Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
084: Chou Ong


__ADS_3

Tsao Beng dan Qiao Bun menelan ludahnya, saat merasakan tekanan Tenaga Dalam, memancar kuat dari udara yang lebih besar dari Tenaga Dalam yang mereka miliki.


Mata mereka berdua melotot lebar saat melihat seorang Kakek melayang turun dari udara dengan wajah yang terlihat marah.


“Siapa diantara kalian yang bernama Zhu Lung? Cepat jawab!!” Kakek yang berjubah merah darah itu, membentak mereka dengan sikap yang sangat arogan.


Hati Tsao Beng maupun Qiao Bun menjadi bergetar, saat melihat wajah yang tidak bersahabat itu, menghadap pada mereka.


“Sesepuh … Jika Anda mencari Zhu Lung, itu berarti kita berada di pihak yang sama. Kami kesini karena ingin membalaskan kematian rekan-rekan kami terutama Saudara Chou Bai.”


Tsao Beng yang pintar bersilat lidah, segera berkata demikian. Sebuah dugaan tentang identitas kakek tersebut, membuat Ia menyebutkan nama Chou Bai.


Apa yang diharapkan Tsao Beng pun menjadi kenyataan, Ia pun tersenyum saat melihat Wajah Tua yang marah itu, terlihat berubah sedikit ramah pada mereka.


“Benarkah kalian teman dari muridku Chou Bai? Lalu mana orang yang membunuh muridku itu?”


Kakek berusia setidaknya delapan puluh tahun itu, tidak mengurangi tekanan suaranya saat Ia bertanya pada Tsao Beng.


Namun wajah yang tiba-tiba memucat terjadi pada Pendekar Seribu Wajah, saat mendengar kakek itu mengatakan jika dirinya adalah Guru Chou Bai.


“Benar Sesepuh Chou Ong, Saudara Chou Bai sering bercerita kepada kami tentang Anda, guru sekaligus Paman satu-satunya yang Ia miliki.”


Tak ada lagi keraguan di hati Chou Ong jika kedua orang yang memiliki kemampuan tinggi itu, adalah teman keponakannya sekaligus juga muridnya, Chou Bai.


Pendekar Seribu Wajah pun mengangguk beberapa kali, saat mendengar alasan di balik sikap Chou Ong yang terlihat begitu marah itu.


“Jika dia benar Chou Ong … Dia adalah lawan yang sangat. Tombak pendek di pinggangnya itu, pastilah Tombak Raja Iblis. Sepertinya hari ini akan menjadi hari terakhir dalam hidupku.”


Raut Pendekar Seribu Wajah yang tadinya memucat, kini berangsur-angsur pulih. Hal itu karena Ia telah memasrahkan dirinya akan takdir kematian dari langit.


Hanya saja ada dua hal yang membuatnya masih merasa belum benar-benar pasrah diri untuk dijemput oleh Dewa Kematian.


Keberadaan puteri tunggalnya dan juga murid pertamanya, Tan Kuang yang sejak dua puluh tahun lalu tidak lagi bisa Ia temukan.

__ADS_1


Ia merasa yakin jika murid pertamanya itu, masih hidup. Walau berita yang beredar, mengatakan bahwa muridnya terjatuh ke dalam Jurang Tanpa Dasar, saat bertarung dengan musuh yang membunuh ayahnya.


“Kau yang memakai topeng tipis di wajahmu, apakah benar kau Kakek Guru dari pemuda bernama Zhu Lung itu Hah!”


Lamunan Pendekar Seribu Wajah terhenti seketika dan tersentak kaget ketika sosok Kakek seumuran dengan dirinya berkata demikian.


Tidak mudah bagi seseorang mengetahui penyamarannya yang terbaik di Kekaisaran Liu itu. Namun berbeda dengan Chou Ong yang begitu mudahnya mengetahui hal itu.


“Kalau memang benar kau mau apa Hah?!”


Pendekar Seribu Wajah, sekalipun merasa tidak bisa menang dari Chou Ong, balik membentak Kakek yang di Dunia Persilatan Kekaisaran Qing, berjuluk Pendekar Raja Tombak itu.


Wajah Chou Ong kembali menjadi kelam, kemarahannya pada Zhu San yang tidak Ia temukan sosoknya, kini beralih pada Sosok Pendekar Seribu Wajah.


Tanpa permisi terlebih dahulu, Ia melesat sangat cepat dengan maksud untuk menampar mulut Pendekar Seribu Wajah.


Walau terkesiap melihat gerakan yang sangat cepat itu, Kakek Guru Zhu San itu berhasil menangkis tamparan keras ke arah wajahnya itu.


PLAAK


Chou Ong menyeringai kesal, tidak banyak orang yang bisa menahan serangannya yang cepat dan sekuat tadi itu.


Hal yang menunjukan bahwa lawan di depannya itu, bukanlah pendekar tingkat tinggi biasa. Setidaknya berada di level tiga atau empat.


“Boleh juga Kau Kakek muka karet. Tapi aku belum mengerahkan kekuatanku yang sebenarnya, jadi jangan senang dulu.”


Chou Ong kembali menyerang Pendekar Seribu Wajah yang telah mengerahkan kekuatan penuhnya. Sudah sejak lama Ia tidak bertarung menggunakan kekuatan sebesar ini.


Aura Tenaga dalam yang memancar kuat dari Pendekar Seribu Wajah, tidak membuat Chou Ong menjadi surut dengan serangan yang menggunakan tiga puluh persen tenaga dalam yang Ia miliki.


Pendekar Raja Tombak Dari Kekaisaran Qing Itu, kembali menyerang dengan jurus Tapak yang kuat dan cepat.


Pendekar Seribu Wajah segera saja menggunakan jurus tapak terkuat yang Ia miliki, Jurus Tapak Menampar Angkara.

__ADS_1


Pertarungan keduanya berlangsung dan terlihat seimbang, namun bagi Tsao Beng dan Qiao Bun yang mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Guru Chou Bai itu, tidaklah beranggapan demikian.


“Beng … Sebaiknya kita segera mencari dan menangkap Bangsawan Zhu Han. Biarkan Senior Ong yang menghabisi mereka.”


Qiao Bun lalu melesat ke dalam rumah Zhu Han, namun Ia terhadang tebasan Katana milik Rei Ji yang telah bersiap menghadang langkah mereka sedari tadi.


Tebasan Katana Rei Ji yang cepat itu, dengan mudah dihindari oleh Qiao Bun. Hal yang menunjukan jika kemampuan Reiji masih jauh di bawah Qiao Bun.


Dengan sebuah tendangan yang cepat dan keras, Qiao Bun berhasil membuat Tubuh Rei Ji terpental hingga membentur tembok bangunan besar itu.


Pandangan mata Rei Ji menjadi gelap sesaat setelah Ia memuntahkan darah segar yang cukup banyak dari dalam perutnya yang terkena tendangan Qiao Bun.


Jenderal Chao Fan yang hendak membantu, terhalang oleh Tsao Beng yang telah melesat mengikuti sahabatnya itu.


Dengan mudah, Tsao Beng pun membuat Jenderal Cha Fan tergeletak dengan dada yang serasa remuk akibat terhantam tapak Tsao Beng.


Keduanya pun bergegas memasuki rumah Bangsawan Zhu Han. Mengabaikan Komandan Mao Sheng dan Gubernur kota Shinzu yang tubuhnya sedang gemetar.


Sementara itu, Pendekar Seribu Wajah sedang terdesak hebat oleh serangan Chou Ong yang semakin cepat dan kuat.


Sudah hampir seratus kali mereka bertukar serangan, hingga akhirnya Pendekar Seribu Wajah harus mengakui kekuatan yang dimiliki oleh Chou Ong.


Perbedaan Tenaga Dalam yang besar, membuat Guru Bangsawan Zhu Han itu, harus menahan sakit di telapak tangannya saat beradu serangan tapak dengan lawan.


Chou Ong semakin di atas angin saat sebuah serangan tapaknya berhasil menghantam punggung Pendekar Seribu Wajah.


Kakek Guru Zhu San itu, memuntahkan darah tidak segar sesaat sebelum tubuhnya jatuh terjungkal di tanah dengan terluka pada bagian dalam.


Belum sempat Ia untuk berdiri, serangan yang sangat cepat dan mematikan telah kembali datang ke arah dirinya.


Pendekar Seribu Wajah pun hanya bisa pasrah diri saat melihat serangan lawan yang terlihat tersenyum menyebalkan.


Namun, saat serangan tapak berkekuatan besar itu berjarak satu meter lagi darinya, sebuah tangan datang, menahan tapak tangan Chou Ong.

__ADS_1


Tubuh Chou Ong pun terjajar beberapa meter ke belakang. Matanya melotot lebar karena terkejut mendapati ada seorang lawan lain yang mampu membuatnya terpental.


*****


__ADS_2