Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
053: Pengejaran Zhu San


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, saat Perdana Menteri sedang mengakui perbuatannya, seorang prajurit yang datang bersamanya, telah lama meninggalkan tempat tersebut.


Prajurit yang ternyata adalah seorang tetua dari Sekte Tapak Api yang menyamar itu, segera melesat dengan ilmu peringan tubuh saat berada di luar gerbang istana.


Tetua itu segera melaporkan apa yang telah dilakukan oleh Perdana Menteri Xhu Shuen kepada Luo San, setelah Ia tiba di kediaman Perdana Menteri Xhu Shuen.


Luo San yang saat itu sedang bersama Qin Jung dan dua rekan mereka dari Kekaisaran Wei, sangat marah atas apa yang dilakukan oleh Xhu Shuen.


Ia pun segera hendak mencari Isteri dan kedua cucu Xhu Shuen untuk Ia bunuh sebagai hukuman atas apa yang dilakukannya.


Namun mendengar perkataan tetuanya bahwa Fu Kuan bersama beberapa tokoh Aliran putih lain berada di sana, Ia pun membatalkan niatannya tersebut.


Lima bayangan terlihat melesat dengan cepat meninggalkan kediaman Perdana Menteri Xhu Shuen, menuju ke arah tenggara yang berlawanan arah dengan Istana Kekaisaran Liu.


Satu menit kemudian tujuh orang terlihat melesat mendatangi serta mengepung atap kediaman Perdana Menteri Xhu Shuen yang terbilang besar dan megah itu.


Zheng An segera melompat turun dan menenangkan prajurit yang menjaga bagian depan kediaman itu.


Zheng An segera menerobos masuk ke dalam kediaman, dengan sikap yang penuh kewaspadaan.


Namun Ia hanya menemukan Isteri dan kedua cucu Perdana Menteri yang terlihat ketakutan melihat dirinya.


“Nyonya Shuen .. Tenanglah. Suamimu telah mengatakan semuanya. Dimanakah mereka berada?”


“Mereka biasanya ada di beranda belakang Tuan Zheng An.” Isteri Perdana Menteri terlihat tenggang saat Ia menjawab pertanyaan Zeng An.


Zeng An segera menuju ke arah beranda belakang, namun dia hanya menemukan beberapa cawan yang berisi arak.


Ia pun memanggil Fu Kuan dan yang lainnya untuk segera turun. Mereka pun segera menyelidiki seluruh bagian kediaman itu hingga bagian atap ruangan.


“Sepertinya mereka baru saja pergi, lihatlah cawan ini masih berisi setengahnya.” Lin Kai segera berkata setelah mengambil sebuah cawan dan menelitinya.


“Apakah mereka telah mengetahui rencana kedatangan kita?” Fu Kuan bertanya yang membuat Zheng An segera memanggil prajurit yang berjaga di depan.


Prajurit itu datang dengan tergopoh-gopoh setelah mendengar panggilan Zheng An.


“Apakah Perdana Menteri tadi pergi bersama prajurit lain selain prajurit yang menjemputnya?” Tanya Zheng An.


“Benar Sesepuh Zheng … Ia bersama satu prajurit yang tidak kami kenali.”


Mendengar jawaban prajurit itu, Akhirnya mereka memahami bahwa rencana mereka telah bocor.

__ADS_1


Zheng An lalu memerintahkan prajurit itu untuk mengantarkan Nyonya Perdana Menteri bersama cucunya ke Istana untuk segera diobati dan juga mengamankannya.


“Apa langkah kita selanjutnya, mengejarnya atau kembali ke Istana?” Zheng An bertanya entah kepada siapa.


“Sebaiknya kita kembali ke Istana dan melaporkan hal ini kepada Kaisar, lalu menyusun ulang rencana kita untuk menyelamatkan para Ketua Sekte.”


Fu Kuan mengutarakan rencananya yang disetujui oleh mereka semua, kecuali Zhu San.


“Guru … Aku akan mencoba mengikuti dari udara, setelah tahu kemana arah mereka, Aku akan kembali ke istana.”


“Dari udara? Maksudmu bagaimana?” Zheng An terheran-heran mendengar perkataan Zhu San, demikian juga dengan Hao Jian dan Shang Zuo.


Hanya Fu Kuan, Lin Kai dan Dewa Seribu Wajah yang memahami perkataan Zhu San itu. Hingga akhirnya Fu Kuan menjelaskan apa yang dimaksud oleh muridnya itu.


Wajah Zheng An dan Kedua Sekte lainnya terkejut dengan mulut yang terbuka lebar setelah mengetahui Zhu San mampu melayang di udara.


Tatapan kekaguman pun terlihat jelas di mata ketiga orang itu. Zhu San pun pamit undur diri dan segera melesat ke arah belakang bangunan itu.


Fu Kuan dan yang lainnya pun segera kembali ke istana dengan melesat dari atap bangunan ke atap bangunan yang lain.


Sementara dua orang prajurit, membawa Isteri Perdana Menteri dan kedua cucunya ke Istana melalui jalan umum.


Setelah bertanya pada belasan orang, Akhirnya Zhu San mendapatkan informasi dari seorang pendekar yang sepertinya adalah pengawal seorang pedagang kaya.


Zhu San segera melesat ke arah Gerbang Kota bagian selatan dan melihat para prajurit seperti tengah membicarakan sesuatu.


Setelah menunjukan lencana Bangsawan Mu yang diberikan Pamannya, Zhu San akhirnya mengetahui apa yang tengah mereka bicarakan .


Mereka melihat lima orang melesat dari atap ke atap dan menuju tenggara setelah melompati pagar tembok kota yang setinggi delapan meter itu.


Setelah mengucapkan terimakasih, Zhu San segera melesat menuju arah tenggara.


Saat berjarak seratus meter dari gerbang Kota tersebut, Zhu San segera melompat dan melayang di udara.


Seringkali Zhu San harus bertabrakan dengan kelelawar besar saat terbang di gelapnya malam yang semakin mendekati puncaknya itu.


Hal itu membuat laju terbangnya sedikit melambat, sehingga saat tengah malam, Zhu San baru berhasil melihat sesuatu bergerak cepat, setelah lebih dari sepuluh kilometer Ia meninggalkan Kota Shangyu.


Zhu San pun melihat pergerakan itu berhenti sesaat setelah mereka dihadang sebuah sungai yang sangat besar.


Pantulan sinar bulan yang baru saja muncul, membuat Zhu San bisa mengetahui jika yang bergerak adalah lima orang yang sangat mungkin adalah mereka yang Ia cari.

__ADS_1


“Saudara Luo, sepertinya ada seseorang berkemampuan tinggi yang mengikuti kita.”


Salah satu dari dua Pendekar dari kekaisaran Wei berkata santai kepada Luo San yang seketika terkejut mendengarnya.


Mereka saat itu tengah berhenti untuk mencari jalan melompati sungai besar yang menghadang mereka, sungai yang memiliki lebar setidaknya tiga puluh meter.


“Dimana? aku tidak merasakan adanya seseorang di belakang kita Saudara Tsao Beng.”


Luo San berkata setelah mengedarkan pandangannya ke arah belakang.


Hal yang sama dilakukan oleh Qing Jun dan satu Tetua Sekte Tapak Api, namun tetap saja mereka bertiga tidak bisa menemukan sosok yang dimaksud oleh rekan mereka.


“Jangan melihatnya dan pura-pura tidak mengetahuinya, Dia berada lima puluh meter di atas kita.”


Rekannya yang bernama Tsao Beng yang berjuluk Pendekar Tapak Racun Api itu, menjawab perkataan Luo San dengan suara yang terdengar masih santai.


Luo San terkejut walau Ia telah mendengar jika ada seorang pemuda yang mampu melayang di udara beberapa waktu lalu.


Ia terkejut karena tidak bisa menyadari keberadaannya sebelum diberi tahu oleh Tsao Beng.


“Pemuda itu bernama Zhu San, Ia berani mengikuti kita sejauh ini. Apakah tidak ada yang bisa kita lakukan?”


“Tenang saja biar kami yang mengurusnya, kalian tunggu di sini saja.”


“Bagaimana cara kalian mengurusnya? Dia berada di ud … Dia bisa melayang juga!”


Mulut Luo San ternganga saat melihat Tsao Beng melesat ke udara. Sementara salah satu rekannya dari Kekaisaran Wei itu hanya tersenyum melihat keterkejutan Luo San.


“Lima tahun terakhir, di Kekaisaran Wei melayang di udara adalah hal yang sudah banyak ditemui. Sejak munculnya organisasi penyedia Sumber Daya bagi pendekar.”


Rekan Luo San yang bernama Qiao Bun dan berjuluk Pendekar Pedang Berat, segera melesat ke udara setelah Ia berkata demikian.


*****


Dua Hari Libur Ya.. Selama Lebaran


Selamat Idul Fitri 1442 H


Minal Aidzin Walfaidzin


Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

__ADS_1


__ADS_2