Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
229: Berita Baru


__ADS_3

Suasana di kediaman bangsawan Zhu Han menjadi sibuk luar biasa. Sebanyak tiga puluh pelayan, hilir mudik memberikan jamuan kepada rombongan yang baru datang.


Terlihat kegembiraan luar biasa di wajah Zhu Han dan Mu Rong setelah mereka bertemu dengan Shi Hung dan Qiang Ji.


Sebelumnya, keduanya bangsawan besar itu, pernah mendengar nama mereka satu sama lainnya. Kini mereka dipertemukan sebagai besan.


Ayah dan Ibu Bian Chi serta rombongan, berada di Kota Shinzu selama dua minggu. Selama waktu itu pula Zhu San mengetahui situasi kekaisaran Liu saat ini dari Ayahnya.


Paman Tan Kuan dan Bibi Yu Mei telah menikah dan diangkat oleh kaisar Liu Feng menjadi Gubernur Kota Hangyao, menggantikan gubernur sebelumnya yang merupakan orang dari Bangsawan An He.


Bangsawan An He berhasil melarikan diri dari penangkapan prajurit Kekaisaran Liu. Demikian juga dengan bangsawan Wu Lei dan puteranya, Wu Ming. Keberadaan mereka masih menjadi misteri dan ancaman bagi kekaisaran Liu.


Hal itu membuat kaisar Liu Feng menjadi lebih ketat kepada para bangsawan besar. Tidak terkecuali kepada mereka yang pernah membantunya.


Para Bangsawan dibatasi hanya boleh memiliki tiga ribu prajurit saja. Bangsawan yang memiliki lebih dari tiga ribu prajurit, dipersilahkan untuk mengurangi atau menyerahkan prajurit tersebut kepada Kekaisaran.


Hal ini sedikit mengecewakan Bangsawan Zhu Han dan bangsawan Mu Bai. Namun mereka menyadari bahwa semua itu adalah bentuk Kekhawatiran kaisar Liu Feng terhadap kudeta yang terjadi sebelumnya.


Di lain hari, Zhu Han memberi surat dari Xie Han yang pernah datang ke kota Shinzu mencari Zhu San, karena tidak bertemu, Ia menitipkan surat kepada Ayah Zhu San.


‘Jadi, sampai saat ini mereka belum menikah juga?” Tanya Bian Chi saat keduanya berada di ruangan untuk beristirahat, karena malam telah semakin larut.


“Sepertinya begitu, Ling’er tentu tak ingin membuat Xie Han mengalami hal buruk dengan kondisi tubuhnya yang masih lemah.” Jawab Zhu San.


“Setelah Ayah dan Ibu berangkat kembali ke Kota Qingzen, kita juga segera berangkat ke kota Shangyu, lalu setelah itu ke kota Baixan. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Guru.” Lanjut Zhu San.


“Kenapa harus terburu-buru ke kota Shangyu?” Tanya Bian Chi. “Dalam suratnya Ia berharap bisa secepatnya menikahi Ling’er.” Jawab Zhu San sambil memeluk pinggang sang isteri.


Bian Chi membalas pelukan Sang Suami lalu Ia membuka gerbang ke Alam Jiwa. “Kenapa harus selalu ke Alam Jiwa dulu?” Tanya Zhu San yang selama ini heran mengapa Bian Chi selalu mengajak ke Alam Jiwa Setiap kali mereka akan berhubungan.

__ADS_1


‘Biar tidak ada yang mengganggu atau terganggu oleh teriakanku nanti.” Jawab Bian Chi sambil menyumpal mulut Zhu San dengan bibirnya agar tidak bertanya lagi.


***


Keesokan harinya, Bangsawan Zhu Han dan isterinya serta Zhu San dan Bian Chi mengantar kepergian rombongan Bangsawan Shi Hung hingga di Gerbang Selatan Kota Shinzu.


“Ayah … Ibu … Kami pun mohon izin untuk pergi ke kota Shangyu hari ini. Ada hal penting yang kami urus. Mungkin Aku akan kembali dalam beberapa bulan lagi.”


Setelah rombongan Ayah mertuanya hilang di balik pepohonan sejauh dua kilometer, Zhu San berkata kepada ayah dan Ibunya.


“Kau baru kembali beberapa hari ini, sekarang Kau akan pergi selama itu? Apakah kalian tidak berencana untuk memberi Ibu seorang cucu?”


Perkataan Mu Rong, membuat Bian Chi dan Zhu San tersedak nafas mereka sendiri. Terlihat jika Mu Rong masih enggan mengizinkan putera tunggalnya itu untuk berkelana lagi.


“Rong’er, Biarlah mereka berkelana lagi. Mereka juga masih muda untuk memiliki putera. Bersabarlah!” Zhu Han berkata menengahi sebelum terjadi perdebatan panjang.


Setelah berjanji bahwa jika mereka berdua kembali lagi ke kota Shinzu dengan membawa seorang cucu, barulah Mu Rong mengizinkan Zhu san dan Bian Chi meninggalkan kota Shinzu.


“Jika tidak begitu, Ibu tidak akan mengizinkan kita.” Jawab Zhu San dengan santai.


“Tapi seandainya kita belum memiliki bayi saat kembali nanti, apakah Ibu tidak akan marah?” Tanya Bian Chi sedikit cemas. “Kalau begitu kita kembali setelah memiliki bayi saja. Hahahaha” Jawab Zhu San dengan tertawa.


Bian Chi merengut mendengar hal tersebut. Ia pun memilih diam saja, sambil memikirkan cara untuk bisa membuat suaminya keluar di dalam. Selama ini Ia gagal melakukan hal tersebut termasuk dengan yang semalam.


Keduanya tiba di kota Shangyu saat hari telah siang. Tidak sulit bagi Zhu San memasuki Ibukota Kekaisaran Liu itu. Bahkan tanpa perlu menunjukan identitasnya, para prajurit segera berlutut memberi hormat padanya.


Zhu San menuruti keinginan Bian Chi untuk singgah dulu di sebuah kedai. Karena Ia pun ingin menyantap hidangan di kedai yang biasa Ia kunjungi.


Suasana kedai besar itu terlihat ramai terutama oleh rombongan pedagang. Beberapa pasang mata pendekar pengawal, menatap Bian Chi tanpa berkedip.

__ADS_1


Namun setelah mendengar nama Zhu San disebut oleh pemilik kedai, mereka semua segera mengalihkan pandangannya dengan cepat dan terlihat ketakutan di wajahnya.


Hal itu menunjukan jika nama Zhu San telah mereka ketahui beserta dengan kehebatannya dalam beladiri. Menyinggungnya pasti akan berakhir dengan tidak baik-baik saja.


Keduanya mulai menyantap hidangan yang tersaji. Perhatian Zhu San teralihkan saat mendengar perbincangan pedagang yang akan menuju ke Kota Hangzu, Ibukota Kekaisaran Hun.


“Kenapa Kau melarangku untuk menuju ke kota Hangzu? Bukankah akan diselenggarakan Pesta Pernikahan Kaisar mereka dengan seorang Pemuda dari Kekaisaran kita?” Salah seorang pedang bertanya dengan rasa penasaran.


Sang teman yang juga telah selesai bersantap, menjawabnya.”Kau tidak tahu situasi di sana bagaimana? Sebulan lalu aku dari kota itu. Saat ini Kekaisaran Hun tidak aman lagi untuk para pedagang seperti kita.”


Setelah berhenti sejenak, Sang teman melanjutkan penjelasannya. Bahwa saat ini para pendekar Aliran Hitam Kekaisaran Hun berkuasa atas Negeri Hun.


Karena Kaisar Perempuan dan masih gadis itu, merebut kekuasaan dengan membunuh Kaisar lama beserta puteranya dengan sangat kejam. Ia merupakan pendekar hebat karena seorang diri menaklukkan para pengawal pribadi Kaisar yang berkemampuan tinggi.


“Bahkan Aku dengar, Kekaisaran Hun akan menguasai kekaisaran lain suatu saat nanti. Maka dari itu Aku sarankan kau jangan kesana. Terlalu berbahaya.”


Pria itu bersikeras membujuk rekannya agar tidak tidak berdagang di kekaisaran Hun. Namun sang rekan masih saja hendak kesana dengan sebuah alasan.


“Bukankah Calon Suami Kaisar Perempuan itu dari Kekaisaran Kita? Mengapa harus takut? Aku yakin mereka tidak akan mengganggu kita.” Katanya dengan suara yang terdengar yakin.


Pedagang yang tadi berusaha membujuk. Ia menghela nafas panjang sebelum berkata.


“Kau tahu tidak bahwa calon suaminya itu kabarnya pemuda murid Sekte Pedang Bintang? Pengawalku yang memberitahuku hal tersebut. Ini terasa aneh, karena Seingatku Sekte tersebut adalah Sekte Aliran Putih. Mengapa bisa bersatu dengan Aliran hitam?”


Darah Zhu San mendidih mendengar hal itu. Ia merasa harus membersihkan Nama Sekte yang didirikan oleh gurunya itu.


“Ternyata Gao Yan masih hidup dan melarikan diri Kekaisaran Hun, pantas saja aku tidak berhasil menemukannya.” Zhu San merasa yakin jika murid Sekte Pedang Bintang yang dimaksud oleh mereka adalah Gao Yan.


“Apakah pemuda itu bernama Gao Yan? Jika iya, pemuda itu bukan lagi murid Sekte Pedang Bintang yang didirikan oleh guruku. Bahkan jika aku bertemu dengannya. Aku pasti akan membunuhnya.”

__ADS_1


Zhu San berdiri dan berkata dengan suara yang dingin. Suasana menjadi hening. Para pendekar pengawal terlihat mulai gemetar mendengar perkataan Zhu San.


-------------O--------------


__ADS_2