Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
319: Kekuatan Besar Yang Lain


__ADS_3

Hawa panas yang jauh lebih kuat dari hawa yang mereka miliki serta hawa yang sangat dingin menusuk tulang, begitu cepat memenuhi udara.


Tubuh keduanya terasa membeku sebagian dan meleleh di bagian lain dalam waktu yang bersamaan. Hal yang membuat Laminyong dan Lahumba menyadari dengan siapa mereka kini berhadapan.


“Jika kalian bertemu dengan sepasang manusia yang mengeluarkan hawa panas dan dingin dari tubuhnya secara bersamaan, maka pergilah secepat dan sejauh yang kalian bisa. Karena mereka berdua adalah Dewa Kematian bagi kalian.”


Pesan Penyihir Agung yang memelihara mereka berdua , seketika melintas dalam benak dan membuat wajah keduanya menjadi pucat pasi.


Keterkejutan mereka serta kondisi tubuh yang tidak pernah mereka alami sebelumnya, membuat keduanya terlambat menghindari serangan jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.


Sayap kanan Lahumba telah terbakar dan Ia begitu terkejut saat mendapati dirinya, tidak bisa memulihkan kembali sayap tersebut. Rasa panik dan takut segera terlihat di wajahnya.


Sementara Laminyong mengalami hal yang berbeda, semburan ular naga raksasa itu, berhasil membekukan kaki depannya sebelah kanan dan membakar kaki depan sebelah kiri.


Kepanikan di hati keduanya semakin terlihat saat mereka melihat mulut kedua ular naga telah berada beberapa meter dari tubuh mereka.


Ke Hin tertegun, sementara tubuh Cheng Yun bergetar hebat saat melihat kedua Makhluk Kuno itu tertelan oleh kedua ular naga raksasa yang sesaat kemudian meledakkan dirinya.


BLAAAM BLAAAAM


Dua ledakan besar segera memenuhi udara disertai fluktuasi udara yang begitu hebat. Dinding perisai yang Zhu San buat untuk melindungi Kota Xiangqing, hancur akibat terpaan energi besar itu.


Sementara tubuh Ke Hin dan Cheng Yun serta Phoenix Putih, terpental puluhan meter dari tempat mereka berada sebelumnya. Rasa takjub terlihat di wajah ke dua penyihir itu.


Melihat kedua penyihir itu sedang dalam posisi yang tidak stabil, Zhu san segera menggunakan jurus berpindah tempat dalam sekejap.


Tidak Ke Hin duga jika dirinya yang berjarak lebih dari seratus meter dengan Zhu San, akan menemui ajal di pedang manusia itu.


Zhu San yang tiba-tiba muncul satu meter di hadapan Ke Hin, segera menebaskan Pedang Yang ke leher murid pertama Labamba dan Labimbi itu.

__ADS_1


Mulut Ke Hin terbuka lebar dengan mata melotot saat melayang jatuh ke tanah bersama tubuhnya dalam keadaan terpisah dan mulai terbakar.


Cheng Yun yang terkesiap melihat hal itu, tersadar dan segera merapal mantera untuk meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan sihirnya.


Namun Zhu San telah bergerak lebih cepat menyerang Cheng Yun setelah Ia mengambil tongkat sihir Ke Hin dan menyimpannya di dalam Cincin Jiwanya.


Mantera yang Cheng Yun lafalkan, seketika terhenti karena Pedang Yang di tangan Zhu San, telah menusuk jantungnya dari belakang. Seketika rasa panas yang luar biasa tinggi, menindih rasa sakit akibat tusukan itu.


Hal yang membuat murid kedua Labamba dan Labimbi itu menjerit keras sebelum nyawanya pergi dari tubuh yang perlahan diselimuti api saat melayang jatuh ke tanah.


Zhu San segera merampas tongkat berwarna semerah darah dan memasukannya ke dalam Cincin Jiwa. Bersamaan dengan itu, Sihir Cheng Yun yang mengendalikan Phoenix Putih pun menghilang.


“Chi’er, Berikan Pedang Yin kepadaku, cepat!” Zhu San yang telah berada di samping Bian Chi, segera meraih Pedang Yin setelah Bian Chi mengulurkannya. Dengan sangat cepat Ia melesat ke tengah-tengah kota Xiangqing.


Wajah panik yang Zhu San tunjukkan dan terkesan terburu-buru, membuat wajah Long Niu dan ketua Gong Fei serta ratusan pendekar Aliansi Aliran Putih terheran-heran.


“Sesepuh Long, apa yang membuat wajah murid anda itu terlihat panik? Sepertinya Ia terburu-buru untuk membuat Perisai pelindung. Bukankah musuh terkuat sudah mati?”


“Chi’er kenapa suamimu itu terlihat panik dan tergesa-gesa seperti itu?” Tanya Long Niu kepada Bian Chi melalui telepatinya.


“Guru … Kami merasakan Aura yang sangat kuat sedang menuju kemari. Guru, berhati-hatilah di dalam sana, semoga perisai pelindung kota yang San Gege buat kali ini, mampu bertahan dari serangan mereka.”


Tentu saja long Niu terkejut mendengar hal itu, Ia pun mendongakkan kepalanya, saat menyadari Bian Chi terus menatap ke arah langit.


Ia merasa heran karena dirinya tidak merasakan sama sekali aura kuat yang disebutkan Bian Chi. Namun begitu Ia yakin bahwa perkataan muridnya itu pasti benar.


Perisai pelindung yang Zhu San buat sudah mencapai delapan puluh persen, setelah lima menit kemudian.


Di saat itulah tiba-tiba terjadi fenomena alam yang sangat aneh di atas udara setinggi lima ratus meter dari tanah.

__ADS_1


Seluruh awan, baik awan putih maupun awan hitam bergerak dan berkumpul dengan cepat menuju sebuah titik sejauh satu kilometer di sebelah utara kota Xiangqing.


Wajah Zhu San terlihat cemas, karena Perisai Pelindung kota yang Ia buat, belum selesai. Sementara tiga aura yang sangat kuat, mulai memancar di udara Dunia Atas.


Kini Long Niu menelan ludahnya saat merasakan Aura yang sangat kuat memenuhi udara yang perlahan terasa menjadi berat, seiring dengan memancarnya tiga cahaya dari gumpalan awan hitam di tempat sejauh satu kilometer dari kota Xiangqing.


Ketiga cahaya besar itu, perlahan-lahan sirna. Namun tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi dengan cahaya tersebut selain Zhu San dan Bian Chi.


Hal itu karena disebabkan oleh udara yang berubah menjadi berat, sehingga banyak dari Tingkat Pendekar Langit yang tidak mampu menahan tekanan udara itu dan memaksa mereka turun dari udara dan memijakkan kaki di tanah.


Lian Li yang telah selesai dari meditasinya, membuka mata dan segera melesat ke arah Bian Chi. Tekanan kekuatan besar itu tidak begitu berpengaruh padanya.


Dengan Mata yang melotot lebar, Zhu San, Bian Chi dan Lian Li memperhatikan apa yang tengah terjadi pada jarak satu kilometer di depan mereka.


Ketiga cahaya itu, perlahan redup dan memperlihatkan tiga makhluk aneh berukuran setinggi lebih dari sepuluh meter.


Tubuh mereka layaknya manusia, namun memiliki perbedaan dalam banyak hal terutama pada bagian ekornya, kedua tanduk di kepala dan jumlah jari kaki serta warna bola matanya.


Selain itu, kulit tubuh mereka yang terlihat berwarna hijau, merah dan biru adalah hal lain yang membuat ketiga Pendekar Tingkat dewa Sejati itu melotot lebar.


Zhu San yang telah berhasil menyelesaikan perisai pelindung yang Ia buat, Segera melesat ke samping Lian Li dan Bian Chi.


“San Gege … Siapakah mereka bertiga? Kekuatannya besar sekali. Jauh lebih besar dari kekuatanmu.” Suara Bian Chi terdengar bergetar saat Ia bertanya kepada sang suami.


“Sepertinya mereka adalah Makhluk Kuno yang lain, namun kekuatan mereka sangat besar sekali.”


Zhu San menelan ludahnya ketika melihat ketiga tubuh raksasa itu mulai bergerak mendekati mereka secara perlahan-lahan.


Namun alangkah terkejut Zhu San dan dua orang lainnya saat melihat apa yang dilakukan oleh ketiga makhluk tersebut saat telah berada seratus meter di belakang pasukan Aliansi Aliran Hitam dan pasukan Kaisar Cong He.

__ADS_1


------------------------O---------------------------


__ADS_2