Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
327: Segel Yinyang


__ADS_3

“Dewi Teratai Biru! Dari dulu Kau selalu menjadi penghalang bagiku. Jangan salahkan Aku jika hari ini Aku akan membunuhmu!”


Long Li berkata setelah Ia selesai bersiap untuk melakukan serangan mematikan terhadap musuh bebuyutannya itu.


Seluruh tubuh Ratu Siluman Naga itu, tiba-tiba saja memancarkan cahaya kuning keemasan serta membuat percikan petir di tubuhnya semakin membesar dan memanjang.


Udara pun kembali menjadi lebih berat seperti sebelumnya. Sesaat kemudian ekor Ular Naga raksasa itu bergerak cepat memukul makhluk roh setinggi sepuluh meter di depannya.


DUAGH


Ekor Ular Naga yang diselimuti petir itu, berbenturan dengan tendangan kuat dari Dewi Teratai Biru yang menahan serangan langsung itu dengan telapak kakinya.


Tidak Dewi Teratai Biru duga bahwa petir yang dulu tidak berimbas pada tubuhnya, kini membuat telapak kakinya bagai tertusuk jarum.


Melihat wajah terkejut dan kesakitan dari lawannya, Ratu Siluman Naga itu segera tersenyum sebelum kembali melesatkan serangan dengan melepaskan petir besar dari mulutnya.


JEDAAAAAARRRR


Tubuh Dewi Teratai Biru terpental puluhan meter saat Ia menahan serangan petir berukuran raksasa itu dengan sebuah dinding perisai yang Ia keluarkan dari telapak tangan kirinya.


“Aaah…. Ternyata pertahananku melemah setelah aku menjadi roh. Sepertinya tidak ada cara lain. Aku Harus menggunakan jurus itu lagi.”


Dewi Teratai Biru yang menyadari sesuatu hal segera bersiap dengan Jurus terkuatnya sesaat setelah Ia berkata demikian dalam benaknya.


Sementara Ratu Siluman Naga yang menyadari bahwa lawannya tidak sekuat dulu, bersikap meremehkannya dengan hanya diam seraya menggerakkan ekornya dengan senyum di bibirnya yang terlihat menyeringai di mata semua orang.


Gerakan ekor Ratu Siluman Naga Itu terhenti, senyumnya pun menghilang, saat Ia melihat apa yang dilakukan oleh lawan di depannya.


Dewi Teratai Biru memutar tubuhnya dengan sangat cepat setelah mengangkat pedang Teratai Biru Ke udara. Sesaat kemudian, awan biru segera muncul dari putaran tubuh Dewi Teratai Biru.


Awan biru itu, semakin lama semakin besar hingga tubuh Dewi Teratai Biru tidak terlihat lagi dan sesaat kemudian dari gumpalan awan biru itu muncul sebuah bunga teratai biru berukuran raksasa dengan tujuh kelopak yang membuat wajah Ratu Siluman Naga memburuk.

__ADS_1


“San Gege, bersiaplah tunggu aba-aba dariku untuk memulai pembuatan segel.” Lian Li yang alam pikirannya terhubung dengan Dewi Teratai Biru, segera memberi arahan kepada Zhu San.


Sementara itu tujuh kelopak bunga raksasa itu, tiba-tiba memancarkan tujuh cahaya berbeda warna dari ujung kelopaknya. Cahaya tujuh warna itu segera melesat ke Ratu Siluman Naga dengan kecepatan yang tidak biasa.


Ketujuh cahaya berbeda warna itu segera melilit tubuh Ratu Siluman Naga yang tidak sempat menghindar karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan cepatnya ketujuh cahaya itu bergerak.


“Sekarang!”


Teriakan Lian Li yang keras sedetik setelah tujuh cahaya itu melesat, membuat Ratu Siluman Naga itu terkejut dengan mata membelalak saat melihat Zhu San melesat ke atas tubuhnya setinggi tiga puluh meter.


Laduta dan Lahula yang sudah menduga hal tersebut, segera melesat untuk menyerang Zhu San. Namun sebuah tebasan pedang dari samping, menghadang keduanya.


Bian Chi dan Lian Li yang sudah mengantisipasi hal tersebut, segera melesat dan menghadang keduanya dengan segera melesatkan tebasan dengan pedang mereka.


Keduanya mendesak kedua makhluk kuno dari bangsa org itu dengan serangan cepat dan mematikan, membuat Laduta dan Lahula terpaksa bergerak mundur menjauhi tempat dimana Zhu San berada.


Sementara Ratu Siluman Naga sedang meronta-ronta untuk melepaskan diri dari lilitan ketujuh cahaya yang membuat tubuhnya sulit untuk bergerak.


Kekuatan cahaya tujuh warna yang melilit tubuhnya itu, bukan kekuatan biasa walau saat ini sedikit lemah daripada masa hampir sepuluh ribu tahun lalu.


Setengah bagian Bola energi itu berwarna kuning kemerahan seperti api. Sedang sebagian lain berwarna putih kebiruan seperti sebongkah es.


“Segel Yinyang!”


Wajah Ratu Siluman Naga itu menjadi pucat saat mengenali bola energi yang Zhu San buat dari kedua ujung Pedang Yin dan Pedang Yang.


Sementara ketujuh cahaya dari tujuh kelopak Bunga Teratai Biru, semakin kuat melilit tubuh Ratu Siluman Naga sepanjang lebih dari seratus meter itu.


Saat bola energi yang Zhu San buat sudah empat kali lebih besar dari sebelumnya, wajah Ratu Siluman Naga itu menjadi tegang. Namun Tiba-tiba Ia tersadar akan sesuatu hal.


Sosok Naga Petir raksasa itu, tiba-tiba menghilang dan berubah menjadi wujud Perempuan setinggi lima meter. Hal itu membuat ketujuh cahaya berbeda warna melilit ruang kosong.

__ADS_1


Ratu Siluman Naga segera melesat ke arah Zhu San yang terkesiap melihat hal tersebut. Apalagi saat melihat Ratu Siluman Naga itu menyerang dirinya dengan tongkat pendek yang ujungnya tajam


Saat ujung tombak itu hanya berjarak tiga meter dan sedetik lagi mengenai dirinya, Zhu San segera berpindah tempat dalam sekejap.


Dirinya telah berada di belakang Bunga Teratai Biru pada sisi yang berlawanan dengan Ratu Siluman Naga yang terkejut melihat Zhu San menghilang dari pandangannya.


Dengan geram Ratu Siluman Naga melemparkan tongkat pendeknya sebelum Ia menghindari dua cahaya yang melesat untuk melilit tubuhnya.


Tombak pendek itu seolah memiliki nyawa. Ia menghindari sergapan cahaya yang hendak melilitnya saat bergerak melesat ke arah Zhu San.


Mata Zhu San melotot lebar melihat hal itu, Ia tidak mungkin bisa menghindari serangan tersebut karena datang dengan begitu cepatnya.


JLEEEEBBB


AAARGGHHHH


Tubuh Zhu San terpental belasan meter dan nyaris kedua pedang pusaka itu terlepas dari tangannya.


Tidak Zhu San duga bahwa Zirah Yang di dalam tubuhnya, tidak bekerja seratus persen melindungi kulitnya. Hal itu terlihat karena adanya sebuah luka yang tidak begitu dalam pada bahu kirinya.


Tombak pendek yang saat ini telah terlilit tepat saat Ia menancap di bahu kiri Zhu San, tertarik menjauhi tubuh Zhu San.


Sementara Ratu Siluman Naga itu, terus bergerak cepat ke sana kemari menghindari sergapan ke enam cahaya lain yang terus berusaha melilitnya.


Sementara Zhu San yang melihat bola energinya mengecil dan kini berukuran setengah dari sebelumnya, tersenyum saat mendapat sebuah ide di dalam benaknya.


Zhu San segera membuat bola energi itu kembali mengecil dengan memadatkan energinya hingga kini menjadi sebesar kepala manusia.


Sesuai dugaan Zhu San, Ratu Siluman Naga yang mendapati bola energi berbeda warna itu menghilang dari pandangannya menjadi lebih tenang dan fokus dalam menghindari sergapan ke tujuh cahaya yang terus mengejarnya.


Hingga Ia tidak menyadari Zhu San tengah bersiap menyergap dirinya dengan jurus berpindah tempat dalam sekejap dan menyegelnya dengan Segel Yinyang.

__ADS_1


Saat Zhu San menemukan celah setelah mengamati pergerakan Ratu Siluman Naga itu, Ia pun segera akan menyergapnya. Namun sesuatu hal terjadi dan membuatnya melepas kesempatan bagus itu.


--------------------------O------------------------------


__ADS_2