
“Maaf Nona, Kitab Tapak Besi yang kau cari itu sudah lama tidak berada di tangan kami, Kitab itu telah dicuri oleh Kakak Seperguruanku dan isterinya. Mereka berjuluk Sepasang Hantu Kerempeng.”
Ketua Sekte Tapak Besi itu lalu menjelaskan apa yang terjadi lebih dari tiga puluh tahun lalu itu. Dan juga memberitahu jika kedua orang itu berada di kekaisaran Liu, namun tepatnya di mana, Ia tidak mengetahuinya.
“Benarkah Kau tidak mengetahuinya?” Qiu Lan menatap tajam Ketua Sekte itu dengan rasa kesal yang tidak lagi bisa Ia sembunyikan. “Katakan dimana mereka atau ku ratakan Sekte mu ini!”
Wajah Ketua Sekte itu seketika memucat. Akhirnya Ia mengatakan, jika beredar rumor kakak seperguruannya itu, berada di sebuah tempat yang bernama Jurang Angin.
Ia telah mengirim beberapa orang ke sana untuk menyelidiki hal itu, namun mereka tidak menemukan keberadaan kedua Hantu Kerempeng itu.
Qiu Lan terlihat kesal mendengarnya, Ia pun segera mengibaskan tangannya ke arah Ketua Sekte itu secara tiba-tiba.
Walau Ketua Sekte Tapak Besi yang telah waspada, namun Ia tidak menduga jika tubuhnya terpental hingga belasan meter dengan dada yang terasa sakit.
Ia pun memuntahkan darah segar sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Saat hendak membunuh semua anggota Sekte Tapak Besi, Ying Yu segera menghampiri Qiu Lan.
“Yang Mulia, apa yang dikatakan oleh Ketua Sekte itu benar adanya. Kami pernah mendengar tentang Sepasang Hantu Kerempeng yang mendiami sebuah tempat bernama Jurang Angin.”
Qiu Lan mendengus kesal. Ia lalu mengajak kedua pengawalnya pergi dari tempat tersebut dengan melayang di udara.
Dengan energi qi yang berhasil Ia himpun berdasar petunjuk Kitab Sakti Energi Alam, kecepatan Qiu Lan melayang di udara menjadi dua kali lebih cepat dari sebelumnya.
Hingga setelah pagi hari, ketiganya pun tiba di kota Shangyu, Ibukota Kekaisaran Liu. Ketiganya memasuki sebuah kedai untuk mengisi perut mereka. Namun Qiu Lan yang merasa tidak lapar, tidak memesan hidangan sedikitpun.
Ia berjalan keluar untuk mencari informasi tentang keberadaan Jurang Angin kepada sekelompok orang yang sepertinya adalah pendekar yang bekerja sebagai pengawal para pedagang.
“Permisi, apakah diantara kalian ada yang tahu dimana letaknya Jurang Angin?” Tanya Qiu Lan dengan tersenyum manis.
Beberapa pendekar yang masih muda, menatap Qiu Lan dengan mata yang berbinar-binar, kagum akan kecantikan wajah gadis itu. Namun tidak dengan para pendekar yang telah berusia setengah baya.
__ADS_1
“Nona manis, siapa namamu? Akan ku beritahu dimana letaknya Jurang Angin jika kau menyebutkan namamu.” Seorang pemuda yang cukup tampan, tiba-tiba saja berkata dari arah belakang Qiu Lan.
Qiu Lan pun menjadi waspada saat Ia berbalik dan menatap pemuda tersebut. Ia bisa merasakan kekuatan besar yang tersembunyi dibalik tubuh tegap pemuda tampan itu.
“Benarkah Kau mengetahuinya?” tanya Qiu Lan. Pemuda itu tersenyum lalu menjawab pertanyaan Qiu Lan. “Tentu saja Aku tahu karena …”
“Hei Kau! Dia bertanya kepada kami bukan kepadamu. Biarkan kami yang menjawabnya!” Salah satu dari pendekar muda pengawal para pedagang itu, membentak sosok pemuda tampan yang membuatnya berhenti berkata-kata.
Qiu Lan kesal mendengar perkataan pendekar muda itu. Ia pun mengibaskan tangannya ke arah kelompok para pendekar itu.
Serangkum energi qi segera saja menerpa kelompok pendekar itu dan membuat tubuh mereka terpental hingga jatuh tak sadarkan diri.
“Karena apa ..? Lanjutkanlah!” Qiu Lan berkata kepada Pemuda di depannya yang sedang tertegun dengan apa yang baru saja Ia lihat.
“Benar dugaanku, gadis ini bukan gadis biasa. Kekuatannya sangat tinggi. Apakah Ia mencari Guru? Apa tujuannya?” Dalam benak pemuda itu dipenuhi berbagai pertanyaan.
“Karena Aku baru saja melewati tempat tersebut. Namaku Gao Yan, Siapakah nama Nona ini?” Sosok pemuda yang ternyata Gao Yan itu, berkata dengan sikap penuh waspada.
“Sepasang Hantu Kerempeng! Aku baru mendengar nama itu. Jika Nona Lan ingin kesana Aku bisa mengantarnya.” Gao Yan yang penasaran, berdalih tidak mengenal Kedua Gurunya itu.
Ia ingin mencari tahu apa tujuan Qiu Lan mencari kedua gurunya. Untuk itu Ia akan menyelidikinya terlebih dahulu dengan berpura-pura mengantarnya.
“Baiklah jika begitu, tunggu sebentar, aku akan memanggil kedua rekanku.” Qiu Lan pun berlalu meninggalkan Gao Yan yang menatapnya dengan penuh curiga.
Selang beberapa waktu kemudian, Qiu Lan kembali bersama dengan Ying Yu dan Yue Yin. “Apakah Kau bisa melayang di udara?” Tanya Qiu Lan yang membuat Gao Yan tertegun.
“Apakah Dia mengetahui kekuatanku? Menarik juga. Siapa Dia sebenarnya?” Dalam benaknya Gao Yan berkata. Lalu Ia menjawab pertanyaan Qiu Lan.
“Aku baru saja bisa melakukan teknik itu, tapi sebaiknya kita lakukan hal itu setelah berada di luar Kota ini.”
__ADS_1
“Untuk apa capek-capek berjalan jauh.” Qiu Lan berkata dengan suara yang terdengar kesal. Ia lalu mengerahkan energi qi-nya dan membuat Ying Yu dan Yue Yin serta Gao Yan melayang ke udara.
Apa yang dilakukan oleh Qiu Lan, membuat gempar para penduduk kota Shangyu. Beberapa prajurit kota yang melihat hal itu, segera melaporkan hal tersebut kepada pimpinannya.
Sementara Qiu Lan dan yang lainnya telah melesat ke arah barat menuju Ke Jurang Angin. Setelah satu jam, mereka pun tiba di sebuah hutan dimana terlihat banyak jurang yang dalam.
“Jurang yang manakah yang bernama Jurang Angin itu?” Tanya Qiu Lan kepada kepada Gao Yan.
“Di sana, lihatlah banyak angin tornado kecil di dalam jurang itu bukan? Itulah tempat yang bernama Jurang Angin.” Jawab Gao Yan dengan pasti.
“Jika Aku boleh tahu, apakah tujuanmu mencari Sepasang Hantu Kerempeng itu?” Tanya Gao Yan.
“Bukan urusanmu, terimakasih telah mengantarku hingga ke tempat ini. Pergilah sebelum Aku membunuhmu!” Qiu Lan berkata dengan sinis kepada Gao Yan.
Gao Yan terperangah mendengar hal itu, namun menuruti perkataan Qiu Lan dan melayang turun ke arah tepi Jurang Angin. Hal itu membuat Qiu Lan menjadi kesal.
“Pergilah jangan paksa Aku membunuhmu!” Bentak Qiu Lan yang segera menyusul Gao Yan bersama kedua pengawalnya.
“Siapa Kau seenaknya memaksaku harus pergi dari tempat dimana aku tinggal selama beberapa bulan terakhir ini?” Jawab Gao Yan dengan wajah yang mulai terlihat kesal.
Qiu Lan pun terkejut mendengarnya. “Apa maksudmu dengan kata-katamu itu?!” Qiu Lan kembali membentak Gao Yan.
“Orang yang Kau cari adalah Guruku. Apa tujuanmu mencari kedua guruku!?” Tanya Gao Yan dengan suara tegas.
Qiu Lan kembali terkejut, Ia pun merasa mendapat jawaban akan kekuatan besar yang disembunyikan oleh pemuda tampan di depannya itu.
“Jadi begitu rupanya, Kau telah menguasai Jurus Tapak Pembalik Langit dari Kitab Tapak Besi itu bukan? Kau pikir bisa menyembunyikan kekuatanmu dariku Hah!”
Gao Yan terkejut mendengar perkataan Qiu Lan, Ia pun terdiam menatap gadis cantik di depannya dengan sikap penuh waspada.
__ADS_1
*****