
“Zhi Hung!! … Ku pastikan kepalamu akan kupenggal dengan tanganku sendiri!”
Aura tenaga dalam yang kuat, memancar dari tubuh Zhu San, membuat kedua orang yang berada di dekatnya, terpelanting lebih dari tiga meter akibat hal itu.
Keduanya bangun dengan mata melotot lebar, takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemuda yang posisinya adalah sebagai Paman Guru mereka.
Keduanya segera kembali mendekati Zhu San, yang tengah mematung dengan mata yang berkaca-kaca.
Zhu San berkata demikian dengan rasa marah yang meluap-luap, setelah mendengar cerita kedua anggota Sekte Pedang Bintang itu.
Qing Jun dan Zhi Hung tiba di Sekte mereka saat malam menjelang pagi. Dengan membawa seribu lebih anggota mereka berdua, Qing Jun dan Zhi Hung mendatangi Sekte Pedang Bintang yang dipimpin Oleh Gao Shu.
Kedatangan keduanya, tentu saja tidak disambut dengan baik. Apalagi saat Qing Jun meminta Gao Shu tunduk kepada Aliansi Aliran Hitam dan bergabung dengan mereka.
Gao Shu tentu saja menolak hal itu, Akhirnya Ia dan Zhi Hung, Ketua Sekte Pedang Bintang bertarung hidup dan mati. Namun setelah ratusan kali pertukaran serangan. Gao Shu harus kalah dengan leher yang nyaris putus.
Hal itu tentu saja membuat anggota Sekte yang lain, segera bergerak untuk bertarung. Namun di luar dugaan, Gao Yan menengahi mereka.
Gao Yan menyatakan bahwa dirinya akan menjadi Ketua Sekte berikutnya, menggantikan Sang Ayah. Dan Ia menyatakan akan bekerja sama dengan Aliansi Aliran Hitam.
Hal itu membuat seluruh anggota Sekte Pedang Bintang terkejut, beberapa Tetua menentang apa yang dikatakan oleh Gao Yan.
Namun nasib naas harus mereka terima, tiga orang tetua itu segera di serang oleh Qing Jun dan Zhi Hung. Ketiganya pun harus meregang nyawa, di tangan dua jagoan Aliansi Aliran Hitam itu.
Mayat mereka bertiga pun telah dibuang ke dalam jurang, yang berada tiga ratus meter dari tempat Sekte mereka berada.
__ADS_1
Hal itu karena mereka dianggap tidak layak dimakamkan, karena telah berani berkhianat kepada Sang Ketua Sekte.
“Baiklah Jika begitu, Aku yang akan mengurus hal ini, Aku yang akan menghukum Gao Yan atas nama guru dan kedua arwah Kakak Seperguruanku.”
Zhu San berkata seraya meminta untuk diantarkan ke tempat pemakaman Anggota sekte yang telah tiada.
Ketiganya pun segera melangkah pergi dan tiba di sana, saat pemakaman Gao Shu telah selesai. Kedatangan Zhu San tentu saja menimbulkan tanda tanya bagi semua anggota sekte yang berada disana.
Wajah Gao Yan dan Gao Shan memperlihatkan keterkejutan saat mengenali siapa yang datang bersama dengan dua anggota mereka.
Keduanya terlihat resah ketika Zhu San melihat ke arah mereka dengan tatapan yang dipenuhi kemarahan.
Zhu San tidak memperdulikan banyaknya wajah yang bingung dengan kehadirannya. Ia pun segera berlutut dan kemudian bersujud tiga kali di makam Gao Shu yang masih bertanah merah itu.
“Kakak seperguruan kedua, Maafkan Aku yang datang terlambat hingga tidak bisa membantu di saat engkau membutuhkannya. Aku bersumpah akan memenggal kepala Zhi Hung dan akan ku taruh di atas makam mu.”
Mereka yang kini menyadari siapa Zhu San, mulai memandangi Gao Yan dan Gao Shan, dengan tatapan kebencian yang mereka sembunyikan sejak beberapa saat lalu.
Zhu San kemudian melangkah ke arah sebuah makam yang berada di samping makam Gao Shu. Makam yang bertuliskan Chen Hu.
Zhu San pun melakukan hal yang sama seperti yang tadi Ia lakukan. Namun kata-kata yang Ia ucapkan, membuat tubuh kakak beradik Gao itu bergetar hebat.
“Kakak Pertama … Maafkan aku yang baru bisa mengunjungi mu saat ini. Hari ini, di depan makammu akan kubalaskan kematianmu. Akan kubunuh kedua orang pengkhianat sekte yang telah membunuhmu dengan cara yang licik.”
Kali ini bukan bagai petir di siang bolong yang di dengar oleh para anggota Sekte itu, ketika mendengar perkataan Zhu San yang lantang dengan mata yang meneteskan Air.
__ADS_1
Hal itu karena Zhu San teringat bagaimana Gurunya, menangis sedih saat memeluk jasad Chen Hu, yang Ia bawa kepadanya atas petunjuk Kakek Gurunya, Pendekar Seribu Wajah yang menyaksikan kejahatan Gao Yan.
Zhu San bangkit berdiri dengan tubuh yang memancarkan hawa panas dan dingin dan segera saja menerpa tubuh semua Anggota Sekte Pedang Bintang yang terkesiap merasakan hal itu.
“Gao Yan! Gao Shan! Atas nama Guru Fu Kuan, hari ini Aku akan menghukum kalian atas kejahatan yang kalian lakukan, karena telah membunuh Ketua Sekte mu sendiri dan lalu menyembunyikan Pedang Bintang di sebuah lubang besar.”
Gao Yan dan Gao Shan terkejut bukan kepalang mendengar hal tersebut. Wajah keduanya pun segera memucat dengan tubuh yang bergetar hebat.
Keduanya melangkah mundur sesaat kemudian. ketika dari ruang hampa, Zhu San tiba-tiba mengeluarkan Pedang yang membuat suhu udara seketika berubah drastis.
Para Anggota Sekte yang segera tersadar dari keterkejutan mereka, segera menjauhi kedua pemuda kakak beradik itu.
Mereka tidak ingin percaya perkataan Zhu San yang tidak mereka kenali, tapi saat melihat wajah Gao Yan dan Gao Shan yang terkejut dan memucat, mereka pun menyadari kebenaran kata-kata Zhu San.
Ada rasa amarah besar pada diri setiap anggota Sekte yang mengetahui kenyataan sebenarnya tentang kematian ketua mereka sebelumnya.
Namun kekuatan besar yang memancar dari tubuh Zhu San, menindih rasa marah mereka. Hanya berkata-kata yang bisa mereka ucapkan.
“Dasar Pengkhianat!”
“Murid Durhaka! Kau Pantas Mati!”
“Kurang Ajar Kalian berdua ya!”
Sebelum pergi meninggalkan Sekte Pedang Bintang, Qing Jun telah mengancam akan membunuh siapa saja yang berani menentang Gao Yan menjadi Ketua Sekte Pedang Bintang yang ke empat.
__ADS_1
Kemarahan mereka yang sempat ditekan oleh ancaman dari Zhi Hung dan Qing Jun, kini mereka luapkan dengan memaki-maki Gao Yan dan Gao Shan.
*******