen Angin yang tempatnya berada di gumpalan Awan berwarna kuning keemasan di atas udara Alam Jiwa. Sontak keduanya menoleh dan melihat awan tersebut yang memang berada di atas mereka.


Awan itu bernama Awan Suci Inti Angin. Dalam kitab disebutkan, keduanya harus menyerap habis energi inti angin yang sangat murni yang membentuk awan yang selebar seratus meter persegi itu.


Yang kedua adalah menyerap energi panas dari elemen api. Penyerapan energi ini harus dilakukan di kawah ajaib yang berada di puncak bukit yang bernama Bukit Suci Inti Api itu.


Kawah tersebut berada di bagian timur Alam Jiwa. Zhu San dan Bian Chi pun mengedarkan pandangan mereka ke arah timur. Keduanya melihat bukit kecil setinggi seratus meter yang berada seratus meter lagi dari mereka.


“Eh Kemana pohon yang tadi dan mengapa tanah ini sekarang menjadi sangat datar dan ada kolam, dan dua goa lagi?” Zhu San mengedarkan pandangannya lalu bertanya kepada Bian Chi yang bibir merahnya seketika cemberut.


“Mana Aku tahu!?” Bian Chi menjawab dengan kesal, lalu Ia meraih kitab itu dari tangan Zhu San.


Zhu San lalu ikut membaca isi kitab yang kini telah berada di tangan Bian Chi itu. Kalimat berikutnya menjelaskan tentang Penyerapan Energi Elemen Air dari Kolam Suci Inti Air.


Kolam tersebut berada di sebelah selatan dari tempat dimana keduanya berada. Di jelaskan bahwa energi air kolam itu berhawa dingin.


Keduanya kembali melanjutkan membaca isi Kitab Lima Elemen. Penyerapan berikutnya adalah mereka berdua harus menyerap energi yang dua kali lipat lebih panas dari sebelumnya.


Energi itu berasal dari elemen Tanah yang berasal dari Inti Bumi. Keduanya harus memasuki Goa Suci Inti Bumi dan menyerap energi elemen tanah itu di sana. Goa itu berada di sebelah barat Alam Jiwa Yinyang.


Proses terakhir dari penyerapan energi itu adalah menyerap energi yang sangat dingin dan dua kali lipat lebih dingin dari energi Inti Air. Yaitu menyerap energi Inti Es yang berada di dalam goa Suci Inti Es.

__ADS_1


Letak Goa Suci Inti Es berada di sebelah utara Alam Jiwa atau tempat mereka kini berada. Dalam kitab itu dijelaskan jika Ujian terberat bagi keduanya akan ditentukan di alami di tempat yang berhawa sangat dingin itu.


Saat akan membalik ke halaman berikutnya, Zhu San menahan Tangan Bian Chi, hal yang membuat Bian Chi heran dan lalu bertanya kepadanya.


“Mengapa melarangku membuka halaman berikutnya?”


“Tunggu dulu, apakah kau terlupa jika Roh para leluhur mengatakan mereka gagal di tahap terakhir ini. Dan hanya memiliki empat energi murni dari Lima Energi yang seharusnya mereka miliki?” Tanya Zhu San pada Bian Chi.


Dahi Bian Chi berkerut dan Ia menganggukkan kepalanya setelah berhasil mengingat apa yang Zhu San katakan.


“Jadi mereka hanya bisa menyatukan empat energi itu sehingga mereka harus terluka dalam setelah bertarung dengan Dewi Kematian. Artinya jika kita bisa lulus ujian ini, maka kita tidak akan terluka seperti mereka berdua.”


Zhu San berkata seperti orang yang sedang bergumam sendiri. Wajah Bian Chi seketika menjadi cerah.


“Benar … Mungkin itulah sebabnya mereka gagal mendapatkan lima energi murni itu. San Gege kita akan bisa hidup lebih lama lagi setelah bertarung dengan Dewi kematian jika berhasil menyerap Energi Inti Es itu bukan?” Tanya Bian Chi dengan Antusias.


“Benar … Tapi apakah ujian itu? Sehingga kedua Roh leluhur gagal di saat terakhir?” Tanya Zhu San selanjutnya.


“Sebaiknya kita baca petunjuk berikutnya .” Jawab Bian Chi seraya membuka lembar berikutnya dari kitab tersebut dengan antusias saat mulai membacanya.


Berbeda dengan Zhu San yang justru tertawa terbahak-bahak dengan rasa senang yang luar biasa walau kekhawatiran berada dibalik rasa bahagianya itu.


“Aku tidak mau melakukan proses itu sebelum kita menikah.”Bian Chi menutup kitab tersebut sambil membalikkan badannya. Ia merasa jengah dan kesal, melihat wajah bahagia Zhu San yang merasa menang banyak itu.


“Hahahaha … kenapa harus menikah dulu. Toh kita juga akan menikah untuk membangkitkan energi itu bukan?” Tanya Zhu San menggoda gadis cantik itu.


“Enak saja kalo ngomong … pokoknya Aku tidak mau. Titik.”


Bian Chi menjejakkan kaki di tanah dengan kesal saat melihat Zhu San yang dengan sengaja menjulurkan lidah dan mengusap bibirnya sendiri dengan lidah yang terjulur itu.


Zhu San kembali tertawa terbahak-bahak, membuat Bian Chi kesal-kesal senang. Lalu Ia melemparkan kitab itu, tanpa menoleh ke arah Zhu San.

__ADS_1


Aarggggh!!!


Zhu San yang sedang tertawa dengan mata yang tertutup tidak melihat kitab yang tebal itu terlempar ke arahnya. Kitab itu dengan kuatnya menghantam bagian bawah tubuhnya dan ujung kitab itu tepat mengenai kejantanannya.


Hal itu membuat dada Zhu San seketika merasa sangat sesak dengan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya pun berguling di tanah karena lututnya seketika merasa lemas.


Bian Chi terkejut dan segera membalikkan badannya. Ia mendapati Zhu San tengah meringkuk di tanah sambil merasa kesakitan.


Tentu saja Bian Chi bingung dan khawatir. Ia segera mendekati Zhu San yang pura-pura pingsan oleh lemparan Bian Chi tadi.


“San Gege … Kau kenapa? Apa yang terjadi padamu? Bangunlah! Jangan membuatku cemas.”


Bian Chi terlihat panik melihat Zhu San diam saja ketika Ia bertanya sambil mengguncang- guncang tubuh pemuda itu.


Dengan polosnya, Bian Chi menduga Zhu San terluka dalam yang parah akibat energi yang berada di dalam kitab pusaka yang Ia lemparkan itu.


Ia pun menyesali tindakannya yang telah dengan gegabah melemparkan kitab itu. Air pun mulai terlihat di mata bening gadis itu, saat Zhu San memicingkan satu matanya untuk melihat mengapa Bian Chi terdiam saja.


Saat itulah Bian Chi melihat sebelah mata Zhu San sedikit terbuka dan Ia baru tersadar jika telah dikerjai oleh Pemuda tampan, Calon Suami yang ditakdirkan langit untuknya.


“San Gege !!! Kau … !” Bian Chi yang kesal telah terpedayai oleh Zhu San, segera berdiri dan akan menendang tubuh pemuda itu.


Sontak Zhu San melesat saat kaki Bian Chi hampir mengenai tubuhnya. Ia melepaskan tawa yang sejak tadi ditahannya.


“Kepanikanmu adalah bahagiaku.” Zhu San berkata seperti itu saat mengambil kembali Kitab Lima Elemen.


“Chi’er … Apapun yang terjadi, kita harus tetap melakukan proses seperti petunjuk yang ada dalam kitab ini. Demi Seluruh umat manusia dan orang-orang yang kita sayangi.”


Zhu San berkata dengan nada suara yang serius saat telah berada di dekat Bian Chi.


“Tidak! … Aku tidak mau melakukan proses penyerapan energi itu tanpa sehelai benang pun kecuali …”

__ADS_1


Bian Chi menghentikan kata-katanya, Lalu Ia memandang tajam Zhu San, membuat Zhu San penasaran dengan kalimat Bian Chi berikutnya.


*******


__ADS_2