Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
193: Serangan Malam


__ADS_3

Zhu San dan Bian Chi tertegun sejenak setelah mendengar perkataan Jenderal Teng Ji. Beruntungnya, niat mereka berhasil digagalkan oleh lima pengawal pribadi Kaisar Shi Hung.


Jenderal Teng Ji kemudian menjelaskan informasi yang baru saja Ia dapatkan kepada Kaisar Shi Hung dan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Informasi itu adalah bahwa Qiang Cao telah berhasil merekrut beberapa sekte Aliran Hitam Kekaisaran Qing dan juga Kekaisaran Wei.


Selain itu Jenderal Teng Ji juga mendapat berita jika Qiang Cao telah bertemu dengan Kaisar Wei untuk meminta bantuan dalam merebut kembali tahta Kekaisaran Qing, namun hal itu ditolak oleh Sang Kaisar Wei.


Saat ini, Qiang Cao telah bersekutu dengan banyak sekte dari aliran hitam maupun aliran netral di kedua kekaisaran. Sehingga saat ini, Qiang Cao memiliki kekuatan besar untuk melakukan kudeta kedua kalinya.


“Ini akan berbahaya bagi Tahta Kekaisaran Qing, Kita harus segera bertindak. Mohon Yang Mulia Kaisar memberi titah.” Jenderal Teng Ji mengakhiri penjelasannya.


Kaisar Shi Hung dan yang lainnya terdiam mendengar penjelasan Jenderal Teng Ji yang merupakan Komandan tertinggi bagian Intelijen Kekaisaran itu.


“Dimana Qiang Cao saat ini berada? Jika kita tidak mengetahui keberadaannya, sangat sulit untuk menangkapnya. Apalagi dia selalu bersama dengan para pendekar hebat. Sulit untuk bisa menangkapnya bukan?”


Kaisar Shi Hung berkata yang membuat semua orang menjadi berpikir keras setelah mendengar perkataannya.


“San Gege apakah kau memiliki pendapat?” Tanya Bian Chi yang mengetahui jika Zhu San memiliki pengetahuan dalam siasat perang. Semua orang pun menatap ke arah Zhu San.


“Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu pergerakan dari mereka Chi’er. Kecuali Jenderal Teng Ji bisa menemukan dengan tepat dimana Qiang Cao berada saat ini” Jawab Zhu San setelah menghela nafas panjang.


Jenderal Teng Ji menganggukkan kepalanya, Ia sepakat dengan pemikiran Zhu San. “Informasi terakhir yang kami terima, Qiang Cao sedang berada di Kekaisaran Wei. Tepatnya dimana, sejauh ini sedang kami cari informasinya.”


Pertemuan itu pun diakhiri setelah Kaisar Shi Hung memberi tugas kepada Jenderal Teng Ji, untuk terus mengumpulkan informasi keberadaan Qiang Cao. Sementara akses untuk memasuki Ibukota Qingzhen, akan diperketat.


Dua hari berada di kota Qingzhen, waktu Zhu San dan Bian Chi dihabiskan berbincang dengan Kaisar Shi Hung dan Permaisuri Qiang Ji.

__ADS_1


Di hari ketiga, Zhu San berkeliling di komplek Istana bersama Bian Chi. Hal ini Zhu San lakukan untuk mengetahui lebih detail, dimana sisi lemah keamanan Istana.


Bukan tanpa alasan Zhu San melakukan hal itu. Mengingat Komplek Istana berada di tengah kota, membuat Istana mudah untuk disusupi oleh para pendekar dari berbagai arah.


Setelah malam tiba, Zhu San memutuskan untuk bermeditasi dalam ruangannya. Semuanya baik-baik saja hingga saat tengah malam, Zhu San merasakan adanya aura yang sangat kuat, berasal dari atas atap.


Zhu San lalu membangunkan Bian Chi melalui telepatinya. “Chi’er … Segeralah ke ruangan Ayahanda Kaisar. Jaga mereka berdua.” Zhu San memberi arahan kepada Bian Chi yang segera tersadar akan adanya bahaya.


Dengan langkah hati-hati, Bian Chi mendekati ruang dimana ayah dan ibunya berada. Sementara Zhu San keluar dai jendela setelah mematikan lampion di ruangannya.


Setelah berhasil keluar Jendela, Zhu San bisa merasakan setidaknya tujuh orang berada di langit di atas bangunan yang Ia tempati, dimana Kaisar Shi Hung dan Permaisuri Qiang Ji juga berada di dalamnya.


Saat ketujuh orang itu telah berada belasan meter dari atap, Zhu San segera melesat menghadang ke tujuh orang itu. Bisa Zhu San rasakan jika satu orang diantaranya memiliki aura yang sangat kuat.


“Siapa Kalian!”


Zhu San membentak dengan menggunakan tenaga dalamnya, membuat suaranya terdengar ke seantero komplek Istana. Para penjaga pun segera membunyikan lonceng tanda bahaya.


Satu dari ke tujuh orang itu melesat menerjang ke arah Zhu San. Ia bermaksud membungkam Zhu San dengan serangan ke arah kepalanya.


Namun sosok berusia tiga puluhan tahun itu, terkejut saat mendapati serangannya mengenai ruang kosong bahkan Ia mendapat serangan balik dari belakang yang membuatnya melesat kembali ke udara.


“Boleh juga kau bocah!” Sosok lain berbicara setelah melihat gerakan Zhu San yang begitu cepat saat menghindari serangan rekannya.


Sementara di halaman depan, terlihat Jenderal Tu Lei, Si Bayangan Semu, dua sesepuh yaitu Lu Fang dan Xiong Gi, telah tiba dengan senjata masing-masing.


Walau suasana di atas atap remang-remang, namun kedua tokoh tersebut bisa mengenali Zhu San yang tengah berhadapan dengan tujuh orang lawannya. Keduanya segera melesat ke atas atap dan berada di sisi Zhu San.

__ADS_1


“Kau masih berani menyatroni Istana ini setelah lari terbirit-birit tempo hari? Sungguh tak tahu malu!” Lu Fang membentak tiga orang yang Ia kenali sebagai Tiga Dewa Pisau.


“Tutup mulutmu Lu Fang atau Kami sendiri yang akan menutupnya!” Tiga sosok tua itu segera menyerang ke arah Lu Fang dengan Pisau terhunus di masing-masing kedua tangan mereka.


Xiong Gi dan Lu Fang bergerak bersamaan menyambut serangan ketiga orang itu. Zhu San melesat lebih tinggi lagi, saat lima orang itu mulai bertarung.


“Sesepuh Tong Bai, mohon anda bunuh Kaisar Shi Hung, Ruangannya tepat di bawah kaki anda!” Salah satu dari Tiga Dewa Pisau yang sedang bertarung, berteriak kepada sosok sepuh yang sedari tadi hanya diam saja.


Lu Fang dan Xiong Gi terkejut saat mendengar nama Tong Bai. Mereka pun menjadi was-was saat mengetahui Jagoan Nomor Dua Aliran Hitam dunia persilatan kekaisaran Qing itu, berada bersama ketiga lawannya.


“Lindungi Yang Mulia Kaisar!” Di sela rasa terkejutnya, Lu Fang sempat berteriak kepada Si Bayangan Semu yang segera melesat sangat cepat, memasuki ruangan Kaisar Shi Hung.


“Huh”


Tong Bai mendengus kesal mendengar perkataan itu, Ia segera menjejakkan kakinya di atap bangunan itu.


BRAAAKK


Seketika atap bangunan itu berlubang besar, namun hal tak terduga terjadi, membuat Tong Bai segera melesat ke udara meninggalkan tempatnya semula dengan mendengus kesal.


Semua orang terlihat kaget saat melihat bayangan seekor Naga Putih yang memancar hawa dingin sangat kuat, melesat dari dalam bangunan itu.


Bayangan Ular Naga itu terus menderu ke udara dan menunjukan ekornya yang berada di ujung sebuah pedang.


Sesaat kemudian muncul Bian Chi dari lubang yang di buat Tong Bai dengan wajah yang terlihat sangat marah.


“Siapa yang berani menyerang kedua orang tuaku!” Bian Chi berteriak keras sambil mengedarkan pandangan matanya. Akibat Cahaya yang keluar dari ular naga energi qi itu, suasana di atas atap pun menjadi terang.

__ADS_1


Zhu San tersenyum merasakan pancaran energi dari Bian Chi. Sementara Tong Bai tertegun, saat mengetahui bahwa yang menyerangnya adalah seorang gadis belia.


*******


__ADS_2